MG MGS6 EV Debut di Indonesia, Siap Menjelajah Hingga 605 Km

MG Motor Indonesia memperkenalkan MGS6 EV sebagai SUV listrik premium terbaru di Tanah Air. Model ini membawa kombinasi performa bertenaga, kabin lapang, dan teknologi untuk menunjang perjalanan sehari-hari maupun jarak jauh.

Mengusung filosofi “Refined. In Every Sense”, MGS6 EV mencoba menawarkan kemewahan yang tidak sebatas desain. Kenyamanan penumpang, karakter berkendara, hingga fitur keselamatan menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan.

CEO MG Motor Indonesia, Jason Huang, mengatakan MGS6 EV dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih bermakna bagi pengemudi maupun keluarga.

“Melalui MGS6 EV, kami ingin menghadirkan kenyamanan yang membuat waktu bersama keluarga terasa lebih istimewa, performa dan pengendalian yang menguatkan rasa percaya diri di balik kemudi,” ujarnya.

MG MGS6 EV Tawarkan Dua Pilihan Penggerak

MG menyediakan MGS6 EV dalam dua varian, yakni Magnify Max dengan penggerak roda belakang atau Rear-Wheel Drive (RWD), serta Magnify Ultra dengan sistem penggerak semua roda atau All-Wheel Drive (AWD).

Varian Magnify Max menghasilkan tenaga 245 PS dan torsi 350 Nm. Sementara itu, Magnify Ultra memiliki tenaga maksimal 361 PS dengan torsi 540 Nm.

Perbedaan karakter tersebut memberikan pilihan bagi konsumen sesuai kebutuhan berkendara. Magnify Max menawarkan konfigurasi RWD, sedangkan Magnify Ultra membawa performa lebih tinggi melalui sistem AWD.

Pengendalian keduanya didukung suspensi belakang 5-Link Rear Suspension. Sistem ini dirancang untuk membantu menjaga stabilitas sekaligus menghadirkan respons berkendara yang presisi.

Dari sisi tampilan, MGS6 EV mengusung konsep Endless Horizon Design. Lampu depan ramping, desain lampu belakang khas MG, dan velg 20 inci memperkuat karakter SUV listrik ini.

Baterai 77 kWh, Jarak Tempuh Maksimal 605 Km

Untuk mendukung mobilitas jarak jauh, kedua varian MGS6 EV menggunakan baterai berkapasitas 77 kWh.

Berdasarkan standar NEDC, Magnify Max diklaim mampu menempuh jarak hingga 605 km. Sementara Magnify Ultra menawarkan jarak tempuh hingga 550 km.

Ketika baterai perlu diisi ulang, pengisian cepat DC dari 30 hingga 80 persen membutuhkan waktu sekitar 32 menit.

Klaim tersebut memberi gambaran kemampuan MGS6 EV untuk menunjang penggunaan harian maupun perjalanan antarkota. Namun, jarak tempuh aktual tetap dapat berubah mengikuti kondisi jalan, gaya berkendara, dan penggunaan fitur kendaraan.

Kabin Lapang dengan Fitur Premium

MGS6 EV memiliki jarak sumbu roda 2.835 mm untuk mendukung ruang kabin yang lega. Interiornya menggunakan perpaduan material suede dan kulit, dilengkapi ventilated front seats serta pengaturan AC otomatis dua zona.

Atap kaca panoramik dengan penutup elektrik menambah kesan terbuka. Pengalaman selama perjalanan juga didukung sistem audio 11 speaker.

MG menyematkan sejumlah teknologi untuk meningkatkan kepraktisan berkendara. Fitur tersebut meliputi Augmented Reality Head-Up Display (AR HUD), one-pedal driving, memory seat, dan Motion Comfort System (MCS).

Kapasitas penyimpanan turut menjadi perhatian. Bagasi depan atau front trunk memiliki kapasitas 86 liter, sedangkan bagasi belakang menyediakan ruang 581 hingga 1.690 liter.

Fleksibilitas ini memberi keleluasaan membawa barang untuk aktivitas harian maupun perjalanan bersama keluarga.

Dibekali 7 Airbag dan MG Pilot

Untuk aspek keselamatan, MGS6 EV dilengkapi tujuh airbag dan MG Pilot dengan 16 fungsi Advanced Driver Assistance Systems (ADAS).

MG juga menyebut model ini telah memperoleh peringkat bintang lima dari Euro NCAP dan Australia NCAP. Selain itu, kendaraan dilengkapi teknologi perlindungan baterai untuk mendukung keamanan sistem elektrifikasi.

Harga Indikatif MG MGS6 EV Mulai Rp550 Juta

MG Motor Indonesia telah membuka periode pemesanan awal atau pre-book MGS6 EV dengan harga indikatif mulai Rp550.000.000.

Harga tersebut berlaku hingga peluncuran mendatang. Dengan demikian, angka final dan rincian harga setiap varian masih perlu menunggu pengumuman resmi berikutnya.

Masyarakat dapat melihat langsung MGS6 EV dalam pameran First Look di Atrium Level 3A, Grand Indonesia, pada 14–18 Oktober 2026. MG juga menyediakan unit test drive bagi pengunjung yang ingin merasakan langsung karakter SUV listrik tersebut.

Kehadiran MGS6 EV menambah pilihan SUV listrik premium di Indonesia. Kombinasi jarak tempuh hingga 605 km, kabin lapang, dan harga indikatif mulai Rp550 juta menjadi bekal MG untuk menarik konsumen yang menginginkan kendaraan listrik berorientasi pada performa sekaligus kenyamanan keluarga.

Changan Deepal S07, SUV 600 Jutaan Dengan Teknologi Pintar

Changan Deepal S07, SUV Listrik Rp600 Jutaan yang Bawa Rasa Mewah hingga Teknologi Pintar

Segmen SUV listrik premium di Indonesia semakin ramai. Namun, keluarga modern kini tidak hanya mencari mobil dengan baterai besar dan jarak tempuh panjang. Produk seperti Changan Deepal S07 jadi incaran untuk mereka yang butuh nilai lebih.

Ruang kabin, kenyamanan, teknologi, keselamatan, hingga sensasi berkendara ikut menjadi pertimbangan. Di tengah kebutuhan tersebut, Changan Deepal S07 hadir dengan pendekatan yang cukup lengkap.

SUV listrik ini bermain di kisaran harga Rp600 jutaan. Posisinya menarik karena mencoba membawa nuansa kendaraan premium tanpa meninggalkan kepraktisan untuk keluarga, sama seperti keunggulan yang Changan Deepal S07 tawarkan di segmen SUV listrik Tanah Air.

Konsep Luxury Yacht menjadi salah satu benang merah Deepal S07. Kabinnya dirancang luas dengan atmosfer modern, seolah membawa kenyamanan ruang lounge ke dalam perjalanan. Tidak lupa, desain dari Changan Deepal S07 juga menunjukkan standar premium.

Kabin Menjadi Ruang Keluarga Bergerak

Masuk ke dalam Deepal S07, perhatian langsung tertuju pada konsol tengah bergaya floating dengan ventilasi udara tersembunyi yang khas pada Changan Deepal S07 untuk segmen luxury electric SUV.

Nuansa tersebut diperkuat pilihan interior Shadow Black dan Heatwave Orange. Pencahayaan 64 warna dan sistem audio premium 14 speaker kemudian membuat suasana kabin terasa lebih personal pada Changan Deepal S07.

Jok kulit premium tersedia dengan pengaturan elektrik dan memori untuk pengemudi serta penumpang depan, fitur yang memperlihatkan kenyamanan khas Changan pada Deepal S07.

Panoramic sunroof seluas 1,9 m² memberikan kesan lapang. Electric sunshade turut tersedia untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk, persis sesuai standar mobil Eropa di kelas Changan Deepal S07.

Kenyamanan keluarga juga didukung kaca depan dengan teknologi peredam suara. Wireless fast charging 40W dan panel kontrol AC sentuh di baris belakang melengkapi kebutuhan perjalanan harian dengan Deepal S07 dari Changan.

Dengan kata lain, Deepal S07 tidak sekadar menyediakan tempat duduk. Kabinnya dirancang menjadi ruang yang menemani keluarga selama perjalanan, sesuatu yang menjadi nilai jual utama Changan Deepal S07 di pasar kendaraan listrik Indonesia.

Tampilan Sporty dengan Sentuhan Teknologi

Dari luar, karakter Deepal S07 bergerak ke arah tech-sporty. Segala keunggulan desain Changan Deepal S07 tercermin dari setiap detail bodi hingga lampu modernnya.

Proporsi wide-bodied membuat SUV ini terlihat berisi dan percaya diri. Pintu tanpa bingkai atau frameless doors berpadu dengan flush pop-out door handles. Seluruh kesan ini semakin mewah jika kita bandingkan di kelas Changan Deepal S07.

Powered tailgate, spion elektrik, serta pelek 20-inci dengan ban premium menjadi pelengkap sempurna pada SUV listrik Changan Deepal S07 ini.

Di balik desainnya, Deepal S07 menggunakan konfigurasi Rear-Wheel Drive (RWD). Pengaturan ini memberikan karakter berkendara yang berbeda sekaligus menjaga keseimbangan antara performa dan kenyamanan. Inilah daya pikat dari SUV Changan Deepal S07.

Akselerasi 0-100 km/jam dapat dicapai dalam 7,9 detik, membuat pengalaman berkendara Changan Deepal S07 kian istimewa di kelasnya.

Jarak Tempuh Panjang, Teknologi Tidak Ketinggalan

Untuk kebutuhan perjalanan lebih jauh, Deepal S07 menawarkan jarak tempuh hingga 560 km berdasarkan NEDC. Jelas, Changan Deepal S07 memberi solusi bersaing di kelas SUV listrik jarak jauh Tanah Air.

Dukungan DC Fast Charging juga membuat pengisian energi lebih praktis ketika mobil digunakan dengan intensitas tinggi—Changan Deepal S07 memang didesain untuk mobilitas tinggi masa kini.

Di balik pengalaman digitalnya terdapat chipset Qualcomm Snapdragon 8155. Layar utama Sunflower Screen berukuran 15,6 inci menjadi pusat interaksi di dalam kabin SUV listrik ini.

Sementara itu, AR-HUD 55 inci memberikan informasi berkendara tanpa membuat pengemudi terlalu sering mengalihkan pandangan, sesuai standar high-end yang ditawarkan.

Fitur lain seperti in-cabin monitoring system dan audio empat zona melengkapi pendekatan teknologi pintarnya, memastikan semua keunggulan Changan Deepal S07 benar-benar terasa di setiap perjalanan keluarga.

Keselamatan Jadi Lapisan Perlindungan

Deepal S07 juga membawa 19 fitur ADAS untuk membantu pengemudi menghadapi berbagai situasi perjalanan. Hal itu menjadi nilai tambah Changan Deepal S07 untuk pasar domestik maupun global.

Sistem panoramic recording 360° dan tampilan sasis transparan 540° membantu memperluas visibilitas di sekitar kendaraan. Seluruh fitur advanced ini dapat ditemukan di SUV Changan Deepal S07.

Perlindungan baterai mengandalkan Golden Shield Battery. Dari sisi keselamatan kendaraan, Deepal S07 juga telah meraih rating 5-Star Euro NCAP—sebuah pencapaian membanggakan untuk model Deepal S07 mereka.

Menurut CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, konsumen SUV listrik kini semakin mempertimbangkan pengalaman berkendara secara menyeluruh, apalagi dengan hadirnya SUV seperti Changan Deepal S07 yang inovatif.

Karena itu, Deepal S07 mencoba mempertemukan desain premium, teknologi pintar, performa, dan kenyamanan dalam satu paket unggulan khas Changan Deepal S07 generasi terbaru.

Kehadiran Deepal S07 di Indonesia juga mendapat dukungan kemitraan dengan Indomobil Group. Kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah terbaik untuk memperluas layanan kendaraan elektrifikasi di Tanah Air.

Tesla Model Y L Debut di Thailand, Kapan Masuk Indonesia?

Di tengah dominasi pabrikan otomotif dari Benua Asia yang memeriahkan pameran Bangkok International Motor Show (BIMS) 2026, Tesla optimis dapat menancapkan kukunya di Negeri Gajah Putih. Di BIMS tahun ini pabrikan kendaraan listrik asal Amerika Serikat tersebut memperkenalkan mobil listrik terbarunya, Model Y L.

Debut perdana Tesla Model Y L di kawasan Asia Tenggara ini menyusul launching yang telah dilakukan beberapa bulan lalu di China, Australia dan Selandia Baru. Apa yang membedakan Tesla Model Y L dengan versi Model Y terdahulu?

Bodi Lebih Besar Namun Tetap Aerodinamis

Tesla Model Y L adalah hasil pengembangan yang dilakukan pada Model Y terdahulu. Jika Model Y sebelumnya adalah versi dua baris bangku, Model Y L ini versi 6 penumpang berkonfigurasi tiga baris bangku dengan layout 2-2-2. Jelas yang dibidik oleh mobil ini segmen keluarga, terutama konsumen di kawasan Asia Tenggara dan China yang gemar mobil berkabin lapang serta joknya banyak. Tentunya agar bisa memuat seluruh anggota keluarga plus barang bawaan saat bepergian.

Dengan ruang kabin yang lebih besar, maka ada sedikit perbedaan pada postur Model Y L dibanding Model Y biasa. Terlihat pada area atap yang sedikit lebih tinggi dan lebih mulur. Agar lebih aerodinamis, pada buritan dipasangi spoiler. Sebagai pembeda, bodi berlabur warna Cosmic Silver, serta pakai velg Machina 2.0 ukuran 19-inci.

Dibandingkan Tesla Model Y standar, versi L lebih panjang 177 mm (menjadi 4.969 mm) dan lebih tinggi 44 mm (1.668 mm). Jaral wheelbase lebih mulur 149 mm menjadi 3.040 mm. Meskipun bongsor, hambatan udaranya (coefficient of drag) cukup minim yakni 0.216 (Cd).

Kabin Lebih Lapang dan Nyaman

Tesla tentunya juga merombak tata letak ruang kabin sebagai penyesuaian dimensi bodi yang berubah.

Agar lebih nyaman dan mewah, bangku baris kedua pakai model captain seat dengan pengaturan elektrik plus fitur pemanas serta ventilasi. Arm rest pun versi elektrik yang bisa dilipat otomatis.

Berbeda dengan versi 7-penumpang di AS dan Eropa berkonfigurasi 2-3-2, pada Model Y L kursi baris ketiga dibuat lebih nyaman dan sudah pakai headrest. Kursi belakang pun dilengkapi setelan posisi duduk elektrik.

Bangku paling belakang dapat dilipat cukup dengan menekan tombol. Volume bagasi pun meningkat dari 2.138 liter menjadi 2.539 liter dalam kondisi bangku belakang terlipat. Bukaan pintu bagasi pun otomatis alias hands free.

Oh ya, ruang kabin yang lebih lapang dan captain seat di baris kedua membuat para penumpang bangku belakang lebih leluasa keluar-masuk.

Fitur Makin Lengkap

Penunjang kenyamanan kabin belakang tak dilupakan. Cup holder, ventilasi AC di pilar C plus soket USB Type-C tersedia di sisi kiri dan kanan. Sistem audio pun diupgrade dari 15 speaker menjadi 18 speaker, termasuk subwoofer.

Seperti di Australia, Tesla Model Y L yang dipasarkan di Thailand hanya tersedia varian Premium AWD. Fitur standar lainnya sama seperti bawaan Model Y reguler varian Premium AWD.

Mulai dari panel interior berbahan tekstil, jok kulit sintetis, layar infotainment 16 inci, layar 8 inci untuk penumpang baris kedua, atap panoramic, serta dual wireless charger Qi. Kamera eksterior jumlahnya 8 dan belum versi 360 derajat penuh.

Spek Performa

Perihal spek performa, motor elektrik ganda berpenggerak All-wheel drive (AWD) yang dibekalkan outputnya 340 kW (640 hp).

Baterai Nickel-Manganese Cobalt (NMC) yang dibopong kapasitasnya lebih besar, yakni 82 kWh. Hasilnya, jarak tempuh mencapai 681 km (WLTP), meningkat dari 629 km pada Model Y Premium AWD.

Tesla mengklaim akselerasi 0 – 100 km/jam cukup hanya dalam waktu 5 detik. Lebih gesin 0,5 detik dari Model Y L yang beredar di China, tapi 0,2 detik lebih lamban dari Model Y AWD. Top speed dibatasi hanya sampai 201 km/jam.

Untuk menopang hobot yang lebih berat, suspensi kini memakai adaptive dampers seperti pada varian Performance. Stabilitas berkendara dijamin meningkat dan ayunan suspensi bikin perjalanan kian nyaman.

Harga Rp 1 Miliaran

Tesla Model Y L Premium AWD akan resmi dipasarkan di Thailand jelang pertengahan tahun ini. Label harganya mulai dari 1,999 juta baht atau sekira Rp 1 miliaran.

Tak hanya melakukan debut perdana Model Y L, Tesla juga mengemukakan strategi dan proyeksi ekspansi pasar mereka di Thailand.

Saat ini Tesla mengoperasikan 5 showroom, 41 SPKLU Supercharger, 15 SPKLU standar plus lima jaringan bengkel serta workshop ringan. Rencananya tahun ini Tesla akan menambah 3 showroom baru di Thailand, berikut 6 titik SPKLU Supercharger, 3 SPKLU standar, serta tiga titik jaringan bengkel

Masuknya Tesla Model Y L di Thailand jadi sinyal dimulainya penetrasi pasar negara setir kanan di ASEAN secara bertahap. Apakah mobil listrik ini juga bakal masuk ke Indonesia?

MG S5 EV Resmi Meluncur di IIMS 2026, Harga Kompetitif!

Pameran otomotif IIMS 2026 jadi momen penting bagi Morris Garages (MG) Motor Indonesia untuk meluncurkan secara resmi sekaligus mengumumkan harga MG S5 EV pada Kamis, (5/2). SUV listrik terbaru ini membidik segmen konsumen keluarga muda di Indonesia yang mengutamakan keselamatan dan kenyamanan berkendara. Selain itu, aspek user friendly yang dimiliki MG S5 EV menjadi keunggulan utama dalam menunjang aktifitas dan mobilitas.

Dalam sambutannya di IIMS 2026, Chief Executive Officer MG Motor Indonesia, Jason Huang, menjelaskan bahwa Indonesia merupakan pasar penting bagi MG. Karena itu pengembangan SUV MG S5 EV turut pula mempertimbangkan kebiasaan keluarga Indonesia dalam menggunakan kendaraan.

“MG menghadirkan SUV listrik yang relevan, mudah digunakan, dan selaras dengan semangat Because Everyone Matters,” ujar Jason dalam peluncuran di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Desain Memikat

Gaya tampilan futuristik pada eksterior MG S5 EV terlihat beda dibandingkan MG4 EV. Siluet bodinya lebih dinamis dan luwes, tidak terlalu tajam. Lampu depan dan belakang model LED terintegrasi menguatkan karakter sporty pada MG S5 EV.

Bagian fascia MG S5 EV dengan grille polos tertutup tak jauh beda dari mobil listrik pada umumnya. Hal tersebut bertujuan untuk meminimalkan hambatan udara dari arah depan. Peleknya pun dirancang agar gaya aerodinamika menjadi lebih baik, bukan cuma sekadar pemanis gaya tampilan.

Dengan panjang 4.476 mm, lebar 1.849 mm, dan tinggi 1.621 mm postur MG S5 EV cukup compact. Jarak sumbu rodanya yang di angka 2.730 mm pun menghasilkan ruang kabin yang cukup lapang, terutama area kaki yang penumpang baris kedua.

Rancang bangun berbasis Modular Scalable Platform (MSP) yang dikenal dengan nama Nebula Platform memang dirancang khusus untuk mobil listrik. Berbeda dengan produk sejenisnya yang rerata berbagi platform dengan mobil bermesin bensin atau hybrid.

Penggunaan baterai lithium-iron phosphate (LFP) “Rubik’s Cube” setebal 110 mm yang relatif tipis menghasilkan titik gravitasi yang lebih rendah. Stabilitas berkendara terutama ketika bermanuver pun menjadi lebih baik.

Fitur Berkendara dan Kenyamanan Keluarga

Sebagai mobil harian keluarga yang ideal, kenyamanan berkendara jadi perhatian utama. Suspensi model 5 Link yang menopang motor listrik penggerak roda belakang (RWD) pada MG S5 EV dirancang untuk memberikan handling yang stabil.

Penempatan motor listrik di poros roda belakang menghasilkan distribusi bobot yang berimbang. Akselerasi pun jadi lebih terukur.

Mobil ini juga dilengkapi sistem bantuan pengemudi MG Pilot guna meningkatkan kenyamanan saat berkendara jarak jauh, terutama di tol.

Dari sisi keselamatan, MG S5 EV dilengkapi 15 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Pengguna juga dapat memantau dan mengatur kendaraan melalui aplikasi i-SMART yang terhubung dengan ponsel.

Mobil listrik ini dilengkapi fitur penunjang kenyamanan berkendara modern, salah satunya yakni Motion Comfort System.

Sistem terpadu ini mengoptimalkan kinerja kendaraan, antara lain pengereman dan suspensi. Sensasi mual dan mabuk darat yang biasa dialami saat berkendara jarak jauh pun dapat dieliminir.

Fitur esensial yang dibekalkan antara lain meliputi Smart Multimedia Head Unit berukuran 12,8 inci yang terhubung layanan online dan teknologi Vehicle-to-Load (V2L).

Harga MGS5 EV di Indonesia

Di IIMS 2026, MG mengumumkan harga resmi MGS5 EV dan pemesanan pun sudah dibuka.

Varian Ignite memiliki jarak tempuh hingga 415 kilometer, dan untuk Magnify mencapai 410 kilometer. Varian teratas yakni Magnify Max dengan spek performa lebih tinggi dan jarak tempuh lebih panjang dijadwalkan mulai tersedia unitnya pada kuartal ketiga 2026. Berikut harganya!

MG S5 EV Ignite: Rp 354,9 juta

MG S5 EV Magnify: Rp 374,9 juta

MG S5 EV Magnify Max: Rp 455,9 juta

(Harga OTR Jakarta)

Sebagai perkenalan, ada penawaran khusus bagi 1.500 konsumen pertama pemesan MG S5 EV. Untuk varian Ignite direduksi menjadi Rp 333,9 juta dan varian Magnify harganya menjadi Rp 355,9 juta.

Khusus varian Magnify, ada paket upgrade yang terdiri dari jok kulit, pengaturan jok elektrik enam arah, serta jok depan dengan ventilasi. Tawaran yang sangat menarik dan tak boleh dilewatkan.

Bagi seluruh konsumen pemesan MG S5 EV, MG memberikan jaminan garansi sebagai berikut:

– Garansi kendaraan 6 tahun atau 150.000 km

– Garansi baterai 8 tahun atau 160.000 km

– Gratis perawatan kendaraan 4 tahun

Masih ditambah lagi dengan paket Portable charger dan window tint gratis, serta paket internet i-SMART selama tiga tahun.

VinFast Limo Green Siap Dirakit Lokal Tahun Depan

VinFast terus memperkuat kehadirannya di Indonesia melalui sebuah pendekatan yang tidak biasa. Pada ajang Gaikindo Indonesia Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, MPV listrik 7-penumpang Limo Green tampil sebagai pusat interaksi antara VinFast dan calon konsumennya. Melalui langkah unik, pabrikan asal Vietnam ini mengajak publik Indonesia ikut menentukan nama resmi untuk model yang di negara asalnya dipasarkan sebagai Limo Green. Strategi ini sekaligus membuka ruang diskusi langsung mengenai harga dan posisi model tersebut di pasar elektrik Tanah Air.

Limo Green merupakan salah satu dari empat varian keluarga Limo yang disiapkan untuk konsumen Indonesia. Meskipun masih tahap pengenalan, pemesanan awal sudah dibuka melalui sistem pre-booking selama pameran berlangsung. Langkah ini diambil untuk mengukur antusiasme sekaligus membangun kedekatan dengan konsumen sejak dini.

VinFast sendiri sedang mempercepat pembangunan fasilitas produksi di Subang, Jawa Barat. Pabrik seluas 170 hektare dengan investasi sekitar USD 200 juta (±Rp 3,2 triliun) tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 50.000 unit per tahun. Secara teknis, fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2025, sebelum memasuki fase produksi penuh pada kuartal pertama 2026. Dengan demikian, unit perdana Limo Green rakitan Indonesia diproyeksikan mulai dikirim kepada konsumen paling cepat pada Maret 2026.

Langkah lokal produksi ini sejalan dengan komitmen global VinFast bertema “Move People Ahead – Bring the Nation Forward”, yang mencerminkan ambisi mereka menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar inti perjalanan elektrifikasi perusahaan.

Di sisi produk, VinFast memang belum mengungkap spesifikasi lengkap versi Indonesia. Namun berdasarkan data model yang dijual di Vietnam, MPV listrik ini hadir dengan konfigurasi kabin 7-penumpang (2-3-2). Dimensi bodinya—panjang 4.730 mm, lebar 1.870 mm, tinggi 1.690 mm, dan wheelbase 2.840 mm—membuatnya sebanding dengan MPV populer di Indonesia.

Limo Green dibekali baterai LFP 60,13 kWh dengan jarak tempuh 450–470 km (NEDC). Teknologi fast charging hingga 80 kW memungkinkan pengisian 10–70% dalam sekitar 30 menit. Tenaga dipasok oleh motor listrik penggerak roda depan berdaya 150 kW (201 hp) dan torsi 280 Nm, memberikan karakter performa yang responsif untuk kebutuhan keluarga dan komuter harian.

Model ini juga menunjukkan performa pasar yang positif. Di Vietnam, Limo Green terjual 6.500 unit dalam tiga bulan, menempatkannya sebagai salah satu model terlaris di segmennya. Untuk pasar Indonesia, VinFast memberikan kisaran harga awal di sekitar Rp 319 juta, namun tetap membuka kesempatan bagi publik untuk memberikan masukan terkait harga ideal maupun penentuan nama lokal.

Pertanyaannya kini, nama apa yang akhirnya akan dipilih konsumen Indonesia untuk MPV listrik pertama VinFast yang dirakit lokal ini?