Toyota Update Yaris dan Yaris Cross di Jepang

Untuk versi tahun 2025, Toyota mengupdate varian Z Urbano pada Yaris dan Yaris Cross. Varian apa? 

Jadi begini, para konsumen di Jepang memang tak kebagian jatah Yaris GR Sport Euro spec. Oleh sebab itu, Yaris varian teratas di Jepang (di luar GR Yaris spek rally) adalah Z Urbano. Ingat ya, itu Yaris hatchback. 

Sedangkan untuk model Yaris Cross, varian Z Urbano hanya setingkat di bawah varian Adventure yang merupakan varian teratas.

Nah, kembali ke soal penyegaran varian Z Urbano ini, sentuhan penyegaran dilakukan pada area eksterior agar gaya tampilan terlihat makin trendy.

Nuansa Gelap

Laburan kelir hitam pada eksterior jadi ciri khas pada varian Z Urbano. Pada kedua model yakni Yaris dan Yaris Cross varian Z Urbano tampil dengan laburan warna hitam pada emblem Toyota, spion, handle pintu, hingga spoiler belakang.

Pilar kaca dan panel atap berlabur warna Black Mica. Pada fender depan tersemat emblem “Urbano” sebagai penanda khusus.

Pelek pada kedua model tersebut pun ganti gaya. Jika versi sebelumnya berwarna hitam doff, kini bernuansa hitam glossy. Ukuran pelek pun berbeda. Yaris Z Urbano peleknya berukuran 16-inci, sedangkan Yaris Cross Z Urbano pakai pelek 18-inci.

Untuk opsi warna eksterior hanya ada dua yakni Platinum White Pearl Mica dan Massive Gray. Sama seperti Yaris dan Yaris Cross varian Z spec-JDM.

Area interior pun tak banyak perbedaan kelengkapan fitur dari varian Z reguler. Ada sejumlah tambahan kelengkapan seperti lampu panel pintu, plat dek pintu, karpet kabin dan setir khusus varian Urbano.

Upgrade performa? Oh….tentu tidak. Isi dibalik kap mesin tak ada yang berubah. Baik versi mesin bensin 1.5-liter maupun 1.5-liter hybrid performanya tak berubah.

Kedua versi mesin dibekali transmisi CVT. Untuk sistem penggerak tersedia versi gerak roda depan (FWD) dan all-wheel drive (AWD).

Harga jual di Jepang untuk Toyota Yaris Z Urbano berada di kisaran 2.347.400 Yen – 2.887.500 Yen (Rp 258,8 jutaan – Rp 318,3 jutaan).

Sedangkan untuk Yaris Cross Z Urbano mulai dari 2.623.500 Yen hingga 3.228.500 Yen (Rp 289,2 jutaan hingga Rp 355,9 jutaan).

 

 

Toyota Yaris GR Sport Bersolek Tipis Untuk Tahun 2025

Sayang sekali, Yaris di Indonesia masih ‘stuck’ dengan versi yang ada sekarang. Tapi, di belahan dunia lain, jelang tutup tahun 2024 Toyota melakukan update pada Yaris GR Sport EU-spec yang akan dipasarkan sebagai model tahun 2025.

Tak banyak yang berubah pada hatchback sporty ini, lebih pada penyegaran ringan. Pada area eksterior, Yaris GR Sport kini pakai pelek alloy 18-inci model baru dengan nuansa warna doff.

Opsi warna eksterior pun bertambah satu yakni Storm Grey. Ada dua versi yakni warna tunggal dan kombinasi dengan atap warna hitam. Warna baru ini hanya tersedia pada Yaris GR Sport.

Kemasan interior sepintas tak terlalu banyak perubahan. Hanya ada sedikit revisi pada emblem GR Sport di headrest. Jok dan door trim dihiasi jahitan benang warna merah. Pada sejumlah panel interior kini diimbuhi aksen garnish berwarna Gun Metal Gray.

Area dashboard tak mengalami ubahan, karena layar head unit sudah ganti ukuran 10.5-inci sejak versi facelift tahun 2023 lalu. Konten fitur pada sistem berkendara ADAS pun dianggap masih memadai.

Mesin Masih Sama

Saat ini belum ada yang berubah pada spek mesin. Yaris GR Sport spek pasar Eropa masih dengan opsi mesin yang lama.

Kombinasi mesin bensin 1.5-liter dengan dua motor elektrik hybrid tersedia dalam dua versi. Hybrid 115 beroutput 114 hp dan Hybrid 130 dengan output 129 hp.

Dibandingkan dengan versi reguler, setup sasis Yaris GR Sport diramu Gazoo Racing. Oleh sebab itu sistem suspensi dan kemudi lebih berkarakter sport. Sejumlah titik pada kolong sasis pun diperkuat. Tak heran jika Yaris GR Sport lebih sip diajak bermanuver.

Setup area sasis masih dianggap cukup, jadi belum perlu ada ubahan maupun revisi.

Jadwal produksi Toyota Yaris dan Yaris GR Sport model tahun 2025 paling cepat akan dimulai pada Feburari mendatang. Jadi saat ini belum dapat diprediksi berapa label harganya. Jikalau ada kenaikan semoga tak terlalu drastis. Untuk pasar Asia Tenggara khususnya Indonesia, entah kapan.