DFSK E5 Plus Jadi Magnet GIIAS 2026, Raih 380 SPK!

10 August 2026 | 11:48 am | Rizky Dermawan

DFSK E5 Plus Jadi Magnet GIIAS 2026, PHEV Mulai Dilirik Konsumen Indonesia

DFSK E5 Plus menjadi salah satu magnet perhatian pengunjung GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Bukan hanya ramai dilihat, SUV plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) ini juga menjadi model yang paling banyak dicoba pengunjung melalui fasilitas test drive DFSK.

Hingga menjelang penutupan GIIAS 2026 di ICE BSD City, PT Sokonindo Automobile mencatat lebih dari 10.000 pengunjung menyambangi booth DFSK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 625 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) berhasil dikumpulkan.

DFSK E5 Plus menyumbang 380 SPK, disusul SERES E1 sebanyak 125 SPK dan Gelora E dengan 120 SPK. Namun, daya tarik E5 Plus terlihat lebih jelas dari aktivitas test drive.

Sepanjang pameran, DFSK mencatat lebih dari 700 aktivitas test drive. Menariknya, 427 di antaranya menggunakan E5 Plus. Artinya, lebih dari separuh pengunjung yang mencoba kendaraan DFSK memilih merasakan langsung SUV PHEV tersebut.

Angka ini memperlihatkan bahwa ketertarikan terhadap E5 Plus tidak berhenti pada desain atau tampilan di booth. Konsumen mulai ingin mengetahui seperti apa sensasi berkendara kendaraan PHEV sekaligus memahami teknologi elektrifikasi yang ditawarkannya.

“Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat kendaraan, tetapi juga ingin mencoba dan merasakan langsung teknologi PHEV yang kami hadirkan,” ujar Cing Hok Rifin, Director Sales Center PT Sokonindo Automobile.

PHEV Jadi Jalan Tengah Kendaraan Elektrifikasi

DFSK E5 Plus hadir sebagai SUV PHEV pertama DFSK di Indonesia yang menyasar segmen premium passenger vehicle. Model ini mengandalkan teknologi Smart Power System DE-i yang mengombinasikan motor listrik dengan mesin pembakaran internal.

Baca juga :  Leapmotor C10 Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp598 Juta!

Salah satu daya tarik utamanya adalah klaim combined range hingga 1.400 kilometer. Karakter tersebut menjadi nilai penting bagi konsumen yang ingin mendapatkan pengalaman berkendara elektrifikasi, tetapi masih membutuhkan fleksibilitas saat melakukan perjalanan jauh.

Kehadiran E5 Plus sekaligus menunjukkan bahwa pilihan kendaraan elektrifikasi di Indonesia mulai bergerak lebih beragam. Konsumen tidak lagi hanya dihadapkan pada pilihan mesin bensin atau mobil listrik murni, tetapi juga teknologi PHEV yang menawarkan karakter berbeda.

Meski demikian, DFSK menyadari penerimaan PHEV membutuhkan proses. Teknologi ini masih relatif baru bagi sebagian konsumen Indonesia sehingga pengalaman langsung menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman pasar.

Diproduksi Lokal di Cikande

Menariknya, DFSK E5 Plus bukan sekadar produk elektrifikasi yang dipasarkan di Indonesia. SUV ini diproduksi secara massal di fasilitas manufaktur DFSK di Cikande, Banten, yang telah menerapkan standar Industry 4.0.

Produksi lokal tersebut memperkuat posisi DFSK dalam membangun ekosistem kendaraan elektrifikasi di Tanah Air. Dengan basis manufaktur domestik, E5 Plus sekaligus menjadi bagian dari langkah DFSK mengikuti perubahan kebutuhan pasar otomotif Indonesia.

GIIAS 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar panggung peluncuran dan pameran bagi E5 Plus. Tingginya angka test drive menunjukkan satu hal: konsumen Indonesia mulai membuka ruang lebih besar untuk teknologi PHEV, dan DFSK E5 Plus berhasil mencuri perhatian di momentum tersebut.

5 1 vote
Article Rating

Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x