Audio Plus resmi meluncurkan Amplifier Crescendo Revolution 7A4 v2, amplifier flagship empat kanal yang dirancang dan direkayasa di Indonesia.
Proses pengembangannya memadukan pengukuran teknis dengan evaluasi mendengarkan secara berulang. Setiap rancangan terlebih dahulu diukur, diperiksa untuk mendeteksi artefak yang dapat mengganggu reproduksi musik, kemudian diuji melalui sesi mendengarkan jangka panjang.
Andreas selaku CEO Audio Plus Group merangkum standar akhirnya melalui satu pertanyaan: “Can you live with it?”— apakah suara tetap terasa natural, hidup, dan tidak melelahkan ketika dinikmati setiap hari, bukan hanya memukau dalam beberapa menit pertama.
“Kami tidak mengembangkan amplifier untuk menghasilkan kesan berlebihan dalam lima menit pertama. Pertanyaan kami selalu sama: apakah musik tetap terasa natural, hidup, dan nyaman setelah didengarkan dalam perjalanan panjang? Pengukuran menjadi dasar, tetapi pengalaman mendengarkan menentukan keputusan akhir,” ujar CEO Audio Plus Group sekaligus founder dan desainer utama Crescendo, Andreas Tjahjadi.
Hasilkan Suara Terasa Natural

Amplifier Crescendo Revolution 7A4 v2 diklaim bisa menghasilkan suara terasa natural. Revolution 7A4 v2 menerapkan arsitektur Pure Amplification dengan jalur sinyal yang dibuat sesederhana mungkin, tanpa crossover atau DSP internal.
Opsi preamp bypass dan penghilangan inverting module turut membantu membentuk jalur sinyal yang lebih langsung, sehingga kejernihan, detail, dan dinamika musik dapat dipertahankan.
Pembaruan lainnya terdapat pada Buffered VAS, bagian yang mengendalikan kerja transistor keluaran, dengan kemampuan arus hingga 400 kali lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya—bukan berarti daya amplifier meningkat 400 kali.
Dipadukan dengan transistor final ON Semiconductor MJW, rancangan ini membantu amplifier merespons perubahan energi musik dengan cepat dan mengendalikan speaker secara stabil. Bagi pendengar, hasilnya terasa melalui vokal yang lebih fokus, transien yang tegas, serta bass yang tetap terkontrol, termasuk pada sistem dengan speaker kelas referensi.
Pendekatan rekayasa tersebut turut diuji dalam lingkungan kompetisi. Pada 2026 EMMA Eurofinal, Revolution 7A4 v2 digunakan sebagai penguat daya utama pada delapan sistem yang berhasil meraih piala. Pencapaian itu merupakan hasil kerja keseluruhan sistem dan tim di setiap kendaraan, sekaligus menunjukkan kemampuan amplifier bekerja dalam konfigurasi kompetisi yang menuntut presisi, kestabilan, dan konsistensi tinggi.

