Mitsubishi Bakal Produksi Xpander Atau Xforce HEV di Indonesia?

Mitsubishi Bakal Produksi Mobil Hybrid di Indonesia, Xpander Atau Xforce HEV?

Beredar kabar bahwa PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) akan meluncurkan model terbaru jenis hybrid HEV di Tanah Air. Sementara ini belum ada info yang dibuka secara gamblang. Akan tetapi prediksi yang beredar kian mengarah pada versi HEV dari Xpander dan Xforce.

Mitsubishi Xpander HEV atau hybrid telah lebih dulu diluncurkan di Thailand pada tahun 2024. Kita tentunya tertinggal satu tahun lebih dari Negeri Gajah Putih. Xpander HEV diluncurkan bersamaan dalam dua versi sekaligus, yaitu untuk New Xpander dan Xpander Cross.

Demikian pula dengan Xforce HEV, pertama kali diluncurkan pun di Thailand pada Maret 2025. Peluncuran Xforce HEV merupakan fase lanjutan dari peluncuran Xpander HEV Play. Basis platform Xforce HEV didasarkan pada Xforce bermesin bensin yang awalnya diluncurkan di Indonesia pada tahun 2023.

Apa keunggulan yang dimiliki oleh kedua model HEV dari Mitsubishi tersebut?

Apa itu HEV?

Sebelumnya, kita bahas dulu apa itu HEV yang merupakan singkatan dari Hybrid Electric Vehicle. Mobil jenis HEV atau lebih umum disebut mobil hybrid memadukan mesin bensin dengan modul sistem hybrid yang terdiri dari motor listrik penggerak dan baterai sebagai sumber pasokan daya listrik.

Sebagai pemasok daya untuk motor listrik hybrid, Xpander dan Xforce HEV dilengkapi baterai jenis Lithium-ion yang terletak pada bagian bawah dek kabin.

Pada mode hybrid, output performa yang dihasilkan oleh perpaduan kinerja mesin bensin dan motor listrik lebih besar dibandingkan mesin bensin non-hybrid.

Dengan sistem hybrid, konsumsi BBM pun lebih ekonomis dan efisien. Bahkan terdapat mode EV yang mengaktifkan motor listrik sebagai sumber penggerak utama.  Saat berkendara di kemacetan lalu lintas yang stop and go, pengemudi bisa memanfaatkan mode EV untuk berkendara pada kecepatan rendah. Daya listrik dari baterai digunakan untuk menghemat konsumsi BBM.

Yang membedakan dengan mobil elektrik murni atau plug-in hybrid (PHEV), baterai pada kendaraan jenis HEV tidak bisa diisi ulang secara langsung melalui charging port. Pengisian ulang daya pada mobil HEV memanfaatkan sistem pengereman regeneratif. Energi pengereman akan diubah menjadi arus listrik untuk mengisi daya baterai.

Mitsubishi Xpander HEV

Sekarang kita bahas satu persatu. Jika pada Xpander biasa dibekali mesin bensin 1.500 cc, pada versi HEV kapasitas mesin MIVEC yang digunakan lebih besar, yakni 1.600 cc.

Xpander HEV mengandalkan mesin bensin 1.6-liter MIVEC dengan output 95 hp (96 PS) dan torsi 134 Nm. Mesin dipadukan dengan motor listrik berdaya 116 hp (117 PS) dan torsi puncak 255 Nm yang tersalur ke roda depan.

Dengan sistem hybrid, penghematan bahan bakar bisa mencapai 10% dibanding dengan model Xpander non-hybrid bertransmisi CVT. Efisiensi konsumsi BBM bahkan mampu mencapai 34% untuk pengendaraan harian dalam kota.

Agar faktor kenyamanan penumpang dan kapasitas ruang kabin tidak terkompromi, maka posisi penyimpanan baterai berada di bawah kursi penumpang depan sebelah kiri.

Ada 7 mode berkendara yang dibekalkan, yakni: Charge, EV Priority, Normal, Wet, Gravel, Tarmac dan Mud. Pengemudi dapat memilih mode berkendara yang sesuai dengan kebutuhan maupun kondisi jalan yang dilintasi.

Sistem Active Yaw Control (AYC) tetap disematkan untuk meningkatkan stabilitas. Sistem suspensi pun turut direvisi. Keempat roda dibekali rem cakram untuk menunjang kinerja pengereman regeneratif.

Untuk sistem keselamatan aktif, Xpander HEV dibekali sistem ADAS Mitsubishi Safety Sensing (Diamond Sense). Konten fiturnya terdiri dari Rear Cross Traffic Alert, Blind Spot Alarm, Blind Spot Warning with Lane Change Assist (BSW with LCA), dan Lane Departure Warning. Hanya saja untuk fitur seperti Adaptive Cruise Control atau Autonomous Emergency Braking saat ini masih belum tersedia.

Xforce HEV

Model kedua yakni Xforce HEV masih terbilang gress, karena baru diluncurkan di Thailand pada Maret 2025. Perihal kenapa model HEV lebih dulu dipasarkan di Thailand dibanding Indonesia, tentu terkait dengan trend pasar yang berkembang saat itu.

Konsumen di Thailand sudah melek mobil hybrid lebih dulu dari Indonesia, dan jumlah peminatnya pun banyak. Pangsa pasar mobil hybrid di Negeri Gajah Putih terbilang punya prospek yang cerah untuk di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut didukung adanya insentif untuk jenis kendaraan elektrifikasi yang lebih besar, sehingga harga jual mobil hybrid di Thailand tidak terlampau tinggi.

Disamping itu, ada kebijakan internal terkait dengan posisi Thailand sebagai rantai pasok dan basis produksi utama Mitsubishi Motors untuk pasar Asia Tenggara selain Indonesia.

Spek mesin yang dibekalkan pada Xforce HEV sama dengan Xpander HEV. Posisi baterai pun sama, yakni terletak di bawah jok depan.

Yang menbedakan, sistem hybrid Xforce HEV lebih canggih dari model Xpander HEV. Ada tambahan perangkat transaxle yang akan menyalurkan torsi ke roda dengan lebih sempurna guna menunjang traksi saat melintasi jalan non aspal.

Selain itu terdapat fungsi pemutus kinerja motor listrik dari poros penggerak saat mobil melaju pada kecepatan tinggi. Teknologi yang dibekalkan diklaim dapat menghasilkan penghematan konsumsi bahan bakar lebih baik menjadi sekitar 24,4 kilometer per liter.

Xforce HEV dilengkapi 5 mode berkendara yang sama seperti Xforce reguler yakni meliputi: Normal, Tarmac, Gravel, Mud, Wet. Bedanya, ada tambahan mode berkendara Charge dan EV Priority. Sama seperti pada Xpander HEV.

Fitur berkendara Active Yaw Control (AYC) pun tetap melekat pada Xforce HEV. Fitur ini membantu meningkatkan performa saat menikung dengan menyesuaikan gaya pengereman di roda depan. Sehingga mengoptimalkan kestabilan mobil saat bermanuver secara cepat atau di jalan licin.

Perihal fitur bantuan berkendara aktif, sistem ADAS Mitsubishi Motors Safety Sensing (Diamond Sense) pada Xforce HEV lebih lengkap dari Xpander HEV. Fiturnya termasuk Adaptive Cruise Control (ACC), Forward Collision Mitigation (FCM), Blind Spot Warning with Lane Change Assist (BSW / LCA), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Automatic High Beam (AHB), dan Lead Car Departure Notification (LCDN).

Fitur Diamond Sense inilah yang membuat SUV XForce HEV meraih peringkat tertinggi dalam pengujian keselamatan ASEAN NCAP.

Selain itu, Xforce HEV juga memastikan kinerja keselamatan tabrakan dengan bodi RISE2. Konstruksi rangka bodil menyerap energi benturan dan meminimalkan deformasi kabin jika terjadi tabrakan. Masih ditambah lagi dengan enam SRS Airbag.

Perihal harga jual, Xpander HEV dan Xforce HEV di Thailand di banderol kisaran harga Rp 400-500 jutaan. Lantas, model manakah yang nantinya diproduksi dan dipasarkan di Indonesia? Akankah ada pertanda launching di GIIAS 2026? Hmm kita tunggu…

Mitsubishi Motors Siap Produksi Mobil Hybrid di Indonesia, Apa itu?

Tahun 2026 merupakan momen penting bagi Mitsubishi Motors bertepatan dengan 55 tahun kiprahnya di pasar otomotif Indonesia.

Dalam acara buka puasa bersama awak media di kantor PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (27/2), President Director PT MMKSI, Atsushi Kurita, memaparkan pencapaian yang telah diraih di awal tahun ini.

Mitsubishi Motors menandai 55 tahun kiprah di Indonesia pada akhir 2025 dengan sekitar 2,4 juta kendaraan yang saat ini beroperasi di seluruh Tanah Air. Dalam sambutannya, Kurita memaparkan berbagai pencapaian penting, termasuk peluncuran global Mitsubishi Destinator di Indonesia di tahun 2025.

Destinator yang merupakan produk baru di segmen SUV tujuh penumpang sukses meraih pangsa pasar 53,7 persen dan memimpin di kelasnya. Sementara di segmen kendaraan niaga ringan, pikap L300 mempertahankan dominasi pasar dengan porsi 47,5 persen.

Beberapa model lain turut menunjukkan posisi yang cukup kuat. Xpander Cross menyumbangkan kontribusi penjualan 24 persen, Pajero Sport 34,7 persen, Triton 36,1 persen, dan Xforce 11 persen.

“Di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif, respons pasar terhadap produk kami sangat positif. Secara keseluruhan, kinerja lini produk kami tetap stabil dan memungkinkan kami meningkatkan pangsa pasar dari 8,3 persen menjadi 8,5 persen,” ungkap Kurita.

Pada ajang IIMS 2026, Mitsubishi mengklaim mendapat pencapaian yang lebih baik dari gelaran IIMS tahun sebelumnya. Total surat pemesanan kendaraan (SPK) yang diraih selama pameran IIMS 2026 mencapai 2.400 unit dari target 3.000 unit yang ditetapkan.

Kendati model Xpander masih mendominasi SPK, namun capaian penjualan Destinator cukup positif. Secara keseluruhan dikatakan angka penjualannya sampai saat ini sudah mencapai 10.000 unit. Varian tertinggi justru jadi yang paling diminati konsumen.

Sebagai penguatan pasar, Presiden Direktur PT MMKSI Atsushi Kurita menjelaskan, ada empat hal yang jadi prioritas utama pabrikan asal Jepang ini di Indonesia pada 2026.

Pertama, MMKSI akan terus melakukan upaya perluasan jaringan dealer di seluruh Indonesia. Tak hanya menjangkau pangsa pasar yang lebih luas, tapi yang lebih utama adalah memudahkan para konsumen dalam mengakses layanan purna jual.

Kedua, kualitas layanan purna jual sebagai kunci utama dalam menjaga kepercayaan pelanggan akan terus ditingkatkan secara berkelanjutan melalui filosofi passion to care. Yang ketiga adalah meningkatkan pengalaman pelanggan dalam mengakses layanan yang lebih praktis dan cepat melalui sistem digitalisasi dan kolaborasi berbasis AI sesuai perkembangan teknologi saat ini. Target keempat yang jadi prioritas di tahun 2026 adalah menghadirkan model mobil terbaru yang sesuai minat dan kebutuhan konsumen Indonesia.

“Menghadirkan model-model berkualitas tinggi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan Indonesia, termasuk opsi kendaraan hybrid,” tegas Kurita.

Dari paparan tersebut, mobil hybrid jadi prediksi kuat perihal model mobil baru yang akan diluncurkan oleh Mitsubishi Motors di Indonesia pada tahun ini.

Mobil Hybrid Model Apa?

Hanya saja, rasa penasaran terhadap model hybrid yang akan diluncurkan Mitsubishi di Indonesia tahun ini masih belum terjawab sepenuhnya. Bahkan pihak pabrikan saat ini masih belum membuka detail teknis seputar model kendaraan elektrifikasi tersebut.

Dalam sesi tanya jawab bersama awak media, Kurita menjelaskan bahwa model hybrid tersebut nantinya akan diproduksi di Indonesia. Proses produksi direncanakan dimulai pada semester pertama 2026. Untuk penjualan ke konsumen akan menyusul.

Kurita pun menambahkan bahwa peluncuran resmi ke pasar ditargetkan berlangsung pada semester kedua 2026. Apakah bersamaan dengan event GIIAS 2026?

Meskipun tak dijabarkan secara rinci, Kurita mengisyaratkan bahwa Mitsubishi memiliki dua model hybrid yang telah lebih dulu dipasarkan di Thailand. Namun, ia belum mengungkap model mana yang akan diboyong dan dirakit di Tanah Air. Demikian pula soal konfigurasi—apakah lima atau tujuh penumpang, hingga kisaran harga masih belum dibeberkan. Yang jelas, kata dia, kendaraan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesia dan diposisikan sebagai produk strategis jangka panjang. Nah, makin bikin penasaran…

Menariknya, Mitsubishi tak semata mengejar angka penjualan besar di tahap awal. Kurita pun menegaskan bahwa ini akan menjadi model mobil hybrid pertama Mitsubishi yang diproduksi di Indonesia.

Meski demikian, MMKSI berharap respons pasar Tanah Air terhadap mobil hybrid ini akan positif. Terlebih lagi jika spesifikasi dan harga jual dinilai kompetitif.

“Pelanggan dan pasar yang akan menilai (soal harga yang kompetitif). Kami akan berusaha menghadirkan kualitas tinggi dengan spesifikasi yang cocok untuk masyarakat Indonesia,” kata Kurita.

Dari sejumlah “petunjuk” yang dipaparkan, maka prediksi pun mengarah pada Xpander HEV dan Xforce HEV. Keduanya telah lebih dulu melenggang di Thailand.

Mesin yang diusung kedua model tersebut pun sama yakni 1.6L MIVEC yang dipadukan motor listrik serta baterai. Tenaga kombinasi yang dihasilkan mencapai 116 hp dengan torsi puncak 255 Nm. Fitur keselamatan aktif Mitsubishi Motors Safety Sensing (Diamond Sense) pun dibekalkan pada keduanya.

Meski belum dapat dipastikan model apa yang akan diproduksi di Indonesia, peluang kehadiran Xpander HEV atau Xforce HEV versi Indonesia jadi kabar menggembirakan.

Dengan diproduksi di dalam negeri, maka berpotensi meningkatkan kadar muatan komponen dalam negeri, sehingga harga jual diharapkan bisa lebih kompetitif dan terjangkau. Selain itu, posisi Indonesia sebagai basis manufaktur Mitsubishi di kawasan ASEAN akan semakin kuat.

Jadi, model mobil hybrid apa yang akan diboyong ke Tanah Air oleh Mitsubishi Motors dalam waktu dekat? Kita tunggu tanggal tayangnya…