Desain mobil baru MG S6 EV

Bentuk Mobil Baru MG S6 Mulai Terlihat Melalui Paten Desain

Rumor bahwa mobil baru MG dalam bentuk SUV sepertinya mendekati kenyataan. Inilah MG S6, mobil listrik yang akan berkompetisi dengan model seperti BYD Sea Lion 7, Tesla Model Y dan sekelasnya.

MG S6 merupakan mobil yang asli dibangun langsung oleh MG tanpa campur tangan SAIC. Mobil ini merupakan merupakan bagian dari 17 mobil baru yang mereka ungkap di Auto Shanghai 2025 lalu.

MObil baru MG merupakan mobil SUV berpenggerak listrik.

Untuk diketahui, SAIC adalah induk usaha MG, bersama dengan Maxus, Wuling, Roewe dan lainnya. Diantara merek SAIC, biasanya mudah saja mereka tukar logo. Contohnya Maxus G50 menjadi MG G50.

Selain itu, S6 juga menggunakan platform sendiri, bukan memakai Modular Scalable Platform (MSP) yang biasa diandalkan mobil listrik bikinan SAIC. Saat ini MSP dipakai oleh SUV IM6, MGS5 EV, MG4 EV dan Cyberster.

MG S6 EV

Secara desain, S6 memiliki guratan khas sebuah Morris Garage modern. Bahkan sepintas pun bisa langsung ketahuan, ini produk MG. Grille dengan moncong bersiku, bisa Anda lihat juga di mobil seperti MG4 EV. Atau MGS5 EV yang sempat kami coba di Shanghai, Tiongkok beberapa waktu lalu.

Spesifikasi teknisnya belum terungkap. Namun beberapa media luar negeri mengatakan bahwa mobil ini panjangnya kurang sedikit dari lima meter. Kalau melihat gambar tampak sampingnya, bukan tidak mungkin MG S6 bisa menampung tiga baris kursi.

Elemen desain yang terlihat adalah lampu-lampu di depan yang terpisah atas dan bawah. Dari sisi, terlihat pelek yang dipakai berukuran cukup besar. Dan juga, lampu belakang yang seolah tersambung oleh garnish di pintu bagasi.

Masuk ke Indonesia? Mungkin saja. Toh pasar SUV seperti ini cukup menggiurkan untuk para pabrikan mobil. Yang pasti MG Motor Indonesia sedang mempersiapkan kehadiran MGS5 EV dan ZS hybrid terbaru.

Detail lengkap MG S6 akan terlihat saat diperkenalkan dalam beberapa bulan ke depan. Kita tunggu saja.

Sumber: Drive

MG CyberX, bagian dari rencana SAIC Motors

Bukan Penjualan, Ini Rencana Strategis SAIC/MG Motor di Pasar Global

Salah satu keuntungan bisa hadir langsung di sebuah pameran mobil adalah, punya kesempatan untuk tahu apa yang akan mereka kerjakan ke depannya. Dan biasanya, tidak jauh-jauh dari target penjualan dan produksi global serta pengembangan distribusi global. Tapi SAIC, induknya MG Motor mengutarakan hal yang berbeda.

SAIC yang diwakili MG mengedepankan mereka akan punya 17 model baru dalam dua tahun ke depan. Sebuah rencana yang ambisius, meskipun bukan hal mustahil. Apalagi kalau punya kemampuan untuk membuat satu platform, yang bisa digunakan untuk berbagai bentuk oleh berbagai merek.

Tujuh belas mobil tersebut, akan mengedepankan kepentingan netralitas karbon dan kecerdasan buatan (AI). Untuk menunjukan hal itu, MG menampilkan dua mobil baru berpenggerak listrik. Yang satu adalah Cyberster versi 2026 dengan minor change. Lalu yang merepresentasikan bahasa desain dan teknologi baru MG, Cyber X. SAIC/MG Motors juga bekerjasama dengan OPPO untuk membentuk “Ekosistem Tanpa Batas”.

Solid State Battery

Solid state battery buatan SAIC dan MG siap diedarkan

Yang lebih mengejutkan adalah SAIC menegaskan bahwa teknologi Solid State Battery buatan mereka akan siap digunakan di produknya mulai 2027. Baterai ini memiliki kepadatan energi hingga 400 Wh/kg.

Ini jadi menarik karena sepenelusuran kami, BYD yang sudah meriset solid state battery sejak 2013, baru akan menghasilkan versi demo di tahun tersebut, sebelum (targetnya) produksi masal di 2030.

Stellantis yang bekerjasama dengan perusahaan Factorial Energy, mengungkapkan solid state battery mereka memiliki kepadatan energi hingga 375 Wh/kg. Itupun, baru akan diuji jalan pada 2026.

Sementara CATL, yang punya kepadatan energi hingga 500 Wh/kg, juga punya target produksi pada tahun yang sama, namun untuk skala kecil, bukan mass production. Baterai Nissan bahkan baru bisa keluar pada 2029.

Ini menempatkan SAIC Group sebagai pemain utama dalam hal tekologi baterai untuk elektrifikasi kendaraan bermotor.

Meski begitu, mereka tidak menyebutkan secara spesifik mobil mana yang pertama menggunakan solid state battery. Namun dinyatakan bahwa SAIC Motors menggelontorkan tidak kurang dari RMB 20 milyar untuk riset dan pengembangan. 

HEV & PHEV

MG ZS HEV

Melihat trend bahwa mobil hybrid (HEV) dan Plug-in Hybrid EV (PHEV) tidak bisa ditinggalkan, SAIC dan MG juga memberikan perhatian khusus untuk pengembangan produk.

Target mereka, punya mobil dengan konsumsi BBM kurang dari 4 liter per 100 km untuk versi hybrid. Atau setera lebih dari 25 km/liter. Sementara yang PHEV lebih ambisius. Produk SAIC Group, termasuk MG Motors berpenggerak PHEV akan bisa menempuh 200 km hanya mengandalkan motor listrik. Dengan total jarak tempuh (kombinasi mesin dan penggerak elektrik) mencapai lebih dari 2.000 km.

Kalau benar, dan mungkin saja bisa terjadi dengan solid state battery, lagi-lagi SAIC Motors berpotensi melompati kompetitornya.

Untuk Indonesia

Deretan mobil MG untuk Indonesia

Khusus untuk pasar Indonesia, MG Motors memang cukup lama tidak terdengar setelah hadirnya MG4 EV dan MG HS. Namun di Shanghai, mereka memperlihatkan MG ZS HEV yang kemungkinan besar akan masuk ke Indonesia setelah GIIAS 2025.

Selain itu, untuk mobil listrik, MG juga menyiapkan produk baru MGS5 EV berbentuk crossover. Pesaing BYD Atto3 ini sudah beredar di pasar Eropa dan Thailand. Untuk Indonesia, tidak dijelaskan kapan, tapi segera.

Terakhir, ini adalah kelanjutan dari kehadiran MG (Maxus) G50 di GIIAS tahun lalu. Versi terbarunya juga akan dibawa ke Indonesia. Kami sempat mencobanya sesaat bersama ZS hybrid dan MGS5 EV. Kapan? Jawaban Harry Kurniawan, Senior Marketing Manager MG Motors Indonesia adalah, “Ditunggu saja.”

Kenalan Sama MGS5 EV, Mobil Listrik MG yang Akan Segera Hadir di Indonesia

Kami beruntung bisa melihat langsung tiga mobil MG yang akan hadir di Indonesia. Ketiganya adalah MGS5 EV, New MG ZS Hybrid dan MG G50 Plus terbaru.

Yang paling menangkap perhatian kami adalah MGS5 EV. Ini adalah mobil listrik terbaru MG, yang berbasis MG 4EV.  Bentuknya yang hatchback dengan ukuran compact sepertinya akan bisa mencuri perhatian pencari mobill listrik SUV.

Setelah mencoba sekilas di lahan uji milik SAIC di pinggiran Shanghai, Kamis (25/04) lalu, S5 EV yang sudah lebih dulu dipasarkan di Eropa dan Thailand cukup bisa melayani pengguna mobil harian. Baik jarak dekat maupun jauh.

MGS5 EV akan segera hadir di Indonesia.

Tenaganya 167 hp, dengan sumber energi baterai berkapasitas 62 kWh. Pengisian ulang dari sepuluh hingga 80 persen bisa diselesaikan dalam 20-an menit. Terdengar biasa? Memang. Tapi seperti MG 4EV, crossover ini dibekali ‘soul’ sebuah mobil Inggris.

Akselerasinya cukup meyakinkan saat pengujian sesaat tersebut. Dengan tinggi yang berubah, kami cukup terkejut karakter pengendaliannya masih bisa mirip dengan saudaranya yang hatchback.

Setirnya terasa kosong, sesuatu yang biasa terjadi di mobil listrik manapun, tapi cukup linear dengan input pengemudi.

Kemudian performa kaki-kaki juga layak diapresiasi. Lahan uji SAIC Motor tersebut dibekali berbagai kondisi jalan, termasuk permukaan paving blok yang kerap ditemui di Indonesia. Hasilnya kami harus angkat jempol.

MGS5 EV menjejak dengan baik, meski terasa kalau suspensinya bekerja keras. Tidak ada bunyi yang bikin rasa percaya diri berkurang.

Namun harus diakui, kami perlu menguji lebih dalam lagi untuk bisa menghasilkan kesimpulan yang lebih sempurna.

Sejauh ini, impresi pertama MGS5 EV terasa berkualitas. Baik dari sisi pengendaraan, pengendalian, maupun built quality.

Kapan Masuk Indonesia?

Saat kami tanya, MG Motors Indonesia hanya membuka sedikit informasi. Dipastikan baik MGS5 EV, ZS Hybrid maupun MPV G50 terbaru tidak akan sempat dimunculkan di GIIAS 2025 yang akan berlangsung Juli 2025 nanti.

Yang pasti, ketiganya merupakan mobil dengan pangsa pasar potensial di tanah air. Jadi, sepertinya sayang kalau MG tidak bergerak cepat. Apalagi, sepertinya merek ini sudah waktunya melakukan penyegaran portofolio produk di Indonesia.

Kita tunggu saja.