tips mengatasi microsleep

3 Tips Mengatasi Microsleep Saat Berkendara Mudik Lebaran

Berikut beberapa tips mengatasi microsleep saat berkendara mudik lebaran. Microsleep tidak bisa dianggap enteng karena akibatnya fatal.

Microsleep merupakan tanda bahwa tubuh kurang beristirahat. Kondisi ini bisa terjadi pada situasi apapun, misalnya saat menyetir mobil, mengendarai sepeda motor, menonton tv, membaca buku, serta menghadiri rapat.

Saat terjadi microsleep dalam posisi mengemudi atau mengoperasikan sebuah mesin, konsentrasi menjadi terganggu dan bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Dilansir dari laman alodokter, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari microsleep antara lain:

1. Istirahat bila mengantuk

Tips mengatasi microsleep pertama adalah mengenali tubuh sendiri setiap kali merasa lelah dan berusaha untuk tidak mengelaknya. Bila sedang mengemudi, ingatlah bahwa Anda tidak hanya bisa membahayakan keselamatan diri sendiri, tetapi juga orang lain, bila tetap memaksakan diri.

Carilah tempat aman seperti rest area dan tidurlah sejenak untuk menyegarkan diri. Jangan mengandalkan stimulan, seperti kafein, untuk membuat Anda tetap terjaga. Sebelum berkendara, hindari juga konsumsi obat-obatan yang dapat memicu rasa kantuk dan minuman beralkohol.

2. Hindari berkendara bila kurang tidur

Tips selanjutnya adalah jangan berkendara atau mengoperasikan mesin bila kurang tidur di malam harinya. Bila memungkinkan, biarlah orang lain yang melakukannya atau atur ulang jadwal perjalanan.

Namun bila memang tidak memungkinkan, sebaiknya istirahatlah terlebih dahulu. Tidurlah sebentar sekitar 20 menit untuk mengembalikan tenaga. Anda juga bisa mencuci muka, melakukan peregangan ringan, atau berbincang-bincang dengan rekan untuk menghilangkan rasa kantuk.

3. Pastikan tidur cukup berkualitas

tips mengatasi microsleep

Foto: Return 2 health

Tips mengatasi microsleep berikutnya adalah memastikan tidur berkualitas. Tidur nyenyak sekitar 7–8 jam setiap malam sangatlah penting bagi kesehatan dan keselamatan diri sendiri. Untuk mewujudkannya, praktikkanlah kebersihan tidur yang baik, seperti:

  • Usahakan tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari, termasuk di akhir pekan.
  • Mandi air hangat sebelum tidur agar tubuh lebih rileks sehingga mudah mengantuk.
  • Cobalah dengarkan musik yang menenangkan untuk mendorong rasa kantuk sebelum tidur.
  • Hindari penggunaan gadget sebelum tidur.
  • Ciptakan lingkungan kamar tidur yang nyaman dan bersih.
  • Hindari makanan berat, kafein, nikotin, dan alkohol beberapa jam sebelum waktu tidur.

Microsleep dan Risikonya Bagi Pengendara

Microsleep atau kondisi ketika seseorang secara singkat tertidur tanpa disadari, memang sangat berbahaya, terutama saat sedang berkendara. Microsleep terjadi dalam beberapa detik saja, namun dapat menyebabkan risiko kecelakaan yang sangat serius.

Karena terjadinya sangat singkat, orang sering kali tidak sadar tengah mengalami microsleep. Namun, dalam waktu singkat tersebut, potensi kecelakaan bisa sangat besar, apalagi jika saat berkendara dalam kecepatan tinggi, maupun saat berada di lalu lintas yang ramai.

Penyebab microsleep dapat didasari oleh beberapa faktor. Yang pertama ialah kurang tidur. Orang-orang yang bekerja dengan shift, terutama di malam hari, lebih rentan mengalami microsleep. Sebab, pola tidur yang terganggu, sehingga membuat otak lebih mudah kelelahan. Otak lalu mencari cara mendapat waktu untuk beristirahat, dan masuk ke fase microsleep.

Selanjutnya, microsleep bisa terjadi ketika fisik dan mental seseorang sedang dalam kondisi lelah. Akibatnya otak mengalami kesulitan untuk membuat tubuh tetap waspada. Hal ini bisa semakin diperparah, terutama saat melakukan aktivitas yang monoton, seperti menyetir di jalan tol yang lurus dan sepi.

Gangguan tidur seperti sleep apnea atau insomnia, memang mengganggu kualitas tidur seseorang. Hasilnya, membuat otak tidak mendapat waktu yang cukup untuk beristirahat. Akibatnya, saat sedang melakukan aktivitas sehari-hari, otak akan mencoba ‘colongan’ dengan mencari cara untuk memasuki fase microsleep.

Ada beberapa cara tetap waspada dan mengurangi risiko agar tidak mengalami microsleep saat berkendara. Yang pertama adalah cukup tidur sebelum berkendara. Pastikan tidur yang cukup dengan durasi minimal tujuh jam.

Selanjutnya, jangan lupa untuk beristirahat secara berkala. Setiap dua jam, berhenti sejenak untuk meregangkan otot dan membiarkan otak beristirahat. Lalu hindari berkendara pada rawan, seperti tengah malam hingga dini hari. Sebab itulah waktu di mana otak secara alami merasa lelah.