BYD Suguhkan Terobosan Teknologi Terbaru di IIMS 2026

BYD kembali berpartisipasi di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, dengan menegaskan posisinya sebagai pemain utama New Energy Vehicle (NEV) di pasar global. Melalui perluasan skala bisnis, kekuatan teknologi, dan kehadirannya di berbagai pasar dunia, termasuk Indonesia.

Secara global, tahun 2025 menjadi tonggak penting dalam perjalanan BYD. Pada tahun ini, BYD mencetak rekor dengan diproduksinya kendaraan energi baru (NEV) ke-15 juta. Momen ini diperkuat dengan penjualan global yang menembus lebih dari 4,6 juta unit dengan penjualan ekspor untuk pertama kalinya melampaui 1 juta unit dalam satu tahun yang tersebar di lebih dari 119 negara di dunia.

Prestasi tersebut juga tercermin secara nyata di Indonesia. Sepanjang tahun 2025,
pasar kendaraan listrik nasional mengalami percepatan signifikan, dengan pangsa EV meningkat hingga sekitar 13 persen, hampir empat kali lipat dibandingkan dua tahun sebelumnya. Perkembangan ini menandai fase penting dalam industri otomotif nasional. Sepanjang 2025, BYD Indonesia membukukan penjualan lebih dari 54 ribu unit dan menguasai sekitar 52 persen pangsa pasar EV nasional. BYD juga memiliki portofolio produk lengkap, yang mencakup hampir seluruh segmen pasar.

Inovasi Secara End-to-End

Hingga saat ini, BYD telah hadir di berbagai lokasi strategis. Secara bertahap memperluas jangkauannya dari wilayah barat ke timur Indonesia. Sejalan dengan upaya mendekatkan teknologi dan layanan BYD kepada konsumen di berbagai
daerah. Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, BYD terus memperkuat kehadirannya di Indonesia melalui pengembangan jaringan. BYD telah hadir di beberapa Indonesia lokasi strategis dan menargetkan ekspansi beberapa lokasi lagi di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2026.

Partisipasi BYD di IIMS 2026 menjadi ruang bagi perusahaan, untuk membawa perjalanan dan pencapaian tersebut lebih dekat ke publik. Sekaligus memperkenalkan arah pengembangan produk dan ekosistem kendaraan listrik BYD ke depan. Sebagai perusahaan teknologi, BYD mengembangkan inovasinya secara end-to-end. Mulai dari riset dan pengembangan, proses manufaktur, hingga edukasi publik, untuk memastikan setiap teknologi siap digunakan secara aman dan relevan bagi konsumen.

Inovasi teknologi BYD juga tercermin pada pengembangan infrastruktur pengisian daya melalui Megawatt Charging System. Teknologi ini didukung oleh Super e-Platform dengan arsitektur tegangan tinggi hingga 1.000V serta penggunaan chip daya Silicon Carbide (SiC) 1.500V. Dengan kemampuan pengisian daya ultra-cepat, sistem ini memungkinkan pengisian energi
hingga sekitar 400 kWh hanya dalam waktu sekitar lima menit, sehingga secara signifikan mengurangi waktu tunggu dan mendukung penggunaan kendaraan listrik yang semakin praktis dalam aktivitas sehari-hari.

Perkenalkan BYD ATTO 3 Advanced Plus

Komitmen BYD terhadap edukasi publik diwujudkan melalui BYD Di-Space, sebuah ruang yang dirancang untuk menjembatani kompleksitas teknologi kendaraan energi baru dengan pemahaman masyarakat. Melalui pendekatan interaktif dan berbasis pengalaman, teknologi BYD tidak hanya ditampilkan, tetapi juga dijelaskan dan dikaitkan langsung dengan skenario penggunaan sehari-hari, mulai dari aspek keselamatan, efisiensi energi, hingga kenyamanan berkendara.

BYD memperkenalkan BYD ATTO 3 Advanced Plus pada ajang IIMS 2026. Varian ini melengkapi jajaran BYD ATTO 3 sebagai SUV listrik yang telah diterima luas oleh konsumen Indonesia. Dengan menghadirkan keseimbangan antara performa, kenyamanan, dan fitur keselamatan. BYD ATTO 3 Advanced Plus dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan SUV listrik dengan teknologi esensial untuk penggunaan sehari-hari.

BYD ATTO 3 Advanced Plus menggunakan velg 18 inci dengan ban berukuran 235/50 R18 yang mendukung kenyamanan dan kestabilan berkendara. Baik untuk aktivitas harian maupun perjalanan jarak menengah. Dari sisi kenyamanan dan fungsionalitas, BYD ATTO 3 Advanced Plus dilengkapi panoramic sunroof yang memberikan kesan kabin lebih lapang, serta tailgate dengan fitur one-touch open/close. Dengan jarak tempuh hingga 410 km dan baterai berkapasitas 49,92 kWh, EV ini tetap mengedepankan teknologi dan efisiensi khas BYD.

Tampilkan Zona Edukasi Teknologi

Partisipasi BYD di IIMS 2026 diwujudkan melalui sebuah ruang pengalaman yang dirancang untuk membawa pengunjung lebih dekat dengan filosofi dan inovasi BYD. Berlokasi di Hall D, JIExpo Kemayoran, booth BYD mengusung tema Infinite Innovation, merepresentasikan visi
BYD tentang mobilitas masa depan yang berkelanjutan, terintegrasi, dan terus berkembang.

Booth BYD juga dilengkapi dengan berbagai zona edukasi teknologi. Termasuk area e-Platform 3.0 yang menampilkan arsitektur dasar kendaraan listrik BYD. Brand Matrix yang menggambarkan ekosistem merek BYD Group, serta area pencapaian dan penghargaan. Sebagai validasi independen atas kualitas dan inovasi BYD.

BYD Sealion 8, SUV Harian Berperforma Menggelora 

Produk terbaru dari lini BYD Ocean series kini bertambah lagi, Sealion 8. Mobil terbaru ini menjadi model level tertinggi jajaran SUV BYD, di atas plug-in hybrid Sealion 6 dan mobil listrik Sealion 7.

Target yang dibidik BYD Sealion 8 adalah pangsa pasar sekelas Mazda CX-80 PHEV, Hyundai Santa Fe dan Kia Sorento PHEV. Bahkan BYD optimis Sealion 8 mampu menggaet konsumen yang kini tengah gandrung pada Kia EV9 dan Hyundai Ioniq 9. Seperti apa sebenarnya sosok Sealion 8?

Dilihat dari dimensinya yang berukuran panjang 5.040 mm, lebar 1.996 mm, dan tinggi 1.970 mm, bodi Sealion 8 terbilang bongsor. Seukuran dengan Hyundai Palisade, Kia Telluride dan Mazda CX-80

Dengan jarak sumbu roda (wheelbase) 2.950 mm, ruang kabin Sealion 8 cukup lapang seperti halnya Sealion 7.

Plug-in Hybrid 

BYD cukup jeli dalam mengamati trend pasar, baik di Cina maupun global. Walau mobil listrik saat ini tengah booming, tapi peminat kendaraan jenis plug-in hybrid tetap masih sangat besar.

Mobil ini basis platform aslinya adalah SUV BYD Tang-L yang hanya beredar di pasar domestik Cina. Desain tampilannya dikemas ulang dan jadilah Sealion 8.

Ada dua varian Sealion 8 yang akan segera dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan segmen konsumen yang berbeda.

Yang pertama yakni DM-i (Intelligence). Varian ini dibekali mesin bensin 4-silinder 1.5-liter turbo bertenaga 148 hp dengan torsi puncak 220 Nm. Motor elektrik hybrid yang dicangkok di gardan depan berdaya 200 kW (268 hp) dengan torsi 315 Nm. Energi listrik dipasok dari baterai berdaya 19 kW. Varian berpenggerak roda depan (FWD) ini akselerasi 0-100 km/jam butuh 8,6 detik.

Jika ingin performa yang lebih besar, maka tersedia varian DM-p (Performance). Varian ini dibekali dengan mesin hybrid yang sama seperti versi DM-i. Hanya saja, pada poros roda belakang terdapat tambahan satu motor elektrik penggerak berdaya 141 kW (189 hp) dengan torsi 360 Nm. Ya, varian DM-p berpenggerak all-wheel drive (AWD).

Baterai yang dibopong pun dayanya lebih besar yakni 35.6 kWh. Tak heran jika hanya butuh 4,9 detik untuk mencapai 100 km/jam. Performa yang sangat menggelora untuk kategori SUV harian keluarga..

Entah mengapa BYD memilih basis plug-in hybrid untuk Sealion 8. Padahal BYD Tang-L yang menjadi basis platform dari Sealion 8 ada versi EV yang menggunakan rancang bangun voltase tinggi 1000 V yakni Super e-Platform. Hanya saja varian EV ini cuma beredar di pasar domestik Cina.

BYD Tang-L versi EV dibekali baterai dengan kapasitas daya cukup besar yakni 100,5 kWh. Pengecasan 0-100 % dengan fast charger DC cuma butuh 30 menit! Wuiiih… supercepat! Masih belum dapat dipastikan apakah nantinya bakal muncul pula Sealion 8 versi EV untuk pasar global.

Konsumsi BBM Ekonomis

Dengan mesin berteknologi plug-in hybrid, Sealion 8 diklaim cuma minum 5,6 liter bensin untuk menempuh jarak 100 km (kombinasi sistem hybrid). Sedangkan jarak jelajah pada mode EV mengandalkan energi baterai berkisar 150-200 km.

Perihal teknologi bantu berkendara ADAS, Sealion 8 dilengkapi sistem pengendaraan otonom canggih lansiran BYD yakni DiPilot 300. Kinerja sistem ADAS pada Sealion 8 memanfaatkan lima radar, 12 kamera, 12 sensor ultrasonic sensors dan LiDAR. Soal teknologi berkendara, BYD saat ini masuk jajaran papan atas. Tak kalah dibandingkan brand Eropa, Korea Selatan maupun AS.

Perihal berapa harga jualnya untuk saat ini belum diumumkan. Namun mengingat levelnya di atas Sealion 7, maka diprediksi bakal berada di kisaran $56.000 – $65.000. Lebih kurang sekira Rp 913 jutaan hingga Rp 1 miliaran.

BYD mengumumkan jika Sealion 8 akan mulai dipasarkan paling cepat pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Kawasan AS nampaknya tak akan jadi target pasar untuk Sealion 8.  Yang kemungkinan besar bakal kebagian jatah Sealion 8 antara lain Timur Tengah, Asia Tenggara dan Australia. Indonesia? Mengapa tidak…

 

BYD Sealion 05 EV, Mobil Listrik Canggih Seharga Rp 268 Jutaan!

Brand mobil listrik asal China, BYD resmi meluncurkan model mobil listrik terbarunya, Sealion 05 EV.

Bagian dari lini model Ocean series tersebut nampaknya untuk menjabani rival BYD di segmen SUV compact di pasar domestik China.

Makin seru nampaknya persaingan pasar mobil listrik di Negeri Tirai Bambu.

Mobil listrik yang rancang bangunnya berbasis e-Platform 3.0 Evo dari BYD ini terbilang sedang. Dengan dimensi ukuran (PxLxT) 4.520 mm x 1.860 mm x 1.630 mm, mobil ini terbilang ideal untuk penggunaan di area perkotaan yang arus lalu lintasnya padat dan lahan parkirnya terbatas.

Jarak antar sumbu roda (wheelbase) yang berukuran 2.720 mm cukup ideal. Tak jauh beda dari crossover di kelasnya baik versi EV maupun peminum bensin. Dan benar saja, kapasitas bagasi belakangnya yang mencapai 600 liter lumayan besar juga. Bahkan bisa dimekarkan lagi hingga 1.460 liter dengan melipat jok belakang.

Di kap depan ternyata juga terdapat ruang bagasi bervolume 100 liter. BYD sangat cermat dalam memanfaatkan konstruksi bodi dan rangka mobil ini secara maksimal.

Jarak Jelajah Ideal

Basis e-Platform 3.0 Evo pertamakali diperkenalkan oleh BYD pada Mei 2024. Dengan memanfaatkan teknologi  penempatan baterai CTB (Cell-to body) yang disempurnakan.

Tingkat keamanan benturan frontal naik hingga 60 persen. Ketahanan deformasi kabin penumpang pun meningkat hingga 50 persen. Selain itu, platform terbaru ini juga dilengkapi sistem e-drive pintar 12-in-1 dengan motor elektrik yang diklaim tercepat di dunia yakni mampu mencapai 23.000 rpm!

Sealion 05 EV jadi model selanjutnya setelah BYD Seal 06 GT dan Sealion 07 EV yang menggunakan e-platform 3.0 Evo ini.

BYD Sealion 05 EV dilengkapi motor elektrik tunggal penggerak roda belakang (RWD). Ada dua versi motor penggerak jenis permanent magnet synchronous motor (PMSM) yang disesuaikan dengan varian tipe mobilnya.

Untuk varian entry-level, outputnya 140 kW (188 hp) dengan torsi puncak 330 Nm. Catatan waktu akselerasi 0 – 100 km/jam cukup lumayan yakni 7,6 detik.

Dua varian diatasnya dibekali motor penggerak beroutput 160 kW (215 hp). Meskipun beda output, entah mengapa torsi puncaknya bisa sama dengan versi entry-level yakni 330 Nm. Catatan waktu akselerasinya sedikit lebih gesit yakni 7,2 detik.

Untuk varian entry-level dibekali baterai lithium iron phosphate (LFP) berdaya 50 kWh. Berdasarkan standar uji CLTC, jarak jelajahnya dikatakan mampu mencapai 430 km. Varian yang lebih tinggi dibekali baterai LFP berdaya 60,9 kWh dengan jarak jelajah mencapai 520 km.

Pengisian ulang daya cepat menggunakan fast charger DC dari 30-80 persen diklaim hanya butuh waktu 18 menit. Tak buang waktu dan jarak jelajahnya cukup untuk pengendaraan dalam kota.

Teknologi “God’s Eye” C

Nah, salah satu kelebihan dari Sealion 05 EV adalah sistem bantu berkendara terpadu bernama “God’s Eye” C.

Sistem pengendaraan pintar yang aslinya berlabel DiPilot 100 ini dilengkapi fitur NOA (Navigate on Autopilot). Fitur ini sebenarnya teknologi pengendaraan otonom level 2 yang hanya digunakan saat berkendara di jalan tol.

“God’s Eye” C yang diluncurkan pada awal Februari 2025 lalu ini sedikit berbeda dari teknologi ADAS yang ada saat ini. Jika sistem ADAS pada umumnya memanfaatkan teknologi LiDAR, pada sistem “God’s Eye” C dan NOA mempercayakan pada sensor pendeteksi, radar dan sejumlah kamera beresolusi tinggi.

Pada sekujur bodi Sealion 05 EV terdapat lima titik radar bergelombang milimeter, 12 sensor ultrasonic dan 12 kamera beresolusi tinggi. Hal tersebut dikarenakan teknologi LiDAR yang kini banyak digunakan masih memiliki kekurangan, terutama saat pengendaraan malam hari.

Harga Terjangkau

Mobil jenis new energy vehicle (NEV) ini sudah diumumkan label harganya. Dengan banderol mulai dari 117,800 yuan atau setara Rp 268,6 jutaan, crossover BYD Sealion 05 EV harganya cukup terjangkau.

Harganya bahkan lebih murah dari sedan Qin L EV yang dibanderol mulai dari 119.800 yuan atau setara Rp 273 jutaan.

Untuk lengkapnya, varian entry-level Sealion 05 EV dibanderol mulai dari 117.800 yuan (Rp 268,6 jutaan). Sedangkan dua varian diatasnya masing-masih harganya 127.800 yuan (Rp 291,4 jutaan) dan 137.800 yuan (Rp 314,2 jutaan).

Akankah mobil listrik BYD Sealion 05 EV bakal masuk ke Indonesia atau hanya beredar di pasar domestik China?

Baca Juga: Review BYD Dolphin

 

 

BYD Sealion PHEV

BYD Sealion PHEV: Curi Perhatian Dengan Jarak Tempuh Dan Dimensi

Ini adalah BYD Sealion dengan penggerak PHEV. Mobil ini mulai dipasarkan di Thailand minggu lalu dan sepertinya akan jadi gebrakan lagi dari merek Tiongkok ini.

Mobil bernama lengkap BYD Sealion 6 DM-i ini asllinya bernama Seal U di pasar RRC. Saat ini, sudah mulai dijual di Australia dan Thailand. Indonesia berikutnya? Mungkin, tapi ada baiknya kita mengenal dulu SUV ini.

Sealion mengandalkan mesin pembakaran internal (ICE) bernama Xiaoyun, dengan konfigurasi empat silinder tanpa turbo (NA). Kapasitasnya 1,5 liter, dengan tenaga 96,5 hp. Torsinya 122 Nm.

Penggerak elektriknya menggunakan motor listrik bertenaga 194,4 hp dengan momen puntir sebesar 300 Nm. Jika dikombinasikan, menurut BYD, Sealion ini memiliki tenaga 214,9 hp. Angka yang cukup menarik untuk sebuah mobil harian.

Tapi yang lebih menarik lagi adalah konsumsi BBM-nya. Diklaim, BYD Sealion mampu menempuh 1.092 km dengan tangki penuh. Baterainya akan menyediakan daya untuk menggerakkan motor listrik sejauh 92 km. Jarak tempuh dalam mode EV tersebut berkat penggunaan baterai Blade berkapasitas 18,3 kWh.

baterai tersebut juga memiliki kemampuan untuk melayani pengisian DC (fast charging) hingga 18 kW. Dengan begitu, isi ulang baterai hanya perlu 35 menit dari 30 hingga 80 persen.

Dimensi Bongsor

BYD sealion pHEV ukurannya lumayan besar untuk di kelasnya.

BYD mengklasifikasikan mobil ini sebagai SUV C Segment. Artinya, akan berhadpaan dengan SUV macam Honda CR-V atau Toyota RAV4.

Panjangnya 4.775 mm atau lebih panjang 84 mm dibanding CR-V. Lebarnya 1.890 mm dengan tinggi 1.670 mm. Kemudian jarak sumbu roda (wheelbase) sebesar 2.765 mm. Wheelbase ini cukup spektakuler untuk di kelasnya karena lebih panjang dari jarak sum bu roda Toyota Fortuner.

Meski panjang, tapi BYD Sealion 6 DM-i hanya memberikan lima bangku di kabinnya. Kami jadi membayangkan selega apa ruang kaki di mobil ini.

Kelengkapan standar, berkaca dari yang diedarkan di Thailand sudah cukup menarik. Lampu depan dan belakang LED, pelek two-tone ukuran 19-inci, kaca depan sudah double glaze. Ada juga panoramic sunroof, AC dual zone, jok kulit imitasi, dan sebagainya.

Kabinnya dilengkapi sistem infotainment layar monitor 12,8 inci dengan kemampuan rotating (ganti orientasi dari vertikal ke horizontal). Selain itu, sudah disediakan dua wireless charger untuk keperluan isi ulang baterai gadget.

Sistem keselamatan juga komplit. Selain enam airbag dan adaptive cruise control, disediakan kamera 360 untuk memantau situasi di luar mobil. Rear collision warning, blind spot monitoring, lane centering assist dan sebagainya.

BYD Thailand menjual Sealion 6 DM-i dengan harga setara Rp 424 jutaan.