VW ID.Every1 siap masuk showroom 2027 nanti

ID.Every1: VW Yang ‘Terjangkau’, Siap Masuk Showroom Tahun 2027

Volkswagen (VW) mengumumkan EV baru, yang masih dalam status mobil konsep. Inilah VW ID.Every1, yang mungkin akan jadi mobil listrik penting bagi pabrikan Jerman itu.

ID.Every1 didaulat untuk menjadi mobil listrik yang terjangkau berbagai kalangan, serta akan memenuhi kebutuhan mobilitas kaum urban. Harganya, kalau memang jadi, diperkirakan berkisar 20-ribuan Euro. Atau sekitar Rp 300 jutaan. Mobil ini menjadi salah satu dari sembilan mobil listrik yang akan hadir di pasaran, mulai 2027 mendatang.

VW ID.Every1 akan jadi mobil yang terjangkau untuk berbagai kalangan

Secara bentuk, mukanya mengingatkan kami pada Suzuki Ignis dengan bentuk lampu dan dan grill seperti itu. Namun, “Ambisi kami adalah menciptakan sesuatu yang berani namun mudah diakses,” kata Andreas Mindt, Head of Design VW.

Dijelaskan lebih lanjut, “ID. EVERY1 memiliki tampilan yang percaya diri namun tetap disukai, berkat detail seperti lampu depan yang dinamis dan bagian belakang yang (seolah) ‘tersenyum’.”

Tidak Membosankan

Desainnya ID.EVery1 mampu memberikan kesan.

Masih menurut Andreas, elemen desain tersebut menjadikannya lebih dari sekadar mobil. Tapi mampu memberikan karakter dan identitas yang mudah dipahami. Kalau diperhatikan, ada benarnya. Bentuknya sederhana, tapi tetap terlihat modern. Dan jujur saja, menurut kami bentuk ID.Every1 tidak akan cepat membosankan.

Menurut VW, mobil ini memiliki panjang 3.880 mm. Artinya, lebih pendek dari VW Polo, tapi sedikit lebih panjang dari VW Up!, mobil entry level VW, yang berakhir masa edarnya pada 2023 lalu. 

Interior VW ID.Every1 terlihat bersih

Interiornya terlihat bersih dan modern ,dengan layar monitor jadi satu-satunya hal yang menonjol di dashboard. Kabin ini dikatakan mampu menampung empat orang plus barang bawaan hingga 305 liter.

Namun jok belakang yang bisa dilipat 50:50, ditambah jok penumpang yang juga bisa terlipat rata, sepertinya akan jauh menambah kapasitas tersebut.

Menggunakan platform MEB yang dibuat oleh VW sendiri, ID.Every1 dibekali motor listrik terbaru yang menggerakkan roda depan. Tenaganya 93,8 hp (70 ps) dengan jarak tempuh minimal 250 km. Ingat, minimal. Kecepatan puncaknya mencapai 130 km/jam.

Tidak hanya itu, versi produksi mobil ini juga akan menggunakan arsitektur software terbaru yang selain lebih canggih, juga sangat fleksible dalam menyesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Artinya, akan ada hal-hal baru yang akan muncul pertama di mobil listrik entry level ini.

“ID. every1 adalah bagian terakhir dari yang kami perlukan untuk memiliki pilihan model terluas di segmen volume,” tegas Thomas Schäfer, CEO of Volkswagen Passenger Cars.

 

VW Mobil listrik ID BUzz

VW Pangkas Dana Pengembangan Mobil Listrik, Dialihkan Untuk ICE

Setelah mengebu-gebu beralih ke mobil listrik (EV), pabrikan dunia sepertinya menyadari lambatnya EV diserap oleh konsumen otomotif global. VW Group jadi contoh terbaru yang mengoreksi pandangannya soal mobil listrik.

Tahun 2022 lalu mereka dengan mantap mencanangkan tahun 2033 semua produknya adalah EV. Dana yang dikucurkan untuk misi itu pun tidak sedikit. Mencapai US $196 milyar.

Mengutip Automotive News, 5 Juli lalu Chief Financial Officer sekaligus Chief Operating Officer VW Group, Arno Antlitz mengatakan, sekitar US $65 miliar dari kucuran dana tersebut, kini akan digunakan untuk menjaga agar mobil-mobil bermesin konvensional mereka tetap kompetitif di pasaran.

Masa Depan adalah e-Fuel? 

BUgatti yakin e-Fuel lebih menarik

Tentunya ini sangat bertentangan dengan pernyataan CEO VW Thomas Schaefer yang bilang ICE (Internal Combustion Engine, mesin konvensional) adalah barang ‘jadul’. Bahkan ia menganggap e-Fuel yang dikembangkan oleh Porsche sebagai angin lalu.

Namun pada kenyataanya, merek-merek mewah di bawah naungan VW kini memperhatikan betul bagaimana perkembangan teknologi e-Fuel. Bugatti mulai menyusun kemungkinan untuk memasangkan pompa e-Fuel untuk konsumennya, di rumah.

Lamborghini juga sejalan. Mereka yakin ICE masih punya celah untuk ramah lingkungan, asal tidak menggunakan bahan bakar fosil.

Penjelasan singkatnya, cara mendapatkan e-Fuel atau bahan bakar sintetis adalah dengan electrolysis menggunakan listrik dari sumber alami seperti tenaga angin dan sebagainya. Proses ini memisahkan unsur air menjadi hidrogen dan oksigen. Hidrogen kemudian digabungkan dengan CO2 yang ditangkap dari udara bebas. Selanjutnya, menggunakan kimia sintetis untuk menghasilkan e-Fuel.

Di luar VW Group, Aston Martin memundurkan niat membuat mobil listrik sampai dekade depan. Ford sudah jelas menyatakan kondisinya tidak memungkinkan untuk menjual deretan produk mobil listrik di Eropa mulai 2030 nanti.

Toyota sudah jelas, mereka yang paling skeptis soal mobil listrik ini. 

Sumber: Automotive News