Publik puas dengan layanan Polri

Publik Puas Dengan Layanan Polri Selama Musim Mudik Lebaran 2026

Publik puas dengan layanan Polri selama musim mudik lebaran 2026. Menurut hasil survei, angkanya mencapai 84 persen.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia, mayoritas pemudik mengapresiasi berbagai fasilitas dan pelayanan yang disediakan selama periode mudik tahun ini.

Dilansir dari laman Korlantas Polri, hasil survei mencatat, tingkat kepuasan tertinggi diberikan pada penyediaan posko oleh Polri yang berfungsi sebagai pusat pengamanan, informasi, sekaligus tempat istirahat bagi masyarakat, dengan angka mencapai 84 persen.

Selain itu, pemudik juga merasa puas terhadap ketersediaan bahan bakar (81,7%), layanan angkutan umum (79,7%), rekayasa lalu lintas di jalan tol seperti sistem one way dan contra flow (77,6%), pengaturan lalu lintas di jalan non-tol (76,1%), serta kondisi jalan secara umum (74,4%).

Menanggapi hasil survei tersebut, Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri dan seluruh pihak yang terlibat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder, kementerian/lembaga, serta masyarakat yang telah berkolaborasi dengan baik sehingga penyelenggaraan mudik tahun ini berjalan aman dan lancar. Keberhasilan ini tidak terlepas dari arahan dan perhatian penuh Bapak Kapolri yang turun langsung memantau di lapangan,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum (8/4).

Konsistensi Kinerja Polri

Publik puas dengan layanan Polri

Foto: Korlantas Polri

Publik puas dengan layanan Polri selama musim mudik lebaran 2026 merupakan komitmen Polri dalam melakukan layanan ke masyarakat.

Direktur Eksekutif Burhanuddin Muhtadi menjelaskan, secara umum tingkat kepuasan masyarakat—baik yang mudik maupun tidak—mencapai 80,8 persen. Namun, tingkat kepuasan meningkat signifikan pada kelompok pemudik, yakni sebesar 85,3 persen.

“Ini menunjukkan penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 berjalan sangat baik dan mendapat apresiasi luas dari masyarakat,” ujarnya.

Dari rincian survei, kategori “sangat puas” tercatat 10,8 persen (umum) dan 15,3 persen (pemudik), sementara “cukup puas” mendominasi dengan 70,0 persen di kedua kategori. Adapun tingkat ketidakpuasan relatif rendah, yakni 7,1 persen (umum) dan 9,5 persen (pemudik), serta yang menyatakan tidak puas sama sekali di bawah 2 persen.

Hasil ini juga menunjukkan konsistensi kinerja dibanding tahun sebelumnya. Tingkat kepuasan publik pada 2026 tercatat hampir identik dengan 2025, baik pada kategori sangat puas maupun cukup puas.

Angka kecelakaan menurun selama musim mudik lebaran

Angka Kecelakaan Menurun Selama Musim Mudik Lebaran 2026

Angka kecelakaan menurun selama musim mudik lebaran 2026. Lebih spesifik, angka fatalitas korban kecelakaan menurun hingga 30,89 persen, sementara jumlah kejadian kecelakaan turun 5,75 persen.

Operasi Ketupat 2026 resmi berakhir hari ini dengan hasil yang positif, yaitu penurunan angka kecelakaan selama giat tersebut berlangsung. Adapun adanya Operasi Ketupat bertujuan untuk memantau, mengatur dan menghimbau pengendara kendaraan roda empat dan dua selama musim mudik lebaran.

“Operasi Ketupat sendiri memiliki lima klaster pengamanan. Pertama adalah jalan arteri, yang hingga saat ini masih cukup padat di wilayah aglomerasi seperti Bandung, Bali, dan Malang Raya, karena masih banyak masyarakat melakukan silaturahmi lokal,” jelas Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum, seperti dikutip dari laman Korlantas Polri (26/3).

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat, Polri membagi pengamanan ke dalam lima klaster utama, yaitu jalan arteri, jalan tol, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, dan lokasi wisata.

Hingga saat ini, arus lalu lintas di sejumlah wilayah aglomerasi seperti Bandung, Bali, dan Malang Raya masih terpantau padat akibat aktivitas silaturahmi masyarakat.

“Operasi Ketupat sendiri memiliki lima klaster pengamanan. Pertama adalah jalan arteri, yang hingga saat ini masih cukup padat di wilayah aglomerasi seperti Bandung, Bali, dan Malang Raya, karena masih banyak masyarakat melakukan silaturahmi lokal,” imbuh Iren Pol Agus.

Pengamanan KRYD Ditingkatkan

Angka kecelakaan menurun selama musim mudik lebaran

Foto: Korlantas Polri

Meski Operasi Ketupat 2026 telah dihentikan, kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) Korlantas Polri tetap berlangsung untuk antisipasi arus balik jilid dua.

“Operasi Ketupat sudah ditutup, namun kegiatan rutin yang ditingkatkan tetap berjalan. Anggota masih berada di lapangan untuk mengantisipasi arus balik, termasuk arus balik kedua,” kata Kakorlantas.

Lebih lanjut, Irjen Pol. Agus mengapresiasi kolaborasi seluruh stakeholder, termasuk kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan mudik tahun ini merupakan hasil kerja bersama.

“Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Negara hadir untuk memastikan perjalanan mudik dan balik berjalan aman, nyaman, dan penuh makna,” pungkasnya.

Rekayasa lalu lintas nataru 2025

Operasi Ketupat 2026 Fokus di Lima Klaster

Operasi Ketupat 2026 fokus di lima klaster, yaitu jalur arteri, tol, penyebrangan, terminal, bandara, stasiun, tempat ibadah, dan tempat wisata.

“Ada lima klaster harus kita kelola, arteri, jalan tol, penyeberangan, terminal, bandara, dan stasiun. Ini pasti akan terjadi bangkitan arus yang luar biasa, jadi kalau kepadatan itu wajar, perlambatan itu wajar, tetapi kalau macet tentunya kita yang harus mengelola manajemen lalu lintas kita atur,” tegas Kakorlantas Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum, dikutip dari laman Korlantas Polri (19/1).

Irjen Pol Agus juga menegaskan, bahwa Operasi Ketupat bukan sekadar rutinitas pengaturan arus mudik dan balik.

Operasi ini merupakan momentum bagi Polantas Polri untuk hadir secara nyata dalam melayani masyarakat dan menjaga kondusivitas keamanan nasional.

“Operasi Ketupat bukan sekedar operasi mudik dan balik, bukan hanya operasi lalu lintas, tetapi ini waktunya Polantas Polri hadir untuk melayani masyarakat, meyakinkan bahwa Harkamtibmas terjaga, peristiwa kasus-kasus menonjol kondusif, dan mewujudkan lalu lintas yang aman selamat tertib dan lancar,” ujar Irjen Pol Agus.

Lebih lanjut, menilai pelaksanaan Operasi Ketupat 2025 sudah berjalan cukup baik dengan adanya perubahan cara bertindak (CB) yang revolusioner, Kakorlantas menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa pengelolaan arus mudik kini tidak lagi mengandalkan insting, melainkan data yang akurat.

Pendekatan Lebih Humanis

Operasi ketupat 2026

Foto: NTMC Polri

Operasi Ketupat 2026 dikatakan akan lebih humanis dalam realisasinya.

Dalam penegakan hukum, Korlanta berkomitmen mengoptimalkan teknologi melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebesar 95%, sementara tilang manual hanya 5%.

“Agenda besar di 2026 Operasi Ketupat ini sedang kita siapkan Operasi Keselamatan sudah kita siapkan tapi cara bertindaknya adalah kita dekat dengan masyarakat, bukan penegakan hukum yang kita kedepankan, bahkan ada kebijakan ETLE penegakan hukum 95%, tetapi yang tilang manual hanya 5%,” pungkasnya.