Mudik pakai kendaraan EV

Mudik Pakai Mobil Listrik Makin Diminati, Transaksi SPKLU Meningkat!

Mudik pakai mobil listrik semakin diminati, hal ini terbukti dengan peningkatan transaksi di SPKLU yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia.

PT PLN (Persero) mencatat rekor transaksi harian penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tertinggi sepanjang masa. Capaian ini terjadi pada Senin (23/3) yang juga merupakan periode mudik atau H+2 Idulfitri 1447 Hijriah.

Dilansir dari laman PLN, jumlah transaksi pengisian kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) mencapai 18.088 kali dengan konsumsi energi sebesar 427.980 kilowatt hour (kWh). Kedua indikator tersebut meningkat 4,15 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4.360 transaksi dan 103.010 kWh.

“Dibandingkan dengan tahun kemarin, memang belum semasif sekarang. Ini terjadi karena memang industri daripada mobil listrik ini belum sebaik sekarang. Tetapi tidak akan mungkin mobil listrik itu banyak kalau infrastruktur SPKLU-nya enggak kita bangun,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

4.769 unit SPKLU Tersebar di 3.097 Titik

Mudik pakai kendaraan EV

Foto: PLN

Mudik pakai mobil listrik semakin diminati, untuk itu PLN terus meningkatkan jumlah SPKLU disemua wilayah Indonesia. Saat ini, PLN bersama mitra telah menyediakan 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 titik di seluruh Indonesia, dengan jarak antar SPKLU rata-rata sekitar 22 kilometer.

Khusus di jalur mudik utama Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, tersedia 1.681 unit SPKLU di 994 titik baik jalur tol maupun non-tol, meningkat sekitar 70 persen dibandingkan Idulfitri tahun sebelumnya.

“Lebih dari sekadar angka, capaian ini menunjukkan bahwa strategi pengembangan SPKLU baik dari sisi kuantitas, teknologi, maupun integrasi layanan digital, mendorong meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam menggunakan kendaraan listrik, termasuk untuk perjalanan jarak jauh,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.

Selain penambahan infrastruktur, PLN juga meningkatkan kualitas layanan melalui modernisasi teknologi pengisian daya. Sejumlah SPKLU dengan tingkat okupansi tinggi telah ditingkatkan dari standard charging menjadi fast charging hingga ultra fast charging untuk mempercepat proses pengisian.

“Upaya peningkatan kualitas layanan ini juga diiringi dengan penguatan ekosistem layanan digital, melalui fitur Electric Vehicle Digital Services (EVDS) di aplikasi PLN Mobile,” imbuh Darmawan.

Sebagai informasi, PLN terus memanjakan pengguna EV melalui layanan digital di aplikasi PLN Mobile, seperti fitur Trip Planner yang membantu pengguna merencanakan rute perjalanan dengan informasi lokasi SPKLU sepanjang rute yang dilalui termasuk ketersediaan konektor, dan juga fitur AntreEV yang memungkinkan pemantauan antrean pengisian daya secara real time.

“Kemudahan transaksi juga terus kami tingkatkan melalui pengembangan EV-TAP, yang menggunakan pembayaran berbasis kartu elektronik di sejumlah SPKLU di jalur mudik Trans Jawa, sehingga proses pengisian daya menjadi lebih cepat dan praktis,” tutup Darmawan.

Partisipasi Publik Dapat Mengurangi Kecelakaan Mudik Lebaran

Kasus kecelakaan lalu lintas masih menjadi salah satu tantangan utama setiap musim mudik Lebaran. Meski berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dan pemangku kepentingan, faktor manusia masih menjadi penyebab dominan terjadinya kecelakaan di jalan raya. Karena itu, partisipasi aktif masyarakat, khususnya para pemudik, dinilai sangat penting untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas selama mudik Lebaran 2026.

Isu ini menjadi pembahasan utama dalam diskusi panel bertajuk “Berkendara Aman & Selamat” yang diselenggarakan oleh organisasi masyarakat sipil Jaringan Aksi Keselamatan Jalan atau Jarak Aman di Jakarta pada Selasa (10/3). Diskusi ini menghadirkan sejumlah pemerhati keselamatan jalan serta pakar defensive driving untuk membahas langkah-langkah pencegahan kecelakaan selama periode arus mudik.

Koordinator Jarak Aman, Edo Rusyanto, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat memiliki peran besar dalam menekan jumlah kecelakaan maupun fatalitas di jalan raya. Menurutnya, kesadaran pengemudi dalam memahami potensi risiko saat berkendara menjadi langkah awal yang sangat penting.

Ia menambahkan bahwa penerapan manajemen perjalanan yang baik, termasuk perencanaan rute, waktu perjalanan, serta kesiapan fisik pengemudi, dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas.

“Faktor manusia masih menjadi penyebab dominan kecelakaan lalu lintas. Karena itu, para pemudik perlu meningkatkan kesadaran berlalu lintas yang rendah risiko guna memangkas fatalitas kecelakaan di jalan,” ujar Edo dalam diskusi tersebut.

Selain itu, para pemudik juga diimbau untuk mempersiapkan kondisi fisik dengan baik sebelum memulai perjalanan jauh. Istirahat yang cukup dinilai sangat penting agar pengemudi tetap fokus dan mampu mengambil keputusan dengan cepat saat menghadapi situasi di jalan.

Kabar baiknya, tren kecelakaan lalu lintas selama mudik Lebaran tahun 2025 menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Berdasarkan data dari Korlantas Polri selama periode Operasi Ketupat 2025, jumlah kecelakaan tercatat sebanyak 3.181 kasus. Angka tersebut turun sekitar 31 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 787 orang atau menurun hingga 53 persen dibandingkan tahun 2024. Meski demikian, angka tersebut masih tergolong tinggi sehingga berbagai upaya pencegahan tetap perlu ditingkatkan.

Penurunan jumlah kecelakaan ini tidak hanya didukung oleh kerja sama berbagai pemangku kepentingan, tetapi juga oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berkendara.

Dalam kesempatan yang sama, Senior Trainer dari Global Defensive Driving Consulting, Lilik Andi Baryono, mengingatkan bahwa kecelakaan lalu lintas dapat berdampak luas, tidak hanya pada kesehatan tetapi juga pada kerugian materi, waktu, bahkan masa depan seseorang.

Menurut Lilik, salah satu penyebab utama kecelakaan adalah kegagalan pengemudi dalam mengantisipasi situasi di jalan. Kondisi tersebut sering dipicu oleh kelelahan akibat mengemudi dalam waktu lama tanpa istirahat yang cukup.
Ia menyarankan agar pengemudi melakukan istirahat sekitar 15 hingga 20 menit setiap dua jam perjalanan. Selain itu, pengemudi juga dianjurkan untuk menghindari konsumsi kafein secara berlebihan dan memperbanyak minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Mudik Lebaran memang menjadi momen yang dinanti banyak orang untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Namun, perjalanan yang aman dan selamat tetap harus menjadi prioritas utama agar seluruh pemudik dapat tiba di tujuan dengan kondisi sehat.

lokasi SPKLU di Tol Trans Sumatera

Berikut Titik Lokasi SPKLU di Tol Trans Sumatera

Berikut titik lokasi SPKLU di Tol Trans Sumatera yang penting untuk disimak. Jadi bagi Anda yang berniat mudik ke wilayah Sumatera menggunakan kendaraan listrik, bisa lebih tenang.

PT PLN (Persero) menyiagakan 1.299 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di seluruh tanah air. Dilansir dari laman PLN, dari Lampung hingga ke Sumatera Selatan, PLN menyiagakan 39 unit SPKLU di kedua ruas jalan Tol Trans Sumatra. Adapun sebaran SPKLU secara nasional, termasuk jalur tol Trans Sumatra. Sebarannya dihitung dengan jarak rata-rata antar SPKLU yaitu sekitar 23 kilometer.

Nah, agar mudik dengan kendaraan listrik lebih aman, baiknya pemilik mobil listrik mengunduh aplikasi PLN, dimana di dalamnya ada menu Trip Planner. Lewat menu tersebut, pemudik bisa mengatur titik berangkat dan titik tujuan. Secara otomatis, PLN Mobile akan memberikan rekomendasi titik-titik SPKLU yang dilalui pada rute tersebut.

Titik Lokasi SPKLU Tol Trans Sumatera

lokasi SPKLU di Tol Trans Sumatera

Foto: PLN

Berikut titik lokasi SPKLU di Tol Trans Sumatera. Secara rinci, terdapat 27 unit SPKLU yang tersebar pada 17 rest area jalan Tol di Provinsi Lampung, yakni Rest area:

  • km 20 A
  • km 20 B
  • km 33 A
  • km 33 B
  • km 49 A
  • km 49 B
  • km 67 A
  • km 67 B
  • km 87 A
  • km 87 B
  • km 116 A
  • km 116 B
  • km 163 A
  • km 172 B
  • km 208 A
  • km 215 B
  • km 234 A.

Sementara di Provinsi Sumatera Selatan, terdapat 12 unit SPKLU yang tersebar pada 6 rest area jalan Tol, yakni km 56 A, km 56 B, km 269 B, km 277 A, km 306 B dan km 311 A.

Oh ya, kabarnya PLN juga menyiagakan petugas yang berjaga 24 jam untuk membantu para pemudik yang menggunakan kendaraan listrik saat melakukan pengisian daya di SPKLU.

lokasi posko mudik polyton

Simak 5 Titik Lokasi Posko Mudik Polytron

Berikut 5 titik lokasi posko mudik Polytron yang tersebar diberbagai wilayah Pulau Jawa. Fasilitanya cukup lengkap dan modern.

Untuk pertama kalinya, Polytron menghadirkan posko mudik sebagai tempat singgah yang nyaman bagi para pemudik, lengkap dengan berbagai fasilitas relaksasi dan hiburan agar perjalanan pulang kampung tetap aman dan menyenangkan.

Menariknya, pengguna mobil listrik Polytron akan mendapatkan voucher pengisian daya sebesar Rp 100 ribu dan untuk motor listrik Polytron sebesar Rp 50 ribu.

“Perjalanan mudik kerap memakan waktu yang panjang dan melelahkan. Melalui Posko Mudik Polytron yang kami hadirkan untuk pertama kalinya ini, kami ingin memberikan tempat singgah yang nyaman bagi para pemudik untuk beristirahat, memulihkan energi, sekaligus menikmati berbagai fasilitas hiburan sebelum kembali melanjutkan perjalanan,” jelas Product Specialist EV-4 Wheels Polytron, Philip Samuel Tandio (10/3).

Adapun posko mudik Polytron ini akan berada di 5 titik sepanjang jalur mudik mulai dari tanggal 14-20 Maret 2026 dan beroperasi dari jam 09.00 – 21.00 WIB. Berikut fasilitas di posko mudik Ploytron:

  • Kursi pijat untuk membantu merilekskan tubuh setelah perjalanan jauh
  • Area hiburan seperti karaoke, PlayStation, dan Xbox
  • Kids playground untuk anak-anak
  • Nursery room bagi keluarga yang membawa bayi
  • Games dan lucky draw dengan kesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik.

Titik Lokasi Posko Mudik Polytron

lokasi posko mudik polyton

Berikut 5 titik lokasi posko mudik Polytron:

  1. Jawa Barat – PLN UP3 Cirebon
  2. Jawa Tengah – PLN UP Banyumas
  3. Jawa Tengah – Gudang PLN Krapyak UP3 Semarang
  4. Jawa Tengah – RAT 379A Batang
  5. Jawa Timur – PLN UP3 Madiun.

Nah, bagi Anda pemilik mobil atau motor listrik Polytron tentu saja bisa bersinggah untuk istirahat dan menikmati fasilitas serta bisa mendapatkan hadiah menarik.

daftar lokasi SPKLU di Tol Trans Jawa

Berikut Update 55 Daftar Lokasi SPKLU di Tol Trans Jawa

Berikut update daftar lokasi SPKLU di Tol Trans Jawa. Informasi ini penting bagi Anda yang berniat mudik menggunakan mobil listrik.

Bagi yang melintas di Tol Trans Jawa, infrastruktur pengisian daya saat ini bertambah merata. PT Jasa Marga bersama PLN telah menghadirkan puluhan titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai rest area. Berikut daftarnya:

Jakarta ke arah Bogor dan Merak

  • Tol Jagorawi: KM 10A, KM 21B, KM 38B, KM 45A
  • Tol Jakarta-Tangerang: KM 13A, KM 14B

Jakarta-Cikampek-Cipularang

  • Tol Jakarta-Cikampek: KM 6B, KM 19A, KM 19B, KM 39A, KM 42B, KM 52B, KM 57A, KM 62B
  • Tol Cipularang-Padaleunyi: KM 72A, KM 72B, KM 88A, KM 88B, KM 97B, KM 125B, KM 147A, KM 149B

Jalur tengah (Cirebon-Semarang-Solo)

  • Tol Palikanci: KM 207A, KM 208B
  • Tol Batang-Semarang: KM 360B, KM 379A, KM 389B, KM 391A
  • Tol Semarang-Solo: KM 429A, KM 439A, KM 444B, KM 456B, KM 487A, KM 487B

Jalur Timur (Solo – Ngawi – Surabaya – Malang)

  • Tol Solo-Ngawi: KM 519A, KM 519B, KM 538A, KM 538B, KM 575A, KM 575B
  • Tol Ngawi-Kertosono: KM 597A, KM 597B, KM 626A, KM 626B
  • Tol Surabaya – Pasuruan – Malang: KM 725A, KM 726B, KM 753B, KM 754A, KM 66A/B, KM 84A/B, KM 792A/B.

Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Mudik Pakai Mobil Listrik

 

daftar lokasi SPKLU di Tol Trans Jawa

Foto: Dunia Energi

Setelah mengetahui daftar lokasi SPKLU di Tol Trans Jawa, selanjutnya akan kita bahas mengenai tips atau hal yang harus dilakukan saat mudik dengan mobil listrik.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebelum berangkat, yaitu:

  • Unduk aplikasi PLN Mobile untuk pantau lokasi SPKLU
  • Gunakan peta digital untuk memastikan jalur yang akan dilewati dan juga bisa mengetahui jika ada kemacetan
  • Mengerti arti kode rest area, untuk kode A punya arti jalur dari Jakarta menuju Jawa Timur atau Jawa Tenga. Kemudian untuk kode B punya arti sebaliknya, alias dari Jawa Timur atau Jawa Tengah menuju Jakarta.
jadwal pembatasan angkutan barang saat mudik 2026

Simak Lokasi dan Jadwal Pembatasan Angkutan Barang Saat Mudik 2026

Berikut lokasi dan jadwal pembatasan angkutan barang saat mudik 2026. Pembatasan operasional angkutan barang dilakukan di sejumlah ruas jalan tol  maupun non-tol pada kedua arah.

Pembatasan operasional angkutan barang dilakukan terhadap mobil barang dengan tiga sumbu atau lebih; mobil barang dengan kereta tempelan; mobil barang dengan kereta gandengan; dan seluruh mobil barang yang digunakan untuk pengangkutan hasil galian (tanah, pasir, dan batu), hasil tambang, dan bahan bangunan. Aturan ini berlaku mulai 13 Maret 2026 jam 12 siang sampai 29 Maret 2026 jam 12 malam.

Dilansir dari laman Kementrian Sekretariat Negara, berikut ruas jalan tol yang dibatasi:

1. Riau:

  • Pekanbaru – Kandis – Dumai

2. Jambi dan Sumatera Selatan:

  • Betung (Simpang Sekayu) – Tempino – Jambi (segmen Bayung Lencir – Tempino – Simpang Ness)

3. Lampung dan Sumatera Selatan:

  • Bakauheni – Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung – Palembang

4. DKI Jakarta – Banten:

  • Jakarta – Tangerang – Merak

5. DKI Jakarta:

  • Prof. DR. Ir. Sedyatmo
  • Jakarta Outer Ring Road I (JORR I)
  • Dalam Kota Jakarta (Cawang – Tomang – Pluit dan Cawang – Tanjung Priok – Ancol Timur – Jembatan Tiga/Pluit)

6. DKI Jakarta dan Jawa Barat:

  • Jakarta – Bogor – Ciawi
  • Ciawi –  Cigombong – Cibadak
  • Bekasi – Cawang – Kampung Melayu
  • Jakarta – Cikampek

7. Jawa Barat:

  • Cikampek – Purwakarta – Padalarang – Cileunyi
  • Cikampek – Palimanan – Kanci
  • Jakarta – Cikampek II Selatan segmen Sadang – Setu (Fungsional)
  • Cileunyi – Sumedang – Dawuan
  • Bogor Ring Road (BORR)

8. Jawa Barat – Jawa Tengah:

  • Kanci – Pejagan

9. Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta:

  • Pejagan – Pemalang – Batang – Semarang
  • Krapyak – Jatingaleh (Semarang)
  • Jatingaleh – Srondol (Semarang)
  • Jatingaleh- Muktiharjo (Semarang)
  • Semarang – Solo – Ngawi
  • Semarang – Demak (seksi Sayung – Demak)
  • Yogyakarta – Solo – NYIA Kulon Progo (segmen Kartasura – Klaten – Prambanan)
  • Yogyakarta – Solo – NYIA Kulon Progo (segmen Prambanan – Purwomartani) (Fungsional)
  • Yogyakarta – Bawen (Seksi Ambarawa – Bawen) (Fungsional)

10. Jawa Timur:

  • Ngawi – Kertosono
  • Kertosono – Mojokerto
  • Mojokerto – Surabaya
  • Surabaya – Gempol
  • Gempol – Pandaan – Malang
  • Surabaya – Gresik
  • Gempol – Pasuruan – Probolinggo
  • Probolinggo – Banyuwangi (Seksi Gending – Kraksaan – SS Paiton – Besuki) (Fungsional).

jadwal pembatasan angkutan barang saat mudik 2026

Berikut ruas jalan nontol yang dibatasi:

1. Sumatera Utara:

  • Bts. Provinsi Aceh – Tanjung Pura – Stabat – Binjai – Medan – Lubuk Pakam – Sei Rampah
  • Sei Rampah – Tebing Tinggi – Lima Puluh – Kisaran – Aek Kanopan – Rantauprapat – Kota Pinang – Bts Riau
  • Medan – Berastagi
  • Pematang Siantar – Parapat Simalungun – Porsea – Balige

2. Riau:

  • Bts. Sumatera Utara/Riau – Pekanbaru – Bts Riau/Jambi
  • Pekanbaru – Bangkinang Bts. Riau/Sumatera Barat

3. Jambi dan Sumatera Barat:

  • Jambi – Tebo – Dharmasraya – Padang
  • Padang – Bukit Tinggi – Bts. Riau/Sumatera Barat
  • Bts.  Riau/Jambi –  Jambi – Bts. Jambi/Sumatera Selatan

4. Jambi – Sumatera Selatan – Lampung:

  • Bts. Jambi/Sumatera Selatan – Palembang – Bts. Sumatera Selatan/Lampung – Bujung Tenuk – Bandar Lampung – Bakauheni
  • Bts. Jambi/Sumatera Selatan – Palembang – Bts. Sumatera Selatan/Lampung – Bujung Tenuk – Sukadana – Bakauheni

5. DKI Jakarta – Banten:

  • Jakarta – Tangerang – Serang – Cilegon – Merak

6. Banten:

  • Merak – Cilegon – Lingkar Selatan Cilegon – Anyer – Labuhan
  • Jalan Raya Merdeka – Jalan Raya Gatot Subroto
  • Serang – Pandeglang – Labuan

7. DKI Jakarta – Jawa Barat:

  • Jakarta – Bekasi – Cikampek – Pamanukan – Cirebon

8. Jawa Barat:

  • Bandung – Nagreg – Tasikmalaya – Ciamis – Banjar
  • Nagreg – Kadungora – Leles – Garut
  • Bandung – Sumedang – Majalengka – Cirebon
  • Bogor – Ciawi – Sukabumi – Cianjur – Cipatat – Bandung
  • Ciawi – Cisarua – Puncak – Cianjur
  • Padalarang – Gadog – Bangkong – Cimahi
  • Karawang – Subang – Indramayu – Cirebon
  • Sukabumi – Pelabuhan Ratu – Jampang – Cianjur – Garut – Tasikmalaya -Pangandaran – Banjar (Pantai Selatan Jawa Barat)
  • Subang – Lembang – Bandung

9. Jawa Barat – Jawa Tengah:

  • Cirebon-Brebes

10. Jawa Tengah:

  • Brebes – Tegal – Pemalang – Pekalongan – Batang – Kendal – Semarang – Demak
  • Pejagan – Tegal – Purwokerto
  • Bawen – Magelang – Yogyakarta
  • Solo – Klaten – Yogyakarta
  • Semarang – Salatiga – Boyolali – Bawen – Magelang – Yogyakarta

11. Jawa Tengah – Jawa Timur:

  • Solo – Ngawi

12. D.I. Yogyakarta:

  • Yogyakarta – Wates
  • Yogyakarta – Sleman – Magelang
  • Yogyakarta – Wonosari
  • Jalur Jalan Lintas Selatan (jalan Daendels)

13. Jawa Timur:

  • Mantingan – Ngawi – Kertosono – Mojokerto – Surabaya – Gempol – Pasuruan – Probolinggo – Situbondo – Banyuwangi
  • Probolinggo – Lumajang – Jember – Banyuwangi
  • Pandaan – Malang
  • Madiun – Caruban – Jombang
  • Bulu – Lamongan – Gresik – Surabaya

14. Bali:

  • Denpasar – Gilimanuk
  • Nusa Dua – Denpasar

15. Kalimantan Tengah:

  • Palangka Raya – Pulang Pisau – Kapuas – Bts. Kalimantan Selatan
  • Palangka Raya – Sampit – Pangkalan Bun
  • Buntok – Palangka Raya;
  • Tamiang Layang – Bts. Kalimantan Selatan
  • Sei Hanyo – Kuala Kurun – Bawan – Bukit Liti – Palangka Raya

Pengaturan pembatasan operasional dan sistem ganjil genap tidak berlaku bagi mobil barang pengangkut bahan bakar minyak (BBM), bahan bakar gas (BBG), hewan ternak, pupuk, bantuan korban bencana alam, serta barang pokok.

Angkutan tersebut harus dilengkapi dengan surat muatan yang berisi keterangan jenis barang, tujuan, dan nama serta alamat pemilik barang serta tidak melebihi muatan maupun dimensi (over loading over dimension).

Program mudik Pertamina Lubricants

Berikut Program Mudik Pertamina Lubricants, Banyak Promonya!

Berikut beberapa program mudik Pertamina Lubricants yang menarik untuk disimak. Dalam program ini, ada berbagai promo menarik untuk konsumen.

Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026 yang dirilis Kementerian Perhubungan, proyeksi lalu lintas keluar Jakarta diperkirakan mencapai 3,67 juta kendaraan, sementara arus masuk Jakarta diproyeksikan mencapai 3,54 juta kendaraan.

Melihat kebutuhan tersebut, PT Pertamina Lubricants (PTPL) menghadirkan berbagai program Ramadan & Idulfitri (RAFI) 2026 dengan tema “Energi Berbagi, Menjaga Setiap Perjalanan”.

Pertamina Lubricants hadir tidak hanya melalui produk unggulan seperti Fastron dan Enduro, tetapi juga melalui layanan yang relevan dengan kebutuhan pemudik, mulai dari layanan perawatan kendaraan hingga fasilitas istirahat yang nyaman.

“Karena setiap perjalanan pulang bukan sekadar mobilitas, melainkan perjalanan menuju kebersamaan, harapan, dan kebahagiaan keluarga. Dan dengan semangat melayani sepenuh hati, serta menjaga setiap perjalanan, Pertamina Lubricants siap menjadi bagian dari cerita mudik masyarakat Indonesia,” ujar Nugroho Setyo Utomo, VP Marketing PT Pertamina Lubricants (4/3).

Promo Special Bengkel Festival Ganti Oli (FGO) Ramadan 2026

Program mudik Pertamina Lubricants

Program mudik Pertamina Lubricants pertama ada Promo Special Bengkel Festival Ganti Oli (FGO). Periode pertama digelar pada 6–7 Maret 2026 di 12 kota dengan total 24 jaringan bengkel mitra terpilih (Pertamina Enduro Motor Service  dan Pertamina Fastron Auto Service) yang berlokasi di Medan, Padang, Palembang, Jakarta, Semarang, dan Yogyakarta. Sementara di wilayah Timur, program dilaksanakan di Surabaya, Madiun, Malang, Makassar, Balikpapan, dan Lombok. 

Sedangkan periode kedua pada 14 – 20 Maret 2026, FGO berlangsung di 18 kota dan 28 bengkel mitra terpilih yang tersebar di Medan, Padang, Pekanbaru, Lampung, Jakarta, Tangerang Selatan, Tangerang, Bekasi, Depok, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Samarinda, Balikpapan dan Makassar.

Dalam program ini, pemudik dapat menikmati cashback dalam bentuk e-voucher MyPertamina atau saldo e-wallet (GoPay) untuk pembelian Enduro Series (cashback Rp10.0000 untuk minimal pembelian 0,8 liter), Fastron Series (cashback Rp25.000 untuk minimal pembelian 3,5 liter), dan Meditran Series (cashback Rp15.000 untuk minimal pembelian 4 liter). 

Menariknya, pemudik juga dapat memanfaatkan program takjil gratis dan pelayanan siaga mudik berupa bengkel yang buka hingga malam.

Selain program FGO, Pertamina Lubricants juga menghadirkan program:

  • “Yuk Berbagi” Dukung Pemulihan Pasca Banjir di Aceh
  • Lesehan Enduro dan Selasar Fastron  di Serambi MyPertamina
  • SAHUR (Saatnya Hujan Rezeki) Content Challenge Ramadan.
Teknologi ETLE Drone dan VTOL

ETLE Drone dan VTOL Siap Pantau Arus Mudik 2026

Teknologi ETLE Drone dan VTOL (Vertical Take-Off and Landing Unmanned Aerial Vehicle) siap kawal dan pantau arus mudik 2026, khususnya di Tol Fungsional Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi).

“Pengendalian arus akan kami perkuat dengan teknologi, menggunakan VTOL (UAV) dan ETLE Drone yang dapat memantau sepanjang jalur tol maupun arteri,” jelas Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum, seperti dikutip dari laman Korlantas Polri (19/2).

Pemantauan udara difokuskan pada titik strategis, termasuk ruas fungsional di Tol Bocimi yang menghubungkan Parungkuda hingga Karangtengah. Nantinya digunakan untuk menentukan pola rekayasa lalu lintas secara situasional.

Selain itu, rekayasa lalu lintas disiapkan dengan memecah arus kendaraan dari Jakarta menuju Sukabumi serta dari Sukabumi menuju Bogor melalui jalur tol fungsional dan arteri guna mencegah kepadatan di titik rawan.

“Arus yang dari Jakarta menuju ke Sukabumi atau Bogor dari Sukabumi nanti akan kita pecah. Bisa melalui Tol fungsional dan bisa juga melalui Arteri. Dan ini sangat strategis sekali, termasuk juga apabila dimungkinkan pada saat arus balik Tol fungsional akan kita berlakukan. Kami mengimbau khususnya kendaraan sumbu tiga untuk tidak melintas saat mudik dan balik. Kita prioritaskan para pemudik agar perjalanan bisa berjalan aman dan lancar,” terang Irjen Pol Agus.

Teknologi ETLE Drone dan VTOL

Foto: Korlantas Polri

Teknologi ETLE Drone dan VTOL untuk pengawasan dan pemantauan arus mudik di Tol Fungsional Bocimi tentunya bisa menjadi salah satu strategi petugas untuk mengurai kemacetan.

Irjen Pol Agus menyampaikan bahwa pengoperasian Tol Fungsional Bocimi Seksi 3 dari Parung Kuda hingga Exit Karang Tengah diharapkan mampu mengurangi kepadatan arus lalu lintas dari arah Jakarta. Kendaraan yang menuju Palabuhanratu atau Cibadak dialihkan keluar melalui Exit Tol Parung Kuda (KM 72).

Selain itu, kendaraan dari arah Jakarta yang menuju Kota Sukabumi diarahkan masuk ke tol fungsional dan keluar di Exit Karang Tengah untuk melanjutkan perjalanan melalui jalan nasional. Skema rekayasa lalu lintas ini memungkinkan pengguna jalan menghindari titik kepadatan yang diperkirakan terjadi di Cibadak.

“Hari ini kami bersama PJU dan Dirlantas Jabar mengecek langsung kesiapan jalur. Kita survei, khususnya Tol Bocimi yang nanti fungsional dari Cibadak menuju Karang Tengah. Jadi sepanjang 5 kilometer ini sangat strategis untuk memecah jalur yang ada di arteri atau nasional, khususnya menghindari dari kemacetan di Pasar Cibadak,” pungkasnya.

titik rawan banjir jalur Pantura

Waspada Titik Rawan Banjir Jalur Pantura-Pansela Saat Mudik Lebaran 2026

Berikut informasi titik rawan banjir jalur Pantura-Pansela saat mudik lebaran 2026. Bagi Anda yang berniat mudik ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur, waspadalah.

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersama dengan stakeholder meninjau jalur Pantai Utara (Pantura) dan Pantai Selatan (Pansela) dalam rangka persiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pengecekan jalur dipimpin langsung oleh Dirkamsel Korlantas Polri Brigjen Pol Prianto.

Dilansir dari laman Korlantas Polri, Brigjen Pol Prianto mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan survei dalam rangka pengamanan arus mudik Lebaran 2026 guna mengidentifikasi potensi hambatan lalu lintas.

“Hari ini kita melaksanakan survei dalam rangka pengamanan arus mudik Lebaran 2026. Jadi diawali tadi kita sudah menerima paparan dari beberapa Kasat Lantas, di antaranya Kasat Lantas Brebes dan Kasat Lantas Tegal. Kemudian juga ada penyampaian dari Badan Pengelola Jalan Nasional (BPJN),” kata Dirkamsel Korlantas Polri kepada NTMC (3/2).

Dari hasil paparan dan survei, Brigjen Pol Prianto menyebut titik krusial yang memerlukan penanganan khusus antara lain Pertigaan Klonengan dan Underpass Perupuk. Di lokasi Underpass Prupuk, kondisi geografis menjadi faktor utama potensi genangan air.

titik rawan banjir jalur Pantura

Foto: Korlantas Polri

“Jadi bisa dilihat lokasi ini hulunya berada di atas. Jadi dari hulu di atas, makin ke hilir makin rendah, sehingga air yang datang dari hulu akan menggenang di titik ini,” tutur dia.

Adapun, lanjut Brigjen Prianto, pihaknya telah berkoordinasi dengan piahk-pihak terkait. Sebagai langkah mitigasi, BPJN akan menyiapkan sebanyak 11 unit pompa air di lokasi rawan banjir guna memastikan kelancaran arus lalu lintas.

Upaya ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap berbagai hambatan yang dapat mengganggu kelancaran arus mudik, sehingga pelaksanaan mudik Lebaran diharapkan dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Badan Pengelola Jalan Nasional. Antara lain solusinya nanti akan disiapkan, ini dari Pengelola Jalan Nasional, akan disiapkan 11 unit pompa. Jadi ini untuk mengantisipasi banjir,” ungkapnya.

“Jadi kita berupaya untuk mengantisipasi segala macam hambatan dalam rangka kelancaran arus mudik Lebaran 2026,” pungkasnya.

Rekayasa lalu lintas nataru 2025

Operasi Ketupat 2026 Fokus di Lima Klaster

Operasi Ketupat 2026 fokus di lima klaster, yaitu jalur arteri, tol, penyebrangan, terminal, bandara, stasiun, tempat ibadah, dan tempat wisata.

“Ada lima klaster harus kita kelola, arteri, jalan tol, penyeberangan, terminal, bandara, dan stasiun. Ini pasti akan terjadi bangkitan arus yang luar biasa, jadi kalau kepadatan itu wajar, perlambatan itu wajar, tetapi kalau macet tentunya kita yang harus mengelola manajemen lalu lintas kita atur,” tegas Kakorlantas Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum, dikutip dari laman Korlantas Polri (19/1).

Irjen Pol Agus juga menegaskan, bahwa Operasi Ketupat bukan sekadar rutinitas pengaturan arus mudik dan balik.

Operasi ini merupakan momentum bagi Polantas Polri untuk hadir secara nyata dalam melayani masyarakat dan menjaga kondusivitas keamanan nasional.

“Operasi Ketupat bukan sekedar operasi mudik dan balik, bukan hanya operasi lalu lintas, tetapi ini waktunya Polantas Polri hadir untuk melayani masyarakat, meyakinkan bahwa Harkamtibmas terjaga, peristiwa kasus-kasus menonjol kondusif, dan mewujudkan lalu lintas yang aman selamat tertib dan lancar,” ujar Irjen Pol Agus.

Lebih lanjut, menilai pelaksanaan Operasi Ketupat 2025 sudah berjalan cukup baik dengan adanya perubahan cara bertindak (CB) yang revolusioner, Kakorlantas menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa pengelolaan arus mudik kini tidak lagi mengandalkan insting, melainkan data yang akurat.

Pendekatan Lebih Humanis

Operasi ketupat 2026

Foto: NTMC Polri

Operasi Ketupat 2026 dikatakan akan lebih humanis dalam realisasinya.

Dalam penegakan hukum, Korlanta berkomitmen mengoptimalkan teknologi melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebesar 95%, sementara tilang manual hanya 5%.

“Agenda besar di 2026 Operasi Ketupat ini sedang kita siapkan Operasi Keselamatan sudah kita siapkan tapi cara bertindaknya adalah kita dekat dengan masyarakat, bukan penegakan hukum yang kita kedepankan, bahkan ada kebijakan ETLE penegakan hukum 95%, tetapi yang tilang manual hanya 5%,” pungkasnya.