Honda RA272 Catat Poin Pertama di F1 GP Belgia 1965

Musim Formula 1 (F1) 1965 menjadi salah satu babak penting dalam sejarah Honda di ajang balap mobil paling bergengsi di dunia. Setelah memulai debutnya sebagai konstruktor pada tahun sebelumnya, Honda terus mengembangkan mobil balapnya demi bersaing dengan tim-tim Eropa yang telah lebih dahulu mapan. Salah satu pencapaian penting datang pada Grand Prix (GP) Belgia 1965 di Sirkuit Spa-Francorchamps. Ketika pembalap asal Amerika Serikat, Richie Ginther, berhasil mempersembahkan poin kejuaraan dunia bagi Honda dengan mengendarai Honda RA272.

Grand Prix Belgia pada era 1960an dikenal sebagai salah satu balapan paling menantang dalam kalender Formula 1. Tata letak Spa-Francorchamps yang saat itu masih menggunakan konfigurasi lintasan sepanjang lebih dari 14 kilometer dipenuhi tikungan cepat, lintasan lurus yang panjang, serta perubahan elevasi yang menguji kemampuan pembalap maupun ketahanan mobil. Bagi Honda yang saat itu masih tergolong pendatang baru, mampu bersaing di lintasan seperti Spa merupakan tantangan besar. Tim harus membuktikan bahwa teknologi yang mereka kembangkan mampu menghadapi kerasnya persaingan Formula 1.

Evolusi Dari Honda RA271

Mengandalkan Honda RA272, Richie Ginther menunjukkan performa yang konsisten sepanjang akhir pekan balapan. Mobil tersebut merupakan evolusi dari RA271 dengan berbagai penyempurnaan pada sektor mesin, aerodinamika, dan distribusi bobot. Honda RA272 menjadi salah satu mobil yang paling revolusioner pada masanya. Mobil ini menggunakan mesin V12 berkapasitas 1,5 liter yang mampu berputar pada putaran mesin sangat tinggi. Mencerminkan filosofi teknik Honda, yang telah sukses diterapkan pada dunia balap sepeda motor.

Berbeda dengan mayoritas tim Eropa yang menggunakan mesin Coventry Climax atau BRM, Honda mengembangkan seluruh paket mobil secara mandiri, mulai dari sasis hingga mesin. Poin yang diraih di Belgia memberikan dorongan moral yang besar bagi seluruh tim Honda. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam menyempurnakan performa RA272 sepanjang musim.

Dilanjut Pada GP Meksiko 1965

Hanya beberapa bulan kemudian, kerja keras tersebut membuahkan hasil luar biasa. Saat Richie Ginther berhasil membawa Honda meraih kemenangan perdana Formula 1 pada Grand Prix Meksiko 1965. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi kemenangan pertama bagi pabrikan Jepang dalam sejarah Formula 1.

Honda: Brand Non Eropa Terbanyak Menang di Grand Prix Italia

Honda menjadi pabrikan non Eropa bahkan satu-satunya pabrikan non Eropa, yang paling banyak mencatat kemenangan di seri balap F1 Grand Prix (GP) Italia, di sirkuit Monza. Rasanya belum ‘sah’ buat pabrikan otomotif jika belum pernah menang balap di sirkuit dengan julukan ‘The Temple of Speed’ ini.

Sejak pertama kali dihelat pada tahun 1950, Honda tercatat pernah memenangi sebanyak delapan kali seri balap F1 Grand Prix Italia. Debut Honda di ajang balap Formula 1, ialah pada Grand Prix Jerman 1964. Honda kemudian berhasil meraih kemenangan di ajang balap F1 di Grand Prix Meksiko 1965.

Untuk GP Italia, Honda tercatat pertama kali berhasil memenangi di tahun 1967, bersama John Surtees. Ketika itu, Honda memenangi GP Italia berstatus sebagai manufaktur, sekaligus juga tim pabrikan. Honda menjadi tim pabrikan di F1 dalam dua era yaitu 1964 hingga 1968, dan 2006 hingga 2008.

Honda kemudian baru bisa memenangi lagi GP Italia di era 1980an, sebagai pemasok mesin. Lalu berhasil meraih kemenangan di GP Italia tahun 1986 dan 1987 bersama tim Williams. Kedua kemenangan beruntun tersebut diraih oleh Nelson Piquet Sr. Dilanjutkan dua tahun kemudian, Honda kembali mememangi lagi GP Italia 1989 bersama tim McLaren, diraih oleh Alain Prost.

Tren kemenangan Honda di sirkuit Monza berlanjut di tahun 1990 oleh tim McLaren, kali ini dipersembahkan oleh Ayrton Senna. Tim McLaren Honda kemudian kembali memenangi GP Italia 1992, juga diraih oleh Senna.

Honda kemudian baru bisa meraih kemenangan lagi di GP Italia pada tahun 2020 atau di era mesin Turbo Hybrid. Kemenangan tersebut dipersembahkan oleh Pierre Gasly dari tim Scuderia AlphaTauri, yang kini menjadi Visa Cash App Racing Bulls. Dua tahun kemudian, Honda kembali meraih kemenangan di GP Italia, bersama Max Verstappen dan tim Red Bull Racing.