Review: Hyundai New Creta Prime

Di awal tahun 2025 silam, Hyundai New Creta hadir dengan mengusung berbagai penyegaran, termasuk tersedianya varian baru. Tentu saja Hyundai New Creta N Line Turbo menjadi flagship. Namun, kami merasa bahwa masih ada celah yang tetap memiliki potensi besar bagi Hyundai New Creta. Untungnya, celah tersebut tetap dapat diisi oleh New Creta dengan varian Prime.

Hyundai New Creta Prime menjadi varian yang berada langsung di bawah varian N Line. Secara kelengkapan, memang tidak jauh berbeda dengan Hyundai Creta Prime model sebelumnya. Tapi secara fisik, pasti terlihat jelas diferensiasinya. Walaupun grille masih bergaya parametric, namun terlihat ada perbedaan. Lampu DRL terlihat seperti menyatu dengan grill, ketika mobil dimatikan. Sedangkan, lampu DRL tersebut memiliki desain baru yang lebih tegas dan modern.

Garis Lebih Tegas

Desain bumper baru terlihat senada dengan fascia depannya, setidaknya memiliki garis yang lebih tegas. Terutama di bagian bawah. Di belakang, pintu bagasi didesain baru untuk mengakomodir konfigurasi lampu yang juga berubah total. Seperti di depan, lampu kiri dan kanan seolah disatukan oleh garnish yang menyala. Bumper juga turut mendapat sentuhan update.

Secara fisik, hanya sedikit perbedaan dalam dimensi panjang maupun tinggi. New Creta lebih panjang 15 mm, menjadi 4.330 mm. Sedangkan lebar tetap 1.790 mm. Untuk tingginya (dihitung hingga roof rail) naik 5 mm menjadi 1.635 mm. Wheelbase juga tidak berubah, tetap di angka 2.610 mm.

Interior Lebih Fresh

Urusan interior, bisa banyak desain ulang. Bentuk dashboard baru, desain kisi ventilasi udara, panel pengaturan A/C, bentuk jok, hingga deretan tombol di konsol tengah. Yang tidak berubah hanya setir dan tuas transmisi, utamanya di varian Prime ini dan Active. Layar di dashboard terlihat menyatu dengan instrument cluster. Membentuk satu kesatuan display besar tanpa bingkai. Kami merasa, interior yang didesain ulang ini membuat pengemudi dan penumpang merasa lebih nyaman, terutama di perjalanan jauh.

Mobil ini dibekali mesin Smartstream 1.5, serupa dengan Creta model sebelumnya dan Stargazer. Jadi, performanya juga serupa dengan pendahulunya. Transmisi Intelligent Variable Transmission (IVT) menghasilkan performa yang responsif. Untuk penggunaan dalam kota, tidak ada keluhan. Selama pengguna dapat menjaga momentum putaran mesin. Ketika diajak ke jalanan berbukit, performa juga tidak terasa kedodoran. Tapi, raungan mesin cukup terdengar jika pedal gas ditekan secara dalam.

Mode Smart Jadi Favorit

Hyundai New Creta memiliki empat pilihan mode berkendara, yang bisa diatur sesuai preferensi pengemudi. Ada Comfort, Eco, Sport, dan Smart. Mode Comfort sesuai saat berkendara santai di lalu lintas yang cukup ramai. Sebab bisa mengurangi hentakan gas dan memperhalus respons kendaraan. Untuk mode Eco dapat dipakai saat di kondisi lalu lintas padat. Karena bisa menjaga efisiensi bahan bakar, khususnya saat berada kemacetan.

Ketika sedang melahap jalan bebas hambatan atau jalur lintas antar provinsi, bisa pilih mode Sport. Mode ini membuat respons mesin mobil terasa lebih cekatan. Yang terakhir ialah mode favorit kami, yakni Smart. Mode berkendara ini bersifat adaptif, sehingga bisa digunakan di berbagai kondisi jalan.

Hyundai New Creta dilengkapi sederet fitur modern, yang memudahkan pengemudi saat mengendarainya. Sebut saja dari aspek keselamatan berkendara, mobil ini dilengkapi fitur Hill-start Assist Control (HAC) yang mencegah mobil mundur (rollback), ketika melewati jalan menanjak. Lalu, pengguna juga bisa merasakan pengereman yang optimal berkat Electronic Stability Control (ESC), dan Anti-lock Braking System (ABS).

Hyundai New Creta hadir dengan delapan pilihan warna eksterior, termasuk Creamy White Pearl, Creamy White Pearl two-tone, Titan Grey Metallic, Magnetic Silver Metallic, dan Magnetic Silver Metallic. Khusus untuk New Creta Prime ini, Hyundai mematok harga Rp 426,94 juta. Sebagai SUV perkotaan untuk lima penumpang, rasanya mobil ini bisa Anda pertimbangkan.

Review: Hyundai New Creta N Line Turbo DCT

Nyaris satu bulan setelah peluncurannya, kami akhirnya berkesempatan untuk merasakan langsung Hyundai New Creta. Supaya puas, perjalanan diarahkan menuju Lampung, sejauh 237 kilometer. Awalnya, kami membesut unit Hyundai Creta N Line 1.5 bertransmisi IVT, dari Jakarta. Tapi usai ‘mendarat’ di tanah Sumatra, kami bergeser ke Hyundai Creta N Line 1.5 Turbo bertransmisi DCT 7-speed.

Tergoda sejak peluncuran

Varian ini yang telah menggoda kami sejak tanggal 9 Januari 2025 silam. Memang eksterior varian N Line memiliki perbedaan dengan varian Prime dan Active. Aspek perbedaan paling terlihat ialah bentuk bumper depan dan belakang yang lebih sporty. Tak ketinggalan sepasang muffler tip layaknya mobil sport, serta kaliper rem berkelir merah.

Masuk ke kabinnya, beberapa bagian interior terkena aksen warna merah. Baik pada dashboard maupun di permukaan jok. Setir pada Creta N Line mempunyai model palang tiga. Sedangkan pada varian Prime dan Active masih memakai setir model lama. Shift knob varian N Line pun bergaya sporty, tapi varian lainnya lagi-lagi masih seperti Creta model lama.

Turbo buatan Garrett

Bertengger di balik kap depan, ada seonggok unit mesin bensin empat silinder Smartstream T-GDi, dengan turbocharger buatan Garrett. Mesin berkapasitas 1.5 liter ini punya output nyaris 158 hp di putaran 5.500 rpm. Sedangkan torsi 253 Nm, tersedia linear pada 1.500 hingga 3.500 rpm.

Untuk melalui kendaraan di depan kami saat di jalan tol, kami tidak usah menekan pedal gas dalam-dalam. Apalagi ada mode berkendara yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Asyik betul…

Transmisi DCT (Dual Clutch Transmission) 7-speed, yang punya respons sigap di setiap putaran mesin. Selain itu perpindahan giginya tergolong oke. Ya, kami sempat memiliki keraguan terhadap transmisi DCT ini. Sebab, transmisi ini biasanya punya karakter seperti ‘setengah kopling’ atau ‘geredek-geredek’.

Namun, kami sempat merasakan momen downshift yang terasa agak membuat ‘kagok’, di kecepatan rendah pada jalanan menanjak.

Suspensi tidak istimewa

Kaki-kaki mobil ini bukanlah suspensi yang istimewa. Bagian depan menggunakan konstruksi MacPherson Strut, sedangkan torsion beam bertugas di bagian belakang.

Oleh karenanya, pengendalian Hyundai New Creta masih terasa mirip-mirip dengan Creta sebelumnya. Setidaknya, pijakan pada permukaan jalan didukung oleh velg 18 inci, yang dibalut ban 215/55 R18.

Pengalaman berkendara terasa lebih menyenangkan dengan adanya panoramic sunroof, jok kulit dengan ventilasi, fitur Hyundai SmartSense, sistem konektivitas Bluelink, hingga perangkat audio lansiran Bose.

Secara penampilan, New Creta telah terlihat semakin dewasa, agar dapat menjadi pilihan bagi banyak konsumen di Indonesia. Buat yang berminat Hyundai Creta N Line Turbo, harus siapkan kocek Rp 507, 28 juta (on the road Jakarta).