transaksi giias 2025

Transaksi GIIAS 2025 Mencapai Lebih Dari Rp 11 Triliun

Transaksi GIIAS 2025 mencapai Rp 11,8 triliun. Hasil tersebut bisa disebut kurang memuaskan jika dibandingkan dengan GIIAS 2024 lalu.

Dilansir dari laman bisnis.com, nilai transaksi GIIAS 2025 merosot 37,04% YoY menjadi Rp 11,8 triliun, dibandingkan GIIAS tahun lalu yang digelar pada 18-28 Juli 2024 sebesar Rp 18,75 triliun.

Meski begitu, jumlah kendaraan yang terjual meningkat. Mengacu data Gaikindo, penjualan mobil selama pameran GIIAS 2025 tercatat 38.929 unit, tumbuh 12% (year-on-year/YoY) dibandingkan GIIAS 2024 yang membukukan 34.887 unit.

Jika dilihat dari hasil angka tersebut memang mengherankan, penjualan unit kendaraan tumbuh tapi nilai transaksi merosot. Hal itu disebabkan karena beberapa brand menurunkan harga jual yang cukup drastis dengan dalih promo selama GIIAS 2025 berlangsung.

Salah satu brand yang menjadi daya tarik pengunjung dan industri otomotif di Indonesia adalah BYD. Sebab mereka meluncurkan Atto 1 dengan harga mulai Rp 195 juta hingga Rp 235 juta. Mobil listrik Atto 1 punya jarak tempuh terjauh 380 km, jelas ini membuat pengunjung penasaran.

Selanjutnya ada brand Wuling yang menurunkan harga beberapa line up mereka. Wuling Air EV dilepas mulai Rp160 juta, dari harga normal Rp 184 juta, sedangkan Wuling Binguo EV turun menjadi Rp 196 juta dari sebelum GIIAS 2025 Rp 279 juta.

Sebagai tambahan informasi, Gaikindo mencatat wholesales sepanjang Januari sampai Juli 2025 sebanyak 435.390 unit, turun sekitar 10,1% dibanding periode sama tahun lalu sebesar 484.250 unit. Sementara itu, penjualan ritel juga drop 10,8% menjadi 453.278 unit dari 508.041 unit pada Januari hingga Juli 2024.

GIIAS 2025 Diikuti 60 Merek Otomotif

transaksi giias 2025

Transaksi GIIAS 2025 mencapai Rp 11,8 triliun dengan total peserta 60 brand otomotif yang terdiri atas 40 merek kendaraan penumpang, 4 merek kendaraan komersial, 17 merek sepeda motor, serta 4 perusahaan karoseri.

Sebelumnya, pada GIIAS 2024 diikuti oleh 35 merek mobil penumpang dan komersial, 20 merek sepeda motor, dan 3 karoseri. Luas wilayah pun masih sama sekitar 120.000 meter persegi.

Selain para pemain lama seperti Toyota, Honda, Mitsubishi, Suzuki, Daihatsu, dan Hyundai, GIIAS 2025 juga diramaikan sejumlah merek baru asal China, di antaranya BYD, AION, Aletra, BAIC, Lepas, Geely, Denza, Maxus, Polytron dan Jaecoo.

Suzuki dan Toyota sepakat tidak ada PHK

Daihatsu, Suzuki dan Toyota Sepakat Tidak Tidak Ada PHK di Indonesia Meski Situasi Industri Otomotif Lesu

Daihatsu, Suzuki dan Toyota sepakat tidak ada PHK dan menjaga harga jual produksi tetap stabil meski situasi industri otomotif di Indonesia sedang tidak stabil.

Kesepakatan tersebut diungkapkan oleh tiga brand tersebut kepada Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita di Jepang (12/7).

Dilansir dari laman resmi Kementrian Perindustrian (Kemenperin), Agus Gumiwang meminta komitmen kepada tiga produsen otomotif besar asal Jepang, yakni Toyota, Suzuki, dan Daihatsu agar tidak menaikkan harga jual kendaraan produksiya dan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap tenaga kerja mereka di Indonesia, meskipun situasi ekonomi global sedang tidak menentu.

“Maka itu, saya secara khusus meminta agar tidak ada kenaikan harga mobil dan tidak ada PHK di Indonesia. Ini penting demi menjaga daya beli masyarakat dan menjaga lapangan kerja di sektor otomotif, yang merupakan salah satu penopang industri nasional,” ujar Menperin Agus Gumiwang.

Permintaan tersebut disambut positif oleh para petinggi Toyota, Suzuki, dan Daihatsu. Mereka memahami kekhawatiran pemerintah Indonesia dan menyatakan komitmennya untuk menjaga harga tetap stabil dan mempertahankan tenaga kerja di tengah berbagai tantangan global.

“Komitmen mereka kami apresiasi. Ini adalah langkah konkret dalam mendukung stabilitas industri otomotif di Indonesia,” tegas Menperin.

Industri Otomotif Serap Tenaga Kerja Yang Signifikan

dan Toyota sepakat tidak ada PHK

Daihatsu, Suzuki dan Toyota sepakat tidak ada PHK di Indonesia. Kemenperin mencatat, industri kendaraan bermotor Indonesia memiliki skala besar dengan kontribusi signifikan dari segmen roda 4 serta roda 2 dan 3.

Segmen roda 4 didukung 32 pabrikan dengan kapasitas produksi 2,35 juta unit per tahun, dengan menyerap tenaga kerja hingga 69,39 ribu orang, dan realisasi investasi mencapai Rp 143,91 triliun.

Sementara itu, segmen roda 2 dan 3, didukung oleh 73 pabrikan, dengan total kapasitas produksi sebesar 10,72 juta unit per tahun, penyerapan tenaga kerja sebanyak 30,31 ribu orang, dan realisasi investasi Rp 30,4 triliun.

Hingga Januari–Mei 2025, industri kendaraan roda 4 mencatat produksi 459 ribu unit, penjualan 316 ribu unit, dan ekspor CBU 192 ribu unit.

Pada periode yang sama, industri kendaraan roda 2 dan 3 membukukan produksi 3,37 juta unit, penjualan 3,1 juta unit, serta ekspor CBU 268 ribu unit.

Menperin optimistis, langkah antisipatif ini akan mendapat respons positif dari publik dan pelaku industri sebagai sinyal kepastian dan keberpihakan pemerintah terhadap keberlangsungan industri otomotif nasional di tengah dinamika ekonomi global.

penjualan mobil bulan juni 2025

Penjualan Mobil Bulan Juni 2025 Lesu, Cuma Honda dan Mitsubishi Yang Sumringah

Berikut informasi data penjualan mobil bulan Juni 2025 dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO). Berdasarkan data tersebut, hanya Honda dan Mitsubishi yang megngalami kenaikan.

GAIKINDO telah membukukan catatan penjualan mobil secara nasional bulan Juni 2025. Dari semua brand yang ada, hampir semua mengalami penurunan. Seperti Toyota, Daihatsu, Suzuki dan merek lain.

Kalau ditotal, penjualan mobil nasional bulan Juni 2025 hanya mencapai 57.761 unit. Terjadi penurunan sebanyak 2.851 unit atau 4,71% dibandingkan penjualan Mei 2025 yang mencapai 60.612 unit.

Ironis, penjualan mobil sempat naik di bulan Mei 2025 jadi 60.612 unit dari bulan April 2025 yang tercatat 51.205 unit.

Penjualan mobil bulan Juni 2025 turun cukup drastis, drop di angka 16.854 unit atau 22,59%. Secara total, penjualan mobil di paruh pertama tahun 2025 tercatat sebanyak 374.741 unit.

Angka tersebut ambruk 35.279 unit atau 8,60% dibandingkan periode sama tahun 2024 yang membukukan penjualan sebanyak 410.020 unit.

Data dari GAIKINDO menunjukan, penjualan mobil nasional secara bulanan sejak awal 2025 hanya 2 kali mampu menembus angka 70 ribu unit. Yaitu di bulan Februari sejumlah 72.336 unit. Ini adalah penjualan tertinggi sejak awal 2025. Dan pada bulan Maret 2025 dengan angka penjualan 70.895 unit.

Beda dengan penjualan bulanan di periode Januari-Juni 2024, yang berulang kali tembus angka 70.000 unit. Hanya bulan Januari dan April yang ada di bawah unit 70.000 unit.

Daftar Penjualan Mobil Bulan Juni 2025

penjualan mobil bulan juni 2025

Berikut data penjualan mobil bulan Juni 2025 dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) yang dilansir dari PT Astra International.

  • Toyota+Lexus: 18.038 unit
  • Daihatsu: 9.356 unit
  • Isuzu: 1.825 unit
  • UD Truks: 146 unit
  • Mitsubishi: 7.309 unit
  • Honda: 4.179 unit
  • Suzuki: 4.940 unit
  • Hyundai: 973 unit
  • Wuling: 657 unit
  • Chery: 2.271 unit
  • BYD+Denza: 3.847 unit
  • Others: 4.220 unit
  • Mobil jenis LCGC: 8.300 unit

Jika dilihat dari angka di atas, memang hanya Honda dan Mitsubishi yang mengalami kenaikan jika dibandingkan bulan Mei 2024. Namun begitu, brand Toyota masih mendominasi diantara merek lainnya.

Berikut penjualan mobil bulan Mei 2025:

  • Toyota+Lexus: 21.241 unit
  • Daihatsu: 11.166 unit
  • Isuzu: 1.904 unit
  • UD Truks: 169 unit
  • Mitsubishi: 6.723 unit
  • Honda: 3.166 unit
  • Suzuki: 3.921 unit
  • Hyundai: 1.650 unit
  • Wuling: 1.566 unit
  • Chery: 1.993 unit
  • BYD+Denza: 3.429 unit
  • Others: 3.684 unit
  • Mobil jenis LCGC: 9.321 unit

Untuk informasi otomotif menarik lain simak terus motomobinews.id dan untuk melihat review mobil dan sepeda motor bisa mengunjungi chanel youtube motomobitv.

Toyota Indonesia Optimalkan Kualitas SDM Sektor Logistik

Toyota Indonesia menyadari pentingnya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif dalam menghadapi dinamika industri. Penguasaan teknologi dan keterampilan tinggi, menjadi kunci untuk memperkuat daya saing di era transformasi digital saat ini.

Seiring dengan hal tersebut, pemerintah terus memperkuat regulasi dan kebijakan di sektor logistik, guna menekan masih tingginya biaya logistik nasional. Salah satu fokus utama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang logistik yang menjadi kunci utama.

Langkah ini diambil guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih efisien, terintegrasi, dan kompetitif. Upaya ini juga sejalan dengan strategi nasional dalam memperkuat konektivitas logistik, mempercepat transformasi digital, dan meningkatkan efisiensi sistem transportasi di seluruh wilayah Indonesia.

Kontribusi Terhadap Rantai Pasok Logistik

Sejalan dengan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) secara konsisten mendorong terciptanya masa depan yang lebih hijau.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Logistics Skill Contest, sebagai bagian dari kontribusi terhadap rantai pasok logistik berkelanjutan, yang menekankan aspek keselamatan, efisiensi operasional, dan dukungan terhadap target netralitas karbon.

Tahun ini, TMMIN Logistic Skill Contest telah memasuki penyelenggaraan yang ke-14. Acara ini merupakan komitmen TMMIN untuk memperkuat dan meningkatkan kompetensi para mitra logistik, untuk mencapai ketangguhan rantai pasok yang mampu berkontribusi dalam skala nasional.

Diikuti 31 Mitra Logistik TMMIN

“Logistik memegang peranan penting terhadap kelancaran rantai pasok, dan logistik berperan besar untuk meningkatkan daya saing dalam segala aspek. Yaitu Safety, Quality, Delivery, dan Cost,” ujar Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto.

Diharapkan manajemen vendor dapat terus meningkatkan aktivitas Green Logistics yang saat ini sudah mulai dijalankan. Seperti Eco Driving Management, Eco Driving Behaviour, dan Truck Preventive Management.

TMMIN Logistic Skill Contest 2025 diikuti oleh 31 mitra logistik TMMIN, yang berperan penting dalam menjalankan operasional harian, termasuk didalamnya pengelolaan dan pengiriman barang. Saat ini, total operasional perjalanan di TMMIN mencapai 1.195 trip per hari.

Penerapan eco-driving menjadi kunci efisiensi untuk meminimalkan jejak karbon. Karenanya, sejak awal penyelenggaraan skill contest, TMMIN telah memprioritaskan peningkatan kompetensi mitra logistik, termasuk para driver sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan keselamatan.

Kategori Baru Master Tenko

Tahun ini, 1.155 peserta dari 30 perusahaan turut berpartisipasi dalam ajang TMMIN Logistic Skill Contest 2025. Terdapat kategori Individual Skill Appreciation mencakup Forklift Contest, Driving Contest, Container Yard Operation Contest, Master Trainer Contest, Manager Kaizen Contest dan Best Operation Management.

Tahun ini, Master Tenko menjadi kategori baru. Penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian total, baik secara individu maupun manajerial. Terkait implementasi sistem manajemen kesiapan kerja baik fisik dan mental.

Toyota Indonesia senantiasa berupaya memastikan sistem operasional yang efisien dan aman dalam setiap distribusinya. Melalui penekanan pentingnya peran SDM dalam aspek keselamatan. Mengingat risiko kecelakaan dalam proses distribusi atau logistik dapat menghambat proses produksi dan merugikan banyak pihak. Peningkatan kompetensi SDM menjadi faktor utama untuk mengurangi risiko, serta memperkuat rantai pasok industri di Indonesia.

TMMIN Logistic Skill Contest menjadi sarana untuk memperkuat kemampuan seluruh pelaku logistik, dalam menghadapi tantangan sektor otomotif dan logistik. Faktor keselamatan berkendara dan pengoperasian perlengkapan logistik yang aman, menjadi kunci yang berpengaruh langsung pada kelancaran produksi dan kepuasan pelanggan.

Saat ini operasional logistik TMMIN telah mengimplementasikan sistem aplikasi digital, untuk memantau dan mencegah kecelakaan. Sistem ini bekerja untuk memantau kondisi kesehatan fisik maupun psikis pengemudi, secara real-time guna menentukan kelayakan pengemudi untuk menjalankan tugas.

Toyota Indonesia juga akan terus melakukan ekspansi sistem dengan menambahkan fitur-fitur berbasis Artificial Intelegence (AI) yang mampu mendeteksi tanda-tanda kelelahan atau kurangnya fokus saat mengemudi. Selain itu, sistem pemantauan perilaku berkendara berbasis Global Positioning System (GPS) juga akan diterapkan untuk mendukung praktik eco-driving.

Upaya TMMIN Untuk Tidak Melupakan Kepuasan Pelanggan

Dalam perannya dalam perekonomian nasional, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) terus berupaya meningkatkan dan menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Hal ini tidak hanya untuk kebutuhan domestik saja, namun juga untuk pasar ekspor. Sebagai bagian dari Toyota Global, TMMIN juga mengedepankan pencapaian kualitas dan keandalan setiap produk yang dihasilkan. TMMIN memahami produk berkualitas tidak hanya meningkatkan kepuasan pelanggan, namun juga mendukung prinsip reliabilitas. Oleh karenanya, pokok dari segala kegiatan Toyota selalu bermuara pada jaminan kualitas bagi pelanggan (100% Quality Assurance).

Setiap kegiatan atau tahapan dalam proses produksi, selalu mengacu untuk mencapai jaminan tertinggi bagi kepuasan pelanggan. Mulai dari sisi kenyamanan, keselamatan dan kemudahan akses pelayanan. Namun, Toyota tidak menutup diri untuk memperhatikan suara pelanggan. Tentu dalam upaya untuk mewujudkan yang lebih baik lagi, sejalan dengan prinsip Continuous Improvement Toyota.

Terkait dengan komitmen tersebut, TMMIN kembali menggelar Customer Month 2025 yang berlangsung di TMMIN Plant 1 Karawang, pada 19 Mei 2025 silam. Acara ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mempererat kerjasama dan meningkatkan kepercayaan para distributor. Baik dalam maupun luar negeri, terhadap kualitas produk dan layanan yang diberikan.

Kedepankan Standar Kinerja Yang Ketat

“Customer Month merupakan sarana untuk mempromosikan dan makin menegaskan komitmen Toyota Indonesia terhadap kualitas produksi kepada para distributor. Melalui forum ini, kami juga berharap ada masukan untuk mewujudkan yang lebih baik lagi,” ujar Bob Azam, Wakil Presiden Direktur TMMIN.

Prinsip 3M (Tidak Menerima Cacat, Tidak Membuat Cacat, dan Tidak Meneruskan Cacat), merupakan salah satu komitmen Toyota Indonesia terhadap kualitas produksi. Untuk mencapai tujuan ini, Toyota menerapkan standar kinerja yang ketat dalam setiap proses produksinya, meliputi Product Quality dan Service Quality. Standarisasi ini bertujuan untuk menjaga kualitas produk sekaligus mengurangi jumlah produk cacat yang dihasilkan.

Toyota menerapkan konsep Built in Quality, di mana setiap tahap produksi diawasi dengan ketat untuk memastikan bahwa hasil akhir sesuai dengan standar. Produk yang berkualitas serta kepuasan dan kepercayaan pelanggan adalah prioritas utama bagi Toyota.

Dalam hal kualitas produk, TMMIN fokus pada dua aspek utama yaitu, Product Engineering Quality dan Product Manufacturing Quality. Product Engineering Quality terkait dengan kemampuan desain produk untuk memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen, seperti efisiensi bahan bakar dan ramah lingkungan.

Terapkan Built In Quality

Selanjutnya, Product Manufacturing Quality memastikan bahwa setiap kendaraan yang diproduksi sesuai dengan desain dan spesifikasi yang telah ditetapkan, dengan tujuan untuk menghilangkan cacat dan fluktuasi kualitas dalam setiap tahap produksi.

”TMMIN senantiasa mengedepankan transparansi dan tidak pernah menutupi jika ditemukan masalah pada produk. Prinsip 3M yang kami terapkan memastikan bahwa setiap pihak yang terlibat dalam kegiatan produksi wajib melakukan built in quality pada diri masing-masing. Prinsip ini menjadi dasar bagi setiap karyawan untuk bertanggung jawab penuh atas kualitas pekerjaan mereka,” tukas Nandi Julyanto, Presiden Direktur TMMIN.

TMMIN juga berpegang teguh pada filosofi keselamatan yang diterapkan di setiap pabrik Toyota di seluruh dunia, dengan tujuan untuk memastikan bahwa setiap produk yang sampai ke tangan konsumen berfungsi dengan sempurna. Dan terus berlanjut hingga selama produk digunakan oleh pelanggan.

Pola Pikir SDM Yang Proaktif

Berbagai macam program Quality Assurance dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan. Misalnyai melalui program Customer Service Campaign atau Recall, untuk memastikan bahwa semua fungsi kendaraan bekerja dengan baik.

Selain menjaga kualitas produk, Toyota juga berfokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). TMMIN berkomitmen untuk terus membangun pola pikir SDM yang proaktif, berpikir positif, dan berbicara berdasarkan fakta serta data.

Quality Control Circle (QCC) dengan filosofi Kaizen diharapkan mampu mendorong perbaikan dan menjadi sikap hidup. QCC sebagai tolok ukur peningkatan kendali mutu, dapat dijadikan sebagai pedoman atau standar untuk meningkatkan kompetensi SDM. Perbaikan harus tetap dilakukan meski kecil. Jika dilakukan terus menerus, maka akan menghasilkan perubahan yang dapat memberikan dampak besar, baik bagi karyawan maupun perusahaan.