BMW M3 CS Touring Hebohkan Balap Ketahanan di Bathurst

Peluncuran model terbaru BMW di Australia dalam kejuaraan balap ketahanan Bathurst 12 Hours sukses bikin heboh. Pasalnya, yang diluncurkan bukan model biasa pula, tapi BMW M3 CS Touring. Versi wagon dari M3 CS ini bakal beredar di pasar global, kecuali Negeri Paman Sam. Konsumen di AS nampaknya harus gigit jari. Hmm…

Sport Wagon?

BMW M3 CS Touring menjawab keinginan para penyuka mobil harian keluarga. Tapi jangan adu kebut sambil antar jemput anak ke sekolah atau belanja ke supermarket.

Mesin 6-silinder 3.0-liter twin turbo di balik bonnetnya diupgrade. Tekanan boost turbo ditingkatkan jadi 30 psi. Outputnya yang terdongkrak jadi 543 hp lebih unggul 20 hp dari spek standar M3 Competition. Torsi puncaknya pun melejit jadi 650 Nm.

Transmisinya masih tetap versi automatic 8-speed seperti versi standardnya. Sistem penggerak all-wheel drivenya pun sama.

Performa yang menggelora diimbangi paket M Driver’s Package sebagai kelengkapan standar. Software setelan suspensi diracik ulang. Penguatan dilakukan pada sasis depan. Sistem rem diupgrade dengan versi high performance. Tersedia pula opsi rem cakram keramik-karbon. Sistem exhaust sport dengan adjustable valves dan pipa peredam titanium bikin suara makin menggelora.

Upgrade Ektensif

Agar karakter balap semakin kental, perlu upgrade yang lebih ekstensif di sejumlah sektor. Lips spoiler ala mobil balap dipasang pada bemper belakang. Grille dibuat lebih polos dan free-flow tanpa bingkai chrome. Aliran udara ke radiator kian leluasa. Mika lampu LED siang hari pakai warna kuning seperti mobil balap.

Diet bobot juga dilakukan. Kap mesin, splitter depan dan sirip diffuser belakang, air intakes depan hingga spion pakai bahan serat karbon. Walau bobot cuma berkurang 15 kg, tapi gaya tampilan makin garang. Gaya balap makin sempurna dengan satu set pelek M light-alloy 19 inci di depan dan 20 inci di belakang.

M3 CS Touring dilengkapi jok balap M Carbon dengan setelan elektronik dan penghangat. Setir sport BMW M berbalut kulit Alcantara. Emblem “CS” pun dilengkapi lampu iluminasi. M3 CS Touring pun siap menggerus aspal jalan raya dan tarmac sirkuit balap.

Hasil rombakan pada M3 versi wagon favorit para kaum hawa ini sangat memuaskan. Saat pedal gasnya direbahkan, cuma butuh 3,5 detik untuk mencapai 100 km/jam dan 11,7 detik untuk tembus 200 km/jam. Top speed bisa menyenggol angka 300 km/jam.

Beredar Mulai Maret 2025

Ya, BMW M3 CS Touring akan beredar mulai Maret 2025 mendatang. Sebarannya mulai dari Eropa, Australia, Jepang, hingga Korea Selatan. Tak disebutkan berapa unit yang akan diproduksi dan berapa kuota yang disediakan untuk setiap negara tujuan.

Di Inggris harganya mulai dari £120.600 atau setara Rp 2,44 miliaran. Sedangkan di Negeri Kanguru harganya AU$253.900 atau sekira Rp 2,57 miliaran.

Valentino Rossi Finish Posisi 6 di Bathurst 12 Hours

Tahun ini merupakan tahun pertama bagi Valentino Rossi berlaga di balap ketahanan Bathurst 12 Hours di Australia. Rossi bersama rekan satu timnya di WRT, mengandalkan mobil balap BMW M4 GT3.

Pada event balap berkategori pro-amatir ini, para pembalap harus menggerus aspal sirkuit Mount Panorama di New South Wales, Australia dengan panjang lintasan 6,213 km selama 12 jam. Bukan main-main.

Sesi latihan kedua yang berlangsung hari Jumat (3/2) lalu, Rossi berhasil menorehkan catatan waktu tercepat sebelum sesi balap Bathurst 12 Hours dimulai. Sebuah pertanda baik, mengingat sirkuit Mount Panorama terkenal dengan tikungan sangat menantang. Pasalnya, Rossi baru kali ini benar-benar mencicipi aspal Mount Panorama di sepanjang karir balapnya baik dengan motor maupun mobil balap.

“Mount Panorama merupakan salah satu trek yang cukup sulit dan sangat menantang. Bahkan saat saya mencobanya di simulator mulai dari PlayStation hingga iRacing.” ungkap Valentino Rossi seraya tertawa lebar.

Rossi Dan Tandemnya Finish Posisi 6

Penyelenggaraan balap ketahanan LIQUI MOLY Bathurst 12 Hour tahun ini memecahkan rekor pengunjung. Selama tiga hari, tercatat sekitar 53.446 penonton memadati sirkuit Mount Panorama dan memecahkan rekor tahun 2019. Mungkin debut balap perdana Valentino Rossi pada event ini menjadi salah satu penyebab membludagnya jumlah penonton.

Sejak start hingga sepanjang laga berlangsung diwarnai sejumlah drama, termasuk mobil balap yang ngadat. Sebuah hal yang lumrah terjadi pada ajang balap ketahanan. Mobil disiksa selama seharian nyaris tanpa henti kecuali masuk pit stop untuk ganti ban, isi bensin atau berganti pilot.

Bathurst 12 Hours tahun ini pun dimenangkan pembalap asal Perancis, Jules Guonon dari tim balap SunEnergy1 AKKodis ASP. Ia berhasil membawa Mercedes-AMG GT3 Evo besutannya mencapai finish di waktu terakhir dengan menyelesaikan 323 lap. Guonon tahun ini berlaga bersama Kenny Habul dan Luca Stolz dengan nomor start 75.

Kemenangan Jules Guonon tahun ini membuatnya menjadi pembalap Perancis pertama yang berhasil hattrick menjuarai Bathurst 12 Hour selama tiga kali berturut-turut. Valentino Rossi, Augusto Farfus dan Maxime Martin dengan BMW M4 GT3 No.46 bergumul selama 12 jam sebanyak 322 lap dan berakhir finish di posisi 6. Sementara BMW M4 GT3 No.32 dari tim WRT yang dipiloti oleh Charles Weerts, Dries Vanthoor dan Sheldon van der Linde, berhasil finish di posisi keempat dengan total 323 lap.

Awal yang cukup bagus bagi tim WRT, meski Rossi dan rekan semobilnya tak masuk ke posisi lima besar.

Lelang Amal Tim MARC I Mazda

Debut perdana Valentino Rossi pun disambut hangat tak hanya oleh para penonton, namun juga tim balap asal Australia, MARC I Mazda.

Salah satu atap mobil balap MARC Mazda 3 V8 dari MARC I Mazda dihiasi gambar logo ‘The Doctor’ dan helm MotoGP dengan wajah Vale saat mengerem di tikungan San Donato ketika berlaga di sirkuit Mugello. Seluruh pembalap yang berlaga pun menandatangani atap mobil tersebut.

Seusai balap Bathurst 12 Hour, atap mobil dicopot dan dilelang. Seluruh dana dari hasil pelelangan tersebut didonasikan kepada badan amal Ronald McDonald House Charities. Well done, Vale…