Green SM Gandeng Taksi Komotra, Resmi ‘Ngaspal’ di Bali

Green SM resmi mulai beroperasi di Bali, melalui kemitraan strategis dengan Taksi Komotra. Kolaborasi ini untuk menghadirkan layanan taksi berbasis kendaraan listrik sepenuhnya. Guna mendukung agenda pariwisata berkelanjutan, dan mobilitas perkotaan di Pulau Bali.

Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-238 Kota Denpasar, Green SM menghadirkan promo potongan tarif sebesar 25 persen. Sehingga maksimal hemat hingga Rp 238 ribu per perjalanan dalam periode terbatas.

Dalam skema kemitraan ini, Green SM menyediakan teknologi platform, armada kendaraan sepenuhnya listrik, standar operasional, serta sistem pengembangan pengemudi. Sedangkan Taksi Komotra berkontribusi melalui pengalaman dan jaringan operasionalnya, sebagai operator transportasi lokal di Bali. Kolaborasi ini memadukan teknologi mobilitas listrik, dengan kapabilitas operasional di lapangan, untuk menghadirkan model transportasi yang terstruktur dan terkelola.

Kontribusi Positif Bagi Lingkungan

Dalam operasionalnya di Bali, layanan Green SM berpegang pada komitmen 5 Green Promises, sebagai standar pelayanan sejak perusahaan berdiri. Melalui komitmen ini, setiap perjalanan dirancang untuk memberikan pengalaman yang nyaman bagi pelanggan. Didukung oleh pengemudi profesional, kendaraan yang aman dan berkualitas. Tak lupa tarif yang transparan, serta kontribusi positif bagi lingkungan.

Green SM menghadirkan armada taksi listrik sepenuhnya yang ramah lingkungan, tanpa emisi gas buang. Setiap kendaraan dirawat dengan standar teknis dan keselamatan yang ketat, agar perjalanan selalu nyaman, sekaligus membantu menciptakan kualitas udara yang lebih bersih.

Salah satu pilar utama peluncuran ini adalah ekosistem Green SM Driver. Para pengemudi mengusung lima nilai utama, yaitu Respek, Profesionalisme, Dedikasi, Disiplin, serta Penghasilan Kompetitif dengan Jalur Karier yang Stabil. Melalui pelatihan terstruktur, sistem pendapatan yang transparan, dan tata kelola layanan yang disiplin. Inisiatif ini bertujuan menjadikan profesi pengemudi sebagai pekerjaan yang lebih dihargai.

Pakai Standar Operasional yang Jelas

Peluncuran ini berlangsung di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas yang didorong oleh pertumbuhan pariwisata serta aktivitas transportasi harian masyarakat di Bali. Berdasarkan proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), jumlah tenaga kerja hijau di Indonesia diperkirakan mencapai 4,8–5,3 juta orang pada 2029, mencerminkan potensi ekonomi yang luas dari sektor industri berkelanjutan.

“Kemitraan dengan Taksi Komotra mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem mobilitas yang berkualitas dan tertata dengan baik di Indonesia.Dengan memadukan kendaraan listrik, pengembangan pengemudi profesional, serta standar operasional yang jelas,” ungkap Deny Tjia, Managing Director Green SM Indonesia.

“Kami bangga dapat bermitra dengan Green SM untuk menghadirkan layanan taksi listrik di Bali. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memberikan layanan yang lebih baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan, sekaligus mempersiapkan diri menuju masa depan transportasi yang berkelanjutan,” sambut H. Hasbi, Ketua Koperasi Komotra.

Peluncuran layanan di Bali menjadi tonggak strategis berikutnya dalam ekspansi Green SM di Indonesia, setelah sebelumnya hadir di sejumlah kota utama seperti Jakarta, Makassar, Bekasi, dan Surabaya. Seiring dengan semakin luasnya jangkauan layanan di berbagai wilayah, Green SM berkomitmen terus mengembangkan ekosistem mobilitas listrik yang ramah lingkungan, berkualitas, dan memberikan manfaat ekonomi bagi banyak pihak.

Green SM Siap ‘Narik’ dari Stasiun KCIC Halim

Kehadiran kereta cepat telah mengubah cara masyarakat Jakarta bepergian ke Bandung, dengan menawarkan alternatif perjalanan yang lebih cepat, senyap, dan dan efisien. Namun, bagi banyak penumpang, perjalanan tidak berhenti di gerbang stasiun. Mulai 18 Desember 2025, Green SM resmi beroperasi di stasiun KCIC Halim, dengan menghadirkan layanan taksi listrik penuh bagi penumpang yang bepergian dari dan menuju stasiun.

Transportasi antarkota berkembang pesat menjadi semakin bersih dan efisien. Namun di sisi lain, perjalanan awal dan akhir di sekitar transportasi umum masih sangat bergantung pada kendaraan konvensional berbahan bakar bensin. Berdasarkan laporan inventarisasi emisi Jakarta, sektor transportasi menyumbang sekitar 46 persen dari total emisi kota, dengan kendaraan jalan raya sebagai kontributor terbesar, terutama di kawasan perkotaan dengan kepadatan lalu lintas tinggi.

Frekuensi Perjalanan Untuk Keperluan Bisnis

Studi juga menunjukkan bahwa transportasi menghasilkan dua jenis polutan (PM2.5 dan black carbon). Dua polutan ini erat kaitannya dengan emisi kendaraan bermotor. Serta tingkat kemacetan di kawasan dengan aktivitas tinggi, seperti stasiun, kawasan komersial, dan pusat kegiatan perkotaan.

Konektivitas kereta yang semakin cepat mendorong frekuensi perjalanan untuk keperluan bisnis, liburan singkat, maupun perjalanan akhir pekan. Namun, ketika tahap akhir perjalanan, masih bergantung pada kendaraan konvensional di kawasan padat lalu lintas. Sebagian manfaat lingkungan dan kenyamanan yang ditawarkan perjalanan kereta, menjadi tidak sepenuhnya optimal.

Dalam hal ini, meningkatnya kebutuhan akan perjalanan yang lebih bersih dan nyaman, mobilitas listrik mulai memainkan peran nyata di Stasiun KCIC Halim, terminal Jakarta untuk Kereta Cepat Indonesia – China (Whoosh). Layanan ini beroperasi dari area penjemputan khusus di dalam kawasan stasiun, memungkinkan transisi perjalanan yang lebih praktis dan bebas repot.

Tekan Emisi Secara Signifikan

Selain mempertimbangkan faktor lingkungan, faktor operasional turut menentukan efektivitas layanan first-mile dan last-mile. Kendaraan Green SM yang melayani Stasiun Whoosh Halim tidak terdampak kebijakan ganjil-genap Jakarta, sehingga membantu mengurangi ketidakpastian waktu tempuh, terutama pada jam sibuk ketika kepadatan lalu lintas di sekitar stasiun meningkat.

Kehadiran taksi listrik di Stasiun Whoosh Halim selaras dengan karakter kereta cepat yang sepenuhnya bertenaga listrik. Elektrifikasi kereta mampu menekan emisi secara signifikan dalam perjalanan antarkota. Maka perluasan mobilitas listrik memungkinkan manfaat tersebut berlanjut setelah penumpang meninggalkan stasiun. Dengan demikian, pengalaman perjalanan rendah emisi dapat dirasakan secara lebih menyeluruh, dari awal hingga akhir perjalanan.

“Seiring perjalanan kereta yang semakin cepat dan efisien, perhatian juga perlu diberikan pada pengalaman penumpang setelah turun dari kereta. Melalui kolaborasi Green SM dengan Stasiun Whoosh Halim, kami ingin mendukung perjalanan yang lebih mulus sejak penumpang tiba hingga mencapai tujuan akhir,” kata Deny Tjia, Managing Director Green SM Indonesia.

Sistem Tarif yang Transparan

Sedangkan KCIC terus berupaya untuk menunjukkan komitmennya terhadap energi terbarukan dan transportasi hijau melalui beberapa inisiatif. Salah satunya dengan menggandeng Green SM sebagai moda transportasi lanjutan yang ramah lingkungan.

“KCIC memandang pengembangan kereta cepat tidak dapat dipisahkan dari penguatan konektivitas first-mile dan last-mile yang berkelanjutan. Kolaborasi dengan Green SM ini menjadi bagian dari komitmen KCIC dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang konsisten, ramah lingkungan, dan nyaman. Dari stasiun hingga tujuan akhir penumpang,” imbuh Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC.

Seluruh armada Green SM menggunakan 100 persen mobil listrik VinFast yang menghasilkan nol emisi gas buang. Penggunaan kendaraan listrik VinFast, yang didukung oleh standar kondisi armada yang terjaga. Serta pengelolaan mitra pengemudi yang profesional, menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih tenang, bersih, dan konsisten.

Green SM memiliki sistem tarif yang transparan melalui aplikasi, alur layanan yang jelas, dan dapat diprediksi. Sehingga dapat menjadi pilihan mobilitas yang praktis, andal, dan ramah lingkungan untuk kebutuhan perjalanan perkotaan sehari-hari.

Sebagai bagian dari peluncuran layanan di Stasiun Whoosh Halim, Green SM menghadirkan promo diskon 15 persen hingga Rp 50 ribu, untuk perjalanan menuju dan dari stasiun Whoosh Halim. Pengguna baru juga dapat menikmati total potongan hingga Rp 150 ribu, melalui program promo awal. Sebagai upaya mendorong lebih banyak masyarakat beralih ke transportasi yang nyaman dan ramah lingkungan.