BYD Atto 2 Launching di Barcelona, Indonesia Kapan?

Setelah dinantikan kemunculannya di pasar Eropa, BYD Atto 2 DM-i (PHEV) resmi tampil perdana di Barcelona, Spanyol. Mobil yang di pasar domestik RRC kenal sebagai Yuan UP ini diluncurkan bersama Atto 2 Comfort EV.

BYD Atto 2 PHEV menawarkan keunggulan daya jelajah mode hybrid gabungan yang mencapai 1.020 km. Cukup fantastis.

Di pasar Eropa, BYD telah memasarkan beberapa model termasuk Seal, sedan Han, SUV Tang, dan hatchback Atto 3. Dengan tambahan Atto 2 DM-i dan Atto 2 Comfort, BYD menawarkan pilihan compact crossover, sedan, dan SUV yang lebih variatif dengan mesin hybrid maupun versi EV.

Kehadiran BYD di Benua Biru tentu tak bisa dipandang sebelah mata. Saat ini BYD telah hadir di 33 negara Eropa. Rencananya akan ada 1.000 lokasi retail BYD yang beroperasi pada akhir tahun 2025 di seantero Eropa.

Versi PHEV Tak Kalah Memikat

Sebagai ciri khas pembeda dari versi EV, BYD Atto 2 DM-i (PHEV) hadir dengan warna eksklusif “Midnight Blue”.

Karena ini adalah mobil plug-in hybrid yang masih membopong mesin bensin, bagian depan tersemat grille yang lebih besar. Aliran udara yang masuk akan mendinginkan mesin. Emblemnya pun didesain ulang.

Lampu depan LED, lampu belakang model lightbar yang selebar bodi dan gaya bodikit aerodinamis membedakannya dari Atto 2 EV standar.

Kemasan interiornya pun sedikit beda dari versi EV dengan karakter gaya khas Eropa. Pada dashboard terpasang layar sentuh 12,8 inci penampil sistem multimedia terpadu. Panel instrumen menggunakan layar 8,8 inci.

Jok kulit vegan berkesan mewah dirancang ergonomis sesuai postur tubuh orang Eropa. Nuansa mobil bergaya premium pun sangat kental dengan pencahayaan ambient dan sunroof kaca panoramik. Selain itu, pada konsol tengah terdapat ada kompartemen kacamata khusus dan wireless charger pad untuk pengecasan daya ponsel.

Tak hanya ruang kabinnya yang berkesan lapang, ruang bagasinya yang berkapasitas 425 liter dapat dimekarkan jadi 1.335 liter jika kursi belakangnya dilipat.

Jarak Jelajah PHEV Jadi Poin Plus

Sistem penggerak hybrid yang dibekalkan pada Atto 2 DM-i tersedia dalam dua varian:

Pada varian Active, mesin bensin 1.5 liter dipadukan dengan motor listrik 122 kW (164 hp). Baterai Blade 7,8 kWh yang diusung memberi daya jelajah mode EV hingga 40 km dan total jangkauan gabungan hybrid hingga 930 km

Pada varian Boost, output motor listriknya 156 kW (209 hp) dengan baterai 18 kWh. Daya jelajah mode EV di kisaran 90 km dan daya jelajah mode hybrid tembus 1.020 km.

Yang bikin beda dari mobil bermesin bensin biasa, BYD Atto 2 DM-i PHEV konsumsi BBM mode hybridnya sangat irit yakni 1,8 liter/100 km (standar uji WLTP). Lebih kurang hanya butuh seliter bensin untuk jarak 55,5 km!

Dengan sumber listrik AC 220V, pengecasan menggunakan wall box charger 6.6 kW dari 15 hingga 100 persen butuh waktu sekira 3 jam.

Keunggulan lain dari Atto 2 DM-i PHEV yakni dilengkapi kemampuan berbagi daya listrik Vehicle-to-Load (V2L). Layaknya genset portabel, daya listrik baterai bisa disalurkan hingga 3,3 kW untuk kebutuhan perangkat listrik eksternal.

BYD Atto 2 Comfort EV

Untuk menjawab tantangan jarak jelajah mobil listrik di Eropa yang makin meningkat, diluncurkanlah versi upgrade yakni Comfort.

BYD Atto 2 EV standar yang beredar di Eropa sebelumnya hanya dibekali baterai 45 kWh dengan jarak jelajah 312 km. Jelas kalah dari kompetitor lainnya yang tembus lebih dari 450 km. BYD pun menjawabnya dengan Atto 2 Comfort. Baterai yang dibopong dayanya lebih besar yakni 64.8 kWh. Jarak jelajah pun bertambah 118 km menjadi 430 km.

Kapasitas daya yang lebih besar diimbangi dengan kemampuan pengecasan yang lebih baik. Sebelumnya, kemampuan charging dengan charger DC hanya 65 kW. Butuh 37 menit untuk pengecasan 10-80 persen.

Pada versi Comfort, kemampuan charging diupgrade menjadi 155 kW. Pengisian daya 10-80 persen pun kini cuma butuh 25 menit.

Performa Atto 2 Comfort pun lebih baik dari versi sebelumnya yang sebesar 130 kW (174 hp) dengan torsi 290 Nm (varian Active dna Boost).

Atto 2 Comfort kini dibekali motor listrik 150 kW (201 hp) dengan torsi 310 Nm. Sprint 0- 100 km/jam butuh waktu 7.9 detik. Hanya beda tipis dari Atto 2 DM-i Boost yang butuh waktu 7.5 detik.. Kecepatan maksimum mencapai 160 km/jam, selisih tipis dari Atto 2 DM-i Boost yang bisa tembus 180 km/jam.

Dapat dimaklumi, baterai yang lebih besar membuat bobot Atto 2 Comfort bertambah 150 kg dibandingkan versi sebelumnya.

Soal harga, Atto 2 Comfort dibanderol mulai dari €41.990 (sekira Rp 810 jutaan). Sekira €6.000 (Rp 116 jutaan) lebih mahal dari Atto 2 EV standar. Unitnya sudah bisa dipesan di sejumlah negara aeropa termasuk Jerman dan Spanyol.

BYD Atto 2 DM-i baru resmi dipasarkan pada awal 2026. Untuk varian Active label harganya mulai dari €35.990 (sekira Rp 695 jutaan). Sedangkan varian Boost €38.990 (sekira Rp 753 jutaan).

BYD Atto 2 Bakal Masuk Indonesia?

Beberapa waktu lalu nama Atto 2 muncul di laman PKB Samsat Jakarta. Tentunya imi adalah isyarat jika BYD Atto 2 bakal segera dipasarkan di Tanah Air.

Pada laman database tertera Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) yang sudah terdaftar ada dua tipe. Pertama berkode SC3E-ETD-1 (4X2) AT dengan NJKB Rp 281 juta dan yang kedua berkode SC3E-STD-1 (4X2) AT senilai Rp 245 juta.

Angka yang tertera masih sebatas harga faktur kosongan, belum termasuk biaya pajak dan administrasi lainnya. Oleh sebab itu harga jual resminya nanti akan berbeda.

Nah, jadi kapan BYD bakal memboyong Atto 2 versi terbaru ini ke Indonesia?

 

 

review BYD Atto 3

Lima Hari Bersama BYD Atto 3, Ternyata Kami Keliru

BYD Atto 3 adalah satu-satunya kendaraan SUV elektrik di kandang produsen Cina ini, untuk pasar Indonesia. Mobil ini didatangkan bersamaan dengan BYD Dolphin dan Seal ke Indonesia.

Kami pernah mencoba sepintas ketiga produk BYD tersebut. Namun baru Atto3 yang bisa dicoba lebih mendalam. Tidak kurang dari 300 km, kami berjalan melalui rute yang beragam dengan mobil ini.

Untuk diketahui, Atto 3 dijual dengan harga Rp 515 juta (OTR Jakarta) dibekali motor listrik tunggal berkekuatan 150 kW atau setara 201,1 hp. Bandingkan dengan rivalnya seperti MG ZS EV yang bertenaga 170 hp.

Ini memberikan kami ekspektasi performa sebuah SUV kencang yang mungkin bisa diajak agak liar di jalanan. Tapi kami keliru.

Desain & Rekayasa

BYD Atto3 berdiri di atas basis bernama e-Platform 3.0. Fondasi ini dibuat khusus untuk jadi mobil listrik, dan mengakomodir segala hal penting untuk EV seperti Blade Battery khas BYD, sistem pendingin sel dan sebagainya.

Artinya Atto 3 juga punya lantai rata yang lega. Pengaturan kursi yang memungkinkan untuk ruang kaki dan kepala yang nyaman.

Kursinya mampu menampung lima orang, sandaran jok belakang bisa dilipat dengan komposisi 60:40. Kapasitas bagasinya, kata BYD 440 liter sampai 1.340 liter.

Di luar itu, engineer BYD memanfaatkan konstruksi kaki depan MacPherson Strut dan suspensi belakang model multi-link. Ini resep jitu yang biasanya dipakai oleh mobil menengah. 

Secara dimensi, Atto 3 memiliki panjang 4.455 mm, lebar 1.875 mm dan tinggi 1.615 mm. Jarak sumbu roda tercatat 2.720 mm. Jarak pijak roda (wheel track) sebesar 1.575 mm (depan) dan 1.580 mm (belakang).

Secara keseluruhan, kalau boleh membandingkan, mobil ini lebih besar dalam semua ukuran, dibanding Honda HR-V RS yang harganya juga Rp 500 jutaan (542 juta OTR, Jakarta).

Interior & Kelengkapan

Jujur, tidak ada yang mengejutkan di bagian ini. Kalau Anda pernah mencoba BYD, yang mana saja, pasti familiar dengan kualitas kabinnya yang bisa dibilang berkualitas. Kelengkapan dan fiturnya juga patut diacungi jempol. 

BYD Atto 3 juga senada. Dari dashboard, jok hingga plafon dibekali material yang tidak bisa dibilang murah. Bergam hal unik bisa ditemukan di kabin mobil ini.

Door pocket dibekali penahan berbentuk senar tebal yang bernada kalau Anda petik. Agak kurang fungsional kalau harus menyimpan handphone, tapi cukup bisa menyimpan tempat minum.

Bentuk kisi AC beda dengan yang lain dan mudah dioperasikan. Lalu tuas transmisi juga mudah dioperasikan dan tidak sulit dijangkau.

Layar monitor besar memuat berbagai informasi dan hiburan melalui beragam koneksi seperti Andriod Auto atau Apple Carplay. Dan seperti di BYD lain, orientasi layar bisa diubah dari horisontal jadi vertikal. 

Jok yang kami harus akui ergonomis. Model semi bucket yang memberikan pelukan mumpuni. Menahan badan saat mobil bermanuver dan dibekali pengaturan elektrik yang memudahkan.

Kemudi terasa agak terlalu tebal untuk digenggam, namun sekali lagi terasa kalau balutan kulit imitasi yang dipakai cukup berkualitas.

Sayang, pengaturan jajaran tombol di setir kurang memikat. Kami berharap yang dioperasikan oleh jempol kiri untuk sistem infotainment, karena posisi layar ada di kiri pengemudi. Kanan untuk mengakses informasi dan fitur berkendara. Idealnya begitu.

Tapi semuanya mudah dipahami dan digerakkan. Jadi hal diatas bisa dilupakan begitu Anda terbiasa.

Pengendaraan & Pengendalian

Dan di sini yang kami bilang keliru. Lontaran tenaga 201 hp tadi disalurkan terlalu baik ke roda depan. Di mode Sport pun, meski reaksinya akan membuat badan Anda akrab dengan sandaran jok, tapi kami berharap lebih.

review BYD Atto 3

Dan itu memang salah kami. Ini adalah mobil keluarga yang didesain untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan.

Dan itulah yang diberikan BYD Atto 3. Perjalanan Jakarta-Sukabumi-Puncak-Jakarta memberikan impresi ini mobil yang capable.

Penyaluran tenaga tidak perlu diragukan. Dalam mode Normal, semua yang Anda butuhkan untuk pengendaraan di jalan luar kota non-tol sudah tersedia. Tenaga dan torsi instan memudahkan proses overtake (menyusul).

Kemudinya, ini yang sangat kami suka. Meskipun masih terasa artifisial, tapi bobotnya mumpuni. Saat diputar, kemudi tidak terasa kosong dan kami percaya diri ‘menekuk’ Atto 3 di tikungan tajam.

Peredaman kaki juga mengejutkan. Kami berharap akan keras karena ini SUV. Tapi konstruksi kaki-kaki yang disebutkan di atas, mewujudkan mobil yang stabil di berbagai tingkat kecepatan.

Ditambah baterai Blade yang ‘menguasai’ kolong mobil, membuat titik bobot jadi rendah. Dua resep mumpuni untuk membuat mobil stabil.

Di kecepatan rendah, kadang terasa bagian belakang seperti menendang lebih keras dibanding depan. Sangat jarang, tapi beberapa kali kami rasakan saat melewati jalanan bergelombang. Ingat, bergelombang. Bukan berlubang. Mungkin karena belakang juga tidak diisi beban.

Kesimpulan

Kalau punya dana Rp 515 juta, kami beli mobil ini. Apa yang ditawarkan BYD Atto 3 sepadan dengan harga yang tertera. Meski kalau nanti sudah CKD, pasti ada revisi harga.

Lima hari pengujian, menghasilkan kenangan yang cukup membekas. Memang, ada saja yang kurang. Seperti fitur preventif yang terlalu gelisah. Ujung-ujungnya memberikan peringatan yang berisik dan dimatikan.

Overall, ini mobil enak. Untuk harian dan luar kota bersama keluarga. Kalau merasa perlu memuaskan adrenalin bisa saja, tapi segalanya akan diperhalus. Sehingga keluarga Anda tidak mual.

Review BYD Atto3

Review BYD Atto3: Pilihan Baru Para Penyuka Mobil Listrik

Kami berkesempatan melakukan review BYD Atto3 dan mencicipi sensasinya. Ini adalah medium SUV bertenaga listrik yang bakal dipasarkan di Tanah Air. Perjalanannya tak terlalu jauh. Hanya di seputaran Jakarta… lalu bablas ke Bandung.

Jujur, dari segi tampilan eksterior, BYD Atto3 terlihat biasa saja. Desainnya tak seheboh atau seatraktif SUV bertenaga listrik dari brand lainnya. Nah, justru inilah yang bikin kami jadi penasaran.

Tampilan depan yang tanpa grille plus desain lampu LED model melintang selebar bonnet tak jauh beda dari mobil listrik lain pada umumnya.

Bentuk bagian belakang pun tak terlalu futuristik. Namun tulisan “Build Your Dreams” yang terpampang pada pintu bagasinya nampak jelas dan begitu persuasif. Seolah mengajak siapapun yang membacanya untuk bersemangat mewujudkan impian dan cita-cita mereka.

Yang memikat pada area eksterior justru pilihan warnanya. Dimulai dari warna kelabu Boulder Grey bagi yang tak ingin warna mencolok. Lalu ada nuansa biru Surf Blue yang cocok buat kaum muda. Bagi yang ingin tampil PD ada Parkour Red. Nuansa warna merah ‘jreng’ dijamin bikin tatapan mata menoleh pada BYD Atto3.

Interior Menyenangkan

Saat masuk ke kabin, benar dugaan kami. Area interior BYD Atto3 dikemas cukup unik. Sangat kontras dibandingkan tampilan eksteriornya. Memang tak sefuturistik mobil listrik lainnya seperti Hyundai Ioniq 5 atau BMW i3. Namun terkesan tak membosankan.

Layar head unit yang besar memang jadi salah satu magnet pemikat sekaligus daya jual dari mobil ini. Hanya saja terasa kurang imbang dengan layar instrument berkendara di balik setirnya yang kekecilan. Area ini akan kami bahas nanti.

Menguatkan kesan aktif sebuah SUV, berbagai elemen terinspirasi dari peralatan gym. Seperti pegangan pintu bergaya benchpress, flip AC barbel dan transmisi bergaya kettlebell. Bukan main. 

Material joknya meskipun tak mewah, namun desain joknya ergonomis dan mampu menopang tubuh dengan baik. Posisi duduk pengemudi maupun penumpang depan dan belakang bisa dikatakan cukup nyaman.

Bicara belakang, jok di bagian ini biasanya posisi duduknya paling kurang nyaman. Namun tidak demikian pada BYD Atto3. Ruang kaki penumpang cukup leluasa dan lutut tidak mentok. Kepala penumpang jok belakang pun tak mepet dengan plafon. Hanya tali seatbelt akan menyentuh kulit leher saat digunakan.

Sistem penyejuk udara mobil ini pun terbilang modern dengan pengaturan otomatis. Bahkan di sejumlah negara BYD Atto3 dilengkapi filter udara PM 2.5 yang dapat meningkatkan kualitas udara pada kabin sehingga bebas bakteri dan alergen.

Fitur Memikat

Nah, ini dia. Yang paling mencolok pada interior BYD Atto3 adalah area dashboardnya. Layar head unit tadi, terbilang extra large yakni 15.6-inci. Seperti pada BYD Dolphin, orientasi tampilan layarnya dapat diputar, baik vertikal (portrait) maupun horizontal (landscape). Pengaturan posisi layar cukup dengan menekan tombol pada setir.

Fitur infotainment yang ada pada mobil ini tak beda dengan mobil sejenis dari brand asal Eropa. Anda dapat mengakses fitur Apple CarPlay dan dua aplikasi terpisah secara bersamaan pada layar. Kamera parkir sudah tentu ada pada mobil ini.

Desain speaker mobil ini pun atraktif. Bentuknya terlihat mirip gitar. Nah, karena ada dua varian Atto3, sistem audio  yang dibekalkan pun sedikit dibedakan. Untuk varian Advanced dilengkapi sistem audio dengan 6 speaker. Untuk varian Superior, sistem audionya lebih mewah yakni HD Sound dengan delapan speaker.

Fitur panoramic sunroof yang saat ini tengah banyak diperbincangkan para konsumen di Tanah Air juga terdapat pada BYD Atto3. Memang tak harus ada. Tapi pihak pabrikan merasa perlu untuk membekalinya sebagai pendongkrak daya pikat. Ini jadi salah satu point plus segar dari BYD Atto3. Soal performa, kami akan lanjutkan review BYD Atto3 ini di artikel berikutnya.