Citroen Basalt Indonesia

Ada di GJAW 2024, Citroen Basalt Tampil Perdana di Indonesia

Kehadiran Citroen di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2024 memberikan suasana berbeda. Tema booth-nya ‘From France To Indonesia’ lengkap dengan Citroen DS milik kenalan Paman Didot hadir di acara ini. Tapi yang penting, mereka memperkenalkan Citroen basalt. Apa lagi itu?

Citroen basalt adalah SUV modern yang menganut bentuk atap lengkung seperti coupe. Kehadiran mobil ini, menurut keterangan resmi Citroen, ‘menandai langkah baru bagi Citroën di segmen SUV, melanjutkan kesuksesan lini produk Ë-C3 dan C3 Aircross SUV’.

Citroen basalt di GJAW 2024

“Bersamaan dengan momen spesial ini, Citroën dengan bangga memperkenalkan tampilan eksterior perdana Citroën Basalt kepada masyarakat Indonesia, menghadirkan desain SUV Coupé yang berkarakter dan siap memberikan pengalaman berkendara yang berbeda di kelasnya,” tutur Tan Kim Piauw, CEO Citroën Indonesia.

Citroen Basalt mengedepankan kesan tangguh seperti batu basal vulkanik. Namun tetap menampakan kesan tenang. Masih menurut Citroen Indonesia, hal itu tercermin dari desainnya yang terlihat berani, tapi elegan. Kami harus mengamini pernyataan itu. Mobil ini bentuknya memang beda.

Citroen basalt

Basalt dibekali ground clearance yang tinggi dengan pelek ukuran 16 inci. Melihat dari sisi tersebut, sepertinya mobil ini memang siap untuk melewati jalanan off road ringan. Tinggi dengan pelek yang tidak terlalu besar, jadi modal utamanya.

Parasnya dibekali lampu depan LED dengan proyektor dan juga lampu siang dengan desain yang disebut X Shaped Split DRL. Lampu belakangnya terlihat tegas dengan pahatan tiga dimensi.

Yang bisa jadi sorotan juga adalah akses bagasi yang bukan main. Ini adalah salah satu keuntungan mobil dengan atap lengkung yang menyatu dengan penutup bagasi.

Kehadiran Citroen Basalt di GJAW 2024 memang baru sekedar perkenalan. Namun gosipnya, mobil yang sukses di India dan Amerika Selatan ini akan segera masuk lini produksi CKD di Indonesia. Kita tunggu saja.

Peluang Besar Citroën Basalt di Segmen Unik

Berkunjung ke Stellantis Design Center, di Vélizy-Villacoublay, Prancis, memang selalu penuh dengan kejutan. Kali ini, Citroën secara khusus memperlihatkan sosok terbaru yang (mungkin saja) bakal masuk ke pasar otomotif Indonesia. Ya, kami melihat langsung Citroën Basalt, sebuah produk yang memiliki tampilan menarik. Sebab bergaya Crossover Sport Utility Vehicle (SUV), namun dengan desain bodi coupe.

Nama Basalt sendiri berasal dari nama jenis batuan vulkanik. Pemilihan nama ini mungkin menggambarkan karakter sebuah SUV yang kokoh. Namun, sebenarnya Citroën sudah pernah menggunakan nama yang serupa, yakni Basalte, pada tahun 1978. Kala itu nama Basalte disematkan pada salah satu varian terbatas dari Citroën GS.

Citroën Basalt menggabungkan aspek kedinamisan ala mobil coupe, dengan keunggulan sebuah Crossover SUV, ditambah kelapangan mobil lima pintu. Citroën Basalt dikembangkan oleh tim yang memiliki banyak ide, dan didukung dengan sejumlah bahasa desain dari C3 serta C3 Aircross.

Siluet bodi khas coupe terlihat jelas dari bagian atap, sejak pilar B menuju ke buritan. Citroën yakin bahwa mobil ini memperlihatkan karakter modern dan terlihat menarik. Meskipun dalam posisi diam. Pada saat yang sama, aspek ketangguhan disuguhkan melalui ground clearance yang agak tinggi, sekaligus dengan sumbu roda yang lebar.

Sebagai model baru di jajaran produk Citroën, Basalt menjadi model ketiga yang menjadi bagian dari program C-Cubed. Yang mana program ini dikembangkan secara khusus, untuk mendongkrak angka penjualan kendaraan Citroën di sejumlah negara. Sebut saja Brazil, Argentina, India, dan tentu saja Indonesia. Ya, jadi ada peluang besar bagi Basalt untuk segera mengaspal di Tanah Air. Apalagi di Indonesia, sepertinya Citroën Basalt belum punya rival yang berwujud serupa.

Sayang sekali, mengenai spesifikasi lengkap Citroën Basalt yang bakal masuk ke Indonesia, belum diungkapkan. Kami menduga, mungkin nanti mesinnya akan serupa dengan C3 Aircross. Untuk sektor suspensi, kemungkinan ada perbedaan dengan saudara kandungnya. Mengingat kedua bobot kendaraan memang saling berbeda.