Review: Hyundai Ioniq 5 N 

Momen libur 17-Agustusan pada akhir pekan lalu suasana jalan raya pusat kota Jakarta santai dan lengang  Nah, ini dia… kesempatan yang pas bagi kami untuk mencicipi sensasi berkendara dengan Hyundai Ioniq 5 N.

Bicara soal mobil listrik (EV) terlebih lagi versi performa tinggi, Hyundai Ioniq 5 N memang selalu bikin penasaran dan ketagihan. Anda dijamin bakal ingin selalu mencobanya lagi dan lagi…

Beda Gaya, Beda Rasa

Dari segi tampilan, tentu akan subyektif karena berdasarkan preferensi selera yang tak sama. Ada yang kurang sreg, ada yang suka, dan ada yang suka banget.

Selain emblem huruf “N” yang jadi ciri khas, pembeda lainnya dari Ioniq 5 biasa adalah body kit pendongkrak gaya aerodinamika. Jadi bukan sekadar garnish aksesoris yang bikin tampilan makin gaya. Itu dari luar.

Di bagian dalam pun kemasannya sangat berbeda. Nah, kokpit Hyundai Ioniq 5 N kental dengan gaya sport ala mobil rally. Ditambah lagi dengan nuansa hightech yang dipadukan dengan sentuhan kemewahan.

Saat masuk kokpit dan berkendara di malam hari, seluruh layar digital dan panel konsol tengah serta dashboard akan menyala. Saat itu Anda akan disuguhi pemandangan ala pesawat tempur siluman KF-21 Boramae dan mobil KITT yang ada di film Knight Rider.

Hanya saja bagi yang baru pertama kali mengemudi mobil ini di malam hari, tampilan dashboard mungkin akan bikin agak pusing. Ditambah lagi jok sport model bucket yang posisi duduknya agak rendah. Seperti halnya kami, Anda akan terbiasa setelah dua atau tiga kali berkendara dengan mobil ini. Cuma masalah adaptasi.

Performa Menggairahkan

Saat mencoba mobil ini di sirkuit balap, tentu sensasi dan tantangannya akan jauh berbeda dengan berkendara di jalan raya dalam kota maupun di ruas jalan tol.

Karena suasana libur akhir pekan, kami pun iseng mencoba mengajak Ioniq 5 N keluar main di malam hari. Anda tentu sudah bisa menebak, kami akan menguji kemampuan performanya yang sangat menggairahkan.

Kami pun mencicipi ruas Tol Andara lalu masuk ke Tol Lingkar Dalam menuju ke arah Pantai Indah Kapuk (PIK). Jalan tol dalam kota yang lengang memang pas jadi lokasi uji handling bermanuver, performa serta tarikan akselerasi di trek panjang.

Perpaduan suspensi aktif dan ban 275/35 R21 membuat mobil bisa menapak sempurna di permukaan jalan. Handling berkendara mobil listrik yang satu ini nyaris sempurna di segala aspek. Diajak bermanuver maupun melibas tikungan cepat bukan jadi masalah bagi mobil listrik ini. Respon kemudinya sangat presisi.

Saat diajak bermanuver pun sangat stabil serta minim gejala body roll. Diajak ngedrift pun oke, karena akan dilayani oleh seluruh sistem suspensi dan output performa yang memadai. Postur bodi yang compact serta titik beban gravitasi yang rendah mendukung stabilitas berkendara serta kemampuan manuvernya.

Output performa tenaga sebesar 600 HP dan torsi puncak 770 Nm dari dua motor listrik pada masing-masing poros roda disalurkan via penggerak all wheel drive (AWD).

Jika output tenaga dirasa masih kurang, tersedia fitur Launch Control dan N Grin Boost (NGB). Pencet tombol NGB (N Grin Boost) yang ada di setir. Tenaga akan melonjak dari 600 HP menjadi 641 HP selama 10 detik. Fungsi NGB mirip turbo boost yang memberi asupan daya instant bila diperlukan.

Berkendara Menggelora

Masih kurang dengan mode berkendara Sport dan Sport+? Ada dua tombol bulat dengan logo N di bagian bawah palang setir.

Tombol N sebelah kiri menjadi shortcut untuk masuk ke N Mode…mode berkendara paling brutal yang dimiliki Ioniq 5 N. Ini adalah mode berkendara dengan kemampuan paripurna baik di sektor performa maupun kinerja suspensi. Mode ini membuat mobil bisa diatur untuk kebutuhan di sirkuit balap.

Fitur lain yang bikin aksi berkendara makin greget yakni N Launch Control dan N Drag Mode. Potensi mobil ini untuk berakselerasi dari diam akan dimaksimalkan sehingga cocok untuk aksi drag race maupun drifting.

Tombol N sebelah kanan adalah shortcut untuk mengaktifkan fitur transmisi virtual N e-Shift. Saat dipencet, tampilan layar panel instrument akan berubah menjadi tachometer dengan indikator rpm dan posisi gigi transmisi.

Meskipun ini adalah mobil listrik bertransmisi otomatis percepatan tunggal, namun Anda bisa merasakan sensasi oper gigi ala transmisi sungguhan dengan N e-Shift. Oper naik-turun gigi dilakukan via paddle shift.

Hanya saja ada hal yang perlu diingat. Output performa yang begitu besar menghasilkan gaya lateral yang besar pula. Saat Anda mulai bermanuver, perlu konsentrasi extra untuk menyesuaikan pengendaraannya yang sangat menggelora. Terutama ketika fitur NGB, N Mode, N Drift dan Launch Control aktif.

Pastikan bahwa kemampuan berkendara yang dimiliki sudah sangat memadai serta terbiasa dengan mobil berperforma tinggi. Jangan kaget jika tubuh Anda akan serasa dihentak ke kiri atau ke kanan saat bermanuver atau bagai dibenamkan dan terhenyak di sandaran jok ketika berakselerasi brutal. Ini bukan mobil biasa. Ini supercar EV berbaju hatchback!

Kecepatan puncaknya secara teoritis mampu menembus angka 260 km/jam. Hal ini jarang dijumpai pada mobil listrik yang diproduksi di dalam negeri maupun beredar di Indonesia.

Hanya saja demi keselamatan berkendara, kami cukupkan hanya di angka 210 km/jam. Harap maklum, jalan tol berpermukaan cor beton punya grip yang tak sebagus landas pacu lapangan terbang atau aspal sirkuit balap yang super mulus dan menggigit pada kembangan tapak ban.

Mobil ini juga dilengkapi fitur N Active Sound+ yang mensimulasikan suara mesin bertenaga besar ala mesin mobil balap dan supercar tulen. Dari speaker akan terdengar raungan suara soundtrack ala mesin mobil balap sungguhan setiap kali Anda menjejak pedal akselerator hingga rebah. Gairah berkendara dijamin melonjak!

Made In Indonesia

Salah satu fakta yang menarik dan belum banyak diketahui masyarakat luas yakni Ioniq 5 N sudah made in Indonesia. Walau ini mobil brand Korea Selatan, tapi unitnya dirakit secara lokal di pabrik Hyundai, Cikarang, Jawa Barat. Jadi bukan diimpor dari Korea Selatan.

Dengan harga Rp. 1.369.000.000 (OTR Jakarta), ini mobil yang memang bukan untuk kaum mendang-mending. Sensasi berkendara nan menggelora yang disuguhkan Hyundai Ioniq 5 N memang tiada bandingannya. Anda penasaran? Silahkan coba, dijamin bakal ketagihan…

Review Honda City Hatchback, Melebihi Ekspektasi

Bukan mobil yang benar-benar baru, tapi kami sulit untuk tidak mengemudikan Honda City Hatchback RS dalam aktivitas #MotomobiMauKemana. Mobil ini sudah mengaspal di Indonesia sejak tahun 2021 silam.

Ya, Honda City Hatchback RS ini ‘ceritanya’ menggantikan untuk Honda Jazz RS yang disukai oleh banyak konsumen Tanah Air selama ini. Desain hatchback ini tidak kalah keren, terlihat lebih lebar dan panjang, namun tetap ringkas. Kami sangat suka sekali desain fascia depan mobil ini, terlihat agresif dan dinamis.

Posisi mengemudi yang asyik

Masuk ke kabinnya, desain kursi depan berdesain sporty dan dibalut bahan fabric. Posisi duduk pun tergolong ergonomis. Hanya saja belum terdapat fitur electric seat, wajar saja karena nanti malah bisa membuat harga mobilnya jadi mahal… Setir juga sudah dilengkapi pengaturan tilt dan telescopic, sehingga posisi mengemudi jadi lebih asyik.

Untuk bagian belakang, ruang kaki penumpang juga cukup lapang dan posisi duduk pun oke. Tak lupa jok belakang sudah dilengkapi dengan ISOFIX, jadi sangat mengakomodir penggunaan car seat untuk balita pada mobil ini. Bagasi cukup lega untuk membawa barang, apalagi jika hanya digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Kursi penumpang belakang dapat dilipat hingga rata lantai, untuk menghasilkan kapasitas lebih luas.

Terkait fitur infotaiment, Honda City Hatchback RS sudah dilengkapi dengan Apple Carplay dan Android Auto dengan menggunakan kabel data. Audio yang dihasilkan juga cukup bagus untuk menemani perjalanan.

Walaupun odometer mobil ini sudah lebih dari 40 ribu km, suspensinya masih kencang dan tidak berisik. Guncangan dan perbedaan level jalan dapat diredam dengan baik. Bermanuver melewati tikungan juga dapat dilakukan secara gesit. Peredaman suara dari luar juga sama sekali tidak mengecewakan, apalagi untuk kendaraan di kelasnya.

Tanpa Honda Sensing? Oke juga

Unit yang kami gunakan ialah varian tipe RS CVT tanpa fitur Honda Sensing. Kami suka! Sebab, kami jadi bisa sedikit nakal… Meski begitu, varian ini sudah dilengkapi fitur standar keselamatan yang mumpuni. Mulai dari Multi Angle Rear View Camera, rem dengan sistem ABS+EBD+BA, dan tak ketinggalan enam buah airbag.

Dengan total perjalanan kami sekitar 250 km selama empat hari, kami mendapatkan konsumsi rata-rata 14,8 km per liter. Padahal gaya berkendara kami tidak selalu eco-driving. Bagaimana tidak, mesin bensin empat silinder L15ZF 1.5 liter DOHC i-VTEC yang digunakannya, mampu menelurkan tenaga 119 hp dan torsi 145 Nm. Sedangkan bobot kendaraan ialah sekitar 1.210 kg.

Honda City Hatchback RS CVT tanpa Honda Sensing ini dibanderol dengan harga Rp 362,5 juta. Tapi jika saja pada aktivitas akhir tahun tersebut, yang dipinjamkan adalah unit dengan transmisi manual 6-speed, rasanya kami bakal memperpanjang masa peminjaman unitnya…

Reviewer: Rifqi Y. Laman

Editor: Aldi Prihaditama