Yuki Tsunoda Gabung di Tim Red Bull Racing

Honda mengumumkan Yuki Tsunoda akan membalap untuk tim Oracle Red Bull Racing mulai seri balap F1 Grand Prix Jepang 2025 dan seterusnya. Ajang balap F1 Grand Prix Jepang 2025 sendiri akan berlangsung pada tanggal 4 hingga 6 April 2025, bertempat di Sirkuit Internasional Suzuka, Prefektur Mie, Jepang.

Ia akan mendampingi Max Verstappen di tim Oracle Red Bull Racing. Dengan membesut mobil balap Red Bull RB21, bermesin Honda RBPTH002 V6 turbo hybrid 1.6 liter. Seri balap F1 Grand Prix Jepang 2025 akan menjadi balapan spesial bagi Honda. Termasuk im Oracle Red Bull Racing, dan juga tentunya Yuki Tsunoda sendiri.

Yuki Tsunoda sebelumnya telah membalap bersama tim Scuderia AlphaTauri sejak tahun 2021 hingga tahun 2023. Dilanjutkan pada tim Visa Cash App Racing Bulls (VCARB) sejak tahun 2024 hingga Grand Prix China 2025.

Prestasi terbaik Yuki Tsunoda selama membalap di F1, menjadi peringkat keempat di Grand Prix Abu Dhabi 2021. Tak ketinggalan juga berhasil mencatat Fastest Lap, pada Grand Prix Amerika Serikat 2023.

“Yuki Tsunoda merupakan salah satu pembalap binaan Honda, yang telah menunjukkan perkembangannya selama hampir lima tahun, di ajang balap Formula 1. Kami berharap Yuki dapat menampilkan performa terbaiknya. Terlebih ketika berlaga di Grand Prix Jepang nanti,” kata Koji Watanabe, President dan CEO Honda Racing Corporation.

Tim VCARB Honda Disematkan Livery Baru Yang Lebih Atraktif

Kini Tim Visa Cash App Racing Bulls (VCARB) memiliki corak yang atraktif, di antara tim F1 lainnya yang ada di grid. VCARB 02 menggunakan referensi dari tim saudaranya, Red Bull Racing Honda RB16B, yakni one off livery yang pernah digunakan pada Grand Prix Turki 2021.

Pada musim balap 2025 ini, tim VCARB masih akan tetap menggunakan jantung mekanis Honda RBPTH002 1.6 liter V6 turbo hybrid.

Tim akan memiliki susunan pembalap baru dengan runner up FIA F2 2024 sebagai pembalap rookie VCARB, yakni Isack Hadjar. Ia akan bertandem dengan pembalap asal Jepang binaan Honda, Yuki Tsunoda.

Isack Hadjar bahkan terlihat terpukau dengan mobil VCARB 02 besutannya, saat ajang F1 75 2025, 18 Februari 2025 lalu di 02 Arena, London, Inggris. Mobil tersebut kemudian menjalani show pertamanya di sirkuit Imola, Italia.

VCARB 02 menggunakan warna dominan putih dipadukan dengan warna biru, kuning dan hitam. Skema warna baru juga diterapkan pada seragam tim. Visa dan Cash App masih menjadi sponsor utama dan utama tim. Selain itu, logo Honda terlihat lebih jelas dibandingkan mobil 2022-2024.

Tahun 2025 menandai berakhirnya kerjasama antara tim dan juga Honda, yang telah berlangsung sejak tahun 2018. Tim juga menghadirkan beberapa sponsor baru seperti: dynatrace, hahnair, student.com, Airtasker dan rebel.com.

Honda: Brand Non Eropa Terbanyak Menang di Grand Prix Italia

Honda menjadi pabrikan non Eropa bahkan satu-satunya pabrikan non Eropa, yang paling banyak mencatat kemenangan di seri balap F1 Grand Prix (GP) Italia, di sirkuit Monza. Rasanya belum ‘sah’ buat pabrikan otomotif jika belum pernah menang balap di sirkuit dengan julukan ‘The Temple of Speed’ ini.

Sejak pertama kali dihelat pada tahun 1950, Honda tercatat pernah memenangi sebanyak delapan kali seri balap F1 Grand Prix Italia. Debut Honda di ajang balap Formula 1, ialah pada Grand Prix Jerman 1964. Honda kemudian berhasil meraih kemenangan di ajang balap F1 di Grand Prix Meksiko 1965.

Untuk GP Italia, Honda tercatat pertama kali berhasil memenangi di tahun 1967, bersama John Surtees. Ketika itu, Honda memenangi GP Italia berstatus sebagai manufaktur, sekaligus juga tim pabrikan. Honda menjadi tim pabrikan di F1 dalam dua era yaitu 1964 hingga 1968, dan 2006 hingga 2008.

Honda kemudian baru bisa memenangi lagi GP Italia di era 1980an, sebagai pemasok mesin. Lalu berhasil meraih kemenangan di GP Italia tahun 1986 dan 1987 bersama tim Williams. Kedua kemenangan beruntun tersebut diraih oleh Nelson Piquet Sr. Dilanjutkan dua tahun kemudian, Honda kembali mememangi lagi GP Italia 1989 bersama tim McLaren, diraih oleh Alain Prost.

Tren kemenangan Honda di sirkuit Monza berlanjut di tahun 1990 oleh tim McLaren, kali ini dipersembahkan oleh Ayrton Senna. Tim McLaren Honda kemudian kembali memenangi GP Italia 1992, juga diraih oleh Senna.

Honda kemudian baru bisa meraih kemenangan lagi di GP Italia pada tahun 2020 atau di era mesin Turbo Hybrid. Kemenangan tersebut dipersembahkan oleh Pierre Gasly dari tim Scuderia AlphaTauri, yang kini menjadi Visa Cash App Racing Bulls. Dua tahun kemudian, Honda kembali meraih kemenangan di GP Italia, bersama Max Verstappen dan tim Red Bull Racing.

25 Tahun Hybrid Honda, Dari Insight Sampai Mobilnya Max Verstappen

Tahun ini, Honda merayakan 25 tahun pencapaiannya dalam mengembangkan teknologi hybrid. Hal ini dimulai setelah meluncurnya mobil hybrid pertama Honda di Eropa tahun 1999 yaitu Honda Insight.

Mobil Hybrid Honda dari masa ke masa.

Sejak itu, teknologi mesin hybrid Honda terus disempurnakan namun diklaim tetap mempertahankan sisi fun to drive yang menjadi ciri khas Honda. Hingga kini teknologi hybrid telah disematkan pada Honda Jazz, Civic, HR-V, ZR-V, dan CR-V. Semua model ini telah dilengkapi  powertrain dua motor e:HEV yang juga digunakan pada mesin balap Honda di ajang Formula 1.

Teknologi mesin hybrid massal Honda ditandai dengan diperkenalkannya Honda Insight generasi pertama. Model ini mengusung  mesin hybrid dengan sistem IMA (Integrated Motor Assist) pada tahun 1999. Sistem hybrid IMA juga dijejalkan dalam Honda CR-Z yang pernah dipasarkan di Indonesia.

Perkembangan IMA

Inovasi teknologi sistem hybrid IMA terus bertransformasi menjadi intelligent Multi Mode Drive (i-MMD), dimana sistem dual motor powertrain (elektrik dan mesin) bekerja bersamaan. Kinerja dari teknologi ini menghasilkan akselerasi yang bertenaga dan halus juga maksimal efisiensi bahan bakar. Sistem i-MMD ini mulai digunakan pada Honda CR-V Hybrid generasi lima, dan Honda Accord generasi sepuluh.

Sistem i-MMD terus berkembang lagi menjadi e:HEV yang siap menghasilkan efisiensi bahan bakar dan juga tingkat emisi yang sangat rendah. Saat ini, berbagai lini Honda telah menggunakan teknologi hybrid e:HEV seperti Honda Fit (Jazz), City, Civic, Vezel (HR-V), ZR-V, Odyssey, Step WGN, CR-V dan Accord. Honda juga memperkenalkan teknologi e:HEV untuk dua model flagship nya yaitu Honda CR-V dan Honda Accord pada tahun 2023.

Selanjutnya Honda mengembangkan sistem three-motor Super Handling All-Wheel Drive (SH-AWD) untuk  generasi kedua Honda / Acura NSX. Supercar Honda ini mempunyai sistem kerja powertrain tiga motor. Sistem ini juga diusung oleh generasi terbaru Honda Prelude, yang akan dijal mulai 2025 nanti.

Selain produksi massal, teknologi hybrid Honda juga dikembangkan sebagai penggerak mobil Formula 1. Honda mengembangkan teknologi mesin turbo hybrid di ajang balap ini sejak tahun 2015. Sistem hybrid ini bekerja untuk menghasilkan daya tambahan serta daya regeneratif pada unit daya mesin turbo.

Teknologi ini telah menghasilkan gelar juara sebanyak tiga kali (2021, 2022, 2023) yang diraih Max Verstappen dan juga tim Red Bull Racing. Honda juga menyiapkan unit daya untuk tim Oracle Red Bull Racing dan Visa Cash App Racing Bulls F1 Team hingga akhir tahun 2025 mendatang. Setelah itu, Honda akan menjadi penyedia mesin untuk Aston Martin F1 Team.