Terra Charge Bikin DC Charger di WTC Jakarta

Terra Charge, produsen Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) asal Jepang, mengumumkan pencapaian berupa pertumbuhan pengguna sebesar dua kali lipat, sejak peluncuran perdana pada Agustus 2024. Peningkatan pengguna ini menunjukkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik (EV) di Indonesia, terutama di Jakarta Selatan.

Untuk mendukung permintaan yang terus meningkat, Terra Charge kini menghadirkan DC charger pertamanya di WTC Jakarta. Sebab DC charger adalah solusi revolusioner untuk pengguna EV, dilengkapi dengan kemampuan mengisi daya dengan cepat dan efisien. Bahkan lebih cepat dibandingkan pengisi daya AC biasa.

DC Charger ini secara signifikan mengurangi waktu pengisian. Memberikan jarak tempuh hingga lima kali lebih banyak. Jika dibandingkan dengan pengisi daya AC, dalam waktu 30 menit. Inovasi ini sangat membantu para pekerja di Jakarta, dalam mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan produktivitas.

Selain DC Charger modern, Terra Charge menyediakan opsi AC charger maksimal 22kW sebanyak delapan unit mesin di WTC Jakarta. Pengisian daya menggunakan AC charger cocok untuk pengguna kendaraan listrik yang berencana parkir dalam waktu lama, seperti selama jam kerja. Pengisi daya AC juga dilengkapi dengan fitur keselamatan yang optimal, sehingga aman untuk digunakan dalam waktu lama.

“Kemitraan kami dengan Jakarta Land di WTC Jakarta, menunjukkan komitmen kami untuk memberikan pengalaman pengisian daya yang nyaman bagi pengguna yang terus bertumbuh pesat,” kata Go Suzuki, Managing Director Terra Charge Indonesia.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Terra Charge memberikan solusi kepada pengguna kendaraan listrik di Indonesia. Dengan menawarkan kemampuan pengisian daya yang fleksibel sesuai dengan kebutuhan para konsumen.

“Bermitra dengan Terra Charge memungkinkan kami memberikan nilai tambah bagi penyewa dan pengunjung kami, sekaligus selaras dengan tujuan keberlanjutan kami,” tutup William Chai, General Manager Jakarta Land.

BYD dan Haka Auto Dukung Ekosistem EV di Indonesia

Tahun ini, aspek range anxiety atau keraguan terhadap jarak tempuh kendaraan listrik, semakin terjawab. Sebab, dua hal yang terkait kemampuan daya jelajah dan ketersediaan fasilitas pengisian daya EV, khususnya ketika melakukan perjalanan luar kota, mulai terkikis.

“Sebagai perusahaan berteknologi tinggi, BYD memiliki visi untuk mendedikasikan setiap inovasinya untuk kehidupan yang lebih baik. Di antaranya tentu teknologi Blade Battery dengan daya jelajah antara 400 hingga di atas 600 km saat terisi penuh, serta usia pakai yang panjang,” kata Hariyadi Kaimuddin, CEO Haka Auto.

Melalui outlet Haka Auto, setiap pelanggan sudah dapat memesan empat model EV unggulan BYD di Indonesia saat ini. Mulai dari Seal, Atto 3, Dolphin, dan M6. Perbedaan jarak tempuh tergantung tipe dan kapasitas baterai pada masing-masing model.

Terkait ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), kini pun semakin mudah. Cukup pastikan aplikasi Google Maps Anda aktif, dan tinggal cari posisi SPKLU terdekat. Selanjutnya tinggal ikut panduan rutenya saja menuju lokasi.

Data PLN pada semester pertama 2024 sudah ada 1.582 SPKLU di Indonesia, yang tersebar di 1.131 lokasi di seluruh Indonesia. Angka ini meningkat 157 persen, dibandingkan semester 1 tahun lalu, yang hanya sebanyak 616 SPKLU. Bahkan di setiap rest area jalan tol kini sudah tersedia SPKLU.

Fakta kemajuan di atas tentu berdampak pada naiknya kepercayaan diri masyarakat Indonesia untuk membeli dan mengendarai EV. Perkembangan signifikan mobil listrik di Indonesia, tentu tidak terlepas dari kehadiran BYD di pasar EV Tanah Air.

“Kepercayaan diri masyarakat Indonesia pada kehadiran BYD, turut menjadi menjadi motivasi kami untuk meningkatkan jumlah outlet dan kualitas layanan di Haka,” imbuh Hariyadi.

Antuasiasme dan sambutan masyarakat Indonesia yang terus naik pada keberadaan EV, khususnya pada produk dari BYD juga menjadi salah satu faktor pendorong utama Haka Auto untuk menyediakan fasilitas SPKLU di setiap outlet Haka Auto.

Parking+ Suguhkan Layanan SPKLU Di Mall Kota Kasablanka

Tren global meningkatnya penjualan kendaraan listrik menjadi tantangan utama transformasi menuju elektrifikasi. Tentu hal ini memerlukan banyaknya ketersediaan ekosistem termasuk charging system atau SPKLU.

Salah satu pendorong adalah melalui peran swasta. Tercetus ide initiatif kolaborasi Parking+ selaku Operator Charging kendaraan listrik dengan Kota Kasablanka guna mendukung program elektrifikasi tersebut.

PARKING+ menyediakan layanan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) dengan aplikasi payment channel. Pembayaran pun bisa Anda lakukan melalui aplikasi Gopay, Ovo, Linkaja, Virtual Account, Kartu Debit dan Kartu Kredit.

Terdapat tiga model usaha yang PARKING+ tawarkan yaitu SMO (Sell, Manage, and Operate oleh PARKING+), PIMO (Partial Invest, Manage, Operate oleh PARKING+), FIMO (Full Invest, Manage, Operate oleh PARKING+).

PARKING+ menyiapkan investasi bukan hanya fast charging AC 22 kW, kedepannya akan mendukung Ultra Fast Charging dari DC 40 kW, DC 100 kW, hingga DC 240 kW.

PARKING+ juga menyiapkan pola kerjasama investasi dengan pengelola properti termasuk Apartemen, Perkantoran, Shopping Center, dan Pariwisata. Disamping SPKLU, PARKING+ juga segera menyiapkan infrastruktur catu daya untuk motor listrik.

Tak hanya itu, kini aplikasi PARKING+ sudah tersedia di Google Playstore dan Apple Appstore. Tentu hal ini sangat memudahkan Anda melakukan mengisi daya ditengah aktifitas berbelanja di mall atau kantor.

Bagi Anda yang ingin melakukan pengisian daya di EV Charging Kota Kasablanka, langsung datangi layanan self-service dan membayar biaya layanan di luar tarif parkir normal. Layanan operasional EV Charging pun beroperasi sebelum jam operasional mal yakni mulai pukul 7 pagi hingga 10 malam.