bengkel aion siaga mudik

Berikut Lokasi Bengkel AION Siaga Mudik 2025

Berikut kami informasikan lokasi bengkel AION siaga mudik 2025 yang menarik untuk disimak. Jadi, mudik dengan mobil listrik asal Tiongkok ini tidak perlu khawatir kehabisan baterai di tengah perjalanan.

AION Indonesia menghadirkan layanan bengkel siaga untuk mendukung konsumen yang akan melakukan perjalanan mudik lebaran 2025. 

Selama periode berlangsung, pemilik mobil AION dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh pada kendaraan mereka, termasuk pengecekan kondisi baterai, sistem kelistrikan, tekanan ban, hingga pembaruan perangkat lunak. Selain itu, tersedia juga fasilitas bagi pemudik untuk beristirahat ataupun bersantai.

“Layanan ini akan tentunya mempermudah mobilitas para konsumen yang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman. Selain itu, konsumen juga dapat merasakan kenyamanan dan ketenangan sepanjang perjalanan, dengan dukungan penuh dari tim profesional kami,” ujar tim Aftersales AION Indonesia, Aldi Ruvian di acara media Ifthar Aion (21/3).

Berikut bengkel AION siaga mudik yang aktif selama periode 29 Maret sampai 6 April. Lokasinya ada di berbagai titik strategis jalur mudik:

  1. AION PIK, Pantai Indah Kapuk, Jakarta
  2. AION Halim, Jakarta Timur
  3. AION Cikarang, Bekasi
  4. AION Soekarno Hatta, Bandung
  5. AION Semarang, Semarang Barat
  6. AION Bantul, Yogyakarta
  7. AION Jemursari, Surabaya
  8. AION Bali, Kedonganan

Oh ya, pemilik mobil listrik AION juga bisa mendapatkan informasi lebih terkait suku cadang dan banyak kegunaan lainnya termasuk memantau kondisi kendaraan secara langsung menggunakan aplikasi AION yang bisa diunduh di Goole Play Store dan Apple App Store.

Demi menekan kekhawatiran konsumen soal kondisi darurat, AION Indonesia juga menyediakan Emergency Roadside Assistance 24 jam yang bisa diakses melalui nomor 021-3005 8888 dan Whatsapp Chatbot AION pada nomor 0851-8605 7870 secara gratis.

Aplikasi AION Tawarkan Kemudahan 

bengkel aion mudik siaga

Selain bengkel AION siaga mudik 2025, AION Indonesia juga menawarkan aplikasi yang bisa mempermudah pemilik mobil mereka.

Aplikasi ini nantinya akan menyediakan berbagai layanan sehingga memungkinkan konsumen dengan mudah mengakses informasi terkait suku cadang, memantau kondisi kendaraan secara real time, menerima pengingat jadwal perawatan, hingga melakukan pemesanan servis secara pribadi.

Review AION V 2025

Review: AION V 2025

Kami berkesempatan melakukan review jarak jauh dengan AION V. Ini salah satu mobil listrik yang menarik perhatian kami. Desainnya berbeda dengan kebanyakan mobil listrik ‘made in China’, plus diklaim memiliki jarak tempuh lebih dari 600 km. 

Pastinya, ini sangat menggoda. Apalagi AION Indonesia memasarkannya dengan harga kurang dari Rp 499 juta. Harga pastinya akan segera diungkap beberapa hari lagi.

Desain & Rekayasa

AION V

AION V yang beredar di Indonesia adalah generasi kedua, muncul pertama Juli 2024 di Beijing Auto Show. Hadir di Indonesia bulan November lalu, bertepatan dengan event Gaikindo Jakarta Auto Week 2024.

Mobil ini berdiri mengandalkan platform Architecture Electric Platform (AEP) 3.0, yang juga digunakan oleh Toyota bZ3X.

Desainnya terlihat kaku, khas sebuah SUV dan ini yang membuatnya berbeda dari merek lain. Biasanya, mobil listrik pasti penuh lekukan halus.

Mukanya dihias DRL yang menurut pembuatnya, merepresentasikan cakar T-rex. Roof rail di atap yang lurus mempertegas kesan SUV yang multifungsi.

Aion V review

Lampu belakang juga diberikan penataan selaras dengan depan. Sepintas, lampu buritan ini mengingatkan kami pada Peugeot 3008 yang merepresentasikan cakar singa.

Efeknya, AION V terlihat lebih tegas namun sukses menonjolkan desain mobil modern.

Pelek alloy berukuran 19 inci membungkus ban berukuran 245/55.

Dimensinya tidak merepotkan dengan panjang 4.605 mm, lebar 1.854 mm, dan tinggi 1.686 mm. Dari dimensi ini juga bisa diperkirakan kalau mobil bisa menjejak dengan mantap di berbagai tingkat kecepatan.

Namun, wheelbase sebesar 2.775 mm mungkin terdengar tidak spektakuler, tapi ini juga hal yang membuat kami terkejut. Dijelaskan di bawah.

Performa & Pengendaraan

AION V dipacu ke Jogja dari Jakarta

AION memberikan V motor listrik tunggal yang menggerakkan roda belakang. Tenaganya diklaim 150 kW (201 hp) dengan torsi 240 Nm yang langsung tersedia begitu pedal akselerator diinjak.

Sumber energinya didapat dari baterai LFP yang disebut magazine battery dengan kapasitas 75,3 kWh. Cukup besar dan ini yang menyebabkan klaim jarak tempuh 602 km tadi.

Performanya menggoda kami untuk memacu mobil ini di tol dari Jakarta menuju Yogyakarta.

Angka spesifikasi terbukti membuat AION V terasa menyenangkan saat dibawa akselerasi. Segalanya terasa instan dan tidak perlu waktu lama untuk speedometer menunjukkan angka 100 km/jam. Bahkan dalam mode ‘hemat’ sekalipun.

Untuk menahan laju, AION memberikan rem cakram di keempat roda. Pastinya dengan kemampuan deselerasi regeneratif.

Di perkotaan, mobil ini akan sangat bisa diandalkan. Namun saat harus berhadapan dengan kontur jalan tol, ceritanya lain.

Kondisi permukaan jalan tol Trans Jawa yang beragam, jadi lahan yang pas untuk mengetahui karakter peredamannya. Dan catatan dari kami, suspensinya terlalu mengayun, terutama di belakang, yang diisi barang dan dua orang.

Di jalan luar kota non-tol, yang permukaannya lebih beraneka rupa lagi, suspensi belakang ini terasa bekerja keras, dan tidak jarang shockbreaker terasa mentok (bottoming). Hal ini mengurangi kenyamanan.

Namun untuk bermanuver, kemudinya terasa netral biarpun terasa kosong. Sesuatu yang lumrah terjadi di mobil listrik. Toh sistem kemudinya masih mampu menghasilkan pergerakan yang linear dan akurat.

Aion V 2025

Jarak tempuh cukup bisa diandalkan. Meski kami tidak bisa mencapai angka 600-an km, tapi dengan berangkat dari PIK 2 di Jakarta Utara, pengisian ulang baterai dilakukan di rest area km 379, menjelang Semarang.

Di rest area tersebut, keterisian baterai tinggal 20 persen, dengan konsumsi listrik tercatat 13,4 liter/100 km. Cukup masuk akal mengingat pada review AION V ini kami tidak menjaga kaki, dan berkendara senormal mungkin mengikuti arus lalu lintas.

Bagi pengemudi, fitur bantu berkendaranya cukup lengkap. AION V memiliki adaptive cruise control dengan kemampuan stop and go, lane keeping assist, forward collision warning, dan sederet fitur lain, layaknya mobil kekinian.

Interior

Interior AION V

Ini yang kami bilang mengejutkan. Dengan wheelbase yang tidak terlalu mencolok, tapi AION V mampu memberikan ruang luas di depan atau belakang.

Jarak kaki untuk penumpang belakang lega. Terasa lebih lega dari EV asal Tiongkok manapun. Lalu, jok belakang dengan sandaran yang bisa diatur, membuat posisi duduk terasa nyaman.

Bicara nyaman, kalau penumpang buritan dimanjakan ruang dan posisi duduk, pengemudi dan orang di sebelahnya diberikan kursi dengan pemijat plus pendingin. Lebih menarik lagi, ada ruang penyimpanan yang suhunya bisa diatur dingin atau panas. Bahkan bisa jadi freezer untuk bawa es krim. 

Untuk posisi pengemudi, cukup ergonomis. Segala pengaturan dilakukan dari layar multimedia. Bahkan pengaturan spion sekalipun.

Masalahnya, pengaturan seperti ini perlu pembiasaan yang agak lama. Untungnya, beberapa pengaturan yang sifatnya esensial bisa dibuatkan shortcut di layar depan. Bagi kami yang ‘old fashion’, tombol fisik terasa lebih baik.

Kesimpulan

Setelah review ini, AION V dengan harganya yang diperkirakan akan menarik, jadi layak dipertimbangkan.

Bagi kami, kinerja suspensi di jalur luar kota patut jadi perhatian pembuatnya untuk ditingkatkan. Meskipun untuk penggunaan dalam kota, diakui AION V akan sangat menyenangkan.

Kenapa? Karena punya baterai besar, kabin lega, fitur komplit baik untuk pengendara maupun kenyamanan penumpang. Ini jadi nilai lebih bagi AION V. Selain itu, lontaran tenaga dan torsi serta ukurannya juga tidak merepotkan untuk berkelit di lalu lintas.

Soal kesiapan APM-nya, ini yang kami juga yakin. AION dan Indomobil sudah memiliki pabrik di kawasan Cikampek, Jawa Barat, khusus untuk merakit produk AION. Bahkan AION V menggeser Y Plus yang sedianya akan jadi mobil AION pertama rakitan Indonesia. 

AION V

AION V Terpesan 800 Unit Dalam Dua Bulan, Siap Dirakit di Cikampek

AION V, mobil listrik baru lansiran AION di Indonesia sepertinya akan cerah mengarungi pasar Indonesia. Ini dilihat dari jumlah pesanan AION V hingga Januari 2025 lalu yang mencapai 800 unit.

Angka itu didapat sejak peluncuran perdananya di acara GJAW 2024 bulan November lalu. Selain itu, menurut Andry Ciu, CEO AION Indonesia, konsumen yang memesan bahkan hanya tahu harganya kurang dari Rp 499 juta. Belum tahu harga pastinya.

Aion V review

“Kami melakukan pameran terbatas setelah GJAW selama Desember-Januari lalu. Tidak pol-polan (berpromosi),” kata Andry di sela-sela test drive Aion V di Joghjakarta (04/02) lalu. Ia juga menegaskan harga resmi Aion V baru akan diumumkan beberapa hari ke depan. Kami perkirakan di acara Indonesia International Motor Show 2025, yang dimulai 13 Februari nanti.

Aion Indonesia sepertinya berharap banyak dengan mobil ini. Bahkan mereka sampai rela menggeser jadwal produksi Aion Y Plus ke bulan April, supaya V bisa diproduksi lebih dulu Maret ini. Selain itu, di bulan yang sama mereka mentargetkan sudah bisa mendistribsikan mobilnya ke konsumen. Meskipun, nantinya mungkin akan sedikit terhambat karena libur lebaran.

Aion V 2025

Untuk informasi, pabrik Aion Indonesia berlokasi di Cikampek. Ini adalah pabrik hasil kerjasama GAC Group (pemegang merek Aion) dengan grup usaha Indomobil. Berlokasi di Cikampek, Jawa Barat, fasilitas produksi tersebut memiliki kapasitas membuat mobil hingga 50.000 unit per tahun.

Tentunya bukan hanya untuk Aion V dan Y Plus, karena tahun ini saja, dikatakan Andry, akan ada empat mobil baru melengkapi tiga yang sudah ada (Y Plus, V, dan Hyptec HT).

Belinya di mana? Saat ini AION memiliki 40 dealer yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan. Targetnya, 2025 ini akan ada 50 dealer yang siap melayani penjualan dan purna jual. 

GAC ‘Bocorkan’ Foto Aion UT Jelang Debut Perdana Di Guangzhou

Platform jejaring sosmed di internet saat ini jadi sarana promosi paling ampuh, terutama bagi pabrikan otomotif asal Tiongkok, GAC. Menjelang debut perdana di pameran otomotif Guangzhou Auto Show pada 15 November 2024, GAC sudah menggunggah foto ‘bocoran’ mobil listrik (EV) terbaru Aion UT di sosmed.

Hatchback mungil penyedot baterai ini dipromosikan sebagai model strategis untuk pasar global. Sama seperti dua model yang telah lebih dulu diluncurkan yakni SUV Aion V dan sedan Aion RT.

Dari tampilan eksteriornya, desain GAC Aion UT tak jauh beda dengan mobil listrik yang banyak beredar di pasar domestik RRC. Siluet bodi mungilnya cenderung oval dengan lampu depan LED ramping dan wajah polos tanpa grille.

Kemasan interior pun demikian, tipikal mobil listrik kebanyakan dengan layar head unit besar dan setir model semi futuristik.

Jarak Jelajah 600 Km

Meskipun spek lengkapnya belum diungkap, namun Kementerian Industri dan Teknologi Informasi RRC  sudah punya bocoran info teknisnya.

GAC Aion UT memiliki panjang 4.270 mm, lebar 1.850 mm dan tinggi 1.575 mm. Wheelbase-nya 2.750 mm. Kurang lebih hampir seukuran hatchback EV macam MG4 EV dan BYD Dolphin. Jadi dapat diperkirakan mobil ini punya kabin yang cukup lapang.

Untuk sektor penggeraknya menggunakan motor elektrik tunggal beroutput 100 kW (134 hp). Sumber pasokan daya listrik pakai baterai lithium iron phosphate (LFP). Tak disebut berapa dayanya, hanya dikatakan mampu menjelajah hingga 600 km.

Untuk saat ini belum diumumkan berapa harga jualnya. Berdasarkan pemberitaan media lokal Car News China, GAC Aion UT di pasar domestik RRC banderolnya akan berada di bawah level 100.000 Yuan China (kisaran Rp 219 jutaan). Hanya beda tipis dari BYD Dolphin yang dibanderol mulai dari 99.800 Yuan China atau sekira Rp 218,5 jutaan.

Namun ‘sasaran tembak’ GAC Aion UT yang sebenarnya bukan brand dalam negeri, tapi brand luar RRC.

Target pasar di luar Negeri Tiongkok bukan hanya di Mexico, Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Tapi juga Indonesia yang jadi basis pasar mobil listrik potensial bagi GAC. Jadi, kapan hatchback EV GAC Aion UT bakal mulai beredar di Indonesia?

 

Pabrik GAC Aion Bisa Bikin Mobil Kurang Dari Satu Menit

Tak banyak yang mengenal nama GAC Aion New Energy Automobile Co., Ltd., produsen mobil listrik dari Negeri Tiongkok yang menggunakan merek dagang GAC AION.

Perlahan tapi pasti, mereka merangkak menjadi kekuatan yang diperhitungkan dalam persaingan pasar mobil listrik di China. Tak hanya puas bermain di pasar dalam negeri, ekpansi ke pasar global pun telah dimulai sejak beberapa tahun terakhir.

Asia Tenggara sebagai kawasan strategis dengan pangsa pasar potensial pun dibidik sebagai titik batu loncatan untuk bisa menguasai pasar mobil listrik regional Asia-Pasifik.

Satu pabrik akan segera dibangun di Indonesia, buah dari kemitraan bersama GAC AION New Energi Automobile dengan PT Indomobil Sukses Internasional TBK.

Kami pun mendapat kesempatan mengunjungi dapur produksi milik GAC AION di Guangzhou, China. Seperti apa fasilitas manufaktur yang dimiliki GAC AION?

Dimiliki Pemerintah RRC

Fasilitas manufaktur bernama GAC AION Smart Ecological Factory ini berlokasi di Guangzhou, China. Mulai dibangun pada September 2017 silam dengan dana cukup besar yakni 4,7 miliar Yuan (sekira Rp 10,5 trilyun).

Tak perlu heran, GAC adalah salah satu perusahaan industri raksasa yang sahamnya dimiliki oleh pemerintah RRC. Jadi soal pembiayaan investasi tentunya tak terlalu menjadi persoalan.

Area fasilitas manufaktur terpadu ini cukup luas, sekira 47 hektar. Tak hanya memilki hangar jalur produksi, di tempat ini juga terdapat pusat litbang (R&D) hingga tempat khusus untuk berbagai jenis pengujian.

Pabrik yang mulai beroperasi tahun 2019 tersebut awalnya memiliki kapasitas produksi 200.000 unit per tahun. Pada tahun 2022, revitalisasi dan upgrade sistem produksi pun dilakukan.

Target produksi pun ditingkatkan jadi 400.000 unit kendaraan per tahun. Itu baru dari satu fasilitas manufaktur ini saja. Masih ada beberapa lokasi pabrik lainnya di China. Total, mobil listrik yang diproduksi GAC Aion bisa mencapai 3 juta unit pertahun.

Soal teknologi manufaktur yang digunakan di tempat ini super canggih. Seluruh jalur produksi menggunakan sistem robotika terkomputerisasi terpadu. Dengan akses jaringan internet 5G+ nan super cepat dan pusat big data berbasis cloud, tempat ini dapat melakukan produksi untuk berbagai model kendaraan dalam satu lini produksi.

Maka tak heran jika area produksi di pabrik ini lebih didominasi lengan robot yang bekerja secara simultan secara otomatis. Sedangkan  manusia yang ada di area jalur produksi kami perhatikan tak banyak. Mereka bertugas sebagai operator mesin dan pengawas kualitas produksi.

Produksi Super Cepat

Yang menarik, GAC Aion Smart Ecological Factory adalah pabrik pertama di dunia yang menggunakan teknologi aluminum riveting dan pengelasan spot welding. Terpadu dalam satu jalur produksi.

Untuk struktur sasis, rangka dan panel bodi, GAC Aion menggunakan kombinasi material baja high-strength steel dan aluminium alloy. Meskipun bobotnya ringan, namun tetap kokoh. Sesuai dengan standar keselamatan berkendara.

Sebagai pasokan energi listrik, pabrik ini memanfaatkan sumberdaya berkelanjutan yakni tenaga matahari. Sebanyak 52.000 panel photovoltaic (sel surya) digunakan untuk menghasilkan daya listrik. Jumlahnya cukup besar, sekira 16,77 juta kWh per tahun.

Dengan sumber energi mandiri tersebut, sekira 15 persen kebutuhan daya listrik untuk operasional pabrik dapat terpenuhi sepanjang tahun. Sebuah langkah untuk bisa menekan biaya operasional produksi jangka panjang.

Sistem jaringan otomasi robotika yang memanfaatkan lebih dari 100.000 macam robot di jalur produksi jadi salah satu alasan mengapa fasilitas manufaktur ini butuh pasokan energi listrik yang sangat besar.

Dengan jumlah robot proses produksi yang sedemikian banyak dan sistem jaringan terpadu, proses produksi dapat dilakukan dengan super cepat. Untuk memproduksi satu unit mobil dikatakan hanya butuh waktu tak sampai 1 menit.

Ya, mulai dari proses pengelasan rangka dan panel bodi hingga perakitan bodi dan sasis. Bahkan dengan adanya sistem kustomisasi, satu jalur produksi dapat merakit 10 model mobil berbeda dengan material yang beragam pula. 

Lalu, mobil apa saja yang diproduksi dan fasilitas apa saja yang ada di pabrik GAC Aion ini? Sabar, tunggu kisah selanjutnya….