Indonesia Impor 70.000 Kendaraan Tata Motors untuk Koperasi Merah Putih, Ini Alasannya!

Tak hanya mendatangkan kendaraan pikap single cab 4×4 lansiran Mahindra dari India, PT Agrinas Pangan Nusantara (PAN) juga memesan kendaraan dari Tata Motors Limited. Jumlahnya 70.000 unit, terdiri dari 35.000 unit pikap Yodha single cabin dan 35.000 unit truk angkut ringan Tata Ultra T.7. Keduanya akan digunakan sebagai armada angkutan logistik dan operasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Terkait hal tersebut, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengungkap alasan impor 105.000 unit mobil pikap 4×4 dan kendaraan niaga dari India tersebut.

Dia menyebut kebijakan itu dilatarbelakangi faktor harga, kualitas, dan ketersediaan produk serupa di dalam negeri. Total kontrak pembelian seluruh unit kendaraan tersebut senilai Rp 24,66 triliun.

Kendaraan yang diimpor dari India harganya dinilai lebih kompetitif dibandingkan harga yang dipatok pabrikan lain. Selain lebih murah, kualitasnya diklaim setara.

“Kami memesan dengan harga yang sangat kompetitif atau hampir 50 persen lebih murah dari kompetitor. Dari sisi durability, power, dan fuel consumption, kendaraan ini sangat andal dan sangat bagus,” kata Joao dalam keterangannya kepada awak media, dikutip Minggu (22/2).

Sebagai catatan, Indonesia saat ini menjalin perdagangan bebas multilateral dengan India melalui skema Asean–India Free Trade Area (AIFTA). Perjanjian dagang ini mengatur penurunan hingga penghapusan tarif bea masuk sejumlah komoditas secara bertahap, serta mencakup kerja sama di sektor jasa dan investasi.

Joao mengklaim sudah mempertimbangkan pembelian kendaraan yang diproduksi dalam negeri. Pengadaan kendaraan dari pabrikan otomotif yang ada di Indonesia pun sudah dilakukan. Akan tetapi, katanya, unit kendaraan dari brand mainstream yang ada ketersediaannya tak mencukupi dan butuh waktu. Selain itu, selisih harga yang lebih tinggi menjadi pertimbangan.

Alasan Memilih Produk Tata Motors

Pengadaan kendaraan lansiran Tata Motors di India dilakukan melalui PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) selaku agen pemegang merek (APM) dan distributor kendaraan Tata Motors di Indonesia.

Terkait kontrak pemesanan kendaraan yang dilakukan oleh Agrinas, Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia, Asif Shamim menegaskan bahwa pemilihan kendaraan komersil buatan India menandakan kualitas produk Tata Motors mendapat kepercayaan.

“Pengerahannya akan mendukung logistik pertanian di Indonesia dengan meningkatkan konektivitas, memungkinkan pergerakan barang yang lebih efisien di seluruh jaringan pedesaan dan regional,” terang Shamim dalam keterangan resminya.

Seluruh kendaraan komersil buatan Tata Motors tersebut akan digunakan sebagai sarana angkutan distribusi hasil petanian. Secara tidak langsung, Tata turut berperan dalam mendukung kinerja Koperasi Merah Putih untuk meningkatkan produktifitas distribusi hasil pertanian di seluruh pelosok Indonesia. Penggunaan armada angkutan truk dan pikap Tata Motors diklaim bakal menurunkan biaya logistik dan pergerakan arus barang di seluruh penjuru Nusantara menjadi lebih efisien.

Lantas apa kriteria yang jadi pertimbangan pemilihan kendaraan buatan Tata Motors tersebut?

Tata Yodha 4×4

Pikap Tata Yodha 4×4 single cabin yang akan digunakan dirancang sebagai kendaraan angkutan yang tangguh di berbagai kondisi medan. Sedangkan truk angkut ringan Tata Ultra T.7 ditujukan sebagai sarana angkutan logistik yang handal, baik di perkotaan maupun di pelosok desa.

Dari segi performa, pikap Tata Yodha 4×4 single cabin dibekali mesin diesel 2.0-liter bertenaga 100 PS (98 hp) dengan transmisi manual 5-speed. Keunggulan ada pada torsi puncak 250 Nm yang bermain di rpm rendah yakni kisaran 1.000-2.500 rpm. Dengan torsi puncak di putaran mesin rendah, traksi roda dan daya angkut beban muatan melintasi jalan pelosok desa yang cenderung ala trek offroad jadi lebih optimal.

Pikap ini juga dilengkapi mode ECO yang konsumsi BBM-nya lebih efisien. Terdapat pula fitur gear shift advisor, sehingga oper gigi dapat dilakukan pada rpm mesin yang sesuai.

Dari segi kemampuan daya angkut, pikap Tata Yodha memiliki desain bak modular dengan daya angkut beban muatan hingga 2.000 kg (2 ton). Keunggulan yang sangat jarang ditemukan pada kendaraan sejenis inilah yang jadi pertimbangan utama.

Tata Ultra T.7

Kendaraan kedua dari Tata Motors yang bakal digunakan adalah Tata Ultra T.7. Kendaraan truk ringan jenis engkel (dua sumbu dan empat roda) ini daya angkutnya lebih besar dari pikap, namun posturnya masih relatif ringkas.

Dikutip dari laman resmi Tata Motors, Ultra T.7 bermesin turbo diesel 2.956 cc. Pada mode normal, tenaganya sebesar 100 PS (98 hp). Pada Heavy Mode, tenaga puncak mencapai 125 PS (122 hp) pada 2.800 rpm.

Torsi sebesar 300 Nm dicapai pada rentang 1.000–2.200 rpm. Pada Heavy Mode, torsi mencapai 360 Nm pada 1.400–1.800 rpm.

Sebagai truk angkutan yang membawa muatan berat di pedesaan, torsi dan tenaga puncak pada rpm rendah jadi kunci utama.

Perihal daya angkut beban muatan, Tata Ultra T.7 mampu membawa muatan denagn bobot maksimum di kisaran 3,6-4.3 ton. Hal ini tentu jadi pertimbangan dibandingkan spek kendaraan sejenis dari kompetitornya.

Dari target 80.000 unit koperasi, saat ini sudah ada 1.207 Kopdes yang 100% selesai dan sudah mulai didistribusikan. Kemudian ada sebanyak 30.507 Kopdes yang sedang dibangun. Kendaraan akan segera dikirim ke Kodim-Kodim, dan ketika selesai langsung dimobilisasi ke koperasi tersebut.

Tata Curvv

Versi Produksi Tata Curvv Jadi Model Perdana Berplatform ATLAS

Tata mungin bukan merek yang cemerlang di Indonesia. Tapi pabrikan India ini tidak bisa dipandang sebelah mata, terutama setelah mereka meluncurkan SUV barunya, Tata Curvv.

Ini adalah model perdana yang menggunakan platform ATLAS. Tak hanya bisa mengakomodir mesin bensin maupun diesel, rancang bangun platform generasi kedua ini juga digunakan untuk mobil listrik.

Platform ATLAS

Rancang bangun ATLAS (Adaptive Tech Forward Lifestyle Architecture) diperkenalkan pada versi konsep Tata Curvv EV tahun 2022. Setahun kemudian muncul konsep Curvv versi bermesin konvensional.

Alasannya, mobil berrmesin konvensional masih mendominasi pasar otomotif di India. Dan membuat dua platform berbeda untuk EV dan ICE akan makan biaya. Karena itu, lahirlah ATLAS.  Dengan platform ini serbaguna ini, maka biaya produksi dapat ditekan. 

ICE Atau EV?

Ada tiga versi yang dihadirkan oleh Tata yakni EV, bensin dan diesel.

Untuk Curvv EV tersedia dalam dua varian. Versi entry-level dibekali motor elektrik tunggal berdaya 112 kW (150 hp) dengan baterai 45 kWh.

Yang speknya lebih tinggi dibekali motor elektrik penggerak tunggal berdaya 123 kW (165 hp) dengan baterai yang lebih besar yakni 55 kWh.

Tata mengklaim jarak jelajah untuk versi 45 kWh berada di kisaran 330 – 350 km. Versi baterai 55 kWh jarak jelajahnya berkisar 400 – 425 km.

Versi peminum bensin dibekali mesin 3-silinder 1.2-liter turbo bertenaga 125 hp. Sedangkan diesel 1.5-liter output tenaganya 118 hp. Kedua varian mesin menggunakan sistem penggerak roda depan (FWD). Transmisinya, tersedia manual 6-speed dan automatic 7-speed kopling ganda.

Rancang Bangun India

Tampilan versi produksi Curvv agak berbeda dari versi konsepnya. Kaca spion dan grille serta lampu mengadopsi desain model mobil Tata yang sudah ada. Hanya alur garis bodi dari depan ke buritan yang ala coupe masih identik dengan versi konsep. 

Sebagai pembeda versi EV dengan ICE, grille versi EV lebih polos dan minimalis plus imbuhan emblem “EV” sebagai penanda. Di bumper depan juga dilengkapi soket kabel charger. 

Untuk kemasan interior banyak mencuplik dari Tata Nexon dan Nexon EV. Ada sedikit perbedaan pada panel door trim dan setir yang diadopsi dari SUV Tata Harrier dan Safari.

Agar kabin terlihat mewah dan kekinian, Tata Curvv dilengkapi layar head-unit touch screen, panoramic sunroof dan kamera 360-derajat. 

Harga Kompetitif

Tata saat ini baru mengumumkan label harga untuk Curvv EV. Dipasarkan mulai dari 17.49 lakh Rupee atau sekira Rp 331,2 jutaan untuk varian entry-level. Varian tertinggi label harganya setara Rp 415,2 jutaan.

Harga untuk varian bensin dan diesel rencananya akan diumumkan pada 2 September 2024 mendatang.

 

Tata Group Bangun Pabrik Baterai Terbesar Di Inggris

Raksasa industri otomotif asal India, Tata Group akan membangun pabrik baterai di Bridgewater, Somerset, Inggris. Giga proyek ini menelan dana investasi sebesar £4 miliar atau sekira Rp 79,6 triliun! Areal lahan yang digunakan  250 hektar. Diharapkan pabrik ini sudah mulai berproduksi pada tahun 2026 mendatang.

Pengoperasian pabrik nantinya akan menyerap lebih dari 4.000 tenaga kerja lokal. Bahkan jaringan rantai pasok dari hulu ke hilir bakal membuka ribuan lapangan kerja baru. Oleh sebab itulah pemerintah Inggris turut mendukung proyek ini dengan bantuan dana sebesar £500 juta atau sekitar Rp 9,95 triliun.

Keberadaan pabrik ini tak hanya akan meningkatkan taraf perekonomian warga setempat. Tapi juga membawa dampak positif bagi pertumbuhan industri dan perekonomian di Inggris.

Kapasitas Produksi 40 GWh

Ini adalah pabrik baterai terbesar Tata di luar India sekaligus jadi pabrik baterai terbesar di Eropa. Salah satu anak usaha milik Tata yakni Agratas akan mengelola pabrik ini, memproduksi sel baterai prismatik yang teknologinya hampir serupa buatan BYD.

Dicanangkan, pabrik ini punya kapasitas produksi yang mencapai 40 GWh. Tentunya ini akan terus ditingkatkan sesuai permintaan pasar. Cukup besar, namun masih terbilang minim dengan pesatnya pertumbuhan pasar mobil listrik di Inggris maupun Eropa.

Faraday Institute memprediksi pada tahun 2030 mendatang Inggris akan butuh pasokan baterai hingga 100 GWh. Pada tahun 2040 kebutuhan pasokan baterai diperkirakan bakal meningkat hingga 200 GWh.

Dampak terhadap lingkungan jadi salah satu hal yang sangat penting. Pabrik Tata Group akan menerapkan teknologi ramah lingkungan. Tak hanya pada proses manufaktur dan penanganan material bahan baku produksi saja. Tapi juga pada proses pengolahan limbah dan material sisa produksi.

Mampukah Menandingi Baterai RRC?

Pengamat teknologi dan industri masih memiliki sejumlah pertanyaan. Akankah pabrik ini mampu bersaing dalam mencukupi kebutuhan baterai di pasar domestik Inggris maupun Eropa? Apakah harga  akan kompetitif dan bisa menandingi dominasi baterai RRC di pasar global?

Pabrikan baterai lainnya di Inggris dan Eropa juga tak ingin ketinggalan langkah dari Tata. Salah satunya yakni Envision yang saat ini jadi pemasok utama baterai untuk Nissan. Envision saat ini sedang bersiap meningkatkan kapasitas produksi mereka, menjadi 38 GWh.

Demikian pula dengan LG yang akan membangun pabrik baterai di Polandia. Dengan kapasitas produksi hingga 70 GWh. LG akan memasok baterai untuk Audi, Jaguar, Mercedes-Benz, Porsche, Renault dan Volvo.

 

 

Tata Intra V20 Untuk Dukung Industri Logistik

Tata Intra V20 diharapkan dapat mendukung momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) selaku Agen Pemegang Merek (APM) Tata Motors di Indonesia, optimis dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dengan menghadirkan kendaraan pickup terbarunya, Tata Intra V20.

Dilengkapi dengan mesin diesel E4 dan kompatibel dengan bahan bakar B30, kendaraan ini dirancang khusus sesuai keadaan lapangan dan kebutuhan masyarakat Indonesia dengan berbagai fitur unik, misalnya teknologi hydroforming yang mencegah adanya karat, serta mampu mengangkut lebih dari 1.000 kilogram. Pantas saja menggunakan mesin diesel…

Kendaraan ini juga memiliki Gradeability 45 persen sehingga dapat menanjak secara optimal. Mobil ini membidik pelaku usaha yang menginginkan pickup dengan daya angkut lebih banyak, kemampuan menanjak lebih baik, dan konsumsi bahan bakar lebih irit. Oleh karenanya, pickup ini dapat menjadi pilihan utama untuk kebutuhan logistik harian, seperti pengiriman bahan makanan, material bangunan, hewan ternak, dan lainnya.

Diharap dapat mendukung pertumbuhan ekonomi

“Kami sadar bahwa pertumbuhan ekonomi indonesia yang tinggi tidak lepas dari dukungan industri logistik yang kuat. Tata Motors berkomitmen mendukung industri fundamental tersebut melalui produk terbaru kami. Kami optimis Tata Intra V20 mampu mendapatkan respon positif dari masyarakat Indonesia, khususnya dalam menunjang kegiatan logistik untuk kebutuhan pertanian, perkebunan, maupun menjadi angkutan untuk perusahaan kebutuhan harian,” ujar Pankaj Jain, President Director TMDI.

Melalui peluncuran Tata Intra V20 ini diharapkan dapat mendukung momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cepat dan dinamis kedepannya. Hal tersebut tentu terkait dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara dengan mencapai 5,44 persen di kuartal kedua 2022 ini.

Tata Intra V20 dijual dengan harga mulai dari Rp 159 juta. Selain itu, Tata Motors juga menjamin untuk ketersediaan suku cadang dan perawatan kendaraan melalui program Customer Care ‘Peace of Mind’ dari TMDI dengan layanan 24 jam yang tersebar pada lebih dari 200 outlet di seluruh Indonesia.