Kenalan Dengan Teknologi Mutakhir e³ Platform Punya Denza

Selain fokus menghadirkan inovasi teknologi, BYD juga menjadi pionir dalam mengintegrasikan teknologi canggih ke berbagai sektor strategis termasuk sektor otomotif di dunia. Denza, sebagai sub-brand premium dari BYD, tentu turut mengimplementasikan teknologi terdepan. Salah satu inovasi terbaru yang yang diperkenalkan pada kuartal empat tahun 2024, dan pertama kali diterapkan pada Denza Z9 GT dan Denza Z9, yakni e³ Platform.

Teknologi ini menjadi terobosan dalam meningkatkan efisiensi, performa tinggi, serta menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih mutakir. Dengan e³ Platform, maka Denza berkomitmen untuk menghadirkan kendaraan premium yang inovatif, lebih responsif, nyaman, dan ramah lingkungan.

Satu kesatuan teknologi inovatif

e³ Platform adalah sistem penggerak tiga motor independen. Terdiri dari satu motor listrik di bagian depan, dan dua motor di bagian belakang. Setiap motor memiliki control unit yang bekerja secara independen, untuk memberikan torsi optimal di setiap kondisi berkendara.

Dengan arsitektur ini, kendaraan mampu menghadirkan akselerasi yang presisi dan responsif, serta meningkatkan stabilitas saat melaju di berbagai medan.

Teknologi ini juga terintegrasi dengan CTB (Cell-to-Body), yang berfungsi menyatukan motor listrik yang berada di dalam e-platform. Berintegrasi dengan teknologi Blade Battery, sehingga menjadi satu kesatuan struktur pada bodi mobil.

Dikombinasikan dengan VMC

Pada model Z9 GT, sistem ini dikombinasikan dengan Vehicle Motion Control (VMC), supaya memberikan kendali penuh terhadap distribusi tenaga, dan kestabilan kendaraan di berbagai kondisi jalan.

Selain itu, kendaraan berbasis e³ Platform juga dilengkapi dengan centralized computing platform. Sistem ini memungkinkan kendali yang lebih cerdas terhadap tiga motor listrik, active rear-wheel steering, penyesuaian torsi, dan sudut kemudi belakang secara independen. Semua data kendaraan terus diperbarui melalui OTA (Over-the-Air) updates, memastikan setiap fitur selalu dalam kondisi terkini.

Parkir lebih mudah dan efisien

Denza juga menghadirkan fitur e³ Parking, yang dapat memberikan kemudahan dalam berbagai kondisi parkir, baik di ruang normal maupun sempit dengan lebih efisien. Saat mode parkir diaktifkan, roda depan terkunci untuk menjaga stabilitas. Sedangkan roda belakang bergerak secara independen ke arah luar (outward). Mekanisme ini memungkinkan kendaraan masuk ke slot parkir, dalam satu gerakan tanpa perlu bermanuver maju atau mundur berulang kali.

Teknologi e³ Platform memudahkan pengemudi untuk mengendalikan kendaraannya pada jalanan yang licin. Teknologi ini telah diuji dalam low-adhesion road test, di mana kendaraan menghadapi permukaan jalan dengan adhesion coefficient yang rendah, berisiko menyebabkan oversteer atau understeer (hilangnya stabilitas).

Dengan pengetesan pada jalur dengan radius putar sebesar 15 meter, Z9 GT berhasil untuk melaju secara stabil tanpa koreksi arah berlebihan. Uji coba serupa dilakukan pada permukaan jalan dengan radius 66 meter, dan adhesion coefficient yang bervariasi, dengan rasio rentang terendah sebesar 0.35 hingga yang terbesar 0.85. Pada uji coba ini, Z9GT membuktikan dapat melaju secara aman dan terkendali, tanpa kemungkinan oversteer atau understeer.

Enteng diuji Moose Test

Denza Z9 GT pun telah melalui pengetesan Moose Test (uji manuver darurat) dan mendapatkan sertifikat resmi dari China Automotive Engineering Research Institute (CAERI). CAERI merupakam lembaga penelitian dan pengujian otomotif di China, yang memiliki otoritas dalam menilai standar keselamatan, kinerja, dan efisiensi kendaraan.

Tes ini membuktikan bahwa e³ Platform juga memungkinkan kendaraan untuk bermanuver dengan presisi tinggi di jalur sempit. Denza Z9 GT mampu melaju stabil di jalur pengetesan Moose Test, dan berhasil mencapai kecepatan maksimum 93,6 km/jam.

Salah satu keunggulan utama dari e³ Platform adalah kemampuannya menjaga stabilitas kendaraan bahkan dalam kondisi ekstrem. Misalnya ketika ban pecah di kecepatan tinggi hingga 140 km/jam. Berkat kombinasi teknologi Intelligent Driving System, DiSus Intelligent Body Control System, dan Vehicle Motion Control (VMC), kendaraan tetap berada dalam kondisi aman, terkendali, dan mampu mencari jalur pemberhentian yang optimal.

Mengedepankan keselamatan berkendara

Intelligent Driving System dengan ADAS (Advanced Driver Assistance System) secara otomatis mendeteksi kondisi ban pecah dalam hitungan milidetik. Sistem ini segera menganalisis situasi, mengidentifikasi jalur aman, dan mengarahkan kendaraan menuju lokasi pemberhentian yang paling aman. Sehingga mengurangi risiko kecelakaan akibat kehilangan kendali.

DiSus Intelligent Body Control System adalah sistem suspensi cerdas yang menyesuaikan respons kendaraan terhadap perubahan kondisi jalan dan kestabilan mobil. Dalam situasi ban pecah, sistem ini bekerja secara otomatis untuk menjaga keseimbangan kendaraan dengan mengatur posisi suspensi secara independen.

Sedangkan Vehicle Motion Control (VMC), berfungsi mengontrol motor listrik secara real-time, untuk menyesuaikan distribusi tenaga ke roda dan pengaturan sudut kemudi agar tetap optimal. Teknologi ini memungkinkan kendaraan mempertahankan traksi, mengoreksi arah kemudi dengan presisi, serta mencegah oversteer atau understeer.

Dengan teknologi canggih yang terintegrasi, kendaraan Denza berbasis e³ Platform menyuguhkan standar baru dalam kenyamanan, keselamatan, dan kendali penuh. Sehingga memberikan solusi mobilitas yang lebih baik dan berkelanjutan.

BYD U8 pengguna pertama platform E4

Memahami Platform E4 Dan Teknologi BYD Yang Bikin Mobil Berputar 359 Derajat

Kalau Anda sempat mampir ke booth BYD di GIIAS 2024, pasti melihat SUV llistrik Yangwang U8. Mobil ini punya kemampuan berputar 359 derajat macam tank. Jadi tidak perlu radius putar yang merepotkan. Kemampuan ini terbentuk berkat penggunaan teknologi baru buatan BYD, yang bernama E4 Platform.

E4 Platform adalah sistem penggerak yang terdiri dari tiga komponen pengendali utama (core control). Yang pertama pastinya empat motor listrik yang akan menggerakkan roda mobil. Keempat motor listrik ini bisa bergerak secara independen.

Komponen kedua adalah Friction control yang berfungsi membaca kondisi jalan. Benda ini bertugas mengoptimalkan kinerja motor sehingga pergerakan akan lebih baik di segala kondisi seperti jalan berpasir, tanjakan curam, dan sebagainya.

Kemampuan E4

Lalu Body Stability Control pada E-4 Platform untuk penanganan stabilitas demi kenyamanan penumpang di berbagai medan jalan. Alat ini bekerja berdasarkan input dari berbagai sensor yang terintegrasi. Sensornya tersebar di bagian-bagian inti BYD Yangwang U8. Seperti Integrated Measurement Unit, Wheel Speed Sensor, Steering Sensor, Sensor Kamera, Millimeter Wave Radar, Lidar, Ultrasonic dan banyak sensor lainnya.

Ketiga komponen tersebut, membentuk E4 Platform, yang memungkinkan Yangwang U8 memiliki kemampuan Tank Turn yang bikin bengong itu. Tapi di luar manfaat Tank Turn, ada sederet kegunaan yang membuat E4 akan terasa membantu hari Anda menjadi lebih baik.

Contohnya, saat manuver di lahan sempit. Kalau U8 terjebak di parkiran yang sempit, dengan E4 manuver mobil dengan panjang 5,3 meter ini jadi sangat mudah. Belum lagi kalau bicara medan off road tanpa aspal sedikit pun.

Kemudian, seperti dicontohkan BYD Indonesia, saat ban tiba-tiba kehilangan tekanan. Saat terdeteksi ban kempes, sensor E4 secara instan mengatur putaran roda secara independen sehingga Yangwang U8 tetap terkendali.

Tenaga Badak

Platform E4 juga bukan cuma soal kelincahan untuk mobil bongsor. Mengutip keterangan resmi BYD Indonesia, “Penyertaan sistem kontrol elektronik 800V SiC (Silicon Carbide), yang akan menjadi standar di seluruh produk platform masa depan.”

Bahkan diklaim, dibandingkan dengan platform lainnya, E-4 Platform pada BYD U8 menawarkan peningkatan efisiensi maksimum hingga 99,5 persen, peningkatan kemampuan output sebesar 50 persen, peningkatan kepadatan daya (power density) sebesar 100 persen. Tidak lupa, memberikan peningkatan efisiensi operasional sebesar tiga persen.

Motor listrik penggerak di platform ini, khususnya yang dipakai U8, diklaim mampu berputar hingga 20.500 rpm, dengan tenaga puncak 1.180 hp. U8 juga menggendong mesin bensin empat silinder 2,0 liter yang tidak tersambung dengan roda, dan berfungsi sebagai genset untuk membantu isi ulang baterai.

Akselerasi SUV 3,4 ton ini dibuat singkat dengan platform E4. Cukup 3,6 detik untuk 0-100 km/jam.

Lalu, apakah platform E4 ini akan digunakan di BYD lain? Sepertinya begitu. Karena saat ini baru dipakai oleh sub-brand Yangwang. Di bawah naungan BYD ada Denza, yang juga merek mewah.