Toyota Luncurkan bZ4X Produksi Indonesia dan Urban Cruiser EV

Tahun 2025 menjadi tonggak 54 tahun PT Toyota Astra Motor hadir di Indonesia, untuk merayakan momentum ini, Toyota hadir di ajang GIIAS 2025 dengan membawa 30 mobil mulai dari Corolla KE20 tahun 1971 yang melambangkan langkah pertama Toyota hingga mobil listrik bZ4X yang akan diproduksi di Indonesia serta Urban Cruiser EV.

“Tahun ini, tepat 54 tahun Toyota menjadi bagian dari perjalanan bangsa Indonesia.” Ujar Hiroyuki Ueda, President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM). “Karena itu, kami percaya, keberadaan Toyota di Indonesia harus memberi makna yang lebih besar. Toyota terus berjalan mengembangkan Indonesia untuk Indonesia.” lanjut Ueda.

Setelah diluncurkan pada tahun 2022 dan menjadi mobil listrik pertama Toyota yang dijual di Indonesia. Kini bZ4X mendapatkan facelift baik dari eksterior, interior maupun mesin. Pada bagian eksterior bZ4X mendapatkan desain lampu depan Hammerhead. Kemudian fender depan plastik kini diubah menjadi sewarna bodi, yang membuat mobil tampil elegan.

Revisi Interior

Masuk ke dalam, terdapat beberapa perubahan seperti frame plastik yang memisahkan instrument cluster dengan dashboard telah dihilangkan. Kini layar infotainment menjadi 14 inci. Terdapat desain konsol dashboard baru, dengan tombol pengaturan volume dan climate control. Terakhir Toyota mengklaim telah merevisi interior sehingga lebih senyap dan nyaman.

Sayangnya pihak Toyota Indonesia belum memastikan spesifikasi bZ4X yang masuk di Indonesia kecuali mobil ini hanya tersedia dalam varian FWD. Mengaca kepada spesifikasi bZ4X diluar, versi FWD ditawarkan dalam 2 varian baterai yaitu 57.7 kWh dan baterai baru 74,7 kWh yang lebih besar. Sehingga diklaim memiliki jarak tempuh hingga 573 km menurut standar WLTP.

Perubahan terbesar adalah sistem charging bZ4X, yang kini dilengkapi dengan fitur fast charging DC 150 kW. Proses pengisian daya dari 10 ke 80 persen, hanya dalam waktu 30 menit saja. Toyota belum menyebut kapan peluncuran resmi dari bZ4X produksi lokal ini maupun harganya. Semestinya harga akan lebih murah dari bZ4X CBU. Sebagai perbandingan bZ4X lama dijual dengan harga Rp 1,2 miliar off the road.

Kembaran eVitara

Selain meluncurkan bZ4X produksi lokal, Toyota juga membawa Urban Cruiser EV. Mobil kembaran Suzuki eVitara ini baru diperkenalkan di Indonesia. Jika dijual pihak Toyota menyebut spesifikasinya akan sama dengan versi global. Di luar negeri Urban Crusier EV ditawarkan dalam 3 varian mesin yaitu 2 penggerak depan dan 1 penggerak empat roda alias AWD.

Untuk model penggerak depan ditawarkan dalam dua varian baterai. Yang pertama ialah 49 kWh yang mampu menghasilkan tenaga 142 hp dengan range mencapai 300 km dan 61 kWh yang mampu menghasilkan tenaga 172 hp dan range hingga 400 km. Sementara model AWD dilengkapi dengan baterai 61 kWh dan mampu menghasilkan tenaga 181 hp dengan range mencapai 350 km.

Terakhir Toyota juga membawa spesial display yaitu Crown FCEV dengan bahan bakar hidrogen. Sebagai bentuk komitmen untuk solusi mobilitas berbasis netralitas karbon, dimana Toyota menyediakan solusi lengkap. Mulai dari bahan bakar alternatif seperti Bioethanol, elektrifikasi mulai dari hybrid, plug in hybrid, elektrik, hingga berbasis hidrogen.

“Pada GIIAS 2025, Toyota menampilkan berbagai solusi mobilitas untuk seluruh masyarakat Indonesia, dalam perjalanan kami memperkuat industri dalam negeri serta turut membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik,” tutup Ueda.

Toyota Urban Cruiser Taisor Tampil Perdana Di India

Toyota resmi meluncurkan Urban Cruiser Taisor di India pada Rabu, (3/4) kemarin.

Compact SUV terbaru Toyota ini sebenarnya adalah versi rebadged dari Maruti Suzuki Fronx yang muncul pada tahun 2023 lalu di India.

Meskipun berbasis dari model mobil milik Maruti Suzuki, kemasan tampilan tetap dengan gaya Toyota. Sama seperti Suzuki Grand Vitara dan kembarannya yakni Toyota Urban Cruiser Hyryder yang beredar di India.

Secara keseluruhan siluet bodi serupa. Tentunya sejumlah detail eksterior dikemas ulang agar tak terlalu kembar ‘plek’ dengan Suzuki Fronx.

Desain grille dengan imbuhan emblem Toyota tentunya, lampu depan mengadopsi gaya dari Toyota Land Cruiser 300 Series.

Lampu belakang sudah menggunakan LED dengan model melebar. Bumper depan dan belakang serta pelek alloy 16-inci tampil beda dan lebih sporty.

Serupa Tapi Beda Gaya

Layout dashboard mobil ini masih diadopsi dari Suzuki Fronx. Head unit fitur infotaintment dengan layar digital 9-inci, panel instrument di balik setir model analog, fitur head-up display, serta wireless charging pad sama seperti Suzuki Fronx.

Fitur keselamatan dan bantu berkendara pada mobil ini terbilang sangat lengkap. Mulai dari kamera 360°, 6 airbag, hill-hold assist, sensor parkir mundur, hingga electronic stability control (ESC) jadi kelengkapan standar.

Dari segi dimensi, Toyota Urban Cruiser Taisor dikatakan memiliki panjang bodi hampir seukuran Suzuki Fronx yang panjang bodinya 4.345 mm. 

Berapa panjang jarak sumbu roda compact SUV Toyota ini belum diumumkan. Namun kemungkinan tak akan selisih jauh atau mungkin sama seperti Suzuki Fronx yakni di angka 2.520 mm. 

Mesin Bensin Atau BBG?

Sebagai sumber penggerak, Toyota Taisor mengadopsi mesin yang sama dengan Suzuki Fronx.

Untuk mesin bensin 1.2-liter non-turbo memiliki tenaga 89 hp dengan torsi 113 Nm. Mesin bensin 1.0-liter turbo dibekali modul mild hybrid. Outputnya sedikit lebih besar yakni 99 hp dengan torsi maksimum 148 Nm.

Untuk opsi transmisi, varian bermesin 1.2-liter non-turbo tersedia dengan transmisi manual 5-speed dan AMT 5-speed. Untuk varian bemesin turbo tersedia opsi transmisi manual 6-speed dan automatic 6-speed plus torque converter.

Bagi yang ingin versi BBG (bahan bakar gas), tersedia kit konversi untuk mesin 1.2-liter non-turbo. Varian ini hanya tersedia dalam opsi transmisi manual 5-speed.

Untuk pembanding, di Indonesia mobil ini akan sekelas dengan Kia Sonet. 

Harga termurah di India, mulai dari 7,73 lakh rupee atau setara Rp 146,5 jutaan untuk varian 1.2 E MT. Varian termahal yakni 1.0 V AT DT label harganya mulai dari 13,03 lakh rupee atau sekira Rp 247 jutaan.