Review: Hyundai New Creta N Line Turbo DCT

Nyaris satu bulan setelah peluncurannya, kami akhirnya berkesempatan untuk merasakan langsung Hyundai New Creta. Supaya puas, perjalanan diarahkan menuju Lampung, sejauh 237 kilometer. Awalnya, kami membesut unit Hyundai Creta N Line 1.5 bertransmisi IVT, dari Jakarta. Tapi usai ‘mendarat’ di tanah Sumatra, kami bergeser ke Hyundai Creta N Line 1.5 Turbo bertransmisi DCT 7-speed.

Tergoda sejak peluncuran

Varian ini yang telah menggoda kami sejak tanggal 9 Januari 2025 silam. Memang eksterior varian N Line memiliki perbedaan dengan varian Prime dan Active. Aspek perbedaan paling terlihat ialah bentuk bumper depan dan belakang yang lebih sporty. Tak ketinggalan sepasang muffler tip layaknya mobil sport, serta kaliper rem berkelir merah.

Masuk ke kabinnya, beberapa bagian interior terkena aksen warna merah. Baik pada dashboard maupun di permukaan jok. Setir pada Creta N Line mempunyai model palang tiga. Sedangkan pada varian Prime dan Active masih memakai setir model lama. Shift knob varian N Line pun bergaya sporty, tapi varian lainnya lagi-lagi masih seperti Creta model lama.

Turbo buatan Garrett

Bertengger di balik kap depan, ada seonggok unit mesin bensin empat silinder Smartstream T-GDi, dengan turbocharger buatan Garrett. Mesin berkapasitas 1.5 liter ini punya output nyaris 158 hp di putaran 5.500 rpm. Sedangkan torsi 253 Nm, tersedia linear pada 1.500 hingga 3.500 rpm.

Untuk melalui kendaraan di depan kami saat di jalan tol, kami tidak usah menekan pedal gas dalam-dalam. Apalagi ada mode berkendara yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Asyik betul…

Transmisi DCT (Dual Clutch Transmission) 7-speed, yang punya respons sigap di setiap putaran mesin. Selain itu perpindahan giginya tergolong oke. Ya, kami sempat memiliki keraguan terhadap transmisi DCT ini. Sebab, transmisi ini biasanya punya karakter seperti ‘setengah kopling’ atau ‘geredek-geredek’.

Namun, kami sempat merasakan momen downshift yang terasa agak membuat ‘kagok’, di kecepatan rendah pada jalanan menanjak.

Suspensi tidak istimewa

Kaki-kaki mobil ini bukanlah suspensi yang istimewa. Bagian depan menggunakan konstruksi MacPherson Strut, sedangkan torsion beam bertugas di bagian belakang.

Oleh karenanya, pengendalian Hyundai New Creta masih terasa mirip-mirip dengan Creta sebelumnya. Setidaknya, pijakan pada permukaan jalan didukung oleh velg 18 inci, yang dibalut ban 215/55 R18.

Pengalaman berkendara terasa lebih menyenangkan dengan adanya panoramic sunroof, jok kulit dengan ventilasi, fitur Hyundai SmartSense, sistem konektivitas Bluelink, hingga perangkat audio lansiran Bose.

Secara penampilan, New Creta telah terlihat semakin dewasa, agar dapat menjadi pilihan bagi banyak konsumen di Indonesia. Buat yang berminat Hyundai Creta N Line Turbo, harus siapkan kocek Rp 507, 28 juta (on the road Jakarta).

Hyundai Creta 2024

Hyundai Creta 2024 Mau Hadir, Ada Mesin Baru?

Hyundai ditengarai akan segera menjual Creta terbaru, yang mengalami facelift. Beberapa foto sudah beredar di media sosial, dan memperlihatkan perubahan desain yang cukup signifikan. Sedikit demi sedikit, ada pencerahan soal seperti apa jagoan Hyundai ini.

Lalu, apa saja yang berubah? Kami coba menelusuri perbedaan yang ada di Hyundai Creta 2024, yang sepertinya akan muncul ke publik di acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pertengahan Juli ini.

Mesin Turbo

Mesin baru untuk Hyundai Creta 2024

Untuk versi yang dijual sekarang, Hyundai Creta masih mengandalkan mesin bensin 1,5 liter dengan tenaga 113,4 hp. Torsinya 144 Nm pada 4.500 rpm. Cukup untuk sebuah mobil harian. Dan kemungkinan , mesin ini tetap akan dibawa untuk Creta terbaru nanti.

Namun yang menarik, hampir bisa dipastikan ada varian yang mengusung mesin baru dengan imbuhan turbo (GDi), meski kapasitasnya tetap 1,5 liter.

Spesifikasi resmi belum diketahui, tapi mengacu pada Creta 2024 yang ada di India, output mesin GDi mencapai 157,7 hp dengan torsi yang memuncak mulai dari 1.500-3.500 rpm. Besarannya mencapai 253 Nm.

Transmisinya (untuk varian turbo) menggunakan perseneling otomotis kopling ganda dengan 7-speed.

Desain Eksterior

Hyundai masih membekali crossover ini dengan parametric grill. Lampu DRL akan menyaru dengan grill saat mobil dimatikan.

Yang berbeda adalah lampu DRL punya desain baru yang lebih tegas dan modern. Tidak lagi menyebar ke bawah tapi membentuk garis horisontal hingga ke bagian atas grill. Memberikan kesan lampu menyatu dari kiri ke kanan.

Lampu utama dengan teknologi masih tetap berada di bawah DRL, seperti yang ada sekarang. Desain bemper baru terlihat lebih kaku dibanding Creta yang masih dijual. Terutama di bagian bawah.

Di belakang, pintu bagasi didesain baru untuk mengakomodir konfigurasi lampu yang juga berubah total. Seperti di depan, lampu kiri dan kanan seolah disatukan oleh garnish yang menyala. Bemper juga tidak ketinggalan mendapatkan penyegaran.

Interior Baru

Jujur, Creta yang ada sekarang desain dashboard-nya cepat membosankan. Hal ini dijawab oleh desainer Hyundai dengan memberikan dashboard baru.

Bahkan hampir semua baru di bagian ini. Mulai dari bentuk dashboard, desain kisi AC, panel pengaturan AC, bentuk jok, hingga deretan tombol di konsol tengah. YAng tidak berubah hanya setir dan tuas transmisi.

Tidak lupa, layar di dashboard terlihat menyatu dengan instrument cluster. Membentuk satu kesatuan display yang besar tanpa bingkai.

Untuk pasar India, Hyundai Creta 2024 dibekali sistem olahan suara yang dibuat oleh Bose. Kami rasa, untuk Indonesia juga tidak akan jauh berbeda.

Dimensi

Creta 2024

Karena ini bukan all new model, maka tidak perlu heran yang beda hanya panjang dan sedikit lebih tinggi.

Berdasarkan lembar spesifikasi di pasar India, Hyundai Creta 2024 bertambah panjang 15 mm, menjadi 4.330 mm. Sementara lebar tetap 1.790 mm dan tingginya (dihitung hingga roof rail) naik 5 mm menjadi 1.635 mm.

Wheelbase (jarak sumbu roda) juga tidak berubah. Tetap 2.610 mm.