Dealer JAECOO Arta Pluit Siap Layani  Konsumen Di Jakarta Utara

Sebagai pendatang baru di pasar otomotif Tanah Air, JAECOO Indonesia terus berupaya memperkuat jaringan dealer nasional. Titik layanan terpadu baru saja diresmikan yakni JAECOO Arta Pluit. Dealer yang berlokasi di Jl. Pluit Indah No.1, RT.6/RW.6, Pluit, Jakarta Utara ini menjadi dealer kedua di Jakarta dan dealer keempat JAECOO di Indonesia.

Operasional dan layanan dealer JAECOO Arta Pluit dikelola PT Arta Auto Sentosa selaku mitra bisnis JAECOO Indonesia.

Wilson Suryahusada, CEO PT Arta Auto Sentosa, mengatakan, pemilihan lokasi dealer di kawasan Pluit karena merupakan kawasan strategis dengan mobilitas tinggi di wilayah Jakarta Utara.

Keberadaan dealer ini diharapkan semakin memudahkan konsumen untuk memiliki dan merawat kendaraan mereka dengan fasilitas 3S lengkap (Sales, Service, Sparepart).

Selain itu, keberadaan JAECOO Arta Pluit sejalan dengan strategi ekspansi jaringan dealer JAECOO Indonesia untuk semakin dekat dengan konsumen agar dapat senantiasa menghadirkan produk inovatif serta memberi pelayanan terbaik.

“Ini adalah pencapaian penting yang memperkuat komitmen kami bersama JAECOO Indonesia untuk lebih dekat dengan konsumen dan memberikan layanan terbaik,” papar Wilson Suryahusada, CEO PT Arta Auto Sentosa.

Layanan 3S Berfasilitas Lengkap

Dealer ini tak hanya menjadi pusat penjualan dan layanan purna jual. Namun menjadi pusat layanan terpadu yang akan memenuhi semua kebutuhan para pelanggan dan juga calon konsumen JAECOO.

Dengan areal lahan seluas 2.112 m² dan luas bangunan 1.576 m², JAECOO Arta Pluit jadi
dealer terpadu berstatus 3S (Sales, Service, Sparepart) berfasilitas sangat lengkap.

Area ruang pamer kendaraan dan aksesoris, penerimaan customer serta ruang negosiasi dikemas dengan mewah dan nyaman sebagai wujud pelayanan terbaik kepada konsumen. Fasilitas area penerimaan service serta ruang tunggu service pun bikin pelanggan betah menunggu saat kendaraan mereka sedang menjalani perawatan rutin.

Di area pamer showroom JAECOO Arta Pluit terdapat sederet model andalan JAECOO, termasuk JAECOO J7 SHS, kendaraan Plug-in Hybrid Vehicle (PHEV) berteknologi Super Hybrid System yang teruji ketangguhannya.

Area bengkel service di dealer JAECOO Arta Pluit memiliki 5 service bay dan 1 washing bay yang mampu melayani hingga 15 unit mobil setiap harinya.

Bagi yang ingin mengisi ulang daya baterai kendaraan, tersedia EV charger di area parkir dengan kapasitas daya 120 kWh, gratis untuk para pelanggan setia JAECOO.

“Ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat komitmen kami untuk memperkenalkan JAECOO, terutama di wilayah Jakarta Utara. Seperti yang kita ketahui, Pluit merupakan kawasan yang berkembang dalam bidang ekonomi, bisnis, dan gaya hidup premium. Kami berharap, dengan kehadiran Jaecoo di Pluit, kami dapat memenuhi kebutuhan otomotif, terutama SUV premium, bagi masyarakat yang tinggal di sini,” ujar Max Zhou, Country Director JAECOO Indonesia.

Keberadaan dealer JAECOO di kawasan Jakarta Utara diharapkan memudahkan para konsumen dan penggemar otomotif untuk bisa memiliki kendaraan premium JAECOO.

Dalam momentum ini, JAECOO juga membagikan capaian selama GIIAS 2025. Sepanjang perhelatan GIIAS 2025, JAECOO Indonesia berhasil membukukan 500 asurat Pemesanan Kendaraan (SPK). Lebih dari 50% berasal dari model J7 SHS. SUV terbaru J8 SHS ARDIS, yang debut dunia di Indonesia pun berhasil menarik perhatian.

JAECOO Tampilkan Sederet SUV Canggih di GIIAS 2025 

Perhelatan GIIAS 2025 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Banten dimanfaatkan brand otomotif asal China, Jaecoo untuk unjuk gigi di pasar otomotif Indonesia.

Jaecoo Indonesia selaku agen pemegang merek (APM) brand otomotif Jaecoo di Indonesia menunjukkan komitmen terhadap mobilitas cerdas dan berkelanjutan.

Perpaduan antara teknologi hybrid, sistem digital terintegrasi, dan desain mobil yang menarik jadi strategi Jaecoo untuk bisa memposisikan dirinya sebagai kekuatan baru di segmen SUV premium. Tak hanya di Indonesia, tapi juga di Asia Tenggara dan pasar global. Beragam SUV berteknologi modern pun diluncurkan di GIIAS 2025.

Dua Varian J8 Sudah Bisa Dipesan

Sebagai penguatan lini model kendaraan berteknologi elektrifikasi, Jaecoo Indonesia meluncurkan SUV plug-in hybrid J8 SHS ARDIS.

SUV kelas premium ini menjadi mobil hybrid pertama di Indonesia dengan teknologi sistem canggih tiga motor elektrik. Distribusi tenaga dan handling berkendara pada mobil ini dikatakan jauh lebih stabil.

Jaecoo J8 SHS ARDIS dibekali sistem Super Hybrid System (SHS) yang memadukan dua motor elektrik penggerak (di depan dan belakang) dan mesin bensin 1.5 liter turbo.

Sistem hybrid berpenggerak all wheel drive (AWD) ini dikombinasikan dengan sistem transmisi 3 Dedicated Hybrid Transmission (3 DHT). Sebagai sumber daya listrik, J8 SHS ARDIS dibekali baterai lithium-iron phosphate (LFP) M3P berdaya 34,46 kWh.

Performa yang dihasilkan sistem hybrid pada J8 SHS ARDIS sangat menggairahkan. Output tenaga maksimum kombinasi hybrid mencapai 395 kW (529,7 HP) dengan torsi maksimum 650 Nm! Tak heran jika mobil ini dapat berakselerasi dari 0–100 km/jam hanya dalam waktu 5,4 detik. Sangat gesit dan tak kalah dari SUV non hybrid dengan mesin ber-cc besar.

SUV ini juga menawarkan jarak tempuh mode EV mengandalkan energi baterai hingga 180 km. Dengan mode hybrid, jarak jelajah J8 SHS ARDIS dikatakan mampu tembus hingga 1.400 km hanya dengan sekali pengisian BBM full tank!

Hal tersebut membuat Jaecoo J8 SHS ARDIS sangat ideal untuk perjalanan harian dalam kota maupun antar kota. Konsumsi BBM pun dikatakan jauh lebih efisien tanpa mengorbankan performa. Emisi gas buang CO2 mobil ini pun dikatakan jauh lebih rendah.

Soal pengendaraan, SUV ini dilengkapi sistem suspensi CDC Magnetic (Continuous Damping Control). Redaman suspensi dapat disesuaikan dengan kondisi jalan, bahkan hingga 100 kali redaman per detik. Wow! Kenyamanan berkendara lebih optimal saat berkendara di jalanan kota maupun medan ekstrem.

Saat ini Jaecoo Indonesia sudah membuka pemesanan untuk J8 SHS Ardis via inden pre-booking dengan harga Rp 850 juta.

Konsumen yang melakukan pemesanan lebih awal akan mendapatkan prioritas pengiriman unit pesanan mulai September 2025. Selain itu, konsumen juga akan mendapatkan perangkat V2L (Vehicle to Load) berkapasitas 6,6 kW dan perangkat wall charging selama periode pemesanan berlangsung.

Jaecoo Indonesia menawarkan program perawatan kendaraan seumur hidup untuk J8 SHS ARDIS. Keuntungan eksklusif ini hanya berlaku untuk pemilik pertama dalam penggunaan normal (tidak melebihi 30.000 km per tahun) dan tidak berlaku untuk penggunaan sebagai kendaraan komersial, sewaan, atau dimodifikasi.

Selain J8 SHS ARDIS, Jaecoo Indonesia juga meluncurkan model non hybrid yakni J8 ARDIS. Dari sisi performa, J8 ARDIS dibekali mesin bensin 2.0 TGDI bertenaga 245,5 HP dengan torsi puncak 385 Nm.

Sistem penggerak All-Wheel Drive (AWD) ditunjang beragam mode berkendara yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Jaecoo J8 ARDIS dijual dengan harga Rp 689,9 juta. Varian ini menawarkan paket layanan seperti jaminan garansi 6 tahun atau 150.000 km, bantuan jalan selama 3 tahun, perawatan gratis selama 6 tahun, dan akses gratis ke sistem IoV (Internet of Vehicle) selama 3 tahun.

Dalam keterangannya, Country Director Jaecoo, Max Zhou, menyebut bahwa peluncuran J8 SHS ARDIS di Indonesia bukan sekadar perluasan pasar bagi Jaecoo. Pemilihan debut global J8 SHS ARDIS di Jakarta menjadi sebuah bukti kepercayaan Jaecoo pada kesiapan dan antusiasme konsumen Indonesia terhadap teknologi otomotif generasi baru.

Harga J7 Resmi Diungkap

Pada hari pembukaan GIIAS 2025, Jaecoo Indonesia mengumumkan harga jual untuk model SUV J7 AWD (All Wheel Drive) dan J7 SHS (Super Hybrid System).

Peluncuran seri model J7 menandai tonggak penting bagi Jaecoo untuk mendefinisikan seperti apa sosok SUV modern. Perpaduan antara performa, estetika desain, teknologi cerdas, serta efisiensi energi pada model J7 mencerminkan visi Jaecoo untuk memenuhi kebutuhan para konsumen di perkotaan.

Harga resmi Jaeco J7 telah diumumkan di Indonesia pada Rabu (23/7/2025). Untuk J7 SHS ditawarkan dengan harga Rp 499,9 juta. Sedangkan Jaecoo J7 AWD dibanderol dengan harga Rp 549,9 juta.

Selain itu, model J7 kini tersedia dalam edisi khusus Discover Edition dengan modifikasi kemasan tampilan serta fitur eksklusif.

Cukup dengan tambahan Rp 20 juta dari harga model SHS standar, para konsumen bisa membawa pulang J7 SHS Discover Edition. Harga spesial ini berlaku bagi 1.000 pelanggan pertama. Normalnya, konsumen dikenakan biaya tambahan Rp 35 juta untuk modifikasi Discover Edition.

Bagi 1.000 pelanggan pertama yang membeli J7 SHS  akan mendapatkan 1 unit wall charger gratis, akses IoV (Internet of Vehicle) gratis selama 3 tahun.

Untuk model J7 SHS, Jaecoo Indonesia memberikan jaminan garansi kendaraan selama 6 tahun atau 150.000 km, garansi mesin selama 10 tahun atau 1.000.000 km, dan garansi komponen tegangan tinggi selama 8 tahun atau 160.000 km.

Konsumen yang membeli J7 AWD akan mendapatkan akses IoV (Internet of Vehicle) gratis selama 3 tahun. Jaecoo Indonesia memberi jaminan garansi kendaraan selama 6 tahun atau 150.000 km serta garansi mesin selama 10 tahun atau 1.000.000 km.

Selain itu, para konsumen J7 SHS dan J7 AWD juga memperoleh layanan perawatan gratis selama 4 tahun atau 60.000 km, bantuan darurat gratis selama 3 tahun, layanan jemput kendaraan gratis selama 2 tahun, dan asuransi gratis selama 1 tahun.

Country Director Jaecoo Indonesia Max Zhou mengatakan seluruh perawatan dan perbaikan harus dilakukan di dealer resmi Jaecoo dengan penggunaan suku cadang asli serta mengikuti jadwal servis berkala yang telah ditentukan.

Perkenalan Jaecoo J5 EV

Pada acara peluncuran J8 ARDIS dan pre booking J8 SHS, Jaecoo Indonesia juga memamerkan mobil listrik J5 EV. Bukan lagi versi setir kiri, tapi mobil listrik tersebut sudah versi setir kanan.

Mobil listrik bergaya modern dan futuristik ini tampil dengan siluet bodi yang tegas dan aerodinamis. Kenyamanan dan stabilitas berkendara ditunjang dengan suspensi MacPherson strut (depan) dan sistem multi-link (belakang). Berkendara tetap terasa nyaman meskipun melewati jalan yang tidak rata.

Jaecoo J5 EV dibekali motor elektrik tunggal penggerak roda depan berdaya 67 kW (89,8 HP) dengan output maksimum mencapai 155 kW (207 HP) pada putaran 18.000 rpm. Torsi puncak mencapai 288 Nm. Akselerasi 0-100 km/jam yang dicapai dalam waktu 7,7 detik lumayan cepat.

Pasokan daya listrik bersumber dari baterai berdaya 60,9 kWh. Pada kondisi pengisian daya penuh, jarak jelajah J5 EV mampu mencapai hingga 400 km (standar WLTC) atau 470 km (standar NEDC Thailand).

Mobil listrik berukuran compact ini sudah dilengkapi dengan kemampuan fast charging. Dengan perangkat fast charger DC, pengisian daya dari 30 persen hingga 80 persen hanya butuh waktu 27 menit. Cukup cepat dan efisien. Sangat cocok bagi para pengguna di kawasan perkotaan yang butuh efisiensi waktu cukup tinggi.

Beruntungnya, kami pernah mencobanya langsung di negara asalnya beberapa waktu lalu, jadi kami tak terlalu penasaran dengan kenyamanannya.

 

First Impression: Jaecoo J7 AWD

Jaecoo J7 AWD (All-Wheel Drive) hadir ke pasar Indonesia dengan mengusung aspek From Classic Beyond Classic. Ternyata yang mendasari karakter tersebut ialah adanya warisan karakter dari kendaraan off road yang legendaris, yakni Range Rover. Kok bisa? Sebab Jaecoo menjalin kemitraan dengan Jaguar Land Rover (JLR).

Jaecoo Indonesia memperkenalkan secara eksklusif teknologi canggih yang dimilikinya, melalui Jaecoo J7 AWD. Sport Utility Vehicle (SUV) lima penumpang ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia yang terus berkembang. Sehingga menggabungkan efisiensi tinggi, performa tangguh, serta semangat eksplorasi yang berani.

Jaecoo J7 juga merefleksikan warisan desain premium, membawa warisan rekayasa teknik, dan tentunya unsur kemewahan. Ciri khas tersebut yang menjadikan setiap kendaraan Jaecoo memiliki tingkat kehalusan, dan keunggulan desain yang lazimnya terdapat pada SUV premium.

Struktur Bodi Baja Berkuatan Tinggi

Jaecoo J7 AWD dilengkapi dengan 19 sistem Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Termasuk Adaptive Cruise Control (ACC), Traffic Jam Assist (TJA), Door Open Warning (DOW), Rear Cross Traffic Alert & Braking (RTCA, RTCB), Forward Collision Warning (FCW), dan sistem pengereman darurat otomatis untuk keselamatan optimal. SUV ini juga dilengkapi delapan airbag, serta struktur bodi baja berkekuatan tinggi sebanyak 80 persen. Agar mampu menyerap benturan, sekaligus melindungi seluruh penumpang secara menyeluruh.

Untuk mampu melibas jalan buruk, Jaecoo J7 dilengkapi sistem All Wheel Drive yang cerdas. Apalagi ada tujuh mode berkendara adaptif, dan suspensi dinamis. Jaecoo J7 AWD juga bisa menerjang genangan air sedalam 600 mm, berkat ground clearance setinggi 200 mm.

Sebagai sumber tenaga ialah unit empat silinder 1.6 liter turbocharger, dengan output 183 hp dan torsi maksimum 275 Nm. Mesin ini dipadu dengan transmisi dual-clutch 7-speed buatan Getrag. Jaecoo J7 AWD diciptakan untuk andal di perkotaan, namun juga punya kapabilitas di medan non-aspal, tanpa harus kompromi dengan tampilan premium.

Daya Tarik Emosional

“Konsumen kini tidak lagi memilih antara gaya dan performa, atau antara efisiensi dan teknologi. Mereka menginginkan semuanya. Dengan Jaecoo J7 AWD, kami hadirkan SUV yang bukan hanya canggih dan efisien, tetapi juga memiliki daya tarik emosional,” kata Max Zhou, Country Director Jaecoo Indonesia. Ucapannya tergolong benar, sebab kini kendaraan premium bukan hanya alat transportasi, tapi penunjang gaya hidup.

Harga Pre-Booking Jaecoo J7

Harga Pre-Booking Jaecoo J7 Discover Hanya Rp 500 Jutaan

Harga pre-booking Jaecoo J7 Discover tidak sampai Rp 600 juta. Untuk model J7 SHS adalah Rp  599.000.000 dan J7 AWD yaitu Rp 549.000.000.

Setelah diperkenalkan dan kini masi dibuka masa pemesanan (pre-booking), Jaecoo J7 menghadirkan  edisi khusus, yakni Jaecoo J7 Discover.

Jaecoo J7 Discover, bukanlah model yang sepenuhnya baru,  melainkan perluasan strategis dari lini J7 yang sudah ada. Varian ini membawa peningkatan fungsional dan desain yang secara khusus memiliki kemampuan dan mendukung menjelajah di luar wilayah  perkotaan.

J7 Discover hadir untuk konsumen yang mencintai petualangan dan aktivitas di alam terbuka.

Konsumen yang menginginkan J7 Discover cukup melakukan pre-booking J7 SHS atau J7 AWD dengan  menambahkan Rp 28.800.000 dari harga aksesori normal sebesar Rp 50.000.000, atau mendapatkan diskon sebesar 42% selama periode pemesanan.

Dengan penawaran terbatas ini, pelanggan dapat memperoleh  SUV bernuansa off-road dan semangat petualangan outdoor.

Keseimbangan Sempurna antara Gaya Urban dan Jiwa Petualang

Harga Pre-Booking Jaecoo J7

Harga pre-booking Jaecoo J7 Discover tidak sampai Rp 600 juta. Dikembangkan dari platform Jaecoo J7, J7 SHS Discover dan J7 Discover AWD hadir untuk para  pengendara yang ingin menjelajah lebih jauh dari sekadar jalanan kota dan menikmati gaya hidup aktif di  alam terbuka, termasuk aktivitas light off-road.

Aksesori eksklusif yang ditawarkan mendukung gaya hidup  petualang baru Anda. Selain itu, desain Discover menawarkan tampilan berfokus petualangan, dengan  fitur tangguh dan fungsi praktis untuk penggunaan luar ruang.

Secara eksklusif tersedia dalam edisi terbatasini, J7 Discover dilengkapi dengan: 

  • Roof platform untuk membawa kargo tambahan atau perlengkapan rekreasi
  • Side box dan tactical box untuk penyimpanan saat bepergian 
  • Hard-shellside awning untuk perlindungan dari mataharisaat istirahat atau bermalam
  • Side ladder untuk akses mudah ke atap kendaraan 

Seluruh komponen ini tersedia dalam satu paket dan tidak dijual secara terpisah, memperkuat identitas Discoversebagai edisi yang dirancang khusus untuk pengguna berjiwa petualang.

“Kami menghadirkan Jaecoo J7 Discover sebagai jawaban atas kebutuhan nyata konsumen akan  kendaraan. Mobil ini memiliki warisan dari Range Rover, dan melalui edisi terbatas ini kami ingin  memenuhi keinginan konsumen terhadap kendaraan yang dapat menunjang petualangan alam terbuka,  dengan aksesoris pendukungnya,” ujar Max Zhou, Country Director JAECOO Indonesia.

Jaecoo Terus Tawarkan Keunggulan Teknologi SHS

Dengan komitmen terhadap teknologi hybrid dan elektrik, sepertinya JAECOO siap berkontribusi pada masa depan yang lebih hijau. Mengusung gaya SUV premium dan NEV (New Energy Vehicle) di bawah Chery International, JAECOO terus melangkah pasti di pasar otomotif Indonesia dengan membawa varian J7 SHS, J5, dan J8.

Rancangan JAECOO rasanya siap menjawab kebutuhan generasi pengemudi saat ini. JAECOO J7 dirancang oleh desainer yang sama dengan Range Rover. Paduan estetika Britania menyatu elegan dengan teknologi Super Hybrid System (SHS) dari Chery.

Sejak diboyong di ajang IIMS 2025 lalu, J7 telah mencatatkan lebih dari 2.000 SPK untuk pasar lokal. Teknologi SHS menawarkan performa elektrik yang optimal, manajemen bahan bakar dan emisi yang lebih rendah, dan pengalaman berkendara menyenangkan di berbagai kondisi jalan.

Fitur SHS ini didukung oleh R&D mutakhir dari Chery. Mulai dari sistem kendali berbasis AI hingga mesin hybrid berdaya efisiensi tinggi.

Jaecoo J7 dengan teknologi SHS.

Kini OMODA&JAECOO siap merayakan kampanye global “2 Years 2gether”, momentum ini akan difokuskan ke Indonesia untuk menjadi semangat baru brand ini.

“Kami percaya Indonesia siap untuk jenis SUV baru yang tidak mengharuskan memilih antara kekuatan dan tanggungjawab. Dengan teknologi hybrid terdepan dan identitas desain yang kuat, JAECOO hadir untuk memimpin babak baru mobilitas cerdas di Indonesia,” ujar Max Zhou, Country Director JAECOO Indonesia.

Jaecoo J7 SHS Siap Jelajah Jarak Jauh

SUV Jaecoo J7 SHS telah sukses menjalani uji tantangan berkendara jarak jauh di sejumlah negara termasuk di Indonesia. Bahkan kami pun membuktikan kemampuan SUV berteknologi plug-in hybrid ini melintasi medan off-road Afrika Selatan pada Februari 2025 lalu.

Jaecoo SHS

Kami tak hanya mempertimbangkan tampilan dan fitur maupun harganya yang cukup memikat. Kemampuan teknologi Super Hybrid System yang telah teruji jadi pertimbangan lain. Kemampuan jelajah lebih dari 1.300 km hanya dengan bensin full tank jarang dimiliki kendaraan sejenis di pasar otomotif Indonesia.

Jaecoo J8

Selain J7, model SUV lain yang dipamerkan Jaecoo di IIMS 2025 adalah Jaecoo J8. SUV kelas sedang ini berbagi platform dengan Chery Tiggo 9. Hanya saja saat ini J8 baru dalam tahap perkenalan

Jaecoo J8 adalah SUV premium yang menggabungkan kemewahan, teknologi canggih, dan kemampuan serbaguna khas SUV. Tak hanya jadi mobil harian penunjang aktifitas dan gaya hidup perkotaan. Jaecoo J8 juga menyenangkan untuk perjalanan antar kota maupun off-road.

Seperti halnya J7, model J8 juga tersedia dalam varian bensin non-hybrid dan PHEV.

Jaecoo J8 non-hybrid dibekali mesin 4-silinder 1.598 cc. turbo gasoline direct injection (TGDI) yang dipadukan dengan transmisi CVT 9-speed.

 

 

Membelah Afrika Selatan Bersama Jaecoo J7 SHS

Kami sungguh beruntung bisa ikut serta dalam kegiatan Jaecoo J7 SHS South Africa Safari Drive yang berlangsung pada 21 – 27 Februari 2025 lalu di dataran Afrika Selatan.

Para peserta ditantang untuk menguji batas ketahanan mobil dengan teknologi super hybrid system (SHS) yang dimiliki Jaecoo J7 SHS. Sebanyak 41 peserta dari enam negara yang berbeda. Bukan hanya awak media saja, tapi juga dan key opinion leaders (KOLs). Selain kami dari Indonesia, juga ada peserta lainnya dari Australia, Inggris, Malaysia, Thailand, dan Afrika Selatan sebagai tuan rumah.

Perjalanan menantang dari Cape Town hingga menuju Gqeberha (Port Elizabeth) dan Addo Elephant Park merupakan bagian dari kampanye global Super Hybrid Marathon yang digaungkan oleh Jaecoo.

Ini adalah ajang pembuktian teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang dimiliki Jaecoo kepada dunia.

Fitur Menarik

Salah satu keunggulan yang dimiliki Jaecoo J7 SHS adalah kabinnya yang super lapang. Bukan jok saja yang besar dan nyaman, tapi ruang bagasi di belakang pun cukup besar.

Volume kargo di balik jok belakang mencapai 500 liter, dan bisa dimekarkan menjadi 1.265 liter dengan melipat jok belakang hingga rebah.

Karena baterai pack yang ada di kolong dek sasis mobil ini ukurannya sangat besar, maka Jaecoo J7 SHS tak memiliki ban serep. Hanya tersedia cairan penambal ban. Hmm…mungkin perlu jadi pertimbangan bagi Jaecoo untuk menempatkan ban serep kedepannya.

Salah satu fitur unik yang dimiliki mobil ini adalah selimut selubung mobil bisa disulap jadi layar proyektor! Fitur yang satu ini mungkin tak banyak yang mengetahuinya.

Baterai yang dimiliki Jaecoo J7 SHS pun dapat digunakan untuk perangkat kelistrikan eksternal. Fitur vehicle to load (VHL) yang dimiliki Jaecoo J7 SHS punya output daya 3.3 kW.

Yang paling kami suka adalah sistem audio lansiran Sony dengan 8 speaker. Alunan suaranya benar-benar bikin jantung berdebar… Kami suka…!

Perjalanan Menyenangkan

Hari pertama masih sebatas adaptasi. Dari Cape Town kami berkerkendara menuju Cape of Good Hope melintasi pesisir barat.

Panorama yang sangat indah dengan siluet gunung Table Mountain dan Devil’s Peak di sisi timur serta pemandangan Samudera Atlantik di sisi barat. Jarak tempuh 130 km hanya bagian dari orientasi untuk mendapat gambaran seperti apa situasi lalu lintas di seputar Cape Town.

Tantangan utama Safari Drive dimulai pada hari kedua. Kami menempuh jarak sekitar 500 km dari Cape Town menuju Mossel Bay. Kami sempat mampir ke beberapa tempat untuk berhenti sejenak hingga akhirnya sampai di Pearly Beach yang indah.

Jalan Tol Tsitsikama

Dalam perjalanan Safari Drive dengan Jaecoo J7 SHS, kami melewati ruas tol di rute N2 (jalan nasional rute nomor 2). Jalan tol Tsitsikama yang kami lewati merupakan jalur lintas penghubung dari Cape Town Metropole di wilayah barat Afrika Selatan menuju Gqeberha (Port Elizabeth) yang ada di wilayah timur.

Ruas tol Tsitsikama terbagi menjadi beberapa seksi. Tak hanya menghubungkan hingga ke perbatasan Lesotho di wilayah timur. Ruas tol ini juga menghubungkan wilayah pesisir selatan dengan kawasan daratan tengah di wilayah utara seperti Johanesburg, Bloemfountain dan Pretoria.

Untuk kendaraan pribadi ringan (kelas 1) seperti Jaecoo J7 SHS, tarifnya 67,5 Rand. Jika dikonversi ke Rupiah sekira hampir Rp 60 Ribuan (Rp 59.867). Tak terlalu mahal ternyata tarif tol di Afrika Selatan.

Harga BBM Cukup Mahal

Sepanjang perjalanan kami dari Cape Town di kawasan Western Cape menuju Gqberha (Port Elizabeth) dan Addo Elephant Park yang masuk wilayah Eastern Cape, kami hanya sekali mampir SPBU untuk beristirahat.

Yang kami sambangi adalah salah satu dari jaringan SPBU ENGEN yang mendominasi di Afrika Selatan. SPBU merek lain tentu saja ada, tapi jumlahnya tak sebanyak ENGEN.

BBM jenis bensin yang tersedia di SPBU ENGEN Gas Station hanya ada satu macam yakni Engen Primax Unleaded (bensin tanpa timbal). Nah, jenis oktan yang disediakan disesuaikan dengan letak geografis wilayah operasionalnya:

– Oktan 95, seperti yang kami isi ke tangki Jaecoo J7 SHS di awal hanya tersedia di kawasan dengan elevasi kurang dari 1.200 meter di atas permukaan laut (MDPL). BBM jenis ini banyak tersedia di kawasan pesisir barat hingga timur dan juga di daratan tengah Afrika Selatan.

– Oktan 93, hanya tersedia di SPBU yang berlokasi di kawasan dengan elevasi lebih dari 1.200 mdpl, terutama di kawasan pegunungan. Sejumlah SPBU di kawasan pesisir selatan juga ada BBM jenis ini, namun jumlahnya terbatas.

Harga BBM pun dibedakan antara wilayah pesisir seperti Cape Town dan Durban dengan wilayah daratan tengah seperti Johanesburg, Bloemfountain maupun Pretoria.

Untuk wilayah pesisir seperti Cape Town maupun Mossel Bay, Engen Primax 95 Unleaded harga perliternya 21.62 Rand (Rp 19.181). sedangkan di wilayah daratan tengah dibanderol 22.16 Rand (Rp 19.661).

Untuk BBM jenis Engen Primax 93 Unleaded, harga wilayah pesisir di angka 21.37 Rand (Rp 18.963) dan 22.41 Rand (Rp 19.883) untuk wilayah Inland (daratan tengah).

Harga BBM dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia.

Selalu Di Posisi Teratas

Kami yang mewakili Indonesia selalu ada di peringkat pertama berturut-turut. Sebuah kebanggaan bagi kami, namun tak menjadi beban pikiran. Karena misi kami adalah bisa mencapai finish di etape terakhir. Kalau perlu hingga tetes bensin terakhir…

Saat mencapai titik singgah terakhir di Fynbos, total jarak yang telah kami tempuh sesuai trip meter adalah 1.228 km. Konsumsi BBM rata-rata selama perjalanaan etape terakhir yakni 4,2 Liter/100 km atau setara 23,8 km/liter. Sedangkan cadangan BBM dan baterai diperkirakan masih cukup untuk menempuh 168 km lagi! Yesss…!

Jika dirata-rata, selama berkendara dengan Jaeco J7 SHS konsumsi BBM mencapai sekira 4,88 liter bensin untuk jarak 100 km selama menempuh tantangan Super Hybrid Marathon di Afrika Selatan. Konsumsi BBM yang sangat ekonomis tentu saja ditunjang oleh teknologi Super Hybrid System (SHS).

Tips Berkendara Tepat Guna

Bisa berkendara mencapai 1.228 km hanya bermodalkan setangki BBM berisi 60 liter bensin adalah suatu hil yang mustahal jika bukan dengan mobil hybrid.

Selain ditunjang kemampuan yang ada pada kendaraan, teknik berkendara tepat guna juga jadi poin penting.

Karena sistem hybrid SHS pada Jaecoo J7 mengandalkan energi listrik dari baterai, maka konsumsi daya listrik harus bisa diminimalkan. Tentu saja agar bisa dialihkan untuk menambah daya jelajah.

Cukup banyak trik yang kami lakukan untuk menghemat daya listrik baterai. Perangkat kelistrikan pada kendaraan hanya kami gunakan seperlunya. Hampir tak jauh beda dengan menghemat energi listrik pada ponsel.

Mulai dari mengurangi level brightness layar head unit, wireless charging dinonaktifkan. Fungsi lampu depan otomatis dan sistem audio Sony yang merdu namun cukup banyak menyedot daya listrik baterai pun terpaksa harus kami istirahatkan dulu. Kecuali saat pemandangan membentang indah di depan kami yang membuat kami harus memadukannya dengan alunan musik yang pas di hati.

Semilir Angin Samudera Atlantik

Fungsi AC diminimalkan penggunaannya. Temperatur AC kami setel di 22°-23° C saat cuaca agak terik. Terpaan angin Samudera Hindia cukup menyegarkan saat melintasi rute pesisir selatan menuju Mossel Bay.

Sama seperti di pesisir barat nan teduh saat perjalanan dari Cape Town menuju Cape of Good Hope yang dialiri semilir angin dari Samudera Atlantik. Cukup fungsikan blower sirkulasi udara. Energi listrik baterai bisa dihemat secara maksimal.

Hanya saja, perjalanan kami tak melulu melewati jalan tol atau jalan aspal antar kota yang mulus. Beberapa lokasi kejutan yang disuguhkan merupakan trek off-road alami khas Benua Afrika. Mulai dari padang rumput savannah, trek gravel terjal, jalan tanah bercampur batu karst hingga trek tanah lempung becek yang cukup liat akibat hujan badai. Ditambah lagi hujan deras saat beroffroad ria yang menambah keserian.

Sistem Suspensi Aktif CDC

Ketangguhan kinerja suspensi adaptif CDC yang dimiliki Jaecoo J7 SHS tak hanya mampu memberi kenyamanan saat melintasi jalan aspal mulus.

Tapi justru benar-benar diuji saat melintasi trek off-road Afrika Selatan yang khas dan menakjubkan. Walau jalan yang kami lintasi berantakan (dalam artian sebenarnya), sistem suspensi aktif CDC tetap mampu meredam guncangan dengan sangat baik.

Kejadian tak terduga juga kami alami saat melintasi kawasan suaka alam (hutan) di malam hari nan gelap gulita. Mobil kami diterjang Pumba (Babi Hutan) berukuran besar yang muncul mendadak. Kaget? Tentu saja! Mungkin si Pumba juga kaget terkena sorotan lampu LED depan yang terang.

Tapi akhirnya kami tertawa sambil melihat si Pumba lari terbirit-birit. Kami benar-benar mengalami sendiri seperti yang diceritakan oleh para pemandu. Untungnya mobil ini cukup kokoh, tak ada kerusakan berarti pada bemper depan yang tertubruk si Pumba. Bemper depan Jaecoo J7 SHS tak penyok atau ‘somplak’ walau benturannya sangat keras. Hanya sedikit lecet. Semoga si Pumba tidak mengalami cidera berat.

Setidaknya kinerja sistem pengereman dan fitur ADAS terkait rem pada Jaecoo J7 SHS benar-benar terbukti. Mobil pun langsung berhenti seketika saat kami menginjak pedal rem hingga rebah. Jika rem kurang pakem, mungkin si Pumba akan terlindas.

Bersafari di Afrika Selatan benar-benar pengalaman tak terlupakan. Terlebih lagi dengan Jaecoo J7 SHS yang memang bukan mobil hybrid biasa. Kebanggaan tiada terkira bagi kami bisa membawa nama Indonesia dan selalu di posisi pertama melampaui peserta dari negara lainnya.

Jaecoo J7

JAECOO J7 PHEV  Bersiap Uji Ketahanan Menjelajah Jakarta-Bali 

JAECOO, merek otomotif premium dari Chery, membuktikan keunggulan J7 Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) mereka.

Oktober lalu, JAECOO J7 PHEV sanggup menjelajah 1.353 kilometer hanya dengan satu tangki bahan bakar dalam tantangan jarak jauh global. Tujuh negara ikut berpartisipasi seperti Italia, Malaysia, Meksiko, Arab Saudi, Spanyol, Turki, dan Inggris.

Puncaknya, perjalanan spektakuler dari Guangzhou ke Wuhu, Tiongkok. Prestasi ini dikatakan membawa posisi JAECOO diakui dunia dengan efisiensi bahan bakar dan performa yang maksimal.

“Pencapaian ini menunjukkan teknologi canggih yang ada dalam JAECOO J7 PHEV,” ujar Max Zhou, Direktur JAECOO Indonesia.

Selama tantangan global, JAECOO J7 PHEV mencatatkan konsumsi bahan bakar rata-rata hanya 3,3 liter per 100 kilometer. Mobil ini berhasil mencapai jarak tempuh listrik murni sejauh 125,2 kilometer, dengan tingkat pencapaian 139 persen.

Berdasarkan kesuksesan ini, JAECOO akan mempersiapkan J7 PHEV mengikuti Uji Ketahanan Super Hybrid Long Range sejauh 1.200 kilometer dari Jakarta ke Bali.

Jika tantangan global menguji di berbagai medan dan iklim, rute Jakarta-Bali akan menyoroti kemampuan adaptasinya terhadap jalan dan cuaca lokal. Pengujian inj akan dikatakan bisa memberikan demonstrasi nyata bagi konsumen Indonesia.

Kita tunggu saja pembuktiannya. SUV plug-in hybrid ini rencananya diperkenalkan di Indonesia pada saat acara IIMS 2025 yang akan berlangsung Februari 2025 mendatang di Jakarta. 

Selain J7, Jaecoo juga berencana membawa J5 dan J8.