Motomobi News Mau Kemana Jaecoo Safari

Kami Akan Jelajahi Afrika Selatan Bersama Jaecoo J7 dan C9

Motomobi News Mau Kemana (MMK) kali ini akan pelesir menjelajahi Afrika Selatan bersama Jaecoo Indonesia dalam event Safari Drive Ultra Long Range Challenge 2025.

Ada dua mobil SUV berteknologi plug-in hybrid (PHEV) yang akan kami andalkan, yaitu Jaecoo J7 dan C9.

Kami akan menempuh rute perjalanan sejauh lebih dari 1.100 kilometer. Biasa aja? Kurang menantang? Tunggu dulu. Targetnya adalah menempuh jarak sejauh 1.100 kilometer, tapi hanya dalam satu kali pengisian bahan bakar penuh.

Jelajahi Afrika Selatan

Pesertanya ada 28 orang jurnalis yang berasal dari Australia, Inggris, Malaysia, Thailand, Indonesia serta tuan rumah yakni Afrika Selatan.

Perjalanan melintasi rute safari dimulai dari Cape Town, satu dari tiga kota utama Afrika Selatan. Selama empat hari peserta akan menyusuri rute pesisir selatan.

Dari titik start di Cape Town kami akan menyusuri rute Semenanjung Harapan (Cape of Good Hope) yang ada di ujung selatan dari benua Afrika. Peserta akan terus berlanjut menjelajahi rute di sepanjang kawasan taman nasional yang ada di wilayah Garden Route.

Perjalanan dari kawasan barat Afrika Selatan di provinsi Western Cape menuju garis finish di taman suaka Addo Elephant Park di wilayah Eastern Cape bakal jadi pengalaman berkendara yang sangat seru. Bikin deg-degan dan tak terlupakan pastinya.

Jaecoo J7 dan C9

Pada tantangan penjelajahan ini ada dua jenis mobil SUV PHEV yang digunakan, yakni Jaecoo J7 dan all-new C9. Nantinya akan ada 10 unit J7 dan 4 unit C9 yang bakal diuji ketangguhannya.

Perjalanan menantang ini akan jadi ajang pembuktian kemampuan teknologi plug-in hybrid yang dimiliki kedua mobil tersebut.

Bukan sekadar menjajal kemampuan dan daya tahan kendaraan saat menjelajah jarak jauh. Tapi juga seberapa efisien konsumsi BBM-nya serta pengujian beragam fitur berkendara yang ada.

Jaecoo J7 PHEV dibekali mesin bensin 1.5-liter turbo plus motor elektrik hybrid dan transmisi DHT (Dedicated Hybrid Transmission).

Kombinasi sistem hybridnya menghasilkan output tenaga 255 kW (304 hp) dengan torsi puncak 525 Nm. Berbekal baterai lithium iron phosphate (LFP) berdaya 18.3 kWh, jarak jelajah pada mode EV mampu mencapai 90 km. Sedangkan daya jelajah kombinasi sistem hybridnya mencapai 1.200 km, berdasarkan standar WLTP. Pengisian daya baterai 30-80% dengan fast charger DC hanya butuh 20 menit.

Model mobil kedua yang akan digunakan adalah Jaecoo C9. Versi standar C9 dibekali mesin bensin 2.0-liter turbo. Yang akan kami uji dalam perjalanan di Afrika Selatan versi PHEV.

Sistem hybridnya memadukan mesin bensin 1.5-liter dan tiga motor elektrik penggerak. Penyaluran daya via transmisi DHT.

Kombinasi ini menghasilkan output tenaga 440 kW (596 hp) dengan torsi puncak 915 Nm! Sangat greget dan menggiurkan.

Jarak jelajah mode EV berbekal energi baterai LFP berdaya 19.4-kWh mencapai 150 km. Sedangkan jarak jelajah kombinasi sistem hybrid diklaim tembus 1.100 km.

Pengisian daya baterai 30-80% dengan fast charger DC hanya butuh waktu 25 menit. Waktu charging yang sangat cepat dan membuat perjalanan jadi lebih efisien.

Hmm…Kami akan membuktikan seberapa tangguh kedua SUV tersebut. Nantikan update berita perjalanannya. Stay tuned.

Jaecoo J5 EV Debut Global di IIMS 2025!

Memanfaatkan pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025, Jaecoo Indonesia memperkenalkan J5 EV. Unit ini merupakan sebuah Sport Utility Vehicle (SUV) listrik bertenaga baterai, dengan sejumlah fitur mutakhir. Indonesia terpilih sebagai negara pertama di dunia yang menjadi tuan rumah global unveiling.

Langkah ini tentu memperkuat komitmen Jaecoo, dalam mendukung pertumbuhan industri otomotif Indonesia. Sekaligus memenuhi permintaan konsumen akan kendaraan listrik yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari global roadmap-nya, Jaecoo berfokus mengembangkan kendaraan listrik bertenaga baterai (Battery Electric Vehicle atau BEV), yang menawarkan solusi mobilitas ramah lingkungan.

Dengan meluncurkan J5 EV secara global di Indonesia, Jaecoo menegaskan peran strategis Indonesia. Tidak hanya sebagai pasar utama, tetapi juga sebagai mitra penting dalam ekspansi internasional perusahaan ini.

Jaecoo yakin bahwa industri otomotif Indonesia berada dalam transisi menuju mobilitas listrik. Oleh sebabnya, melalui model-model terbaru, termasuk J5 EV, Jaecoo berkomitmen menghadirkan inovasi yang mendorong masa depan transportasi yang lebih hijau dan berkelanjutan.

“Peluncuran global Jaecoo J5 EV di Indonesia menjadi bukti nyata komitmen kami terhadap pasar ini. Kami menyadari peran signifikan Indonesia dalam rencana global Jaecoo. Kami sangat antusias untuk berkontribusi dalam transisi negara ini, menuju mobilitas listrik yang berkelanjutan,” kata Max Zhou, Country Director Jaecoo Indonesia, hari ini (20/02/2025).

Selain memperkenalkan produk inovatif, Jaecoo juga berkomitmen untuk berinvestasi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Hal ini mencakup kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, supaya mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan. Serta memastikan konsumen Indonesia memiliki akses ke kendaraan listrik berkinerja tinggi dan hemat energi.

Produk J5 EV direncanakan bakal memasuki pasar global pada tahun 2025 ini. Tentu saja Indonesia menjadi salah satu pasar prioritas dalam strategi ekspansi perusahaan Jaecoo.

Jaecoo hadir di Indonesia

Jaecoo Perkenalkan Diri di Indonesia, Bawa Teknologi ‘Super Irit’

Merek baru di bawah naungan Chery memperkenalkan diri di pasar Indonesia, kemarin (21/01) di Jakarta. Inilah Jaecoo yang hadir dengan membawa teknologi bernama Super Hybrid System (SHS).

“Hari ini adalah momen penting bagi JAECOO saat kami memperkenalkan brand kami kepada publik untuk pertama kalinya,” ujar Max Zhou, Country Director JAECOO Indonesia. “Super Hybrid System mencerminkan komitmen kami terhadap inovasi, keberlanjutan, dan aksesibilitas.”

Jaecoo J7

Belum ada produk pasti yang akan dipasarkan, namun teknologi SHS tersebut dipasangkan pada SUV Jaecoo J7. Pada mobil ini juga Jaecoo Indonesia melakukan pengujian internal dengan menempuh 1.372 km, tanpa mengisi bensin. Kemudian, pengujian berikutnya akan dilangsungkan di Indonesia bulan Februari nanti, dengan menempuh perjalanan Jakarta-Bali.

Diklaim, mobil ini memiliki konsumsi BBM hingga 22,7 km/liter, dalam mode pengisian daya berkelanjutan (charge-sustaining), dan daya tahan baterai 20 persen lebih lama.

Jaecoo Indonesia perkenalkan teknologi SHS

SHS yang terpasang pada J7 ini merupakan sistem plug-in hybrid (PHEV) dengan mesin konvensional empat silinder turbo, berkapasitas 1,5 liter digabungkan dengan motor listrik dan satu transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Menurut Jaecoo Indonesia, motor listriknya mampu menggerakkan mobil hingga 90 km.

Selain itu, diklaim juga bahwa sistem ini mampu memberikan pengendaraan yang halus, layaknya sebuah EV. Namun untuk membuktikannya, kami harus menguji langsung.

33 Negara

MEsin jaecoo J9 dengan SHS

Selain memperkenalkan brand dan teknologinya, Jaecoo Indonesia juga menegaskan komitmen mereka di pasar tanah air.

Mereka mencanangkan membuka 30 dealer di tahap awqal tahun ini. Hal tersebut, menurut keterangan resminya, “Untuk memudahkan pelanggan mengakses jajaran hybrid inovatif JAECOO, dengan dukungan panduan ahli dan fasilitas canggih untuk layanan penjualan maupun purna jual di kota-kota utama dan wilayah strategis.”

Di pasar global, Jaecoo tersedia di 33 negara dan mampu bersaing. Tercatat sepanjang 2024 lalu, 248.605 unit mobil terjual. Ini merupakan peningkatan sebesar 54 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kapan Jaecoo Indonesia resmi berjualan? Rencananya, mereka akan resmi meluncurkan produk ke publik di ajang IIMS 2025, bulan depan. Tunggu saja.