Mobil Listrik Melintasi Genangan Air? Perhatikan Beberapa Hal Ini!

Saat ini, mobil listrik (EV) mulai menjadi pilihan untuk aktivitas sehari-hari, baik untuk perjalanan di dalam kota maupun antar kota. Beragam model dan pilihan mobil listrik menawarkan berbagai keunggulan. Mulai dari desain futuristik hingga teknologi canggih, yang memberikan fitur kenyamanan dan keselamatan berkendara. Namun, seiring dengan meningkatnya intensitas hujan dan potensi banjir di beberapa wilayah, pengguna EV perlu memahami sejumlah tips, terutama saat melintasi area dengan genangan air atau banjir.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mobil listrik Anda melewati genangan, atau bahkan sudah terlanjur terkena banjir:

  • Pastikan genangan tidak melebihi setengah tinggi ban. Sebelum melintasi genangan air, pastikan bahwa kedalaman genangan tidak lebih dari setengah tinggi ban kendaraan. Jika kedalamannya lebih tinggi, sebaiknya cari jalur alternatif yang lebih aman.
  • Kecepatan berkendara di bawah 10 km/jam. Pengendara disarankan untuk mengurangi kecepatan kendaraan ketika melewati genangan air, guna menghindari kerusakan pada kendaraan, dan memastikan keselamatan diri serta pengendara lainnya.
  • Batas waktu berhenti tidak lebih dari 30 menit saat terjebak macet. Jika sudah melebihi waktu tersebut, pengemudi diminta untuk mengambil tindakan yang aman. Seperti mencari lokasi aman untuk berhenti atau melanjutkan perjalanan dengan hati-hati.

Apabila kendaraan terendam air akibat banjir, maka tindakan berikut harus segera dilakukan:

  • Jangan menyalakan mobil listrik Anda. Jika sudah terendam banjir, jangan mencoba untuk menyalakan EV yang telah terendam air. Biarkan kendaraan benar-benar kering terlebih dahulu. Setelah itu, kendaraan harus segera dibawa ke dealer resmi terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut dan untuk menghindari kerusakan yang lebih parah.
  • Lepaskan Parking Brake secara manual. Pastikan untuk melepaskan parking brake (rem parkir) secara manual, karena kendaraan yang terendam air tidak boleh dihidupkan sama sekali, jika belum benar-benar kering.

Harus Benar-Benar Kering

“Intinya, kendaraan harus dalam keadaan mati atau tidak dihidupkan saat proses evakuasi, terutama untuk EV. Hal ini sangat penting, apabila EV terendam banjir, maka risiko kerusakan pada sistem kelistrikan akan meningkat jika kendaraan dinyalakan. Oleh karena itu, pastikan mobil listrik tidak dihidupkan sama sekali, setelah terpapar air untuk menghindari kerusakan lebih lanjut,” jelas Januar Eka Sapta, Senior Manager After Sales PT Neta Auto Indonesia.

Dengan mengikuti sejumlah tips di atas, pengalaman berkendara tidak hanya lebih aman dan nyaman, namun juga siap menghadapi segala situasi jalanan, dan kondisi cuaca. Jangan lupa juga untuk mencari informasi lebih lengkap, terkait daerah terdampak banjir sebelum Anda berkendara.

Langkah Mengatasi Kendaraan Bermotor Pasca Banjir

Hujan pada tingkat ekstrim bahkan mendatangkan banjir dengan tingkat kedalaman yang serius. Adanya banjir tentu juga dapat melanda kendaraan bermotor, baik mobil maupun motor. Terlebih lagi dalam tidak sempat dievakuasi.

Kendaraan bermotor akhirnya membutuhkan penanganan yang lebih intensif pasca banjir, agar dapat kembali berfungsi normal. Tak dipungkiri, salah satu musuh kendaraan bermotor adalah banjir. Karena itu, pengguna kendaraan bermotor harus mengetahui dengan baik, bagaimana menangani kendaraan yang terdampak banjir.

Berikut ini cara mengatasi mobil pasca terendam banjir :

Putuskan Sumber Kelistrikan

Saat ini, sebagian besar menggunakan mesin yang dirancang serba elektronis. Ini berarti hampir sebagian besar komponen dalam mobil berhubungan dengan kelistrikan. Karena itu, jangan memaksakan untuk menghidupkan kendaraan yang terendam banjir. Langkah paling aman adalah melepaskan sumber kelistrikan dengan memutus hubungan arus dari aki agar tidak terjadi korsleting yang menimbulkan kerusakan permanen pada berbagai komponen yang terhubung dengan listrik.

Dorong Kendaraan ke Tempat Aman

Jika memungkinkan, pindahkan kendaraan ke tempat yang aman dengan cara didorong. Jangan menghidupkan mesin karena ini akan memperburuk kondisinya. Sebelum mengambil tindakan lanjutan dengan membersihkan, segera hubungi layanan bengkel untuk memeriksa kondisi kendaraan.

Jangan Gunakan Rem Parkir

Saat mobil mulai terendam banjir dan tidak sempat atau tidak mungkin dipindahkan, segera non-aktifkan rem parkirnya. Tujuannya agar kampas rem tidak lengket karena pengaruh air dan kotoran yang masuk ke sela-sela komponen rem. Agar mobil tak bergerak, ganjal ban mobil dengan batu atau potongan balok agar tetap aman. Hal lain yang disarankan adalah memasukkan persneling ke gigi satu (untuk transmisi manual) atau P (untuk transmisi otomatis) agar rodanya terkunci.

Keringkan Mesin

Setelah dipindahkan, langkah selanjutnya adalah mengeringkan komponen mesin dengan melepaskan kabel yang masih terhubung. Tujuan melepas kabel agar pembersihan mobil lebih aman dan lebih leluasa tanpa merusak sirkuit kelistrikannya.

Periksa dengan seksama kemudian mulai bersihkan dan keringkan komponen penting seperti busi, saluran dan saringan angin, hingga dinamo starter. Untuk kendaraan yang menggunakan sistem electronic control unit (ECU) sebaiknya segera menghubungi bengkel untuk penanganannya. ECU sangat sensitif, karena itu, perbaikannya membutuhkan penanganan khusus dari bengkel.

Pengecekan Fluida atau Cairan

Segera periksa oli mesin dan mengurasnya dengan udara bertekanan dari kompresor, sehingga melepaskan semua kotoran dan genangan air yang masih ada di bagian mesin. Lakukan juga pengecekan terhadap cairan lain yang sangat berbahaya jika tercampur dengan air. Hal ini untuk menghindari cairan tersebut yang tercampur air masuk ke komponen yang tidak semestinya seperti mesin atau lainnya

Kuras Tangki Bahan Bakar

Tangki bahan bakar kendaraan yang terendam banjir perlu di kuras, karena bisa jadi bensin sudah tercampur dengan air saat tergenang. Tangki perlu dikuras juga agar menghindari korosi akibat reaksi kimia karena zat-zat asam yang terkandung dalam air hujan.

Selain itu, bensin yang sudah tercampur dengan air, juga akan mengganggu sistem pembakaran dalam ruang mesin, sehingga pembakaran tidak akan optimal dan bakal mempengaruhi penurunan kinerja mesin.

Bersihkan Interior

Seluruh bagian interior mobil  perlu diperiksa. Bersihkan semuanya dengan air bersih agar kotoran dari sisa banjir tidak menempel pada bahan jok atau komponen lain yang bisa menimbulkan aroma tak sedap. Bahkan menimbulkan jamur dan karat yang membuat pemandangan mobil tak sedap.