Mercedes-Benz BJ Habibie

Deretan Mercedes-Benz Mendiang BJ Habibie di Merceday Benz 2023

Karakternya yang ramah dan murah senyum, Presiden ke-3 Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) tak hanya dikenal sebagai insinyur bertalenta tinggi saja, karena beliau pun dikenal sebagai pria yang mencintai dunia otomotif. Wajar saja, karena dunia dirgantara yang ia dalami semenjak kuliah di Jerman, tak terlampau jauh dengan bidang otomotif.

Bahkan saat masih menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi, beliau sempat menggagas proyek mobil nasional bernama Maleo. Sayangnya, proyek visioner ini terhenti karena krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1998. Meski begitu, kecintaannya terhadap dunia otomotif tetap tidak luntur. BJ Habibie memiliki puluhan mobil dan motor, bahkan ada satu brand favoritnya sejak muda, yakni Mercedes-Benz.

Pada gelaran Merceday Benz ke-5 yang berlangsung akhir pekan lalu (3-5 Maret 2023) di Bandung, Jawa Barat, terlihat ada area khusus yang menampilkan beberapa unit Mercedes-Benz kesayangan BJ Habibie. Mulai dari W109 300 SEL 3.5, W113 280 SL, R107 560 SL, hingga C126 560 SEC. Menurut informasi yang kami dapat, sebenarnya masih banyak lagi tipe Mercedes-Benz yang beliau miliki. Setidaknya, empat unit ini dapat mewakili antusiasme BJ Habibie terhadap produk asal kota Stuttgart tersebut.

W109 300 SEL 3.5

Mercedes-Benz ini masih menjadi anggota keluarga dekat dari W108 280 S milik kami. Bedanya, jika ‘Kebo’ kami terlahir memakai mesin M130 6 silinder segaris 2.8 liter, maka W109 300 SEL 3.5 menggunakan mesin M116 V8 3.5 liter dan dilengkapi sistem injeksi bahan bakar elektronis Bosch D-Jetronic. Selain itu, perbedaan fisik antara W108 dan W109 terlihat pada dimensinya. Sebab, panjang bodi W108 ialah 4,9 meter, sedangkan W109 mencapai 5 meter. Pintu belakang menjadi bagian yang dapat Anda bedakan.

W113 280 SL

Roadster dua pintu ini dikembangkan di awal tahun 1960an, atas gagasan dari tiga sosok penting di Mercedes-Benz kala itu, yaitu Fritz Nallinger (Technical Director), Rudolf Uhlenhaut (Chief Engineer), dan Friedrich Geiger (Head of Styling). Mereka pun berkolaborasi dengan dua desainer cerdas, Paul Bracq dan Béla Barényi, yang sukses menciptakan atap hardtop berbentuk unik. Tak salah jika atap tersebut menginspirasikan julukan mobil ini, yakni Pagoda. Mercedes-Benz W113 pertama kali melakukan debutnya pada tahun 1963 di ajang Geneva Motor Show. Sepanjang produksinya, W113 hadir dalam 3 tipe: 230 SL, 250 SL, dan 280 SL.

R107 560 SL

Bisa jadi R107 menjadi salah satu roadster Mercedes-Benz yang ngetop dan banyak dikenal di dunia. Karena R107 sering membintangi serial televisi di masa lalu, sebut saja Wonder Woman, Dallas, The Six Million Dollar Man, maupun Hart To Hart. Roadster ini banyak menggunakan komponen chassis dari Mercedes-Benz W114/W115 dan dipadukan dengan mesin V8, baik tipe M116 maupun M117. Unit R107 560 SL milik BJ Habibie ini dilengkapi atap hardtop opsional dan menggunakan mesin M117 5.5 liter.

C126 560 SEC

Di bulan September 1981, Mercedes-Benz memperkenalkan C126 untuk melengkapi W126 yang sudah dipasarkan sejak bulan September 1979. Jika W126 berwujud S-Class empat pintu, maka C126 boleh dianggap sebagai S-Class dalam bentuk coupé. Meski berlainan bentuk fisik, namun sejumlah aspek pentingnya masih sama. Sebut saja kenyamanan dan kestabilan berkendara, termasuk nilai aerodinamika yang dihasilkan. C126 milik BJ Habibie ini merupakan varian top-of-the line, yaitu 560 SEC.

Merceday Benz 2023_1

Merceday Benz 2023 Disesaki Aneka Produk The Three-Pointed Star

Acara tahunan Merceday Benz yang ke-5 kembali digelar di Kota Baru Parahyangan, Bandung, dan berlangsung pada 3 hingga 5 Maret 2023. Selain menjadi ajang pertemuan tahunan para pencinta dan pemilik mobil Mercedes-Benz dari seluruh pelosok Indonesia dan mancanegara, acara ini juga sukses menjadi salah satu tempat tujuan wisata di akhir pekan bersama keluarga.

“Acara ini sekaligus menjadi gathering komunitas Mercedes-Benz terbesar se-Asia Tenggara, karena melibatkan komunitas Mercedes-Benz di dalam negeri dengan tujuan untuk nantinya dapat dilihat oleh para pecinta Mercedes-Benz di luar negeri. Tema yang diusung kali ini ialah Driving Legacy, Making History,” kata Michael Bayu A. Sumarijanto, selaku President Director Quad Event Management.

Terdiri dari banyak zona 

Merceday Benz tidak hanya dikonsepkan sebagai titik temu komunitas dan klub Mercedes-Benz saja, namun juga menyajikan zona hiburan untuk keluarga seperti zona kuliner, zona parts, dan zona museum, tak ketinggalan zona bursa mobil.

“Merceday Benz sejatinya adalah ajang tahunan, namun dua tahun terakhir ditiadakan karena pandemi. Kami berharap, kegiatan ini bisa menjadi ajang yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya, baik bagi para pencinta Mercedes-Benz, keluarga, wisatawan, maupun masyarakat umum,” imbuhnya.

Turut dukung UMKM

Dengan adanya ajang tahunan akbar Merceday Benz ini, secara tidak langsung juga bisa mendongkrak sektor pariwisata, karena pengunjung acara ini tentunya berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dan mancanegara. Acara ini juga memicu adanya efek positif terhadap perekonomian, terutama sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Pada Merceday Benz 2023 ini terdapat segmen konten Mer-sell Day, yang mana para pengunjung bisa membeli mobil Mercedes Benz, baik bekas maupun baru. Sebagai rangkaian acara juga terdapat area tersendiri yang diperuntukkan bagi pengunjung yang ingin membeli suku cadang atau aksesoris Mercedes-Benz,” jelas Rully Heryadi, Ketua Umum NECI 03 (New Eyes Club Indonesia).

“Dalam acara yang diselenggarakan selama 3 hari ini, terdapat ribuan kendaraan Mercedes-Benz yang hadir. Sebagian besar pemilik kendaraannya juga membawa anggota keluarga, sembari berlibur di akhir pekan. Karena kegiatan ini bukan hanya menampilkan kendaraan Mercedes-Benz, baik yang klasik maupun terkini, namun juga menyuguhkan berbagi hiburan dan kuliner,” tutup Rully.