industri baterai kendaraan listrik

Presiden Prabowo Apresiasi Hadirnya Industri Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia

Presiden Prabowo Subianto apresiasi hadirnya industri baterai kendaraan listrik di Indonesia. Rasa bangga itu disampaikan langsung saat acara Groundbreaking Proyek Ekosistem Industri Baterai Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Karawang, Jawa Barat.

“Kunci daripada pembangunan suatu bangsa adalah memang kemampuan bangsa itu mengolah sumber alam menjadi bahan yang bermanfaat dan punya nilai tambah yang tinggi sehingga bisa mendorong kemakmuran dan kesejahteraan,” jelas Presiden Prabowo.

Presiden juga mengungkapkan bahwasanya cita-cita hilirisasi sudah ada sejak era Presiden Soekarno.

“Cita-cita hilirisasi sudah sangat lama, sudah sangat lama, dari sebenarnya Presiden Republik Indonesia yang pertama. Dari Bung Karno sudah bercita-cita hilirisasi dan presiden-presiden kita selanjutnya juga bercita-cita dan melaksanakan hilirisasi, melaksanakan. Dan terakhir, pendahulu saya, Presiden Republik Indonesia yang ketujuh, Pak Joko Widodo, lebih menekankan pentingnya hilirisasi dan memulai secara nyata program hilirisasi di era sekarang, di era abad ke-21 ini,” jelasnya.

Proyek Ekosistem Industri Baterai Listrik Terintegrasi 

industri baterai kendaraan listrik

Foto: BN Nasional

Presiden Prabowo Subianto apresiasi hadirnya industri baterai kendaraan listrik di Indonesia melalui Proyek Ekosistem Industri Baterai Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL.

Proyek Ekosistem Industri Baterai Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL merupakan pengembangan industri dari hulu ke hilir yang terdiri atas enam proyek secara terintegrasi yang dikembangkan bersama antara PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), Indonesia Battery Corporation (IBC), dan Konsorsium CATL, Brunp, Lygend (CBL).

Lima proyek dikembangkan di Kawasan FHT Halmahera Timur dan satu proyek dikembangkan di Karawang.

Proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan area seluas 3.023 hektare. Khusus di Karawang, nilai investasinya tembus USD 5,9 miliar.

Proyek ini disebut mampu menyerap 8.000 tenaga kerja langsung, meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal, dan menciptakan 18 proyek infrastruktur dermaga multifungsi.

Pada realisasinya, PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) nantinya akan memasok kebutuhan baterai untuk produsen kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dan Battery Energy Storage, yang merupakan bagian dari Proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi (ANTAM)-IBC-CBL), (Grand Package PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM)-IBC-CBL).

Demi Elektrifikasi, Honda Buat Lini Produksi Komponen Baterai

Honda Motor Co., Ltd. baru saja meresmikan lini produksi baru, khusus untuk komponen baterai solid-state di fasilitas Honda R&D Co., Ltd., yang berlokasi di Kota Sakura, Prefektur Tochigi, Jepang. Fasilitas produksi seluas 27.400 m² ini, dikembangkan secara mandiri oleh Honda, dengan total investasi sebesar 43 juta Yen guna mendukung elektrifikasi kendaraan Honda.

Lini produksi ini dirancang dengan teknologi canggih, untuk memverifikasi setiap proses produksi. Mulai dari penimbangan bahan elektroda, pelapisan, perakitan elektroda, pembentukan sel, hingga perakitan modul. Pembangunan fasilitas ini selesai pada musim semi tahun 2024, dan hampir semua peralatan utama telah terpasang.

Rencananya, Honda memulai produksi baterai solid-state pada bulan Januari 2025. Diawali dari mengembangkan spesifikasi sel baterai, sekaligus menguji teknologi produksi massal, dan biaya di setiap tahapan pembuatan komponen baterai tersebut.

Berbeda dengan proses konvensional pada baterai lithium-ion cair, teknologi produksi solid-state Honda mengadopsi teknik roll-pressing. Proses ini meningkatkan kepadatan elektrolit sekaligus meningkatkan produktivitas.

Dengan teknik ini, waktu produksi per sel dapat berkurang secara signifikan, diikuti oleh efisiensi biaya produksi yang mencakup konsumsi daya. Upaya ini memungkinkan Honda untuk memperluas penggunaan baterai solid-state ke berbagai lini produk mobilitasnya. Baik untuk penggunaan pada mobil, sepeda motor, dan pesawat terbang.

“Baterai solid-state adalah teknologi inovatif di era elektrifikasi. Baterai kini menjadi elemen kunci dalam mendukung kemajuan mobilitas. Kami percaya bahwa inovasi baterai akan menjadi kekuatan pendorong transformasi Honda. Dimulainya pengoperasian lini produksi ini adalah tonggak penting bagi Honda dan Jepang,” kata Keiji Otsu, President and Representative Director of Honda R&D Co., Ltd.

Lini produksi ini merupakan bagian dari langkah strategis Honda, untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2050. Honda sendiri telah menargetkan bahwa 100 persen penjualan kendaraannya secara global, akan didominasi oleh kendaraan listrik berbasis baterai dan sel bahan bakar, pada tahun 2040 nanti.