Review Ford Ranger Wildtrak motomobi news

Review: Nex-gen Ford Ranger Wildtrak 2025

Kami akhirnya berkesempatan melakukan review Ford Ranger terbaru. Nama lengkapnya Next-Gen Ford Ranger varian Wildtrak.

Ranger Wildtrak adalah kendaraan pikap double cabin yang multifungsi untuk berbagai penggunaan. Baik di jalanan aspal maupun medan offroad berat.

Diposisikan tepat di bawah Ford Ranger Raptor dan dijual oleh RMA Indonesia (APM Ford & Mahindra di Indonesia) dengan harga Rp 778 juta, OTR untuk wilayah Jakarta.

Kami mencoba mobil ini sejauh kurang lebih 200 km melewati berbagai medan, meski kebanyakan jalanan aspal. Plus menggali seberapa mudah mobil ini dipakai di perkotaan dengan dimensinya yang sebesar itu.

Mesin

Ford Ranger Wildtrak dibekali penggerak diesel bi-turbo empat silinder berkapasitas 2.0 liter, lengkap dengan teknologi pengabutan common rail. Salah satu mesin penenggak solar terbaik yang pernah kami coba, meskipun bukan yang paling senyap.

Mesin ini menghasilkan 207 hp (210 ps) pada 3.750 rpm. Torsi puncaknya menyentuh 500 Nm pada 1.750 – 2.000 rpm. Disalurkan melalui transmisi 10-speed yang pastinya lengkap dengan transfercase dan gardan depan.

Lontaran tenaganya terasa menyenangkan di berbagai tingkat putaran mesin. Torsi besar membuat akselerasi awal seperti tanpa beban. Laju di tol maupun bergerak menyusul kendaraan yang lebih lambat menjadi sebuah proses yang menyenangkan. 

Meski kadang transmisi terasa menendang, terutama kalau sedang berjalan di kepadatan lalu lintas. Kondisi seperti ini kerap memunculkan situasi akselerasi tanggung, yang membingungkan transmisi.

Desain & Rekayasa

Ford Ranger Wildtrak 2025

Ford Ranger generasi keempat ini (atau di Amerika Serikat generasi kelima) mengusung platform ladder frame T6 yang dibuat oleh Ford sendiri. Tepatnya dirancang oleh tim ahli Ford Australia, yang kini sudah tidak ada (tinggal dealer-nya yang masih berjalan di negara itu).

Platform ini diperkenalkan pertama kali pada 2011 untuk jadi basis mobil seperti Ranger, Everest.

Tahun 2022 lalu, T6 mengalami perubahan signifikan dan mampu mengakomodir jarak pijak yang lebih lebar, suspensi yang lebih mumpuni, serta bisa menampung mesin modern seperti hybrid. Perubahannya terbilang menyeluruh, sehingga dijuluki T6.2.

Beberapa selentingan bahkan mengatakan bahwa platform T6.2 ini disiapkan untuk menampung penggerak hybrid dan elektrik. Versi hybrid PHEV sudah mulai diungkap untuk pasar Australia.

Ranger Wildtrak yang kami uji, menggunakan platform T6.2. Karena itu, dibanding Ranger sebelumnya memiliki dimensi lebih besar.

Panjangnya 5.370 mm atau bertambah 90 mm dibanding sebelumnya. Karena memanjang, maka wheelbase juga ikut mulur 50 mm menjadi 3.270 mm.

Lebarnya juga bertambah 58 mm menjadi 1.918 mm (tanpa spion samping). Dengan begitu, Ford bisa melebarkan jarak pijak roda sebanyak 60 mm menjadi 1.620 mm.

Efeknya beruntun. Kapasitas angkut bertambah, interior lebih lega dan karena jarak pijak melebar, kestabilan saat manuver juga meningkat.

Secara bentuk jujur saja, kami suka mobil ini. Selain sangat menggambarkan ‘tanah leluhurnya’, mukanya yang tegas cukup mencuri perhatian dari siapapun.

Tampak belakang Ford Ranger Wildtrac

Bentuk lampu depan dengan ciri khas DRL membentuk ‘C’ disebut C-Clamp design dipadukan grill besar sangat menggambarkan kemampuan dan teknologi yang diusung mobil ini.

Dari samping, sebagai mobil pikap, biarpun double cabin tidak banyak yang bisa diulik oleh para desainer. Namun bonnet yang terlihat tebal dengan ukuran pelek ukuran 20 inci memberikan perawakan yang kekar.

Bagian belakang, tampak jelas bahwa Ford berusaha menyelaraskan kesan kokoh dengan lekukan di lampu dan penutup bak yang tegas. Nama Ranger yang terpahat di bagian ini juga menambah daya tarik.

Overall, dari segi desain sangat meyakinkan. Dan siapapun yang melihat akan langsung paham kalau ini mobil yang mampu bekerja keras di mana saja. Dan membanggakan saat parkir di mall. Dalam keadaan kotor sekalipun.

Interior

Dashboard Ranger

Meskipun Wildtrak diposisikan sebagai varian yang lebih mewah dari keluarga Ranger non-Raptor, namun aura mobil tangguh tetap terasa.

Desain dashboard yang tegak membuat segalanya mudah dijangkau dan dipahami. Meski kami kurang suka dengan layar besar berukuran 12,1 inci yang terlalu dominan di dashboard, tapi benda ini menyimpan banyak hal yang membantu.

Di dalamnya Anda bisa mengatur AC, menampilkan navigasi (via Apple Carplay atau Android Auto), dan sebagainya. Selain itu, pengaturan suara dikeluarkan melalui enam speaker yang disebar di kabin.

Beranjak ke depan pengemudi, instrument cluster digital menyuguhkan beragam informasi secara jelas dan lengkap. Pengoperasiannya pun tidak rumit dan ramah pengguna. Digerakkan melalui tombol di sebelah kanan palang lingkar setir. Sedangkan di kirinya adalah pengaturan adaptive cruise control. 

Jok Ranger Wildtrak dibungkus oleh material kulit yang tidak murah. Ford menyebutnya sebagai Wildtrak Premium Leather. Material begini mudah dibersihkan, karena jangan lupa, ini mobil off road yang sangat mungkin interiornya sering kotor.

Pengaturan jok depan yang elektrik, cukup memudahkan kami untuk menemukan posisi yang pas dengan tinggi badan kami yang 165 cm. Jarak pandang yang disuguhkan sangat luas. Efek dari pilar A yang tidak tebal dan jarak dari dashboard ke kaca depan yang tidak jauh.

Untuk menunjukan sisi modern Ranger Wildtrak dibekali berbagai fitur kekinian. Pertama, ada adaptive cruise control untuk membantu pengendaraan di tol. Cukup intuitif saat kami coba. Disediakan juga wireless cahrger untuk handphone. 

Diantara kursi penumpang dan pengemudi tersedia arm rest sekaligus tombol-tombol pengendali gerak empat roda dan mode berkendara. 

Pengendaraan & Pengendalian

Pertama, harus diingat ini mobil dengan ladder frame, kedua keluarga Ranger dari XL hingga Raptor, didesain sebagai offroader yang siap bawa barang melewati jalanan non-aspal.

Dengan dua hal itu, kami tidak berharap kenyamanan macam SUV keluarga seperti Hyundai Santa Fe atau sejenisnya.

Suspensi sudah pasti lebih keras apalagi bagian belakang yang berbentuk per daun. Kosong pula, tanpa beban. Jadi wajar kalau keras dan memantul.

Review Ford Ranger Wildtrak motomobi news

Kaki depannya menganut peredaman model double wishbone cukup meyakinkan.

Saat dikendarai di jalan rusak, Anda bisa merasakan suspensinya tidak bekerja keras. Bahkan dilajukan dengan kecepatan 40 km/jam pun kaki depan masih bisa meredam dengan baik. Belakangnya, sekali lagi memang pasti memantul-mantul. Tapi masih bisa ditoleransi. Untuk keadaan seperti ini, Nissan Navara adalah juaranya.

Yang kami sadari adalah, meskipun dibawa di jalan rusak, tidak terdengar bunyi-bunyi aneh yang meresahkan. Menandakan kualitas Noise, Vibration and Harshness (NVH) cukup diperhatikan oleh Ford.

Kejutan berikutnya adalah, saat berjalan dengan kecepatan tinggi di permukaan beton, suara artikulasi roda maupun angin yang menabrak spion samping juga terbilang minim. Ini cukup membuai kami untuk mempercepat laju.

Bagaimana di jalanan sempit? Lebarnya mobil ini memang intimidatif. Saat terpaksa masuk jalan kecil yang terintimidasi bukan cuma pengendara dari arah berlawanan, kami yang di balik kemudi pun ragu.

Ford Ranger Wildtrak

Beberapa hal yang cukup membantu adalah bidang pandang yang luas tadi. Kedua, peranti kamera 360 bawaan mobil. Digabungkan dengan power steering yang ringan, semua keraguan tadi bisa teratasi. Asal lebar jalannya cukup.

Bicara kemudi, kami sebetulnya bukan penggemar power steering elektrik. Tapi sepertinya perkembangannya ke arah sana. Ford Ranger Wildtrak ini dibekali dengan power steering demikian, yang ringan di kecepatan rendah dan memiliki bobot yang cukup saat melaju kencang.

Saat parkir akan sangat membantu. Di kecepatan sedang, saat manuver pergerakan roda dan kemudi cukup linear, kalau tidak bisa dibilang biasa saja.

Pada kesempatan seperti ini, efek limbung jadi pengganjal rasa percaya diri saat melibas tikungan. Sekali lagi, wajar karena ini mobil tinggi. Toh ban yang lebar sebetulnya memiliki grip yang cukup

Kesimpulan

Ford Ranger Wildtrak disediakan untuk mereka yang memerlukan gaya hidup di perkotaan, dengan mobilitas jarak jauh ke pedalaman.

Bak luas, kemampuan off road tulen serta desain yang gagah menegaskan hal tersebut. Harganya yang Rp 778 juta pun cukup masuk akal mengingat fitur, kelengkapan dan kemampuan bawaanya.

Di kelas double cabin hanya Ranger Wildtrak yang punya kelengkapan seperti di atas. Namun rivalnya seperti Mitsubishi Triton Ultimate AT atau Toyota Hilux hadir dengan rentang harga Rp 500 jutaan.

Jadi harga yang akan mengganjal? Belum tentu juga. Sekali lagi, Ranger Wildtrak punya banyak hal yang tidak dimiliki kompetitornya. Termasuk prestise sebagai mobil Amerika.

TEsst ford ranger raptor 2.0 di Vietnam. Motomobi NEws.

Ford Ranger Raptor 2.0 2023: Layak Punya, Kalau Ada Dana

Cukup menjadi kejutan ketika ada undangan masuk ke redaksi Motomobi News. Yang mengundang adalah Ford Indonesia. Merek ini lama menghilang, lalu tahun 2022 lalu mereka memperkenalkan Ford Ranger Raptor dengan segala kelebihannya.

Lalu pada 31 Mei sampai 5 Juni 2023, mereka mengajak kami ke Sa Pa, Vietnam bagian utara. Tujuannya untuk mencicipi kemampuan, tidak hanya Ranger Raptor, tapi juga Ford Everest generasi terbaru. Ini tentunya berkaitan dengan peluncuran dua mobil ini di Indonesia pada 8 Juni 2023.

Ranger Raptor di Sa Pa, Vietnam. Motomobi news

Kita bahas Ford Ranger Raptor dulu. Lebih spesifik, Ranger Raptor 2.0. Everest akan kami bahas di artikel berikutnya. Raptor ini sukses membuat kami suka. Dari penampilannya saja, betah memandang lama. Bentuk muka yang kaku, grill lebar, lampu baru serta jarak pijak roda yang lebih lebar dari Ranger biasa, menghadirkan kesan intimidatif. Sekaligus menyuarakan apa yang bisa dilakukan oleh mobil ini.

Di balik kap mesinnya terpasang penggerak diesel empat silinder dengan sepasang turbocharger. Bunyinya kelewat sopan untuk sebuah off roader kencang. Daya yang dihasilkan adalah 207 hp, dengan torsi 500 Nm. Sepengetahuan kami, inilah double cabin dengan performa mesin tertinggi di kelasnya. Mesinnya 2,0 liter pula, biasanya di atas itu. Tidak lupa, transmisi 10-speed (iya sepuluh) automatic dimanfaatkan untuk menghantarkan daya ke semua roda.

Dalam mode ‘default’, mobil akan berada dalam penggerak all-time 4WD. Kalau diperlukan, bisa diubah jadi 2WD, 4 Low dan 4 High. Lain daripada yang lain.

Pengendaraan & Pengendalian

Ini agak unik. Mobil yang kami coba adalah setir kanan karena dibawa langsung melalui jalan darat dari Bangkok, Thailand. Tapi lalu lintas Vietnam adalah setir kiri. Jadi aneh rasanya. Tapi bagaimanapun, begitu duduk Anda akan merasakan mobil ini tidak besar. Meski panjangnya 5.381 mm dengan lebar 2.028 mm. Ini karena posisi duduk yang tinggi memberikan pandangan luas ke segala arah, termasuk belakang.

 

Tapi, jalanan kota kecil Sa Pa tidak bisa dibilang lebar. Belum lagi, panitia mengarahkan kami ke pedesaan dengan jalan selebar Raptor. Sulit? Tidak juga, hanya perlu pembiasaan karena mengendarai mobil setir kanan di jalanan setir kiri.

Meski begitu, Anda akan cepat beradaptasi karena posisi duduk tadi. Kesempatan untuk mencoba performa agak dibatasi karena sempitnya lintasan. Untungnya sepi, jadi bisa membuka kecepatan hingga paling tidak 60 km/jam.

Torsi besar membuat akselerasi terasa ringan saja. Yang lama-lama terasa merepotkan adalah panjangnya. Meski terasa kecil saat ada di belakang kemudi, tapi saat melibas jalanan sempit Anda akan sadar kalau mobil ini perlu lahan yang lebih luas untuk bergerak.

Pergerakan kemudinya terasa cukup presisi. Hingga 40-50 km/jam, pergerakan mobil linear dengan input yang kami berikan melalui setir. Yang kami salut adalah redaman suspensi di jalanan aspal tidak rata.

Jangan harap ada bagian belakang yang memantul karena kosong. Segalanya terasa dihitung dengan baik, dan mobil menjejak dengan tenang melewati berbagai gelombang jalan. Peredamannya juga terasa konsisten.

Ini karena kaki-kaki didukung oleh konstruksi double wishbone dan shock absorber bikinan FOX, berdiameter 2,5 inci. Bukan suspensi murah, pastinya. Di dalamnya ada pelumasan oli yang dicampur dengan material teflon, supaya suhu oli shock tetap terjaga dalam berbagai kondisi.

Melintasi sungai kecil dengan bebatuan bukan hal sulit untuk Ranger Raptor

Plat Baja 2,3 mm

Lalu tiba di area terbuka, lengkap dengan sungai kecil yang bisa jadi tempat bermain Ford Ranger Raptor 2023 ini. Kesempatan untuk mencoba kemampuan off road sesungguhnya. Mode berkendara Normal diubah ke Rock Crawl, putar switch 4WD ke 4L. Sekalian kami nyalakan crawl control dengan kecepatan maksimal 4 km/jam. Ya, mobil ini punya kemampuan untuk mematuhi kecepatan saat merangkak di medan off road.

Hasilnya, kami pikir Nissan Navara punya kemampuan terbaik. Namun ini dipatahkan oleh Ranger Raptor. Dengan crawl control dan mode off road yang tepat (ada Eco, Normal, Sport, Slippery, Mud/Ruts, Rock Crawl, and Baja), Ford ini mematahkan kemampuan mobil off road yang pernah kami coba.

Lintasan sungainya memang tidak lebar, hanya sekitar enam meter. Dilengkapi dengan batu sungai alami yang lebih besar dari kepala manusia. Tidak sedikitpun terasa kalau Raptor kesusahan. Dan kami juga tidak ragu karena lapisan under guard di balik lantai menggunakan plat baja setebal 2,3 mm.

Lepas sungai, pasir basah menanti. Ganti ke mode Mud, matikan crawl control. Pedal gas ditekan sedikit, lintasan pun dengan mudah dilalui. Tekan gas lebih dalam, meski ban berusaha keras mencari traksi, tapi segalanya terasa mudah dilalui.

Fitur & Kelengkapan

Seperti dikatakan tadi, Ford Ranger Raptor 2023 punya kabin yang ergonomis. Bidang pandang luas kemanapun Anda menoleh. Kursinya dibekali pengaturan elektronik 10-way. Desain jok juga terlihat keren. Tidak hanya itu, mampu memeluk badan dengan baik saat bermanuver kencang. Meski di mobil yang kami coba ada imbuhan warna orange, yang sepertinya tidak perlu ada di situ. Ini hanya masalah selera.

Tombol-tombol fisik berada dalam jangkauan jari. Yang menurut kami agak berlebihan adalah layar infotainment vertikal di tengah dashboard. Entah diperlukan atau tidak, tapi di layar tersebut bisa tampil gambar kamera 360, penampakan mode off road serta sudah bisa Android Auto dan Apple Carplay, pastinya. Tidak lupa, ada banyak pengaturan berkendara di dalam sini. Termasuk pengaturan AC, kalau tidak mau pakai tombol di bawahnya.

Karena ini mobil besar, kabinnya juga terasa lega. Paling tidak untuk manusia dengan tinggi 166 cm. Ruang kaki di depan atau belakang, ruang kepala di manapun, luas. Bak belakang tidak sempat kami ukur, tapi cukup besar. Belum lagi ada soket listrik di tempat ini yang fungsional.

Setirnya terlihat penuh tombol. Sehingga perlu diamati dulu satu persatu. Yang pasti, di tempat ini ada pengaturan cruise control adaptif (termasuk mengatur kecepatan crawling) dan kendali audio serta MID.

Kesimpulan

Rasanya sulit menemukan kekurangan di mobil ini. Apalagi harganya melewati Rp 1 miliar. Tapi semua terbayar dengan kemampuan yang diberikan. Jujur, kami merasa para engineer Ford seperti diberikan kebebasan berlebih saat membuat Ranger Raptor 2023.

Mesin bertenaga, kemampuan off road dan on road yang mumpuni, serta fitur yang lengkap, meski kami tetap merasa layar tadi berlebihan. Contohnya, kalau Anda sedang off road, dan tangan berlapis lumpur. Lalu sentuh layarnya. Terbayang, kan?

Di luar gimmick tersebut, kami harus akui, Ranger Raptor mumpuni untuk keperluan apapun. Ke mall Anda akan jadi pusat perhatian. Melintasi medan off road juga mudah bagi siapapun, berkat fitur bantunya.