10 Ribu Pengemudi Ojol Ikut Pelatihan Safety Driving Korlantas Polri
Sebanyak 10 ribu pengemudi Ojol mengikuti pelatihan safety driving yang diadakan oleh Korlantas Polri di Indonesia Safety Driving Center (ISDC).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara. Dalam acara ini, para pengemudi ojol mendapatkan berbagai edukasi penting terkait keselamatan saat berada di jalan.
Materi yang diberikan mulai dari pertolongan pertama gawat darurat (PPGD) hingga praktik safety riding. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan pengemudi ojol dalam menghadapi berbagai risiko selama bekerja di jalan raya.
Pengemudi Ojol Dapat Pengetahuan Baru tentang Keselamatan
Devita, salah satu lady ojol asal Bogor yang telah menjadi pengemudi ojek online selama delapan tahun, menilai Gebyar Keselamatan Lalu Lintas memberikan pengalaman dan pengetahuan baru.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat positif bagi para pengemudi ojol karena risiko kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu tantangan terbesar dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.
“Selama saya jadi ojol, baru ini ada Gebyar Keselamatan Lalu Lintas,” ujar Devita, dilansir dari laman Korlantas Polri.
Ia menilai edukasi mengenai pertolongan pertama kepada korban kecelakaan sangat penting. Pengemudi ojol yang setiap hari berada di jalan berpotensi menjadi orang pertama yang menemukan atau menyaksikan kecelakaan.
Dengan adanya pembekalan PPGD, para pengemudi diharapkan lebih memahami langkah awal yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
“Kalau bukan untuk diri kita, bisa untuk teman atau masyarakat, kita bisa membantu,” katanya.
Pengalaman Kecelakaan Jadi Pengingat untuk Lebih Waspada

Foto: Beriaone.co.id
Sementara itu, Imadudin, pengemudi ojol asal Jakarta Pusat, mengatakan kegiatan tersebut menjadi pengingat penting bagi para pengemudi untuk selalu meningkatkan kewaspadaan di jalan.
Sebagai pengemudi ojol sejak 2015, Imadudin mengaku berbagai risiko kerap dihadapi, mulai dari rasa kantuk, kurang fokus, hingga gesekan dengan pengguna jalan lainnya.
Ia bahkan pernah mengalami kecelakaan saat melakukan putar balik di kawasan Tanah Abang menuju Stasiun Tanah Abang. Saat itu, motornya tergelincir karena terdapat oli di jalan, meskipun kendaraan melaju dengan kecepatan di bawah 20 km/jam.
Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa kecelakaan bisa terjadi dalam berbagai kondisi, termasuk ketika pengendara merasa telah melaju dengan kecepatan rendah.
Imadudin menilai edukasi safety riding dan pertolongan pertama gawat darurat yang diberikan dalam Gebyar Keselamatan Lalu Lintas dapat menjadi bekal penting bagi pengemudi ojol.
Selain mendapatkan materi edukasi, para peserta juga mengikuti berbagai kegiatan seperti praktik safety riding dan lomba yel-yel.












