BMW Vision Alpina, Gran Tourer Futuristik Bermesin V8

Vision BMW Alpina, Mobil Alpina Masa Depan di Bawah Payung BMW?

Selama beberapa dekade Alpina dikenal sebagai tuner dan modifikator spesialis mobil BMW. Namun sejak resmi diakusisi sepenuhnya oleh BMW, Alpina menjadi divisi tersendiri yang setara dengan divisi “M” BMW.

Dalam kontes dan pameran mobil eksotis Concorso d’Eleganza Villa d’Este di Lake Como, Italia akhir pekan kemarin, Alpina menampilkan konsep desain pertamanya di bawah bendera BMW, yakni Vision BMW Alpina.

Vision BMW Alpina tak hanya konsep desain dan gambaran teknologi mobil masa depan. Tapi integrasi visi yang dimiliki BMW dan Alpina. BMW pun kian menguatkan tiga pilar utama Alpina yakni Kecepatan, Kenyamanan dan Kemutakhiran. Ketiga prinsip dasar ini akan terus diterapkan pada lini model mobil BMW Alpina yang akan diproduksi pada masa mendatang.

Gran Tourer Versi Masa Depan

Berbeda dengan divisi M BMW yang lebih menitikberatkan pada performa balap dan teknologi berkendara. Alpina tampil dengan gaya super mewah dan citarasa bespoke.

Dalam konsep desain yang ditorehkan pada Vision BMW Alpina terlihat perpaduan gaya khas dan heritage dari BMW maupun Alpina.

Lekuk bodi nan sexy dengan buritan ala grand tourer membuatnya terlihat menawan. Sedan bergaya coupe ini walau tak bergaya ala mobil balap seperti lansiran BMW M, posturnya besar dengan panjang bodi sekira 5 meteran (5.199 mm).

Bagian bonnet yang panjang ala moncong hiu dihiasi grille twin-kidney ukuran besar model tertutup. Kami suka model grille pada mobil ini daripada versi mobil BMW yang kini beredar di pasaran. Lampu utama model tipis yang menyiratkan tatapan intimidatif plus lubang intake di sisi grille menguatkan kesan wajah Vision BMW Alpina bagaikan helm ksatria Teutonic.

Sesuai konsep gaya futuristik, fungsi kaca spion konvensional diganti kamera HD yang dikemas ala sirip canard. Bodi yang kekar ditopang velg alloy ukuran 20-inci berdesain multispoke khas Alpina.

Awalnya banyak yang mengira ini adalah mobil listrik, namun di balik kap depan ternyata terbenam sebongkah mesin V8! Hanya saja tak diungkap secara detil spek mesinnya. Diperkirakan mesin V8 4.4-liter twin-turbo yang digunakan pada BMW M5. Tentu saja dengan racikan tuning ala Alpina.

Perihal desain mobil konsep ini, Adrian van Hooydonk, head of BMW Group Design sangat puas dengan hasil garapan para perancang di BMW dan Alpina.

“Vision BMW ALPINA menunjukkan kualitas yang sesuai dengan arah tujuan yang kami inginkan terhadap brand (ALPINA) di masa depan.” ungkap Adrian van Hooydonk kepada para awak media.

Lantas, bagaimana dengan kemasan interiornya?

Interior Kemilau Kristal

Nuansa futuristik sangat mendominasi area interior. Kesan mewah khas BMW dan gaya hightech begitu serasi berpadu pada kokpit Vision BMW Alpina.

Seluruh kendali fitur dipusatkan pada layar touchscreen berukuran besar. Bahkan panel dashboard tampil minimalis dan steril dari tombol fisik. Kenop switchgear pada konsol tengah desainnya pun out of the box, dari kristal! Material kulit mewah standar Alpina membalut interior Vision BMW Alpina. Jelas bahwa tetap ada ciri khas dan standar khusus sesuai pakem Alpina yang diterapkan pada mobil BMW Alpina nantinya.

Oh ya, meskipun bergaya coupe gran tourer, ruang kabin mobil ini cukup lapang dengan konfigurasi 4 penumpang, bukan 2+2. Pakem dasar Comfort+ dari pendiri Alpina yakni Burkard Bovensiepen pun dipertahankan pada mobil ini.

Setelah melihat mobil konsep yang cuma dibuat satu unit ini, para elite pengunjung Concorso d’Eleganza Villa d’Este banyak yang bertanya apakah Vision BMW Alpina bakal diproduksi.

Mengenai hal tersebut, pihak BMW hanya memberi jawaban bahwa model produksi perdana BMW Alpina akan diluncurkan tahun depan berbasis BMW 7 Series. Apakah bakal persis seperti ini atau cuma sebagian elemen desainnya saja, kita tunggu
kemunculannya di tahun 2027.

 

BMW 7 Series dan i7 Protection Kebal Peluru

Mobil mewah yang dilengkapi proteksi balistik sejak lama menjadi kendaraan dengan prestise tersendiri. BMW adalah salah satu pabrikan otomotif yang menyediakan mobil dengan tambahan paket pelindungan ekstra. Varian berlabel ‘Protection’ ini hanya dibuat sesuai pesanan khusus.

Dua model terbaru penyandang label Protection yang akan segera dipasarkan yakni 7 Series dan versi elektrik i7. Bahkan BMW i7 jadi mobil listrik kebal peluru pertama di dunia. Penasaran ingin tahu seperti apa spek mobil BMW berlabel Protection ini?

Mobil Mewah Sekuat Tank

Mobil mewah kebal peluru sejak lama menjadi pilihan bagi para pejabat tinggi negara seperti presiden, duta besar dan juga para ‘orang penting’ lainnya. Fungsinya tentu saja sebagai perlindungan diri maksimum untuk menjamin keselamatan jiwa selama berkendara.

Sedan premium BMW 7 Series dan i7 berlabel Protection pun demikian. Tampilan luar nyaris sama dengan versi biasa, namun bodi dan kacanya kebal terjangan peluru.

Dibandingkan dengan 7 Series dan i7 versi ‘biasa’ yang beredar di pasaran, material yang digunakan pada bodi mobil Protection berbeda. Konstruksi sasisnya pun berbeda.

Material baja racikan khusus yang digunakan pada sekujur bodi oleh pabrikan asal Jerman ini disebut BMW Protection Core.

Baja dengan kemampuan proteksi balistik ini digunakan pada pintu, atap, panel bodi hingga bagian dek kabin dan plat di kolong mobil.

Struktur konstruksi bodi mobil dan material yang digunakan tersebut memberi perlindungan maksimum dari bahan peledak, granat, terjangan peluru hingga serangan drone.

Dengan level proteksi balistik VR9, BMW 7 Series dan i7 Protection tahan terjangan peluru berkecepatan hingga 820 meter per detik. Seluruh panel kaca yang digunakan pun memiliki level proteksi VPAM 10 yang tahan terjangan peluru dari jarak sangat dekat.

Tangki BBM yang digunakan pun berlevel proteksi PAS 300. Tak hanya tahan terjangan peluru, tapi juga tahan terhadap ledakan granat.

Bobot Berpengaruh Pada Performa

Karena dilengkapi material balistik pelindung, bobot mobil pun menjadi jauh lebih berat. BMW 7 Series Protection mengusung mesin 4.4-liter V8 mild-hybrid bertenaga 522 hp dengan torsi maksimum 750 Nm.

Jika versi ‘biasa’ hanya butuh 4,2 detik untuk mencapai kecepatan 100 km/jam, versi Protection butuh waktu 6,6 detik. Sedangkan top speed dibatasi di angka 210 km/jam.

Hal serupa pun terjadi pada BMW i7 Protection. Berbekal motor elektrik ganda dengan sistem penggerak all-wheel drive, output tenaganya 546 hp dengan torsi maksimum 745 Nm.

Jika versi standar i7 mampu berakselerasi 0-100 km/jam dalam waktu 4,7 detik, versi i7 Protection butuh 9 detik. Kecepatan maksimum pun dibatasi hanya 160 km/jam.

Anda Berminat Memesannya?

Sekujur bodi dibalur warna hitam. Di atap dan di balik kaca belakang terpasang lampu rotator warna biru. Antena radio komunikasi dan tiang bendera menjadi kelengkapan standar.

Pada area interior, terdapat sistem pasokan oksigen khusus. Perangkat komunikasi internal tambahan maupun fitur dan kelengkapan khusus lainnya pun tersedia sesuai pesanan.

Velg dan ban yang digunakan pun berbeda. Velg light alloy PAX 20-inci dibalut ban RFT (run-flat tires). Mobil tetap dapat melaju hingga 80 km/jam meskipun ban dan pelek diterjang peluru.

Paket khusus Protection tak hanya sebatas pada mobilnya saja, calon pengemudi mobil pun mendapat pelatihan khusus dari BMW.

Teknik manuver untuk meloloskan diri dari berbagai jenis serangan yang diajarkan sama seperti pada pelatihan khusus bagi pengemudi mobil kepresidenan.

Kedua varian Protection ini akan dipamerkan dalam event IAA Mobility 2023 di Munich, Jerman yang bakal dihelat pada September mendatang.

Mobil pesanan khusus yang diproduksi di pabrik BMW Dingolfing, Jerman ini akan mulai diserahkan pada Desember mendatang. Pihak pabrikan tak menyebutkan berapa label harganya. Yang pasti bisa dua kali lipat versi standarnya.

BMW Seri 7 Generasi 7 Mulai Dirakit Secara Lokal

BMW Indonesia resmi meluncurkan generasi ketujuh dari BMW Seri 7 untuk pasar lokal pada 6 Juni 2023. Seri 7 merupakan sedan mewah BMW yang sudah ditunggu-tunggu dan memiliki terobosan untuk kenikmatan berkendara, kenyamanan jarak jauh yang tak tertandingi dan pengalaman digital yang luar biasa.

Hadir dalam dua varian, yaitu BMW i7 xDrive60 Gran Lusso yang merupakan sedan mewah full listrik dan BMW 735i M Sport rakitan BMW Production Network 2, PT Gaya Motor. Fasilitas ini ialah salah satu unit bisnis PT Astra International Tbk., sebagai mitra bisnis BMW Group di Indonesia.

Peluncuran ini dihadiri oleh Mr. Jean-Philippe Parain, Senior Vice President BMW Group Sales Region Asia-Pacific, Eastern Europe, Middle East and Africa; Mr. Lars Nielsen, Managing Director BMW Group Asia; Mr. Ramesh Divyanathan, President Director BMW Group Indonesia, dan jajaran manajemen BMW Group Indonesia, PT Tjahja Sakti Motor, serta PT Gaya Motor.

Seri 7 berkontribusi besar pada kesuksesan BMW Group 

“Di BMW Group, kami menawarkan pengalaman pelanggan terbaik di industri otomotif. Sedan ini menghadirkan kemewahan modern dan progresif, paket lengkap teknologi inovatif, dan pengalaman berkendara yang memadukan kenyamanan serta kedinamisan. BMW Seri 7 sebagai kendaraan mewah BMW akan terus berkontribusi pada kesuksesan BMW Group,” ujar Jean-Philippe Parain.

Tahun demi tahun, BMW Group semakin memperhatikan Indonesia atas pencapaiannya yang luar biasa dan pertumbuhan yang konsisten. BMW Group Indonesia berkomitmen tinggi terhadap pasar Indonesia dan akan terus mengembangkan posisinya. Hal ini dicapai dengan menyediakan lebih banyak rangkaian kendaraan terbaru, termasuk rangkaian kendaraan yang diproduksi secara lokal.

“Kami sangat puas dengan kemitraan antara BMW Group Indonesia dan Gaya Motor, karena BMW Production Network 2 ini mengaplikasikan standar tinggi pada proses, kontrol kualitas, dan tingkat keselamatan pekerja. Hal ini memastikan seluruh kendaraan BMW yang dirakit di Indonesia memenuhi standar tinggi untuk kendaraan yang diproduksi,” papar Ramesh Divyanathan.

BMW Group yakin dengan kapabilitas PT Gaya Motor

Pertama kali BMW Seri 7 dirakit di Gaya Motor adalah pada tahun 2016. Pada bulan ini, PT Gaya Motor memulai aktivitas perakitan BMW Seri 7 generasi ke-7. Untuk dapat ikut serta dalam proses produksi BMW Seri 7 di Indonesia, tentu merupakan kebanggaan tersendiri untuk PT Gaya Motor.

“Hal ini memperlihatkan kepercayaan penuh terhadap kemampuan Gaya Motor dalam merakit, menjamin kontrol kualitas dan manajemen sumber daya yang efektif. Dengan dukungan ini, kami memastikan bahwa seluruh kendaraan BMW produksi Indonesia memiliki kualitas tinggi yang sama dengan kendaraan BMW yang diproduksi di fasilitas lain,” imbuh Juliaman Hutabarat, Presiden Direktur PT Gaya Motor.

Hyundai N Vision 74

5 Merek Mobil Yang Tiba-tiba Berubah Citra

Merek mobil memang beragam. Beberapa konsisten dengan nama baik berkat produk yang bisa diandalkan. Contohnya Toyota atau Honda. Tapi ada juga yang kepayahan lalu punya produk bagus yang mengubah namanya menjadi lebih bersinar.

Yang apes juga ada. Dari yang dipandang hebat lalu jadi tidak begitu lagi. Di bawah ini adalah merek mobil dengan produknya mengubah pencitraan mereka. Ada yang jadi lebih baik, ada juga yang mengundang pertanyaan, “Kenapa jadi begini, ya?”

Kia

Kia EV6

Dulu, Kia dikenal sebagai pembuat mobil keluarga yang kadang bisa diandalkan, kadang merepotkan. Kami punya pengalaman dengan Kia Rio yang, untungnya, bisa dibilang memuaskan. Produk dan layanan aftersales mereka cukup baik. Meski kualitasnya tidak bagus-bagus amat.

Di pasar global, nama Kia bersinar terang setelah Kia Stinger muncul tahun 2018. Tidak ada yang menyangka kalau sedan ini bisa menempel BMW 5-Series dan Mercedes-Benz E-Class. Di Indonesia, kami suka Kia Seltos yang lengkap fiturnya dan performa yang bisa dibilang baik. Harganya masuk akal pula.

Di era elektrifikasi, Kia EV6 mencengangkan dengan desain dan kemampuan yang hebat. EV6 GT diklaim bisa akselerasai 0-100 hanya dalam 3,8 detik. 

Hyundai

Hyundai N Vision

 

Mungkin karena satu grup usaha dengan Kia, visi dan misinya berbarengan. Hyundai yang pertama masuk ke Indonesia dengan nama Bimantara, sulit untuk menarik perhatian konsumen. Namun saat Hyundai Tucson dengan mesin turbo diesel bertorsi hampir 500 Nm hadir, ceritanya jadi beda.

Kini, mempertahankan kualitas dan performa, merek mobil Hyundai menjelma jadi salah satu raksasa otomotif dunia. Lini produk lengkap. Mobil keluarga ada, mobil mewah pesaing Lexus diwakili oleh deretan Genesis. Mobil kencang pesaing Mercedes-AMG dan BMW M pun ada, disediakan oleh Hyundai N.

Hyundai Ioniq 5 juga tidak sembarangan. Meski kerap didera isu miring di Indonesia, tapi mobil listrik ini laris dimanapun. Apalagi fiturnya tidak disangka-sangka. 

Volvo

Volvo V60 T8 Polestar

Volvo sejak awal dipandang sebagai merek mobil keluarga yang aman, bisa diandalkan dan biasa saja. Kata terakhir itu yang bikin pabrikan Swedia ini pasarnya tidak berkembang. MEski punya penggemar fanatik. Upaya mengubah citra pun ditempuh. Volvo XC90 lahir di awal 2000-an sebagai ‘SUV yang menolak untuk terguling’. Berhasil di pasaran. Tapi lalu tidak ada perubahan berarti.

Hingga Geely ambil alih merek ini pada 2010 lalu. Perubahan arah desain menghasilkan mobil yang modern. Biarpun statusnya mobil keluarga, tapi tidak lagi membosankan. Para engineer di pabrik seperti dilepas tanpa kendali karena mobil yang mereka hasilkan semuanya punya performa hebat.

Contohnya Volvo V60 T8 Polestar di atas. Station wagon itu bisa sprint 0-100 km/jam dalam tempo 4,4 detik! Dan bentuknya sangat menggugah selera.

Mitsubishi

MItsubishi Pajero Sport

Ini merek mobil Jepang yang belakangan ini sangat hati-hati dalam mengeluarkan produk. Dulu, jajarannya lengkap dan menyenangkan. Ingat Mitsubishi Lancer GTI (CB5) yang kencang dan mesinnya biarpun sedang tidak sehat tapi masih bisa lari 140 km/jam? Itu kami alami sendiri. Ada juga Pajero yang juara reli Dakar beberapa kali. Atau yang paling signifikan, keluarga Lancer Evolution yang hebat.

Sekarang, atas nama efisiensi dan saran dari para akuntan, hilang mobil-mobil seperti itu. Hadir Mitsubishi Pajero Sport yang kencang dengan turbodiesel dan kuat, tapi kenyamanannya tidak bisa dibilang terbaik. Atau Mitsubishi Xpander dengan desainnya yang radikal (dulu) dan kenyamanan diatas rivalnya. Akhirnya jadi patokan pabrikan lain untuk bisa mengalahkan. Tapi ya sudah, Xpander dan Pajero Sport seolah hanya jadi alat transportasi saja, tanpa ada sesuatu yang benar-benar menggugah.

Satu-satunya yang bisa dibilang menyenangkan dari pabrikan tiga berlian ini mungkin Mitsubishi Triton dengan kemampuan angkut dan jelajah segala medannya. Itu pun bukan karena mobilnya enak dilihat, tapi memang peruntukan dan performanya pas. Kami merindukan produk Mitsubishi yang benar-benar hebat.

BMW

BMW XM

Saat BMW mengeluarkan Seri-7 E65 dengan desain yang radikal, hampir semua penggemar BMW bertanya-tanya, kenapa bentuknya seperti itu. Kami saat itu mulai merasakan kalau BMW akan berubah total dari pakem desain sebelumnya. Dan memang benar. Makin ke sini makin sulit untuk memahami desain produknya.

Dulu, bentuk BMW terbukti timeless. Lihat saja E30, E36 dan E46 di keluarga Seri-3. Atau E28, E36 dan E39 untuk Seri-5. Tapi sekarang berbeda. Atas nama modernisasi.

Seolah, para desainer di pabrikan Jerman itu dicekoki pakem ‘segalanya harus lebih besar’. Sementara engineer diperintahkan ‘kecilkan semuanya’. Tapi jangan salah, BMW modern masih tetap dikatakan sebagai mobil yang fokus kepada pengendaranya dengan performa dan pengendalian yang jempolan. Sayang, kurang fokus kepada yang melihatnya.