Prestasi VinFast di GIIAS 2025, Padukan Budaya dan Mobilitas Listrik

VinFast Indonesia membukukan prestasi tersendiri dalam partisipasinya, di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Melalui pendekatan inovatif yang memadukan teknologi, budaya, dan komitmen terhadap mobilitas berkelanjutan, VinFast berhasil meraih dua penghargaan dari penyelenggara GIIAS 2025.

“Kami merasa sangat terhormat menerima dua penghargaan ini di GIIAS 2025. Keberagaman lini produk yang kami hadirkan, menunjukkan komitmen kami dalam mendukung transisi ke mobilitas listrik. Kami akan terus berinovasi dan membangun hubungan yang kuat dengan konsumen Indonesia,” kata Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia.

Sabet Dua Penghargaan

Penghargaan yang pertama ialah Favourite Booth Passenger Car 450-750 sqm. Sedangkan yang kedua adalah Favourite Booth Best Collaboration bersama IKAT Indonesia. Khusus pada penghargaan yang kedua merupakan hasil dari kolaborasi bersama Didiet Maulana. Dengan mencerminkan upaya VinFast dalam memadukan inovasi dengan budaya.

Kerjasama kreatif antara VinFast dan Didiet Maulana tersebut, dibuktikan melalui rancangan motif ikat eksklusif bertajuk Amatra Kalanara, yang menjadi identitas visual khas pada booth VinFast di Hall 2, ICE BSD City, selama ajang GIIAS 2025 berlangsung.

Motif ini terinspirasi dari kekayaan budaya Indonesia, serta filosofi pelayanan VinFast yang hangat, progresif, dan bersahabat. Elemen visual dalam Amatra Kalanara juha mengadaptasi bentuk dari logo VinFast. Refleksi dari semangat kepeloporan, inovasi teknologi, serta dedikasi terhadap masa depan hijau dan berkelanjutan.

Representasi Ragam Pilihan

Di sisi lain, penghargaan Favorite Booth – Passenger Car (450-750 sqm) diberikan atas desain booth VinFast yang dinilai inspiratif dan interaktif. Booth ini menampilkan total 11 unit kendaraan listrik dari berbagai segmen, mulai dari VF 3, VF 5, VF 6, VF 7 hingga VF e34. Semuanya merepresentasikan keberagaman pilihan bagi konsumen, yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat.

Beberapa kendaraan dihadirkan secara tematik untuk menarik perhatian lintas usia. Salah satu unit VF 6 tampil dengan tema animasi Lilo & Stitch. Sedangkan unit VF 7 tampil dengan tema Fantastic Four, sebagai bagian dari special display inspired by Disney.

Komitmen Berkelanjutan

Booth VinFast di GIIAS 2025 juga menghadirkan pengalaman interaktif, berupa edukasi ekosistem kendaraan listrik dan teknologi pintar yang menjadi bagian dari komitmen global perusahaan. Ruang interaktif ini berhasil menarik perhatian pengunjung, sekaligus memperkuat posisi VinFast sebagai pemain penting dalam transformasi kendaraan listrik di Indonesia.

Melalui inovasi teknologi, pendekatan kolaboratif, dan komitmen keberlanjutan, VinFast membuktikan diri sebagai pemain utama dalam transformasi mobilitas hijau Indonesia. Tidak hanya pada saat ini saja, namun juga untuk masa depan. Keikutsertaan VinFast di ajang tahunan tersebut, menandai langkah strategis dalam membangun kepercayaan pasar nasional. Tanpa melupakan pendekatan yang inklusif, kreatif, dan kolaboratif.

Vinfast Bersama Didiet Maulana, Budaya Nusantara Tertuang ke Ranah Otomotif

Vinfast Indonesia melakukan langkah unik dalam membangun kedekatan emosional dengan masyarakat Indonesia. Aktivitas ini direpresentasikan melalui kolaborasi lintas budaya, di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025.

Empat busana khas usher Vinfast tampil dengan sentuhan budaya Indonesia, yang dikemas dalam desain tradisional Vietnam. Busana ini merupakan hasil rancangan Didiet Maulana, seorang desainer kondang.

“Kalau hanya fokus di bisnis saja, tetapi tidak mengangkat budaya Indonesia, saya rasa itu kurang lengkap. Oleh karenanya, kolaborasi ini lahir dari komitmen secara bisnis maupun kultural,” jelas Kariyanto Hardjosoemarto, CEO Vinfast Indonesia.

Kostum Usher Vinfast

“Kita mulai dari hal yang sederhana. Kalau dilihat dari GIIAS tahun lalu, kita mengangkat ciri khas Vietnam pada baju usher. Tetapi kenapa tidak sekaligus mengangkat budaya Nusantara saja,” imbuhnya.

Langkah ini diwujudkan dengan menggandeng Didiet Maulana. Sosok ini dikenal sebagai desainer yang setia mengusung warisan tekstil Nusantara. Didiet diberi tantangan untuk memasukkan filosofi budaya Indonesia ke dalam desain ao dai. Atau busana tradisional Vietnam yang menjadi dasar bentuk kostum usher Vinfast.

“Beberapa bulan kami riset tentang busana tradisional Vietnam, ao dai. Bentuknya cantik dan elegan. Tapi yang paling unik adalah motif yang kami sesuaikan dengan arahan Vinfast. Yaitu menggabungkan budaya dengan teknik ikat, yang sudah kami kembangkan belasan tahun,” jelas Didiet.

Filosofi Bunga Teratai

Ia menjelaskan inspirasi yang digunakan dalam membuat busana tersebut adalah bunga teratai. Motif bunga teratai, simbol nasional Vietnam, yang menjadi elemen utama kemudian dikombinasikan dengan teknik tenun ikat khas Indonesia.

Teratai itu juga punya filosofi sendiri. Menurutnya teratai dapat tumbuh indah meski dari air keruh. Hal ini selaras dengan semangat Vinfast yang membawa perubahan.

“Saya tersentuh karena Vinfast ingin memasukkan nuansa budaya Indonesia ke dalam Vinfast. Ini belum pernah dilakukan sebelumnya, dan saya merasa tertantang untuk memberikan sesuatu yang baru,” tambah Didiet Maulana.

Punya Semangat Yang Sama

Busana hasil kolaborasi ini dikenakan oleh para usher Vinfast selama pameran GIIAS 2025. Mereka akan mendampingi jajaran mobil listrik unggulan Vinfast yang dipamerkan. Perpaduan teknologi masa depan dengan warisan budaya, menjadi daya tarik tersendiri di booth Vinfast tahun ini.

Didiet Maulana melanjutkan bahwa dunia fashion dan otomotif memiliki semangat yang sama Keduanya harus adaptif, inovatif, dan mengutamakan kenyamanan.

Dengan kostum usher yang menggabungkan nilai dua negara, menurutnya Vinfast tidak hanya memamerkan mobil listrik masa depan, tapi juga menghormati dan merayakan identitas lokal tempat mereka bertumbuh.

“Dunia fashion dan otomotif itu selalu sama prinsipnya, yang penting nyaman dahulu. Kalau sudah nyaman, pasti jadi sayang. Saya yakin Vinfast juga akan begitu ke masyarakat Indonesia,” tutup Didiet.