Geely Galaxy E5

Geely Luncurkan Galaxy E5, Ini Kenapa Kompetitornya Wajib Waspada

Raksasa otomotif Geely memperkenalkan SUV Geely Galaxy E5 pada 3 Agustus lalu. Mobil ini cukup ditunggu oleh komunitas dan pengamat otomotif dunia karena banyak hal baru yang dibawa.

Geely Galaxy E5 disiapkan untuk merambah pasar global. Mobil ini berdiri di atas platform baru bernama GEA. Ini adalah platform turunan dari SEA yang digunakan juga oleh Volvo, Polestar dan Smart.

Pesaing BYD Atto 3 ini menggunakan baterai baru bernama Aegis Short Blade. Dikembangkan sendiri oleh Geely dan diklaim mampu menghasilkan kepadatan energi senilai 192 Wh/kg.

Geely Galaxy E5 dihadirkan dengan berbagai inovasi.

Baterai ini dijadikan satu dengan rangka GEA, sehingga menjadikannya sebagai bagian struktural. Dengan begitu, E5 diklaim memiliki distribusi bobot 50:50 dengan titik bobot yang bisa lebih rendah.

Yang tidak kalah mengejutkan adalah, harga Geely E5 saat diluncurkan di Tiongkok berkisar antara US $15.760 hingga US $20.800. Atau setara Rp 250 jutaan hingga Rp 335 jutaan.

Lebih Besar dan Ringan

Galaxy E5 diperkenalkan di China untuk masuk pasar global.

Dimensi Galaxy E5 termasuk wajar untuk sebuah compact SUV. Panjangnya 4.615 mm dengan lebar 1.901 mm. Wheelbase-nya sebesar 2.750 mm sedangkan tinggi 1.670 mm. Sedikit lebih besar dari Atto 3 yang ukurannya (p x l x t mm) 4.455 x 1.875 x 1.615 mm. Sedangkan Wheelbase Att0 3 lebih pendek 30 mm dibanding E5.

Meski ukurannya lebih besar, tapi Geely E5 memiliki bobot yang lebih ringan yaitu 1.615 kg. Sedangkan Atto 3 memiliki berat antara 1.680 kg hingga 1.750 kg. Tergantung variannya.

Motor penggeraknya bertenaga 214 hp dengan torsi 320 Nm. Akselerasi 0-100 km/jam diklaim bisa selesai dalam 6,9 detik.

Geely E5 dipasarkan dalam dua varian baterai yaitu 49,52 kWh dengan jarak tempuh maksimum 440 km. Atau 60,22 kWh yang mampu menggerakkan mobil sejauh 530 km.

Inovasi

Interior Geely E5

Geely Galaxy E5 dibekali dengan kabin lega, plus sistem infotainment buatan Meizu seri Flyme. Selain itu, dibekali juga dengan HUD untuk pengemudi, lengkap dengan instrument cluster digital.

Varian tertinggi dibekali 16 speaker untuk menyalurkan audio. Termasuk yang diletakan di head rest. Sistem kendali infotainment buatan Flyme tersebut dikatakan sangat intuitif dan mudah diioperasikan. Seperti mengoperasikan smart phone.

Salah satu inovasi Geely yang patut diperhatikan adalah, handle pintu yang rata body (flush). Mereka mengklaim, mekanismenya sudah disempurnakan dan akan bisa dioperasikan dalam kondisi cuaca apapun. Lebih dari itu, Geely juga mengatakan akan membagikan paten handle pintu ini untuk industri otomotif dunia.

Nah, bicara otomotif dunia, Geely dikabarkan akan segera hadir di Indonesia. Bahkan saat ini, sedang aktif merekrut personel lokal. Kita tunggu saja, sepertinya Galaxy E5 ini juga akan dibawa.

Baterai Aegis ‘Short Blade’ Diklaim Lebih Tangguh

Industri teknologi baterai mobil listrik di RRC saat ini didominasi oleh CATL dan BYD. Namun sejumlah pabrikan otomotif di negara tersebut juga memproduksi baterai sendiri. Salah satunya adalah Geely. Mereka memperkenalkan teknologi baterai terbarunya, Aegis Short Blade.

Persaingan Baterai Blade

Teknologi baterai Blade saat ini jadi acuan berbagai pabrikan mobil listrik. Demikian pula dengan lithium-iron-phosphate (LFP).

Kemunculan baterai Aegis Short Blade bikinan Geely, akan jadi kompetitor dengan baterai Shenxing buatan CATL, dan baterai Blade buatan BYD. Bahkan saat ini baterai Blade telah memasuki versi 2.0.

Persaingan antar baterai, dari sisi durabilitas dan performa untuk menghasilkan daya jelajah maksimum.

Pemerintah China saat ini kian menggenjot penggunaan baterai dengan sel LFP untuk menggantikan sel bersenyawa nikel.

Baterai Aegis Lebih Awet?

Baterai buatan Geely ini menggunakan elemen sel berdesain tabung berukuran nano. Densitas energi baterai bersel LFP ini pun dikatakan berada di angka 192 Wh/kg.

Geely bahkan mengklaim baterai terbaru mereka bisa digunakan hingga 3.500 kali pengisian ulang. 

Waktu Pengisian Lebih Cepat

Jika rata-rata perjalanan untuk sekali isi ulang daya di kisaran 250-300 km, maka daya tahan siklus isi ulang baterai ini masih cukup masuk akal.

Melalui fast charging, Geely mengklaim hanya butuh waktu 17 menit, untuk isi ulang daya dari 10 persen hingga 80 persen.

Pengujian Suhu Minus

Pada suhu minus 30° Celsius, baterai Blade biasa mengalami penurunan kapasitas daya menjadi 78,96 persen. Sedangkan baterai Aegis Short Blade kapasitas hanya anjlok menjadi 90,54 persen. 

Soal daya tahan, Geely telah melakukan serangkaian pengujian. Mulai dari uji suhu tinggi, ketahanan terhadap gesekan, benturan, bahkan tusukan.

Baterai Aegis ‘Short Blade’ baru ini nanti akan dipakai pada Geely Galaxy E5, mulai Agustus 2024. Konsumen dapat memilih salah satu dari dua opsi baterai.

Untuk versi 50 kWh, mampu menjelajah hingga 440 km. Sedangkan, versi 60 kWh bisa sampai 530 km.