Stok BBM Shell Indonesia Langka Jelang Alih Kepemilikan SPBU

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di jaringan SPBU milik Shell Indonesia di berbagai wilayah Indonesia. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah produk unggulan seperti Shell V-Power, Shell Super, hingga V-Power Diesel dilaporkan kosong di banyak SPBU, bahkan sebagian lokasi tidak memiliki stok BBM sama sekali.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan konsumen, terutama karena terjadi di tengah rencana pengalihan kepemilikan jaringan SPBU Shell di Indonesia kepada perusahaan patungan baru.

Stok Shell V-Power Kosong di Banyak SPBU

Kelangkaan BBM Shell bukan hanya terjadi pada satu jenis bahan bakar, tetapi hampir seluruh lini produk. Berdasarkan informasi terbaru per 16 Februari 2026, Shell V-Power (RON 95) dilaporkan kosong di seluruh jaringan SPBU Shell di Indonesia.

Sementara itu, Shell Super hanya tersedia secara terbatas di wilayah Jawa Timur, tepatnya di SPBU Lamongan dan Mojokerto. Produk lain seperti Shell V-Power Nitro+ dan Shell V-Power Diesel juga mengalami keterbatasan stok yang signifikan.

Akibat kondisi ini, banyak pelanggan terpaksa mencari alternatif BBM lain dengan nilai oktan setara, seperti Pertamax Green 95 dari Pertamina, Revvo 95, maupun BP Ultimate.

Salah satu penyebab utama kelangkaan BBM Shell adalah habisnya kuota impor base fuel yang menjadi bahan dasar produk BBM mereka. Sebagai perusahaan swasta di sektor hilir migas, Shell Indonesia mengandalkan impor untuk menjaga pasokan BBM di jaringan SPBU mereka.

Situasi serupa sebenarnya pernah terjadi pada Oktober 2025, ketika Shell Super mengalami kekosongan stok dalam waktu cukup lama. Bahkan pada Desember 2025, Shell Indonesia harus membeli base fuel dari Pertamina Patra Niaga guna menjaga ketersediaan BBM dan mempertahankan kepercayaan pelanggan.

Langkah tersebut menunjukkan adanya ketergantungan terhadap pasokan impor serta perlunya koordinasi dengan pemasok domestik dalam kondisi tertentu.

Harga BBM Stabil Meski Stok Kosong

Menariknya, kelangkaan stok BBM Shell terjadi di tengah tren harga yang relatif stabil, bahkan cenderung mengalami penurunan. Berikut daftar harga BBM Shell terbaru:

Shell Super: Rp 12.050 per liter

Shell V-Power: Rp 12.500 per liter

Shell V-Power Nitro+: Rp 12.720 per liter

Shell V-Power Diesel: Rp 13.600 per liter

Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor kelangkaan bukan disebabkan oleh lonjakan harga global, melainkan lebih kepada aspek distribusi dan pasokan.

Pengalihan Kepemilikan SPBU Shell Sedang Berlangsung

Di saat yang sama, Shell Indonesia juga tengah menjalani proses pengalihan kepemilikan jaringan SPBU. Bisnis SPBU Shell akan diambil alih oleh perusahaan patungan baru yang dibentuk oleh Citadel Pacific Limited dan Sefas Group.

Citadel Pacific sendiri merupakan perusahaan yang memegang lisensi Shell di beberapa wilayah Asia Pasifik seperti Guam, Hong Kong, dan Makau. Sementara Sefas Group dikenal sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia.

Meski terjadi pengalihan kepemilikan, Shell memastikan bahwa merek Shell yang berada di bawah naungan Shell plc akan tetap hadir di Indonesia melalui skema lisensi merek. Pasokan BBM juga diklaim tetap berasal dari Shell untuk menjaga kualitas produk.

Shell Indonesia menegaskan bahwa operasional SPBU tetap berjalan seperti biasa selama proses transisi berlangsung. Proses pengalihan kepemilikan ini ditargetkan selesai pada tahun 2026 atau paling lambat tahun berikutnya.

Namun hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi apakah kelangkaan BBM yang terjadi berkaitan langsung dengan proses pengalihan kepemilikan atau murni disebabkan oleh faktor teknis seperti kuota impor dan distribusi.

Dampak bagi Konsumen dan Industri BBM

Kelangkaan BBM Shell tentu berdampak langsung bagi konsumen, terutama pengguna kendaraan yang mengandalkan bahan bakar beroktan tinggi untuk menjaga performa mesin dan efisiensi bahan bakar.

Di sisi lain, kondisi ini juga mencerminkan tantangan yang dihadapi perusahaan migas swasta di Indonesia, khususnya terkait regulasi impor, distribusi, serta dinamika pasar energi nasional.

Kehadiran pemain swasta seperti Shell sendiri merupakan hasil reformasi sektor migas yang memungkinkan persaingan sehat dengan perusahaan nasional. Oleh karena itu, keberlangsungan operasional dan stabilitas pasokan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan konsumen.

Kesimpulan

Kelangkaan BBM Shell di Indonesia saat ini dipicu oleh habisnya kuota impor serta dinamika distribusi, di tengah proses pengalihan kepemilikan jaringan SPBU. Meski operasional tetap berjalan, konsumen untuk sementara perlu mempertimbangkan alternatif BBM lain dengan spesifikasi setara.

Ke depan, stabilitas pasokan BBM Shell akan sangat bergantung pada kelancaran proses impor, distribusi, serta penyelesaian transisi kepemilikan jaringan SPBU di Indonesia.

Harga BBM Pertamina berubah

Harga BBM Pertamina Turun Mulai 1 September 2024

Pertamina mengumumkan koreksi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai 1 September 2024 hari ini.

Menurut keterangan resmi Pertamina, perubahan tersebut mengikuti Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Adapun yang dimaksud dengan BBM nonsubsidi pastinya Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, solar Dexlite dan Pertamina Dex.

Harga Pertamax untuk wilayah dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) lima persen (Provinsi Aceh, Banten DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY hingga Bali, NTB dan NTT) adalah Rp 12.950. Turun dari sebelumnya Rp 13.700. Sementara Pertamax Turun turun dari Rp 15.450 menjadi Rp 14.475.

BBM terbaru, Pertamax Green kini dijual dengan harga Rp 13.650 turun dari harga Rp 15.000. Namun perlu diperhatikan, Pertamax Green baru dijual di wilayah pulau Jawa, Bali, NTB dan NTT.

Sementara untuk Dexlite, harganya turun menjadi Rp 14.050. Sebelumnya, dijual dengan harga Rp 15.350 per liter. Terakhir, Pertamina Dex kini dipasar dengan harga Rp 14.550. Turun dari Rp 15.650/liter di bulan sebelumnya.

Untuk informasi, BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Bio Solar, harganya tidak berubah. Pertalite Rp 10.000 sedangkan Bio Solar tetap Rp 6.800 per liter.

Daftar Harga BBM Pertamina Nonsubsidi 1 September 2024 (Wilayah dengan PBB-KB 5 persen)

  • Pertamax Rp 12.950
  • Pertamax Turbo Rp 14.475
  • Pertamax Green 95 Rp 13.650
  • Dexlite Rp 14.050
  • Pertamina DEX Rp 14.550

Sumber: Pertamina

Isi BBM

Harga BBM Bulan Oktober Naik Lagi, Ini Daftarnya

PT Pertamina mengkoreksi harga BBM untuk bulan Oktober 2023 ini. Banderol bahan bakar non-subsidi dinaikan dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020. Tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Harga BBM Pertamina Oktober

Kenaikannya cukup signifikan. Beberapa produk harganya bahkan naik sampai Rp 1.000. Tercatat, untuk beberapa wilayah di Indonesia, termasuk DKI Jakarta, banderol pertamax mulai 1 Oktober 2023 ini menjadi Rp 14.000 dari Rp 13.300. Atau naik Rp 700. Pertamax Turbo juga naik menjadi Rp 16.600 dari Rp 15.900.

Berikutnya, harga BBM jenis solar tanpa subsidi, Dexlite untuk bulan ini terkoreksi menjadi Rp 17.200 dari sebelumnya RP 16.350. Pertamina Dex berubah jadi Rp 17.900. Naik dari Rp 1.000 dari sebelumnya. Produk terbaru Pertamina, yaitu Pertamax Green juga ikut terkatrol. Dari Rp 15.000 jadi Rp 16.000. Sementara produk bersubsidi Pertalite tidak berubah. Tetap Rp 10.000.

Pertamina luncurkan Pertamax green 95

Harga BBM non-subsidi bulan Oktober 2023 di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya:

Pertamax Rp 14.000
Pertamax Turbo Rp 16.600
Dexlite Rp 17.200
Pertamina Dex Rp 17.900
Pertamax Green Rp 16.000

Sepertinya sudah waktunya memikirkan dengan serius ganti ke kendaraan listrik.

Sumber: Pertamina

Harga BBM non subsidi pertamina

Harga BBM Pertamina Naik Per 1 Juli 2023

Pertamina mengumumkan penyesuaian harga untuk beberapa produk BBM hari ini, 1 Juli 2023. Kenaikan harga tersebut berlaku untuk produk Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex. Sementara Pertamax dan Pertalite tidak mengalami perubahan.

Dikutip dari situs resmi Pertamina, keputusan kenaikan harga BBM non-subsidi ini berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar, yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Pertamax Turbo naik dari Rp 13.600 menjadi Rp 14.000 di wilayah Jawa dan Bali. Sementara di Sumatera harganya berbeda-beda. Di Riau dan Kepulauan Riau, banderolnya Rp 14.700. Namun di Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jambi serta Bangka dan Belitung harga Pertamax Turbo adalah Rp 14.350. Harga ini juga berlaku Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Papua Barat.

Lalu Dexlite harganya berubah menjadi Rp 13.150. Naik dari 12.650. Dengan catatan itu adalah harga di NAD, pulau Jawa, Bali, NTB dan NTT. Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jambi serta Bangka dan Belitung harga Dexlite adalah Rp 13.400. Demikian juga di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua. Namun di Riau dan Kepulauan Riau harganya Rp 13.650. Di Batam, Rp 12.400.

Terakhir, Pertamina Dex di NAD, pulau Jawa, Bali, NTB dan NTT harganya menjadi Rp 13.550. Sebelumnya Rp 13.250 per liter. Kemudian di Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jambi serta Bangka dan Belitung harga Dexlite adalah Rp 13.800. Demikian juga di Kalimantan, Sulawesi dan Papua Barat.

Harga BBM Non-subsidi Pertamina Juli 2023

WILAYAH PERTAMAX TURBO DEXLITE PERTAMINA DEX SOLAR NON-SUBSIDI
Prov. Aceh 14.000 13.150 13.550
Free Trade Zone (FTZ) Sabang 11.900
Prov. Sumatera Utara 14.350 13.400 13.800
Prov. Sumatera Barat 14.350 13.400 13.800
Prov. Riau 14.700 13.650 14.050
Prov. Kepulauan Riau 14.700 13.650 14.050
Free Trade Zone (FTZ) Batam 13.300 12.400 12.800
Prov. Jambi 14.350 13.400 13.800
Prov. Bengkulu 14.700 13.650 14.050
Prov. Sumatera Selatan 14.350 13.400 13.800
Prov. Bangka-Belitung 14.350 13.400 13.550
Prov. Lampung 14.350 13.400 13.800
Prov. DKI Jakarta 14.000 13.150 13.550
Prov. Banten 14.000 13.150 13.550
Prov. Jawa Barat 14.000 13.150 13.550
Prov. Jawa Tengah 14.000 13.150 13.550
Prov. DI Yogyakarta 14.000 13.150 13.550
Prov. Jawa Timur 14.000 13.150 13.550
Prov. Bali 14.000 13.150 13.550
Prov. Nusa Tenggara Barat 14.000 13.150 13.550
Prov. Nusa Tenggara Timur 14.000 13.150 13.550 13.050
Prov. Kalimantan Barat 14.350 13.400 13.800
Prov. Kalimantan Tengah 14.350 13.400 13.800
Prov. Kalimantan Selatan 14.350 13.400 13.800
Prov. Kalimantan Timur 14.350 13.400 13.800
Prov. Kalimantan Utara 14.350 13.400 13.800
Prov. Sulawesi Utara 14.350 13.400 13.800
Prov. Gorontalo 14.350 13.400 13.800
Prov. Sulawesi Tengah 14.350 13.400 13.800
Prov. Sulawesi Tenggara 14.350 13.400 13.800
Prov. Sulawesi Selatan 14.350 13.400 13.800
Prov. Sulawesi Barat 14.350 13.400 13.800
Prov. Maluku 13.400
Prov. Maluku Utara 13.400
Prov. Papua 14.350 13.400
Prov. Papua Barat 13.400 13.800

Sumber

Harga BBM non subsidi pertamina

Pertamina Koreksi Harga BBM, Berlaku 1 Maret 2023

Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi yang berlaku mulai hari ini (01/03/2023). Tercatat BBM jenis Pertamax berubah harga menjadi Rp 13.300 di beberapa wilayah. Banderol tersebut terkoreksi Rp 500 karena sebelumnya Pertamax dihargai Rp 12.800.

Dikutip dari situs resmi PT Pertamina (Persero), mereka melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No.245.K/MG.01/MEM.M/2022. Sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Harga BBM Diesel Turun

Pertamax turbo

Di seluruh provinsi di pulau Jawa, Bali, NTB dan NTT harga Pertamax adalah Rp 13.300 per liter. Di Provinsi Riau, Kepulauan Riau dan Batam serta Bengkulu, harga Pertamax adalah Rp 13.800. Wilayah Sumatera yang lain, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua serta Papua Barat harga Pertamax adalah Rp 13.550.

Sementara itu, Pertamax Turbo juga mengalami kenaikan dari Rp 14.850 menjadi Rp 15.100, untuk Jawa, Bali, NTT dan NTB. Provinsi Riau, Kepulauan Riau dan Batam serta Bengkulu, harga Pertamax Turbo adalah Rp 15.700. Di wilayah Sumatera lain, Kalimantan, Sulawesi dan Papua harga Pertamax Turbo menjadi Rp 15.400. di Provinsi Papua Barat, Maluku Utara dan Maluku tidak tersedia Pertamax Turbo. 

Untuk pengguna mobil diesel, BBM jenis Dexlite justru turun Rp 1.200 untuk di pulau Jawa, Bali, NTB dan NTT, serta Aceh. Kini harganya Rp 14.950 per liter. Sebelumnya Rp 16.150. Khusus Provinsi Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau dan wilayah Batam Dexlite dijual Rp 15.550. Sementara provinsi lainnya BBM ini dijual Rp 15.250.

Bahan bakar diesel jenis Pertamina Dex juga berubah harganya per 1 Maret. Harganya menjadi Rp 15.850. Atau turun Rp 1.000 dari sebelumnya Rp 16.850. Harga tersebut berlaku untuk wilayah pulau Jawa, Bali, NTB dan NTT. Di Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Batam dan Bengkulu harga Pertamina Dex Rp 16.450. Kalimantan, Sulawesi serta Papua Barat harganya Rp 16.150. Di Maluku dan Papua, Pertamina tidak menjual Dex.

Daftar Harga BBM Non-Subsidi (Mulai 1 Maret 2023)

Wilayah Pertamax Pertamax Turbo Dexlite Pertamina Dex
Aceh  IDR 13.300 IDR 15.100 IDR 14.950 IDR 15.850
Sumatera Utara IDR 13.550 IDR 15.400 IDR 15.250 IDR 16.150
Sumatera Barat IDR 13.550 IDR 15.400 IDR 15.250 IDR 16.150
Riau IDR 13.800 IDR 15.700 IDR 15.550 IDR 16.450
 Kepulauan Riau IDR 13.800 IDR 15.700 IDR 15.550 IDR 16.450
Free Trade Zone (FTZ) Batam IDR 13.800 IDR 15.700 IDR 15.550 IDR 16.450
Jambi IDR 13.550 IDR 15.400 IDR 15.250 IDR 16.150
Bengkulu IDR 13.800 IDR 15.700 IDR 15.550 IDR 16.450
Sumatera Selatan IDR 13.550 IDR 15.400 IDR 15.250 IDR 16.150
Bangka-Belitung IDR 13.550 IDR 15.400 IDR 15.250 IDR 16.150
Lampung IDR 13.550 IDR 15.400 IDR 15.250 IDR 16.150
DKI Jakarta IDR 13.300 IDR 15.100 IDR 14.950 IDR 15.850
 Banten IDR 13.300 IDR 15.100 IDR 14.950 IDR 15.850
Jawa Barat IDR 13.300 IDR 15.100 IDR 14.950 IDR 15.850
Jawa Tengah IDR 13.300 IDR 15.100 IDR 14.950 IDR 15.850
DI Yogyakarta IDR 13.300 IDR 15.100 IDR 14.950 IDR 15.850
Jawa Timur IDR 13.300 IDR 15.100 IDR 14.950 IDR 15.850
Bali IDR 13.300 IDR 15.100 IDR 14.950 IDR 15.850
Nusa Tenggara Barat IDR 13.300 IDR 15.100 IDR 14.950 IDR 15.850
 Nusa Tenggara Timur IDR 13.300 IDR 15.100 IDR 14.950 IDR 15.850
Kalimantan Barat IDR 13.550 IDR 15.400 IDR 15.250 IDR 16.150
 Kalimantan Tengah IDR 13.550 IDR 15.400 IDR 15.250 IDR 16.150
Kalimantan Selatan IDR 13.550 IDR 15.400 IDR 15.250 IDR 16.150
Kalimantan Timur IDR 13.550 IDR 15.400 IDR 15.250 IDR 16.150
Kalimantan Utara IDR 13.550 IDR 15.400 IDR 15.250 IDR 16.150
Sulawesi Utara IDR 13.550 IDR 15.400 IDR 15.250 IDR 16.150
Gorontalo IDR 13.550 IDR 15.400 IDR 15.250 IDR 16.150
Sulawesi Tengah IDR 13.550 IDR 15.400 IDR 15.250 IDR 16.150
Sulawesi Tenggara IDR 13.550 IDR 15.400 IDR 15.250 IDR 16.150
 Sulawesi Selatan IDR 13.550 IDR 15.400 IDR 15.250 IDR 16.150
 Sulawesi Barat IDR 13.550 IDR 15.400 IDR 15.250 IDR 16.150
 Maluku IDR 13.550 IDR 15.250 –  
 Maluku Utara IDR 13.550 IDR 15.250 –  
Papua IDR 13.550 IDR 15.400 IDR 15.250 –  
Papua Barat IDR 13.550 IDR 15.250 IDR 16.150

 

Sumber: Pertamina

 

 

Harga BBM Pertamina berubah

Harga Naik, Bingung Pilih Pertalite Atau Pertamax? Ayo Simak Perbedaannya!

Harga Pertalite dan Pertamax tentu akan berpengaruh terhadap keputusan masyarakat dalam memilih jenis BBM. Apalagi pemerintah resmi umumkan kenaikan harga Pertalite dan Solar masing-masing menjadi Rp 10.000 dan Rp 6.800. Tidak lupa Pertamax jad Rp 14.500 per liter.

Kenaikan BBM jenis Pertalite dan Pertamax, tentu akan berpengaruh terhadap keputusan masyarakat dalam memilih BBM yang sesuai dengan anggaran.

Tidak sedikit masyarakat yang berencana untuk beralih menggunakan bahan bakar Pertalite yang memiliki harga lebih rendah agar dapat menghemat ongkos pengeluaran. Padahal belum tentu kendaraan mereka cocok pakai bahan bakar dengan RON lebih rendah kan?

Ada informasi terkait perbedaan dasar antara kedua jenis BBM tersebut. Diharapkan dengan teliti dan mengetahui perbedaan tersebut, Anda dapat memilih bakar bakar yang tepat untuk kendaraan. Ayo simak apa saja!

Nilai oktan

Pertalite dan Pertamax memiliki nilai oktan yang berbeda. Pertalite memiliki RON (Research Octane Number) 90 dan Pertamax 92. Angka ini menunjukan bahwa besaran tekanan yang bisa diberikan sebelum pembakaran bensin secara spontan. Semakin tinggi nilai oktan suatu bahan bakar, maka BBM akan lebih lama untuk terbakar.

Oktan atau RON juga berguna sebagai indikator penggunaan bahan bakar bagi kendaraan Anda. Biasanya, setiap perusahaan yang memproduksi kendaraan mengeluarkan nilai minimum RON untuk setiap kendaraannya.

Bagi kendaraan yang memiliki kompresi tinggi lebih cocok menggunakan bahan bakar beroktan tinggi. Jadi, Anda tinggal mencocokkan bahan bakar mana yang paling tepat untuk kendaraan yang digunakan.

Kompresi mesin

Selanjutnya adalah kompresi mesin yang juga bisa dijadikan patokan perbedaan keduanya. Untuk Anda ketahui, bahwa Pertamax dibuat untuk mesin dengan kompresi diatas 10:1 sampai 10,9:1. Sedangkan, Pertalite ditujukan untuk kompresi di bawah Pertamax, yaitu 9:1 hingga 10:1.

Meski begitu, Pertamax memiliki kandungan yang kurang lebih sama dengan Pertalite, yaitu mengandung zat aditif seperti pembersih, anti karat, dan zat penjaga kemurnian bahan bakar dari air atau demulsifier.

Warna cairan

Pertalite biasanya berwarna hijau, sedangkan Pertamax berwarna biru, dan untuk Pertamax Turbo berwarna merah. Warna asli BBM hasil produksi dari kilang Pertamina adalah bening. Sehingga untuk memudahkan dalam operasional di lapangan sengaja diberikan pewarna berbeda-beda. Selain itu, pemberian warna tiap jenis BBM ini agar konsumen juga mengetahui jenis BBM yang digunakan.

Tingkat polusi

Setiap bahan bakar memiliki tingkat polusi yang berbeda berdasarkan kualitas dari bahan bakar tersebut. Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya juga memperhatikan hal ini untuk menjaga lingkungan lebih sehat. Perlu diketahui bahwa semakin tinggi nilai oktan dari sebuah BBM, maka polusinya justru semakin kecil.

Harga

Pertalite memiliki harga yang lebih murah daripada Pertamax. Untuk itu, banyak orang yang mempertimbangkan untuk membeli Pertalite karena harganya yang relatif lebih murah daripada Pertamax. Meski lebih mahal sedikit, faktanya Pertamax lebih irit dari Pertalite.

Perlu Anda ketahui juga bahwa harga ini juga berdasarkan tinggi oktan. Semakin tinggi nilai oktan suatu BBM, akan semakin tinggi pula harga jualnya. Maka dari itu, harga Pertamax lebih mahal daripada harga Pertalite.

Itulah beberapa perbedaan dasar antara bahan bakar Pertalite dan Pertamax yang perlu diketahui, agar bisa menyesuaikan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dengan jenis kendaraan yang Anda miliki.

Harga BBM non subsidi pertamina

Harga Pertamax Turbo Turun!

Pertamina turunkan harga BBM, sesuai dengan keputusan Menteri ESDM.

Hari ini (01/09/2022) Pertamina menurunkan harga BBM “elite” Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina DEX. Dikutip dari situs Pertamina, penyesuaian harga tersebut adalah pengimplementasian Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina.

Besaran penurunan adalah Rp 2.000 untuk Pertamax Turbo, Rp 700 untuk Dexlite. Sedangkan Pertamina Dex turun sebesar Rp 1.500 rupiah. 

Harga BBM Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex per 1 September 2022 adalah sebagai berikut:

Provinsi N.A.D
Pertamax Turbo Rp 15.900
Dexlite Rp 17.100
Pertamina Dex Rp 17.400

Sumatera Utara
Pertamax Turbo Rp 16.250
Dexlite Rp 17.450
Pertamina Dex Rp 17.750

Sumatera Barat
Pertamax Turbo Rp 16.250
Dexlite Rp 17.450
Pertamina Dex Rp 17.750

Provinsi Riau
Pertamax Turbo Rp 16.600
Dexlite Rp 17.800
Pertamina Dex Rp 18.100

Provinsi Kepulauan Riau
Pertamax Turbo Rp 16.600
Dexlite Rp 17.800
Pertamina Dex Rp 18.100

Batam (FTZ)
Pertamax Turbo Rp 16.600
Dexlite Rp 17.800
Pertamina Dex Rp 18.100

Provinsi Jambi
Pertamax Turbo Rp 16.250
Dexlite Rp 17.450
Pertamina Dex Rp 17.750

Provinsi Bengkulu
Pertamax Turbo Rp 16.600
Dexlite Rp 17.800
Pertamina Dex Rp 18.100

Provinsi Sumatera Selatan
Pertamax Turbo Rp 16.250
Dexlite Rp 17.450
Pertamina Dex Rp 17.750

Provinsi Bangka Belitung
Pertamax Turbo Rp 16.250
Dexlite Rp 17.450
Pertamina Dex Rp 17.750

Provinsi Lampung
Pertamax Turbo Rp 16.250
Dexlite Rp 17.450
Pertamina Dex Rp 17.750

DKI Jakarta
Pertamax Turbo Rp 15.900
Dexlite Rp 17.100
Pertamina Dex Rp 17.400

Provinsi Banten
Pertamax Turbo Rp 15.900
Dexlite Rp 17.100
Pertamina Dex Rp 17.400

Provinsi Jawa Barat
Pertamax Turbo Rp 15.900
Dexlite Rp 17.100
Pertamina Dex Rp 17.400

Provinsi Jawa Tengah
Pertamax Turbo Rp 15.900
Dexlite Rp 17.100
Pertamina Dex Rp 17.400

Provinsi D.I Yogyakarta
Pertamax Turbo Rp 15.900
Dexlite Rp 17.100
Pertamina Dex Rp 17.400

Provinsi Jawa Timur
Pertamax Turbo Rp 15.900
Dexlite Rp 17.100
Pertamina Dex Rp 17.400

Provinsi Bali
Pertamax Turbo Rp 15.900
Dexlite Rp 17.100
Pertamina Dex Rp 17.400

Provinsi Nusa Tenggara Barat
Pertamax Turbo Rp 15.900
Dexlite Rp 17.100
Pertamina Dex Rp 17.400

Provinsi Nusa Tenggara Timur
Pertamax Turbo Rp 15.900
Dexlite Rp 17.100
Pertamina Dex Rp 17.400

Provinsi Kalimantan Barat
Pertamax Turbo Rp 16.250
Dexlite Rp 17.450
Pertamina Dex Rp 17.750

Provinsi Kalimantan Tengah
Pertamax Turbo Rp 16.250
Dexlite Rp 17.450
Pertamina Dex Rp 17.750

Provinsi Kalimantan Selatan
Pertamax Turbo Rp 16.250
Dexlite Rp 17.450
Pertamina Dex Rp 17.750

Provinsi Kalimantan Timur
Pertamax Turbo Rp 16.250
Dexlite Rp 17.450
Pertamina Dex Rp 17.750

Provinsi Kalimantan Utara
Pertamax Turbo Rp 16.250
Dexlite Rp 17.450
Pertamina Dex Rp 17.750

Provinsi Sulawesi Utara
Pertamax Turbo Rp 16.250
Dexlite Rp 17.450
Pertamina Dex Rp 17.750

Provinsi Gorontalo
Pertamax Turbo Rp 16.250
Dexlite Rp 17.450
Pertamina Dex Rp 17.750

Provinsi Sulawesi Tengah
Pertamax Turbo Rp 16.250
Dexlite Rp 17.450
Pertamina Dex Rp 17.750

Provinsi Sulawesi Tenggara
Pertamax Turbo Rp 16.250
Dexlite Rp 17.450
Pertamina Dex Rp 17.750

Provinsi Sulawesi Selatan
Pertamax Turbo –
Dexlite Rp 17.450
Pertamina Dex –

Provinsi Sulawesi Barat
Pertamax Turbo –
Dexlite Rp 17.450
Pertamina Dex –

Provinsi Maluku
Pertamax Turbo –
Dexlite Rp 17.450
Pertamina Dex –

Provinsi Maluku Utara
Pertamax Turbo –
Dexlite Rp 17.450
Pertamina Dex –

Provinsi Papua
Pertamax Turbo Rp 16.250
Dexlite Rp 17.450
Pertamina Dex –

Provinsi Papua Barat
Pertamax Turbo –
Dexlite Rp 17.450
Pertamina Dex Rp 17.750

Kami sungguh berharap, Pertamax juga ikut turun. Juga dengan Pertalite. Tapi tentu, pemerintah punya perhitungan yang lebih jeli. Meski kadang suka bikin kaget. Seperti turunnya harga BBM di atas.