Mitsubishi XForce Hanya Berbekal Fitur Esensial

Genap sepekan sudah Mitsubishi XForce tampil di GIIAS 2023. Tampilan compact SUV made in Indonesia ini berhasil memikat hati masyarakat di Tanah Air.

Bahkan mobil ini dilengkapi 4 pilihan mode berkendara yakni Normal, Mud, Gravel dan Wet yang diklaim disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Mode berkendara yang mengingatkan kami pada SUV kelas atas seperti Porsche Cayenne, Lamborghini Urus dan Range Rover.

Namun sebagai mobil edisi perdana, tentunya XForce tak luput dari kekurangan. Salah satunya yakni sistem bantu dan keselamatan berkendara ADAS (Advance Driver Assistance System) tak selengkap rival di kelasnya. Seperti apa sebenarnya konten fitur berkendara yang dimiliki XForce?

ADAS Yang Esensial

Di jajaran kompetitornya seperti Honda HR-V, Hyundai Creta, Toyota Yaris Cross, dan Wuling Alvez telah dibekali fitur keselamatan berkendara terpadu yang canggih dan lebih lengkap.

Sedangkan konten fitur yang dimiliki Mitsubishi XForce dianggap nanggung. Pada unit model yang resmi dipasarkan saat ini telah dilengkapi dengan 4 airbag yang terpasang di kabin bagian depan.

Sementara untuk sistem ADAS yang dibekalkan pada XForce hanya fitur Active Stability Control, Hill Start Assist, Blind Spot Warning, serta Rear Cross Traffic Alert dan Tire Pressure Monitoring System.

Namun ternyata pada salah satu XForce yang dipajang di booth Mitsubishi sudah dilengkapi sistem ADAS yang lebih lengkap. Sejumlah fitur yang ditambahkan antara lain Forward Collision Mitigation, Adaptive Cruise Control, Lead Car Departure Notification, Automatic High Beam, dan Lane Change Assist.

Tak hanya dibekali 4 airbag, tapi terdapat dua airbag tambahan pada bagian pilar. Sehingga jumlah airbag yang terpasang ada 6 buah. Nah, hanya saja unit dengan fitur lebih lengkap ini baru sebatas mobil demo dan riset. Belum resmi dipasarkan.

Berkaitan dengan konten fitur berkendara ADAS dan airbag, pihak PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menyatakan bahwa fitur ADAS yang dibekalkan saat ini hanya fitur yang benar-benar esensial dan paling sering digunakan.

Untuk varian XForce dengan fitur ADAS yang lebih lengkap, rencananya baru akan diluncurkan tahun depan.

Tanpa Panoramic Sunroof

Nah, satu hal lagi yang nihil dari daftar konten fitur Mitsubishi XForce ini adalah sunroof panoramic.

Untuk hal yang satu ini memang tak terlalu penting maupun berpengaruh pada kenyamanan berkendara. Lebih mengarah pada fitur pendongkrak estetika dan aura kemewahan, namun ampuh sebagai magnet pemikat konsumen untuk membeli mobil.

Bukan tanpa alasan, menurut Seiji Watanabe, Division General Manager, Design Division, Mitsubishi Motors Corporation, absennya atap kaca ini demi menghemat bobot. Kami setuju dengan absennya benda itu. Sunroof atau panoramic roof kadang fungsinya hanya sebagai aksesoris yang akan merepotkan seiring berjalannya waktu. Namun ia juga mengatakan tidak menutup kemungkinan ke depannya akan ada varian dengan atap kaca.

Apakah konten extra dalam daftar fitur ADAS, airbag dan juga panoramic sunroof bakal jadi amunisi untuk varian baru dari Mitsubishi XForce di kemudian hari? Mungkin saja.

Pasalnya, Indonesia bukanlah satu-satunya kolam tempat XForce berenang. Mobil ini nantinya juga bakal dipasarkan di sejumlah negara lainnya. Spek dan konten fitur yang dibekalkan tentu saja berbeda.

Apakah masih berminat untuk membeli Mitsubishi XForce dengan segala kekurangan yang ada saat ini? Atau masih ingin menunggu versi konten yang jauh lebih lengkap? Pilihan ada pada para konsumen.

Impresi Pertama: Seberapa Memikat Mitsubishi Xforce 2023?

Cukup banyak aspek yang menjadi pertimbangan dalam mendesain kemasan tampilan eksterior maupun interior sebuah mobil. Kerap kali konsep desain dari tim perancang akan dirombak alias mengalami revisi total saat mulai masuk ke jalur produksi. Berbeda halnya dengan compact SUV Mitsubishi Xforce yang baru saja world premiere di GIIAS 2023.

Pesaing terbaru bagi Hyundai Creta, Suzuki Grand Vitara, Toyota Yaris Cross, Wuling Alvez, dan Honda HR-V ini antara konsep desain dengan versi produksinya begitu identik.

Secara keseluruhan, kemasan Xforce merupakan versi matang dari konsep XFC. Revisi yang dilakukan tentunya tak dapat terlepas dari hitungan biaya produksi dan sejumlah hal lainnya.

Xforce digarap dengan tema ‘best suit buddy for an exciting life’. Kalau diterjemahkan, tak hanya jadi mobil harian, tapi sahabat yang selalu mendampingi aktifitas keseharian pemiliknya. Lantas, seberapa memikatkah desain mobil ini secara keseluruhan?

Desain Eksterior Nihil ‘Blink-blink’

Karakter desain Dynamic Shield yang disematkan pada wajah Mitsubishi Xforce berbeda dari mobil lainnya yang dipasarkan oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) di Tanah Air. Ini gaya baru.

Lampu depan menggunakan model T-shape dengan aksen garis-garis di bawahnya. Sama persis seperti versi konsepnya. Lampu sein dan lampu kabut juga LED. Wajahnya yang garang dan semi futuristik nihil aksen chrome mengkilat, sesuai dengan harapan pecinta SUV tulen.

Dilihat dari samping, tarikan garis bodi dari depan hingga ke belakang terlihat kekar dan ringkas. Kami suka gaya desain yang diusung oleh Xforce. Rasanya, model SUV lansiran Mitsubishi sekeren ini pernah ada tapi sudah lama sekali, yakni Pajero Evolution V6.

Gaya tampilan yang keren dengan sendirinya akan membuat sebuah mobil terlihat mewah. Salah satu contohnya yakni tombol smart-entry pada pintunya. Ini salah satu fitur dari mobil mewah…dan ada di Xforce.

Pelek 18 inci yang dibekalkan berbalut ban Dunlop SP Sport Maxx 225/50. Namun dengan tongkrongan bodinya yang jangkung, fender kekar, ban radial All-terrain bertapak kasar mungkin akan jadi opsi yang lebih pas dan membuat tampilan kian macho. Tergantung selera. Itu menurut kami. 

Beda Sendiri

Ground clearance Xforce yang mencapai 222 mm ternyata berkat suspensi belakang yang diadopsi dari Pajero Sport.

Tak hanya ground clearance paling tinggi di kelasnya. Dengan ukuran panjang 4.390 mm, lebar 1.800 mm, dan tinggi 1.600 mm, body Mitsubishi Xforce 2023 terbilang bongsor dibanding kompetitornya seperti Hyundai Creta.

Bagian belakang juga beda dari SUV dan crossover Mitsubishi yang ada saat ini. Kalau diperhatikan, tekukan garis pada area ini memberi efek 3D. Imbuhan antena, spoiler dan lampu rem atas kian menguatkan gaya sporty ala mobil rally. Lampu belakang model T-shape juga menggunakan LED. Bumper belakang yang kekar diimbangi dengan overhang yang terbilang pendek.

Nah, kaca belakang yang posisinya cukup tinggi serta ukurannya yang terbilang kecil agak sedikit mengurangi visibilitas ke arah belakang. Namun hal tersebut diatasi oleh kamera parkir di bodi belakang.

Kemasan Interior Unik dan Memikat

Dalam memilih produk, konsumen tak hanya melihat desain eksterior semata. Kemasan dan kenyamanan area kabin justru sangat menentukan.

Bagian interior Xforce nampak memadukan banyak elemen desain mobil Mitsubishi model terkini. Tak hanya dari sisi kemasan tampilan, tapi juga dari segi ergonomi maupun kepraktisan. Mitsubishi Motors mengatakan mereka belajar banyak dari selera dan kebutuhan para konsumen Xpander, Xpander Cross, Outlander Sport serta Pajero Sport.

Layout area seputar dashboard-nya memang tampak mewah dan enak dilihat. Meskipun panel dashboard menggunakan material plastik, tapi bahannya cukup tebal dan padat serta tidak kasar. Material plastiknya cukup halus, tak terkesan murahan.

Panel instrumen digital di balik setirnya cukup sporty, bahkan ini lebih keren dari punya  Xpander Cross. Tata letak head unit dengan ventilasi AC pada dashboard pun terlihat rapi.

Nah, pada area door trim dikemas dengan unik. Kualitas bahan plastiknya sama seperti dashboard, namun dipadukan dengan bahan fabric. Handle pintunya terasa kokoh saat digengam dan desainnya cukup artistik.

Di bagian setir, desainnya tak sekadar tampil sporty. Gripnya cukup nyaman dan tidak terasa licin saat genggaman tangan memutar-mutar setir.

Kenyamanan Jok Adalah Faktor Kunci

Semewah apapun sebuah mobil, kenyamanan duduk adalah kunci utama. Pada interior Xforce kemasan jok memanfaatkan material fabric. sama seperti pada door trim dengan aksen jahitan yang terlihat kontras namun rapi. Bahannya cukup tebal dan teksturnya tak terasa kasar.

Ruang penyimpanan lumayan tersebar. Termasuk di bawah jok depan ada laci tarik yang bermanfaat. 

Sandaran tangan dilapisi bahan kulit agar saat tersentuh tangan tetap terasa lembut. Tombol di sekitar switch pengatur kaca jendela bernuansa warna Piano Black terlihat mewah Pengaturan jendela otomatis hanya untuk bagian pengemudi. Sementara untuk spion dilengkapi fitur auto retract.

Jok penumpang baris kedua pun ukurannya cukup besar dan empuk. Posisi duduk terasa nyaman dengan desain jok yang ergonomis. Untuk penumpang di bagian ini, tersedia cup holder pada armrest dan soket USB type-C di bawah jok untuk pengisian ulang daya baterai ponsel.

Sistem audio Dynamic Sound Premium coaxial two-way lansiran Yamaha yang terdapat pada kabin terdiri dari enam speaker adaptif. Nah, sistem audio ini merupakan hasil pengembangan bersama antara Yamaha dan Mitsubishi Motors. Xforce adalah yang pertamakali menggunakannya.

Bagasi Lapang dan Praktis

Satu lagi yang jadi nilai plus sebuah mobil yakni faktor kepraktisan. Tak hanya pintu kabin saja yang praktis dengan adanya fitur tombol smart-entry. Pintu bagasi Mitsubishi Xforce 2023 sudah menggunakan tombol dan mekanisme elektrik untuk membukanya. Selain itu terdapat pula sensor kaki yang terdapat di bagian bawah bumper belakang. Cukup sorongkan kaki ke kolong bumper, dan pintu pun akan terbuka secara otomatis. Praktis dan canggih bukan?

Di bagian dalam bagasi didominasi karpet warna hitam agar mudah dibersihkan. Meskipun terkesan gelap, terdapat lampu ambient yang cukup terang. Di bagian bawah dek bagasi terdapat penyimpanan ban serep.

Hanya saja ban serep yang digunakan lansiran Maxis, beda dari ban standar yang menggunakan Dunlop SP Sport Maxx. Ukuran peleknya pun lebih kecil yakni 16-inci. Agak riskan tentunya, karena ban serep yang digunakan tidak seukuran dengan ban standarnya.

Di ruang penyimpanan ban serep juga terdapat dongkrak serta toolkit yang dapat digunakan dalam kondisi darurat.

Dengan overhang belakang yang terbilang pendek, hal ini berpengaruh pada kapasitas kargo pada bagasi Xforce. Meskipun volume bagasinya tidak besar, namun jok belakangnya bisa dilipat untuk menghasilkan kapasitas bagasi menjadi lebih besar.

Dengan ulasan kami di seputar area eksterior dan interior Mitsubishi Xforce 2023, seberapa kuatkah kharisma yang dimiliki mobil ini? Tentu Semua bergantung pada selera konsumen. Untuk kami, mobil ini sepertinya menjanjikan. Nantikan full review-nya segera.