First Impression: Leapmotor C10

Sinyal kuat bahwa Leapmotor bakal meramaikan pasar kendaraan Tanah Air di tahun depan, memang sudah terlihat jelas. Sebab Stellantis telah ‘berdiskusi’ mendalam bersama Indomobil Group. Namun, nampaknya pihak Indomobil belum mau mengungkap secara terang-terangan. Sepertinya memang mau menyiapkan kejutan terkait brand kendaraan listrik asal China ini.

Meski begitu, kami sempat berjumpa dengan salah satu produk Leapmotor, saat berkunjung ke Prancis, beberapa waktu silam. Produk tersebut ialah Leapmotor C10. Kami merasa mobil ini punya peluang besar untuk masuk ke Indonesia. Alasannya, tak lain didasari oleh segmen yang dituju, yakni Sport Utility Vehicle (SUV). Apalagi pasar SUV masih dilirik oleh konsumen Tanah Air.

Urban SUV

Secara fisik, kami menyukai tampilan Leapmotor C10 ini. Memang tidak mencolok, tapi bisa menarik perhatian. Dimensinya masih oke buat lalu lintas Indonesia. Panjang bodi 4.739 mm, dengan lebar 1.900 mm, tinggi 1.680 mm, dan wheelbase 2.825 mm. Ground clearance yang berada di angka 180 mm, maka SUV ini lebih tepat untuk penggunaan urban.

Bagian depan Leapmotor C10 memiliki desain yang mengundang rasa penasaran. Apalagi ada kontur tegas layaknya mobil sport pada bumper depannya. Sepasang roof bar pada atap, menegaskan karakter sebuah SUV. Sedangkan pada bagian samping bodinya, ada lekukan aerodinamis dan disertai dengan handle pintu model flush-fitting.

Setiap ruang fender diisi dengan velg berukuran 20 inci berdesain sporty. Semoga saja spesifikasinya tidak berubah, dengan yang nanti masuk ke pasar Indonesia. Bagian belakang Leapmotor C10 menampilkan kesan modern yang kuat. Lampu belakangnya terlihat begitu ramping dan kontras dengan dimensi bodi. Sedangkan wiper kaca belakangnya ‘bersembunyi’ di balik spoiler.

Disambut kabin minimalis

Masuk ke kabin, maka akan langsung disambut dengan atmosfer modern yang minimalis. Buat konsumen yang suka ‘keramaian’ interior, sepertinya akan menilai kabin Leapmotor C10 ini terasa sepi. Tapi, bagi konsumen yang menggemari desain interior yang minim tombol fisik, sepatutnya akan merasa ‘sreg’.

Lingkar kemudinya dilengkapi dengan sepasang scroller lima-arah, sehingga memungkinkan pengemudi memilih fungsi kontrol saat berkendara. Dashboard Leapmotor C10 didominasi oleh panel instrumen berukuran 10,25 inci dan layar sentuh mutakhir 14,6 inci.

Interior Leapmotor C10 memang dirancang untuk memberikan kepraktisan. Console tengah dapat digunakan untuk meletakkan aneka barang atau mengisi daya ponsel. Tuas transmisi sengaja diposisikan pada kolom setir, agar tidak menyita ruang pada console tengah. Panoramic glass membentang seluas panel atas bodi, jadi kabin senantiasa terang.

Layak dinantikan

Kami memang tidak berlama-lama menghabiskan waktu dengan Leapmotor C10. Setidaknya kami sempat mencari tahu sumber penggerak SUV ini. Leapmotor C10 mengusung motor listrik 160 kW (setara dengan output 210 hp) dan memiliki torsi maksimum 320 Nm.

Leapmotor mengklaim bahwa battery pack 69.9 kWh yang digunakan, mampu membawa C10 hingga jarak tempuh dalam kisaran 417 km, melalui prosedur pengujian WLTP. Untuk mengisi baterai dalam kondisi 30 persen hingga 80 persen, dengan charger AC 6.6 kW, maka akan menghabiskan waktu sekitar 6,1 jam. Jika menggunakan charger DC, maka cukup 30 menit saja. Jadi, apakah SUV listrik ini patut dinantikan? Kami sih ‘yes’…

Denza D9 EV & PHEV

Lima Mobil Baru Dengan Teknologi Elektrifikasi Untuk 2025

Bicara pasar otomotif Indonesia, 2024 mungkin akan segera dilupakan. Penjualan mobil di tahun 2024 merosot signifikan meskipun merek dan model baru banyak berdatangan. Hingga November, penjualan mobil baru secara retail berdasarkan data Gaikindo, tercatat 806.721 unit.

Dengan sisa Desember, sepertinya akan sulit mencapai target satu juta unit. Meskipun produksi kendaraan roda empat atau lebih, sudah mencapai 1.097.157 unit.

Meski begitu, hal tersebut justru jadi motivasi untuk para produsen mobil untuk menggenjot performa penjualan mereka tahun depan. APM petahana sejak bulan lalu sudah mengumumkan akan membawa mobil baru untuk 2025. Sementara dari Tiongkok, akan ada beberapa merek anyar yang akan hadir di Indonesia.

Jadi, sepertinya berburu mobil baru di tahun 2025 adalah masa yang tepat. Ada apa saja? Beberapa dapat kami sarikan di bawah. Ini adalah hasil perbincangan dengan beberapa sumber.

Denza D9

BYD Denza D9 spyshot

Denza adalah merek baru yang berada di bawah naungan BYD. Merek ini merupakan hasil kolaborasi antara BYD dan Mercedes-Benz, meski akhirnya merek Jerman itu melepaskan seluruh sahamnya di Denza, beberapa waktu lalu.

Produk yang akan dibawa ke Indonesia adalah Denza D9 EV. MPV tiga baris yang mewah, seperti Toyota Alphard. Bocoran dari para tenaga penjual BYD, D9 diperkirakan hadir akan mulai Februari 2025, dengan baterai BYD Blade berkapasitas 103,3 kWh.

Denza D9 sebetulnya punya dua opsi penggerak. Selain listrik, tersedia juga D9 PHEV. Namun versi plug-in hybrid ini belum terdengar akan dibawa ke tanah air.

Geely Galaxy E5

Geely Galaxy E5 akan mengiswi ceruk mobil baru 2025

Galaxy kembali hadir ke Indonesia setelah sekian lama angkat kaki. Dulu Anda mungkin kenal Geely dengan merek Emgrand, kini mereka akan datang ke Indonesia membawa SUV Galaxy E5 terlebih dulu.

E5 merupakan mobil listrik kedua dari keluarga Geely Galaxy, yang ditenagai motor listrik berkekuatan 215 hp. Baterainya ada dua opsi, 49,52 kWh dan 60,22 kWh.

Belum ada informasi kapan merek ini akan beroperasi kembali di Indonesia, tapi kami tidak akan terkejut kalau Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 bakal jadi ajang perkenalan mereka.

Honda e:N1 & StepWGN e:HEV

Honda e:N1 dan StepWGN e:HEV paling dinanti sebagai mobil baru 2025

Honda Prospect Motor (HPM) sedang getol memperkenalkan teknologi elektrifikasi. Antara lain melalui kegiatan City Tour di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Hal ini bukan tanpa alasan karena mereka akan menjual mobil listriknya segera. Meski tidak dipastikan kapan, tapi santer terdengar HPM akan mulai menjual Honda e:N1 di kuartal pertama 2025.

SUV listrik ini mungkin mirip dengan Honda HR-V, tapi di balik bodinya tertanam platform yang beda sama sekali. Dibekali baterai lithium berkapasitas 68.8 kWh. Jarak tempuhnya diklaim hingga 500 km.

Selain e:N1, HPM juga diperkirakan segera menjual Honda StepWGN e:HEV. Kalau memang jadi, StepWGN akan berhadapan langsung dengan Nissan Serena e:Power yang juga berpenggerak hybrid.

Leapmotor

Leapmotor C10 SUV

Leapmotor akan jadi merek baru di bawah naungan manajemen Indomobil dan Stellantis. Sayangnya, Indomobil enggan mengatakan kapan akan memperkenalkan merek ini.

“Nanti diumumkan tahun depan (2025),” kata Tan Kim Piauw, CEO PT Indomobil Nasional Distributor.

Untuk diketahui, Leapmotor adalah merek asal Tiongkok yang berbasis di kota Hangzhou. Mereka spesialis membuat mobil elektrifikasi. Baik itu full EV ataupun EREV (Extended Range EV, ada mesin untuk mengisi ulang baterai).

Merek ini 20 persen sahamnya dikuasai oleh Stellantis, yang kemudian membentuk Leapmotor International. Di bawah Stellantis sendiri, ada mereka Jeep, FIAT, Citroen, Peugeot, Chrysler dan lainnya.

Untuk Indonesia, produk yang akan datang belum diketahui yang aman. Kemungkinannya ada dua yaitu SUV C10 yang sempat juga diperlihatkan pada kami di Paris beberapa waktu lalu. Atau C16, yang baru saja meluncur April 2024 lalu.