Interior Suzuki e Vitara Bikin Pengunjung IIMS 2026 Terpukau 

Peluncuran SUV EV Suzuki e VITARA di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 menjadi fase baru bagi PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) dalam memasuki pasar mobil listrik di Tanah Air serta era mobilitas berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Pengunjung IIMS 2026 yang menyambangi booth Suzuki tak hanya terpikat pada gaya desain e VITARA yang stylish dan futuristik. Area interior justru jadi perhatian utama.

Tak hanya tampil dengan kemasan interior premium bergaya SUV petualang. Material kabin berkualitas serta suasana kabin yang nyaman jadi poin plus dari Suzuki e VITARA. Dapat dikatakan, seluruh kriteria kabin mobil yang ideal ada pada Suzuki e VITARA.

Dapat dimaklumi, area interior merupakan hal pertama yang jadi aspek penilaian para konsumen. Sekadar tampil memikat tidaklah cukup. Kenyamanan, kualitas material kabin serta kelengkapan fitur jadi pertimbangan dan ekspektasi utama para konsumen pada sebuah mobil.

Interior Premium dan Hightech

Konsep “High-Tech & Adventure” tak hanya terlihat pada area eksterior, tapi juga pada kabin e VITARA. Guratan desain hasil karya Takashi Hayashida pada kemasan interior Suzuki e VITARA begitu memukau.

Layout interior yang praktis dan fungsional khas mobil SUV petualang dikemas dengan sentuhan desain yang modern dan estetik.

Nuansa two-tone coklat dan hitam dengan aksen brush chrome pada panel interior menonjolkan kesan mewah dan classy.

Panel layar digital Integrated Display pada dashboard terdiri dari layar instrumen 10.25 inci dan layar infotaintment berukuran 10.1 inci. Kedua layar digital yang nampak seolah menyatu ini memberi kesan hightech dan modern.

Sebagai penunjang aktifitas para pengguna gawai, Suzuki e VITARA dilengkapi koneksi digital Apple CarPlay dan Android Auto, soket USB, power outlet serta wireless charger untuk pengisian daya ponsel pintar.

Layout konsol tengah model floating yang simple dan modern dilengkapi tombol kendali fitur berkendara yang praktis dan.fungsional. Setirnya pun tampil sporty dengan tombol kendali fitur berkendara yang memudahkan pengemudi. Ini benar-benar SUV modern yang hightech dan user friendly.

Sebagai pemanja telinga, Suzuki e VITARA dilengkapi tata audio Infinity Sound System dengan Subwoofer yang bakal bikin betah saat berkendara.

Kabin Lapang dan Nyaman

Soal kenyamanan kabin tentu jadi faktor penting yang diperhatikan. Jok depan dan belakang berdesain ergonomis dengan balutan material fabric dan kulit sintetis  berkualitas bikin pengemudi maupun penumpang tetap nyaman saat berkendara.

Jok kabin depan tak hanya dilengkapi 10 setelan posisi duduk dengan pengaturan elektrik yang praktis. Tapi juga fitur penghangat yang umum terdapat di mobil kelas premium spek Jepang dan Eropa.

Suasana berkendara makin syahdu dengan tata cahaya ambient light 12 warna dan 7 level kecerahan. Perjalanan dijamin makin menyenangkan dengan panoramic sunroof yang jadi fitur pemikat.

Dengan konfigurasi 40/20/40, jok belakang dapat dilipat untuk menghasilkan volume bagasi yang lebih besar. Kapasitas muat bagasi mobil listrik ini cukup besar yakni mencapai 562 liter. Akses pintu bagasi menggunakan tombol yang tersembunyi di bumper.

Harga dan Jaminan Garansi

Suzuki  e VITARA hadir dalam dua varian, yakni e VITARA Single Tone yang dibanderol Rp 755 juta dan Two Tone dengan label harga Rp 758 juta, (harga OTR Jakarta).

Perihal layanan purna jual, Suzuki memberi jaminan garansi baterai lithium 8 tahun atau 160.000 Km dan garansi 5 tahun atau 100.000 Km untuk electric supply unit serta e-axle. Masih ditambah lagi dengan benefit gratis suku cadang dan jasa servis berkala hingga 50.000 Km atau 30 bulan, mana yang tercapai lebih dulu.

Dengan sejumlah kelebihan yang dimiliki, Suzuki e VITARA layak dipertimbangkan sebagai kendaraan harian penunjang mobilitas yang dapat diandalkan.

Suzuki e VITARA, Era Baru Suzuki Untuk Indonesia

Ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 menjadi panggung penting bagi Suzuki Indonesia.

Di tengah derasnya arus elektrifikasi industri otomotif nasional, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) akhirnya membuka lembaran baru dengan menghadirkan Suzuki e VITARA, SUV listrik murni pertama Suzuki untuk pasar Tanah Air.

Sebagai Battery Electric Vehicle (BEV), Suzuki e VITARA dikembangkan di atas platform HEARTECT-e, arsitektur khusus kendaraan listrik yang dirancang untuk menghadirkan struktur bodi ringan namun rigid. Platform ini menjadi fondasi penting untuk menjaga keseimbangan antara efisiensi energi, stabilitas berkendara, serta karakter SUV yang tangguh—ciri khas Vitara sejak generasi awal.

Dari sisi performa, Suzuki e VITARA dibekali baterai Lithium Iron-Phosphate (LFP) berkapasitas 61 kWh yang dikenal stabil dan tahan lama. Motor listriknya mampu menghasilkan tenaga 128 kW dengan torsi 193 Nm, disalurkan ke roda depan melalui sistem eAxle. Karakter akselerasinya terasa halus dan responsif, cocok untuk penggunaan harian di perkotaan hingga perjalanan jarak menengah tanpa emisi.

Suzuki juga menyematkan mode berkendara Eco, Normal, dan Sport, yang dapat disesuaikan dengan gaya berkendara maupun kondisi jalan. Fitur Pedal Mode memungkinkan pengemudi mengatur tingkat deselerasi hanya melalui pedal gas, meningkatkan efisiensi sekaligus kenyamanan saat berkendara di lalu lintas padat.

Masuk ke aspek desain, Suzuki e VITARA mengusung filosofi “High-Tech & Adventure”. Eksteriornya tampil futuristis dengan identitas visual Metal Beast, memadukan garis bodi tegas dan proporsi SUV modern. Dimensi bodinya juga seimbang dengan panjang sekitar 4.275 mm dan wheelbase 2.700 mm, ruang kabin tentu lebih lega sekaligus stabilitas optimal. Velg 18 inci, lampu LED Matrix, dan detail aerodinamis mempertegas kesan canggih namun tetap fungsional.

Di dalam kabin, nuansa premium langsung terasa. Suzuki menghadirkan integrated display system berdesain modern, dipadukan ambient light lima warna yang dapat disesuaikan suasana. Jok ergonomis dengan pengaturan elektrik 10 arah untuk pengemudi memastikan kenyamanan saat perjalanan jauh, sementara sistem audio premium Infinity meningkatkan kualitas hiburan selama berkendara.

Soal keselamatan, Suzuki e VITARA dibekali teknologi lengkap melalui Suzuki Safety Support (SSS). Mulai dari 7 airbags, Adaptive Cruise Control, Lane Keep Assist, Blind Spot Monitor, hingga Rear Cross Traffic Alert. Fitur 360-degree camera, Adaptive High Beam, serta sistem stabilitas seperti ESP, ABS, EBD, dan Hill Hold Control memastikan pengemudi merasa aman di berbagai situasi.

Untuk pasar Indonesia, Suzuki e VITARA ditawarkan dengan harga Rp 755 juta (single-tone) dan Rp 758 juta (two-tone) OTR DKI Jakarta. Suzuki juga memberikan paket purna jual menarik, termasuk gratis servis berkala hingga 50.000 km, garansi baterai 8 tahun/160.000 km, serta garansi kendaraan 5 tahun/100.000 km.

Dengan e VITARA, Suzuki menunjukkan keseriusannya memasuki era elektrifikasi. Bukan hanya menghadirkan SUV listrik modern, tetapi juga solusi mobilitas yang relevan, aman, dan siap menjawab kebutuhan konsumen Indonesia di masa depan.

 

mobil listrik suzuiki e-vitara

Mobil Listrik Suzuki e-Vitara Jadi Pusat Perhatian Pengunjung GIIAS 2025, Baru Dijual Tahun Depan

Kehadiran mobil listrik Suzuki e-Vitara di GIIAS 2025 menjadi hal yang menarik. Mobil listrik kompak tersebut langsung jadi pusat perhatian pengunjung.

Menurut manajemen PT Suzuki Indomobil sales (SIS), Suzuki e-Vitara akan dijual secara resmi di pasar Indonesia pada 2026.

Suzuki e-Vitara menawarkan desain yang modern. Desain eksteriornya mengusung gaya compact SUV dengan garis-garis lugas dan detail aerodinamis, sementara interiornya dirancang untuk kenyamanan pengemudi dan penumpang dengan teknologi terbaru.

Suzuki e-Vitara dibangun menggunakan platform modular khusus mobil listrik bernama “HEARTECT-e”. Platform ini sudah dirancang untuk mengakomodasi teknologi terbaru serta memberikan kestabilan dan kenyamanan berkendara. Penggunaan platform ini juga memungkinkan Suzuki merilis varian lain dengan efisiensi produksi lebih optimal.

“Yang anda saksikan bukan sekadar kendaraan listrik, ini adalah Suzuki eVITARA. Sebuah evolusi perjalanan kami dan mobil ini akan diluncurkan sekaligus tersedia untuk Anda pada awal 2026,” sebut Minoru Amano, President Director Suzuki Indonesia (23/7).

Jantung Pacu Suzuki e-Vitara

mobil listrik suzuiki e-vitara

Mobil listrik Suzuki e-Vitara memang menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung di GIIAS 2025. Mobil listrik yang akan dijual pada 2026 ini punya dimensi panjang sekitar 4.275 mm, lebar 1.800 mm, dan tinggi 1.635 mm. Sementara untuk jarak sumbu roda di angka 2.700 mm.

Spesifikasi e-Vitara belum diungkapkan oleh Suzuki Indonesia. Meski begitu, bila mengacu dari spesifikasi global, model ini punya pilihan kapasitas baterai 49 kWh dan 61 kWh dengan tenaga 144-174 hp dan torsi 189 Nm melalui transmisi elektrik single speed.

Selanjutnya, untuk fiturnya sudah dilengkapi dengan Suzuki Connect. Dimana pemilik mobil bisa mengetahui status baterai dan menghidupkan beberapa fitur mobil melalui smartphone.

Kemudian untuk kenyamanan pengemudi dan penumpang, e-Vitara menawarkan fitur wireless charging, layar infotainment 25,65 cm, layar MID 26,4 cm, serta speaker dari Harman.

Selanjutnya untuk fitur keselamatan, Suzuki e-Vitara sudah dilengkapi Lane Keep Assist, Lane Deprature Prevention, Adaptive Cruise Control, Rear Cross Traffic Allert, dan fitur modern lain.

Di pasar India, Suzuki e-Vitara ditawarkan dengan tiga varian dengan banderol mulai Rp 300 jutaan sampai Rp 400 jutaan. Untuk di Indonesia, apakah nantinya akan lebih murah, atau lebih mahal?

Suzuki e Vitara diluncurkan di Milan

Mobil Listrik Suzuki e Vitara Beredar di Indonesia Mulai 2026

Sebuah kabar mengejutkan datang dari petinggi Suzuki Indonesia di ajang pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) selaku agen pemegang merek (APM) Suzuki di Indonesia berencana memasarkan mobil listrik e Vitara pada awal tahun 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Minoru Amano, President Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Mobil listrik merupakan bagian dari strategi global Suzuki yang secara bertahap akan beralih pada kendaraan ramah lingkungan dan bebas emisi gas buang.

Presdir Suzuki Indomobil

“Inisiatif strategis ini menandai langkah signifikan menuju terciptanya mobilitas masa depan berkelanjutan bagi Suzuki dan menggarisbawahi komitmen kami terhadap inovasi berkelanjutan dalam produk dan teknologi untuk pasar Indonesia,” terang Minoru Amano.

Suzuki sangat optimis e VITARA dapat menjawab kebutuhan pangsa pasar kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) yang sedang berkembang.

Suzuki mulai memperkenalkan e VITARA secara global pada akhir tahun 2024 di Milan, Italia sebagai mobil listrik pertama Suzuki untuk pasar global. Versi produksi Suzuki e Vitara pun diperkenalkan di New Delhi, India dalam pameran Bharat Mobility Global Expo 2025 sebulan lalu.

versi produksi Suzuki e Vitara

Crossover EV ini sudah mulai produksi oleh Maruti Suzuki di Gujarat, India. Harga jual resmi dan spek lengkapnya akan diumumkan saat mulai dipasarkan pada Maret 2025 mendatang. Selain untuk konsumsi pasar setempat, separuh kuota produksi akan diekspor ke 100 negara. Sebagian besar kuota ekspor diprioritaskan untuk pasar Jepang dan Eropa.

Spesifikasi Suzuki e Vitara

Suzuki e Vitara punya kemampuan offroad

Suzuki membekali mobil listrik e Vitara dengan teknologi dan fitur keselamatan berkendara mutakhir. Platform HEARTECT-e yang digunakan e Vitara merupakan hasil pengembangan tahap lanjut dari mobil konsep eVX.

Sistem penggerak e Vitara mengusung konsep 3-in-1, yang mengintegrasikan motor elektrik penggerak, inverter, dan transmisi dalam satu unit.

Baterai jenis lithium-iron phosphate (LFP) yang digunakan dipasok oleh BYD, dengan dua opsi kapasitas: 49 kWh dan 61 kWh.

Dengan sistem manajemen thermal canggih berbasis cell-to-pack, baterai tetap bisa beroperasi optimal walau dalam kondisi suhu yang ekstrem, mulai dari -30°C hingga 60°C.

Varian berbaterai 49 kWh dilengkapi satu motor elektrik penggerak roda depan (FWD) beroutput 106 kW (142 hp) dengan torsi 192,5 Nm. Sementara untuk versi 61 kWh tersedia dalam opsi 2WD dan 4WD.

Versi 2WD dilengkapi motor elektrik berdaya 128 kW (172 hp) dengan torsi puncak 192,5 Nm. Versi 4WD dibekali motor elektrik beroutput 135 kW (185 hp) dengan torsi puncak 300 Nm

Sistem gerak empat rodanya memanfaatkan teknologi AllGrip-e all-wheel drive system.

Tak disebut secara rinci berapa daya jelajah kedua varian baterai yang digunakan. Hanya dikatakan jarak jelajah maksimum untuk baterai terbesar mampu mencapai lebih dari 500 km dalam sekali pengisian daya. Hal ini membuat e Vitara jadi salah satu mobil listrik paling efisien di segmennya.

 

Suzuki e Vitara mulai dijual tahun 2025

Setelah e Vitara, Belum Tentu Ada Mobil Listrik Lagi Dari Suzuki

Setelah meluncurkan Suzuki e Vitara, pabrikan Jepang itu ternyata memilih untuk menunda rencana jangka panjang mereka soal EV. Awalnya, Suzuki menyiapkan empat model mobil listrik, termasuk e Vitara, yang akan diperkenalkan dalam rentang waktu satu dekade ini.

Tidak tanggung, nilai investasi Suzuki untuk pengembangan mobil listrik ini mencapai US $35 miliar. Namun, mengutip Autocar Inggris, Suzuki sepertinya memilih untuk menunggu seperti apa respon pasar untuk e Vitara.

Ini terlihat dari sikap Toshihiro Suzuki yang tidak menentukan tenggat waktu kapan mobil EV berikutnya akan muncul. Ia juga tidak menegaskan apakah 2030 masih jadi target untuk memperkenalkan mobil-mobil EV-nya.

Suzuki e Vitara mobil listrik Suzuki yang punya kemampuan offroad

“Saat ini situasinya sulit karena penjualan BEV sedang melambat,” kata Toshihiro, “Di sisi lain, EV murah dari Tiongkok mulai masuk ke pasar, jadi ini adalah waktu yang sangat sulit untuk memperkenalkan (lebih lanjut) BEV.”

Ditambahkan juga, pihaknya harus memilih dengan sangat hati-hati, karena berbagai hal. Salah satunya adalah insentif dari pemerintahan di berbagai belahan dunia yang sudah mulai menipis.

Saat disinggung soal produk mobil listrik berikutnya, yang berukuran lebih kecil dari Suzuki e Vitara, Toshihiro mengatakan, “Kami menantikan (kelanjutannya). Tapi kami akan lihat seperti apa penjualan e Vitara, sambil memperhatikan trend pasar,” tambahnya.

Seperti Toyota dan pabrikan Jepang lainnya, Suzuki meyakini, masa depan otomotif dunia bukan hanya terpatok di mobil listrik. Pendekatan multi pathway seperti yang digaungkan Toyota juga ‘mengena’ di Suzuki. Artinya, mereka juga fokus mengembangkan mobil berpenggerak hybrid, e-Fuel hingga biogas seperti yang dilakukan di India.

Sumber: Autocar

Suzuki e Vitara diluncurkan di Milan

Suzuki Umumkan Kehadiran Mobil Listrik e Vitara!

Ini dia, mobil listrik produksi masal pertama dari Suzuki yang dinamai e Vitara. Diluncurkan hari ini di Milan, Italia, e Vitara akan diproduksi di Gujarat, India mulai musim semi 2025 nanti.

Suzuki e Vitara akan mulai dipasarkan di Eropa, Jepang, India dan beberapa negara lain, mulai musim panas 2025.

Mobil ini dikatakan oleh Suzuki, berbasis desain eVX yang sudah diperlihatkan sejak Januari tahun lalu. Dan kemungkinan besar, e Vitara yang akan berbagi basis dengan SUV listrik Toyota yang akan datang.

Suzuki e Vitara punya kemampuan offroad

Mengutip rilis resmi Suzuki Global, SUV ini mengusung konsep “Emotional Versatile Cruiser”. e VITARA dibekali desain yang memadukan teknologi canggih dan kekuatan. Dibekali sistem penggerak BEV yang diklaim mampu memberikan pengalaman berkendara yang lincah.

e Vitara juga dibekali sistem penggerak 4WD elektrik ALLGRIP-e. Dikatakan tidak hanya memberikan kemampuan off-road tapi juga performa. Suzuki memanfaatkan HEARTECT-e terbaru, yang khusus dikembangkan untuk sebuah BEV.

Untuk varian VItara listrik yang dibekali ALLGRIP-e, terdiri dari dua eAxle yang mengintegrasikan motor dan inverter. Penggerak di depan bertenaga 171,6 hp. Sementara yang belakang berkekuatan 64,3 hp. Torsinya (kombinasi) diklaim 300 Nm.

Suzuki e Vitara mulai dijual tahun 2025

Sumber energinya berasal dari baterai lithium iron-phosphate. Sistem ini, menurut Suzuki menghasilkan akselerasi mumpuni dalam berbagai kondisi. Untuk versi dual motor tersebut, dibekali baterai 61 kWh.

Varian e Vitara

Tidak semua Suzuki e Vitara dibekali penggerak dua motor listrik. Tersedia juga varian berpenggerak depan (FWD) dengan opsi motor listrik tunggal 171,6 hp dengan baterai 61 kWh. Atau untuk varian paling bawah motor listriknya bertenaga 142,1 hp dengan baterai 49 kWh. Keduanya memiliki torsi sebesar 189 Nm.

Fitur dan kelengkapannya belum diungkap secara lengkap oleh Suzuki. Namun penelusuran di beberapa situs Eropa dan Australia, e Vitara punya dua layar di dashboard. Satu untuk infotainment berukuran 10,25 inci, yang satunya untuk instrumen berukuran 10,2 inci.

Beberapa spesifikasi teknis bisa di lihat di bawah ini:

  • Dimensi (P x L x T mm): 4.275 x 1.800 x 1.635 mm
  • Wheelbase: 2.700 mm
  • Ground Clearance: 180 mm
  • Radius Putar: 5,2 meter
  • Kapasitas Kursi: 5
  • Ukuran Ban & Pelek: 225/55 R18 (versi 2WD), 225/50 R19 (AllGrip-e)
  • Penggerak: Dual motor (4WD) 171,6 hp/300 Nm, Single motor 171,6 hp/189 Nm, Single motor 142,1 hp/189 Nm

Sayang sekali, jarak tempuh dan waktu pengisian ulang belum mereka beberkan. Meski beberapa media Eropa mengatakan kemampuan jelajahnya di kisaran 400-an km. 

Suzuki EVx, Era Baru Suzuki Di Kancah Mobil Listrik

Perhelatan pameran otomotif dwi tahunan New Delhi Motor Show yang tengah berlangsung di India menjadi panggung debut perdana konsep SUV bertenaga listrik dari Suzuki.

Mobil konsep yang diberi nama EVx ini akan menjadi mobil listrik produksi pertama dari Suzuki yang rencananya akan dipasarkan pada tahun 2025 mendatang.

“Kami dengan bangga mempersembahkan EVx, mobil listrik pertama dalam strategi global Suzuki.  Mobil ini merupakan salah satu wujud komitmen Suzuki untuk ikut berperan serta dalam mengurangi pemanasan global yang disebabkan oleh efek gas rumah kaca,” sambut Toshihiro Suzuki, President of Suzuki Motor Corporation pada peluncuran EVx.

Teknologi Elektrifikasi Suzuki, Investasi Rp 20,1 Trilyun

Dalam mengembangkan teknologi mobil listrik serta mendorong percepatan elektrifikasi otomotif di India, Suzuki Motor Corporation telah menggelontorkan dana investasi lebih dari $1,3 milyar atau setara atau setara Rp 20,1 trilyun.

 

Program tersebut termasuk pembangunan pabrik baterai untuk mobil listrik di India yang akan dimulai pada tahun 2026 mendatang. Saat ini Maruti Suzuki tak hanya gencar bersaing dengan brand otomotif lainnya di India, namun juga berupaya memikat konsumen yang sedang doyan mobil SUV dan MPV berukuran besar.

Sementara pada saat yang bersamaan, mereka harus menyiasati regulasi yang digulirkan sejak beberapa tahun lalu oleh pemerintah India. Para produsen otomotif ditekankan agar memproduksi mobil yang lebih aman dan ramah lingkungan. Hal ini tentunya akan berdampak pada biaya produksi dan harga jual yang menjadi lebih mahal.

Guna mendorong pabrikan otomotif di dalam negeri untuk dapat meningkatkan produksi mobil listrik, pemerintah India mengucurkan dana insentif senilai milyaran dolar. Pasalnya, mobil listrik di India masih sepi dari peminat. Bahkan saat ini penjualan mobil listrik di India porsinya tak sampai 1%.

Dengan adanya insentif dari pemerintah, diharapkan nantinya mobil listrik akan menempati porsi sekira 30% dari total pangsa pasar kendaraan di India pada tahun 2030 mendatang.

EVx, Jawaban Suzuki Di Kancah Elektrifikasi Otomotif Global

Dari segi tampilan, mobil ini mirip dengan Suzuki S-Cross. Dari segi dimensi ukuran (PxLxT) 4.300 mm x 1.800 mm x 1.600 mm dan wheelbase 2.700 mm, EVx pun tak jauh berbeda dari Suzuki S-Cross.

Dalam pengembangan EVx, Suzuki menggaet perusahaan teknologi asal Kanada, InMotive. Hasil kolaborasi kedua industri ini adalah teknologi transmisi 2-speed ‘Ingear’ yang desainnya telah didaftarkan hak patennya dan diprediksi bakal diaplikasikan pada versi produksi daei EVx.

Perihal informasi teknis, pihak Suzuki tak mengungkap secara gamblang. Masih belum diketahui jenis platform motor listrik apa yang bakal digunakan pada mobil ini.

Pun demikian, mobil yang dibekali baterai berdaya 60 kWh ini diklaim mampu menjelajah hingga sejauh 550 km. Berdasarkan standar siklus MIDC (Modified Indian Drive Cycle) yang diterapkan di India.

Dibandingkan dengan standar siklus WLTP di Eropa maupun EPA yang digunakan pabrikan otomotif di Amerika Serikat, standar siklus MIDC India hasilnya lebih masuk akal dan mendekati kondisi sebenarnya.

Belum Tentu AWD

Meskipun mobil ini mengusung DNA ala mobil 4×4, namun sistem penggerak yang akan dibekalkan belum tentu All Wheel Drive (AWD) seperti pada Toyota Bz4X. Ada kemungkinan nantinya Suzuki EVx  menggunakan sistem penggerak RWD atau FWD dengan biaya produksi yang jauh lebih murah.

 

EVx menjadi jalan pembuka bagi Suzuki untuk masuk ke kancah elektrifikasi otomotif. Tak hanya di India, namun juga di pasar global. Mobil ini juga merupakan wujud dari komitmen Suzuki dalam mendukung program pemerintah India menuju era mobil listrik.

“Dengan beragam teknologi, kami yakin dapat membantu mewujudkan negara India yang rendah emisi gas buang dan konsumsi BBM,” papar Hisashi Takeuchi, managing director, Maruti Suzuki India.