Tesla MOdel Y Juniper

Tesla Model Y ‘Juniper’ Diperkenalkan, Mulai Dijual Februari Ini

Mobil lsitrik Tesla Model Y ‘Juniper’ facelift akhirnya resmi diperkenalkan di pasar domestik Tiongkok kemarin (10/01).

Kenapa di Tiongkok dulu? Karena inilah pangsa pasar terbesar Tesla Model Y, bahkan lebih besar dari di negara asalnya, Amerika Serikat. Januari-November tahun lalu tercatat 418.428 mobil terjual. Itupun merupakan penurunan ke peringkat kedua karena sekarang yang nomor satu di kelasnya adalah BYD Qin.

Banyak hal baru di ‘Juniper’ ini. Tampangnya yang jadi lebih futuristis dan mirip Cybertruck. Lampu utamanya ad di bemper, sedangkan yang menyambung diantara kap mesin dan bemper adalah DRL dengan teknologi LED.

Tesla model Y 2025

Siluetnya tetap sama dari manapun Anda melihatnya, dengan atap yang tinggi. Lalu, lampu belakang juga berubah dengan pendaran satu garis dari kiri ke kanan. Macam cyborg kalau dilihat-lihat.

Dimensinya sedikit memanjang menjadi 4.797 mm (bertambah 47 mm). Kemudian lebarnya 1.920 mm dengan tinggi 1.624 mm.

Interiornya tetap mempertahankan nuansa minimalis. Hal yang paling mencolok tetap layar multimedia berukuran 15 inci di tengah dashboard. Sistem multimedia ini ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen. Audionya dibekali 16 speaker. Joknya dibuat lebih besar untuk mendukung kenyamanan.

Hebatnya, biarpun kursi lebih besar, tapi kapasitas bagasi bisa mencapai 2.130 liter saat jok dilipat. Naik 100 liter dari Model Y sebelumnya.

Yang menarik adalah, kembalinya tuas untuk mengaktifkan lampu sen, setelah sebelumnya menggunakan tombol. Dan tidak ada instrument cluster karena semua masuk di layar monitor tadi.

Kemampuan Bertambah

Interior Tesla Model Y Juniper

Jarak tempuh untuk varian rear wheel drive (RWD) bertambah 39 km menjadi 593 km, berdasarkan siklus pengujian CLTC. Baterainya berkapasitas 62,5 kWh buatan CATL. Varian entry level ini memiliki motor dengan tenaga 295 hp. Akselerasi 0-100 km/jam diklaim selesai dalam 5,9 detik.

Sementara Tesla Model Y AWD dibekali sepasang motor listrik dengan besaran tenaga berbeda. Yang depan menghasilkan 184 hp. Sementara belakang 260 hp. Tenaga kombinasinya diklaim 444 hp.

Untuk varian AWD ini Tesla mengandalkan baterai buatan LG dengan kapasitas 78,4 kWh. Jarak tempuhnya diklaim 719 km (CLTC). Akselerasi 0-100 km diraih dalam 4,3 detik.

New Tesla Model Y Juniper RWD dijual di Tiongkok dengan harga 263.500 yuan, atau sekitar Rp 585 jutaan. Yang AWD Long Range dihargai 303.500 yuan, atau setara Rp 674 jutaan.

Tesla akan mulai menjual mobil ini akhir Februari nanti, dengan janji delivery mulai Maret 2025.

Gigafactory Shanghai Luncurkan Mobil Listrik Tesla Ke 2 Juta

Raja mobil listrik asal AS, Elon Musk saat ini sedikit terhibur, meskipun berbagai masalah tengah berkecamuk di tubuh pabrikan mobil listrik Tesla miliknya.

Pabrik perakitan mobil Tesla Gigafactory 3 di Shanghai, China, baru saja membukukan angka produksi 2 juta unit! Angka produksi yang fantastis, mengingat pabrik ini baru berproduksi pada Desember 2019.

Pabrik Mobil Masif

Pabrik perakitan Tesla Gigafactory 3 yang berlokasi di Shanghai, China merupakan aset terbesar yang dimiliki oleh Tesla. Sesuai namanya, Gigafactory 3 ini merupakan pabrik raksasa. Seluruh fasilitas mulai dari litbang hingga pasca produksi terintegrasi di areal lahan seluas 86,5 hektar.

Pemerintah RRC memberi konsesi hak guna lahan selama 50 tahun kepada Tesla. Bahkan untuk membangun infrastruktur pabrik ini pemerintah RRC memberikan pinjaman lunak sebesar US$521 juta atau sekitar Rp 7,99 triliun. Masih ditambah lagi dengan dana bantuan investasi sebesar US$82 juta atau sekitar Rp 1,52 triliun.

Karena pabrik ini menyerap banyak tenaga pekerja lokal, maka Tesla pun mendapat sejumlah insentif dan fasilitas. Pajak pendapatan yang dikenakan kepada Tesla hanya sebesar 15 persen, lebih rendah dari yang seharusnya dibayarkan yakni 25 persen. Namun RRC tak membebankan tarif bea masuk untuk mobil Tesla yang diimpor utuh dari AS.    

Pembangunan pabrik Gigafactory 3 pun terbilang sangat cepat. Untuk fasilitas sebesar ini, hanya butuh delapan bulan! Peletakan batu pertama dilakukan pada Januari 2019 dan pabrik selesai dibangun pada Oktober 2019. Heran!

Mobil pertama yang diproduksi adalah Tesla Model 3 yang meluncur pada Desember 2019. Dari hanya memproduksi Model 3, unit produksi pun merambah pada crossover Model Y di penghujung tahun 2020. Kini produksi bertambah lagi dengan Model 3 versi compact sedan. Pada tahun 2021, deretan produksi ditambah dengan fast charger baterai DC Supercharger.

Yang awalnya hanya ditujukan untuk pasar domestik RRC, kini Tesla telah diekspor ke sejumlah kawasan. Mulai dari Kanada, Eropa, Australia dan Selandia Baru.

Paling Produktif

Awalnya, kapasitas produksi Gigafactory 3 di Shanghai hanya 250.000 unit per tahun. Target produksi kemudian digenjot menjadi 500.000 unit setiap tahunnya.

Mulai tahun 2023, kapasitas produksi didongkrak dari 700.000 unit di tahun 2021 menjadi 750.000 unit mobil pertahun. Elon Musk sangat ambisius ingin membawa Tesla sebagai penguasa pangsa pasar mobil listrik dunia. Elon Musk benar-benar berupaya keras mewujudkan ambisinya.

Unit produksi yang ke satu juta meluncur dari Gigafactory 3 Shanghai pada Agustus tahun 2022 lalu. Pabrik yang sangat produktif meskipun tengah dalam kondisi pandemi COVID-19 dan krisis semikonduktor.

Tahun ini Tesla membukukan total produksi sebesar 5 juta mobil listrik dari seluruh pabrik yang dimiliki Tesla di berbagai lokasi. Dengan 20.000 orang tenaga kerja, Gigafactory 3 Shanghai menyumbang 40% dari keseluruhan mobil listrik yang dibuat oleh Tesla.