Tesla Cybertruck

Tesla Cybertruck Debut, Tenaganya 845 HP, EV Range 756 Km

Lama ditunggu, akhirnya Tesla Cybertruck resmi diperkenalkan. Bentuknya tetap begitu, meski ada beberapa revisi jika dibandingkan dengan versi perkenalan pada 2019 lalu.

Apa yang beda? Pertama harganya lebih mahal. Saat Elon Musk mengumumkannya tiga tahun lalu, disebutkan harganya berkisar US $39.900 sampai US $69.000. Kenyataannya, Tesla Cybertruck yang dijual dalam tiga varian, harganya mulai dari US $60.900. Itu untuk varian penggerak roda belakang (RWD). Diatasnya ada Cybertruck AWD seharga US $79.990. Paling tinggi, yang disebut Cyberbeast harganya spektakuler: US $99.900. Kedua, kemampuan angkutnya dipangkas sekitar 450 kg. 

Cybertruck Cyberbeast

Sayangnya, Tesla tidak mengungkap spesifikasi secara lengkap. Contohnya, kapasitas baterai tidak dibuka ke publik. Versi Cybertruck RWD memiliki jarak tempuh sekitar 402 km dengan top speed 180 km/jam. Kapasitas angkutnya 1.134 kg, dengan kemampuan menarik beban (towing) hingga 3.402 kg. Varian ini diklaim menyelesaikan akselerasi 0-100 km/jam dalam 6,5 detik saja. Varian ini baru akan hadir tahun 2025 nanti. 

Tesla Cybertruck AWD memiliki motor listrik berkekuatan 600 hp, yang memungkinkan mobil sprint 0-100 km/jam 4,1 detik. Jarak tempuhnya diklaim 547 km, atau kalau pakai range extender bisa 756 km. Range Extender ini tentunya bukan mesin konvensional. Tapi baterai tambahan seukuran tool box yang dipasang di belakang kabin. Dan hanya tersedia untuk AWD atau Cyberbeast.

Kemampuan & Dimensi

Bicara Cyberbeast, ini trim yang paling ‘sinting’ dengan tenaga 845 hp. Motor listriknya ada tiga dan 100 km/jam diraih dalam 2,6 detik dari nol. Rivian R1T patut waspada dengan kemampuan mobil ini. Jarak tempuhnya 515 km atau 708 km dengan bantuan extender tadi. Daya angkutnya tidak beda dengan versi RWD atau AWD yaitu 1.134 kg. Tapi kemampuan towingnya hampir lima ton.

Kemampuan mobil ini ditunjukan melalui video drag race antara Porsche 911 dan Cyberbeast. Gilanya, pikap itu melakukan drag race sambil menarik Porsche 911 lainnya. Seperti yang bisa Anda lihat di video di bawah.

 

Panjang Tesla Cybertruck mencapai 5.682 mm, lebarnya 2.413 dan tinggi 1.790 mm. Sementara wheelbasenya melewti tiga meter. Tepatnya 3.810 mm. Kapasitas ruang barang mencapai 1.897 liter.

Interiornya khas Tesla yang mengedepankan kabin minimalis. Yang paling mencolok layar berukuran 18,5 inci dan bentuk setir yang agak mengotak. Untuk penumpang belakang dimanjakan dengan layar berukuran 9,4 inci. Menjanjikan? Mungkin. Terutama di negara-negara brejalan lebar. Yang pasti, opsi kendaraan listrik di segmen mobil tinggi makin banyak. 

Tesla Model 3

Tesla ‘Murah’ Akan Dirakit Di Jerman, Ini Alasannya

Tesla akan membuat mobil listrik murah pasti Anda sudah dengar. Tapi di mana mobil itu dirakit, itu jadi pertanyaan para pengamat otomotif. BUkan apa-apa, mobil ini diperkirakan akan jadi ‘hits’ karena harganya yang lebih kurang US $26.000 (setara Rp 400 jutaan). Tentunya ini akan menarik calon konsumen.

Selain harganya murah, Tesla akan menjadikan mobil ini ujung tombaknya di berbagai pasar global. Termasuk di Cina. Nah, bicara negeri Tiongkok, awalnya diperkirakan Tesla yang ukurannya juga compact ini akan dirakit di fasilitas mereka di Shanghai. Tapi Reuters mengungkapkan hal berbeda. Mobil ini akan datang justru dari Jerman, Mexico dan Texas. Dari fasilitas di Jerman, Tesla baru nanti akan dipasarkan ke pasar Timur Tengah dan Eropa. Sedangkan Mexico dan Texas (Amerika Serikat) akan disebar ke pasar global lainnya. 

Kenapa Jerman? Saat ini benua Eropa sedang kekurangan mobil listrik yang harganya terjangkau. Di wilayah tersebut, kondisi harga mobil listrik persis seperti di Indonesia. Terlalu mahal dan bunga cicilannya kelewat tinggi. Harga rata-rata mobil listrik berbasis baterai adalah 65.000 Euro (sekitar Rp 1 milyar). Bandingkan dengan harga mobil listrik di Cina yang rata-rata Rp 500 jutaan.

Elon Musk, pendiri Tesla juga mencanangkan pabrik merek di Jerman akan ditingkatkan kapasitasnya menjadi satu juta unit per tahun. Langkah ini membuat prediksi perakitan tadi jadi lebih masuk akal. Target produksi ini juga lebih tinggi dari pabrik mobil Eropa manapun. Contohnya, VW sanggup merakit 800.000 unit setahun di pabrik mereka di Wolfsburg.

Belum ada pernyataan resmi kapan Tesla ‘murah’ ini akan mulai dibuat. Tapi beberapa sumber mengatakan paling cepat tahun 2025. Bentuknya juga belum diketahui, tapi akan ringkas dengan konsep desain mirip dengan Tesla Cybertruck. Yang terakhir itu kami agak sangsi. Coba bayangkan mobil compact dengan bentuk mirip Cybertruck. Aneh.

Tesla roll out

Tesla Hampir Pasti Buka Pabrik di Indonesia

Suka atau tidak, Tesla dengan segala masalah dan kelebihannya adalah pionir yang membukakan mata dunia, kalau kita perlu mobil listrik. Produsen EV terbesar di dunia milik Elon Musk itu hampir siap untuk membangun pabrik Tesla di Indonesia.

Tesla Gigafactory Shanghai

Kesepakatan perjanjian awal (preliminary deal), dikabarkan Bloomberg sudah hampir final. Tesla tertarik untuk membangun mobilnya di Indonesia, karena negara kita ini kaya akan bahan baku baterai. Selain itu, mereka berencana bukan hanya membangun satu pabrik, tapi beberapa. Dengan fungsi yang beragam.

Seperti pabrik Tesla lainnya di dunia, fasilitas perakitan EV di Indonesia juga mencanangkan target produksi hingga satu juta unit per tahun. Dan Indonesia adalah negara ketiga, kalau jadi, yang merakit mobil Tesla di luar Amerika Serikat. Setelah China (Shanghai) dan Berlin di Jerman.

Tesla memang sudah lama ‘diincar’ oleh pemerintah Indonesia untuk berinvestasi. Presiden Joko Widodo yang sempat menjumpai Elon Musk untuk tanda tangan perjanjian pasokan nikel senilai US $5 juta, menginginkan agar Tesla membangun pabrik mobil, bukan hanya fasilitas pembuatan baterai EV.

Kemungkinan adanya pabrik di Indonesia juga selaras dengan keinginan Elon Musk sendiri. Dalam rapat pemegang saham Agustus 2022, Musk yang juga pendiri SpaceX menyatakan keinginannya agar Tesla bisa memiliki 10 hingga 12 pabrik di seluruh dunia. Akhir tahun lalu, mereka juga mendiskusikan untuk membuka fasilitas perakitan EV di Meksiko.

Mau Bikin Yang Mana?

Tesla Model 3

Tentunya, kalau memang jadi Tesla buka pabrik, tantangannya adalah produk mana yang akan dibuat. Indonesia adalah pasar otomotif besar memang. Tapi mobil yang laris harganya berkisar Rp 200-300 jutaan. Tesla Model 3, yang berstatus sebagai produk paling murah, dibanderol Rp 700 jutaan, di negara asalnya.

Investasi pabrik bukan murah dan tidak bersifat taktis. Ini adalah langkah bisnis strategis jangka panjang. Masalahnya, kalau daya beli kebanyakan masyarakat Indonesia untuk otomotif ada di angka tadi, Tesla tidak punya produknya. Tentu, dengan dirakit lokal harganya pasti turun, tapi rasanya mustahil bisa turun sampai setengahnya.

Tapi BMW bisa merakit mobilnya secara lokal? Iya, dengan menumpang di Gaya Motor, fasilitas perakitan milik Astra Group.

Bagaimanapun, kami berharap Tesla memang akan membuka pabrik di Indonesia. Tapi rasanya harus realistis juga. Sampai Tesla punya produk yang pas, jangan berharap banyak.

 

Tesla Model S

Jokowi: Tesla Harus Membuat Mobil di Indonesia

Indonesia ingin agar investasi kendaraan listrik terus mengalir. Termasuk untuk sang raksasa, Tesla yang akan borong nikel senilai milyaran dollar 

Tesla, salah satu pabrikan mobil listrik paling sukses saat ini sedang menikmati masa jayanya. Meski kejayaannya itu terus digoyang oleh pabrikan mobil lain. Nah, karena itu, tidak perlu heran kalau banyak negara yang menginginkan mereka untuk hadir. Termasuk Indonesia, seperti yang diungkap Presiden Jokowi. 

Presiden Joko Widodo mengutarakan keinginannya agar Tesla membuat mobil listrik di Indonesia. Seperti dikutip dari Bloomberg, “Kami ingin ekosistem mobil listrik yang besar di Indonesia,” tegas Pak Jokowi. Makanya ia berharap supaya Tesla bukan cuma mengambil bahan pembuat baterai. 

Namun Jokowi juga menegaskan bahwa harapan perakitan kendaraan dengan teknologi elektrifikasi bukan hanya ia lontarkan untuk Tesla. Beliau berharap Ford, Toyota, Suzuki juga bersedia untuk merakit kendaraanya di tanah air. Saat ini, baru dua produsen raksasa yang menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor mobil listrik, Hyundai dengan Ioniq5 dan Wuling Air ev.  

Dikabarkan beberapa waktu lalu bahwa perusahaan bentukan Elon Musk tersebut akan memborong nikel senilai US $5 milyar. Meski belum ada kepastian apakah jadi atau tidak. “Kami tidak ingin terburu-buru tanpa hasil. Perlu komunikasi yang intensif sebelum ada hasilnya,” kata mantan Gubernur DKI itu. Seperti diketahui, Indonesia adalah ‘sarangnya’ seperempat cadangan nikel dunia. 

Deretan Produk

Tesla telah memproduksi mobil listrik sejak lama. Produk pertamanya adalah Roadster berbasis mobil Lotus. Seiring berjalannya waktu, mereka membuat Model S yang membuat pabrikan besar keringat dingin dengan kemampuan dan performa yang diusung sedan mewah itu. Salah satunya adalah gebrakan kemampuan bergerak (hampir) otonomus. 

Produk kedua disebut Model 3. Masih berbentuk sedan dengan dimensi lebih kecil dan harga lebih murah. Anda bisa menemukan mobil ini di jalanan Indonesia setelah Prestige Motor menjadi penyalur Tesla di Indonesia. Harga Model 3 di negara ini memang tidak murah-murah amat, tapi secara mengejutkan penerimaan pasar cukup baik. 

Selanjutnya ada crossover Model X. Digadang sebagai SUV pertama dari  Tesla dengan kemampuan yang tidak kalah jempolan. Salah satu ciri khasnya adalah pintu belakang model gull wing yang praktis. 

Terakhir, ada Model Y. Crossover yang lebih kecil dari Model X. Meski lebih kecil dan murah, Tapi sekali lagi, performa dan fiturnya patut diacungi jempol. Saat ini, Tesla juga sedang mengembangkan Roadster baru, truk dan kendaraan pickup yang sudah diperkenalkan beberapa tahun lalu. Tapi masih dalam pengembangan. Lama sekali. 

Nah, itulah, deretan produk Tesla. S,3,X,Y saat ini masih jadi tolak ukur pabrikan kendaraan listrik lain yang ingin bikin mobil. Penjualan mereka juga luar biasa di pasar Amerika dan Eropa.