All-New Ducati DesertX 2026 Kini Dijejali Mesin V2 890 cc!

Ducati resmi memperkenalkan generasi terbaru DesertX untuk model tahun 2026. Motor petualang ekstrem asal Borgo Panigale ini kini tampil dengan pembaruan signifikan, terutama pada sektor mesin, teknologi berkendara, serta peningkatan sasis dan suspensi. Kehadiran DesertX generasi kedua ini sekaligus menjawab kebutuhan para pecinta adventure yang menginginkan performa lebih buas dari sekadar lini touring seperti Ducati Multistrada.

Model pra-produksi DesertX Gen-2 sebelumnya telah diperlihatkan pada ajang EICMA di Milan, Italia, pada November 2025. Saat itu Ducati melakukan “tes ombak” untuk melihat respons pasar global. Kini, versi produksinya resmi meluncur dengan sederet penyempurnaan berbasis pengalaman balap ekstrem di ajang seperti Erzbergrodeo dan NORRA Mexican 1000 Rally.

Mesin V2 890 cc, Lebih Responsif di Segala Medan

Perubahan paling signifikan terdapat pada sektor dapur pacu. DesertX terbaru kini mengusung mesin V2 890 cc yang juga digunakan pada Ducati Monster V2. Mesin V-twin ini mampu memproduksi tenaga 110 hp pada 9.000 rpm dengan torsi puncak 92 Nm di 7.000 rpm.

Menariknya, Ducati menyetel kurva ECU agar 70% torsi sudah tersedia sejak 3.000 rpm. Karakter ini membuat motor jauh lebih responsif di putaran bawah, sangat ideal untuk melibas trek off-road teknikal maupun tanjakan curam. Dukungan teknologi Intake Variable Timing semakin mengoptimalkan distribusi tenaga sesuai mode berkendara.

Rasio gigi 1 hingga 4 dibuat lebih rapat demi menjaga tenaga tetap stabil saat perpindahan gigi di medan tanah. Sementara gigi 5 dan 6 dirancang lebih panjang untuk kenyamanan berkendara jarak jauh di aspal. Top speed diklaim mencapai 209 km/jam, dengan interval servis katup hingga 45.000 km.

Fitur Elektronik Semakin Lengkap

Dari sisi teknologi, DesertX 2026 kini dibekali Quickshifter 2.0 serta Cornering ABS empat level. Level 1 dan 2 diperuntukkan untuk off-road, sedangkan Level 3 dan 4 ideal di jalan raya. ABS dapat dinonaktifkan khusus pada mode Enduro dan Rally.

Pilihan mode berkendara mencakup Sport, Touring, Urban, Wet, Enduro, dan Rally. Sistem elektronik pendukung lainnya meliputi Ducati Traction Control (DTC), Ducati Wheelie Control (DWC), dan Engine Brake Control (EBC).

Semua informasi tersaji pada layar TFT 5 inci dengan tiga tampilan: Road, Road Pro, dan Rally. Panel instrumen ini sudah memiliki penyesuaian cahaya otomatis untuk penggunaan siang maupun malam hari.

Sasis Monokok dan Suspensi Siap Tanding

DesertX terbaru menggunakan sasis monokok yang juga berfungsi sebagai airbox. Desain ini memudahkan perawatan filter udara dan meningkatkan rigiditas struktur. Tangki bahan bakar berbahan polimer kini lebih ramping dan ringan, dengan kapasitas 18 liter.

Suspensi depan menggunakan garpu 46 mm fully adjustable dari KYB dengan travel 230 mm. Bagian belakang ditopang monoshock adjustable dengan travel 220 mm. Sistem pengereman mengandalkan cakram ganda 305 mm dengan kaliper Brembo M4.32 monoblok 4-piston di depan serta cakram 265 mm dua piston di belakang.

Sesuai DNA adventure sejati, motor ini menggunakan pelek 21 inci di depan dan 18 inci di belakang, dibalut ban Pirelli Scorpion Rally STR.

Harga dan Ketersediaan

Di pasar Amerika Serikat, DesertX 2026 dibanderol mulai dari USD 16.995 atau sekitar Rp 285,5 jutaan. Di Inggris, harganya £14.995 atau sekitar Rp 399,7 jutaan. Unit dijadwalkan mulai tersedia April 2026 dengan harga perkenalan berlaku hingga 30 Juni 2026.

Lantas, kapan Indonesia kebagian jatah? Menarik untuk ditunggu.

GW Souo S2000

Great Wall Souo S2000: Inilah Penantang Serius Honda Gold Wing

Sepertinya sah saja kalau Honda Gold Wing disebut sebagai motor ‘raja touring’. Kuda besi ini menyuguhkan segala kenyamanan yang bisa didapat dari motor jelajah jarak jauh. Tapi sepertinya, posisinya akan terancam dengan kehadiran Great Wall Souo S2000.

Ya, Souo adalah bagian dari Great Wall Motors (GWM) yang di Indonesia hadir dengan produk SUV Haval H6 dan Tank 500. Hebatnya, ini motor serius. Bukan abal-abal.

Souo S2000 terinspirasi dari Gold Wing

Muncul pertama kali pada 17 Mei 2024 di Beijing. Great Wall mencanangkan motor ini akan dijual di 170 negara, meski harganya belum diungkap.

Desainnya dikatakan terinspirasi dari Honda Gold Wing memang. Di dalamnya, hadir berbagai fitur canggih seperti blind spot detection, display digital, sistem audio dengan koneksi bluetooth, automatic headlight, rem parkir elektronik, jok dan grip dengan penghangat dan sebagainya.

Mesinnya delapan silinder horizontally opposed. Alias pistonnya bergerak berlawanan ke samping. Kapasitas silinder 2.000 cc, DOHC pula. Transmisi mobil DCT, punya delapan tingkat percepatan. Lebih banyak satu gigi dibanding motor yang jadi inspirasinya.

Tenaga puncaknya belum diungkap. Tapi kalau melihat red line di 6.000 rpm, sepertinya motor ini punya torsi yang cukup besar di putaran bawah.

Suspensi depan menggunakan pengaturan fork girder bergaya Hossack dengan wishbone tunggal dan shock breaker. Tentu, kinerjanya bisa diatur secara elektronik. Sesuai kondisi jalan yang dilewati.

Meski informasinya masih belum terlalu detil, tapi kehadiran Great Wall Souo S2000 menunjukan kalau pabrikan Cina ini memiliki ambisi yang serius di bidang otomotif.

Energica Experia

Experia, Motor Touring Tanpa Asap Dengan Jarak Tempuh 420 Km

Energica Experia, tawarkan kemampuan motor touring dengan jarak tempuh dan performa mumpuni.

Anda bosan dengan sepeda motor touring yang saat ini beredar di pasaran? Hmmm…mungkin motor touring berlabel Energica Experia yang satu ini dapat menjadi salah satu pertimbangan Anda. Oh ya, sepeda motor lansiran Energica ini ramah lingkungan dan tanpa asap. Experia menghisap energi elektron dari baterai dan bukan peminum jus dinosaurus.

Energica Motor Company yang bermarkas di Modena, Italia merupakan bagian dari CRP Group, salah satu pionir industri di kancah motorsport.

Tampilan body Experia tak jauh berbeda dari sepeda motor touring Italia atau Jerman. Dengan tinggi 1,4 m dan panjang 2,1 m, Experia memiliki dimensi yang tak jauh berbeda dari motor touring lain yang beredar di pasaran.

Motor berbobot 260 kg ini menggunakan konstruksi frame tubular stainless steel dan plat pelindung samping berbahan aluminium. Titik pusat gravitasi yang dibuat rendah menghasilkan pengendaraan yang stabil pada kecepatan rendah.

Suspensi adjustable ZF Sachs dengan jarak main 150 mm terpasang pada swing arm belakang. Sedangkan suspensi depan menggunakan garpu up-side down berukuran 43mm dengan bound dan rebound yang dapat disetel. Velg aluminium 17-inci yang dibalut ban Pirelli Scorpion Trail II terpasang di depan dan belakang.

Sistem pengereman menggunakan di cakram ganda lansiran Brembo pada roda depan dan cakram tunggal pada roda belakang. Piranti ABS lansiran Bosch pun dibekalkan untuk menunjang kinerja sistem pengereman.

Dengan berbekal baterai 22.5 kWh, Experia mampu menjelajah hingga 420 km (jalan raya dalam kota) dengan daya jelajah kombinasi 256 km (dalam kota, jalan lintas kota dan jalan non aspal di pedesaan).

Pihak pabrikan mengklaim baterai yang dibekalkan memiliki usia pakai hingga 1.200 siklus pengisian ulang daya. Dengan perangkat Fast Charge DCFC berarus listrik DC, pengisian daya dari 0% hingga 80% hanya butuh 40 menit. Saat Experia tidak digunakan untuk jangka waktu yang cukup lama, fitur LPR (Long Period Rest) secara otomatis akan menetralkan kapasitas daya yang tersimpan guna menghindari kebocoran pada baterai.

Anda tentu penasaran dengan performa sepeda motor ini bukan? Experia menggunakan motor listrik penggerak berjenis PMASynRM (Permanent Magnet Assisted Synchronous Reluctance Motor). Output daya maksimum sebesar 75 kW yang setara 102 hp dihasilkan pada putaran 7.500 rpm. Torsi maksimum sebesar 900 Nm pada roda belakang pun dirasa lebih dari cukup.

Meskipun top speed dibatasi di angka 180 km/jam, namun akselerasi 0-100 km/jam yang hanya butuh waktu 3,5 detik terbilang sangat gesit.

Terkait sistem pengendaraan, Experia dibekali sistem kontrol traksi dengan 6 level setting serta fitur cruise control. Uniknya, fitur parking assistant membuat rider dapat memarkir mundur Experia–dengan kecepatan yang sangat rendah tentunya.

Pada layar dashboard semi digital TFT tak hanya menampilkan informasi data berkendara. Rider pun dapat memilih dan mengatur setting profil berkendara (empat setting preset dan tiga setting kustomisasi). Empat opsi mode berkendara – Eco, Urban, Rain, dan Sport serta empat mode regeneratif – High, Medium, Low, dan Off dapat dipilih sesuai kebutuhan pengendaraan.

Tak lengkap tentunya jika sebuah sepeda motor touring tanpa dilengkapi kompartemen bagasi. Experia dilengkapi box penyimpanan di buritan bagian atas dan di samping kiri-kanan dengan volume total 120 liter. Box bagasi ini terbuat dari material yang kokoh dan tahan air serta dilengkapi pengunci.

Harga jualnya? Experia memiliki harga dasar yang dibanderol di kisaran $23.880 atau setara €24.607 (off the road), tak jauh berbeda dengan motor touring peminum bensin.