Catat, Tilang Uji Emisi Jakarta Berlaku Lagi per 1 November!

Bagi Anda yang kendaraannya belum lolos uji emisi gas buang, mari segera benahi. Sebab Polda Metro Jaya yang berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta, kembali memberlakukan tilang uji emisi pada 1 November 2023. Pengadaan tilang emisi kendaraan mengacu pada Pasal 285 dan 286 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan rekan-rekan dari Polda Metro Jaya. Dengan Pak Dirlantas per 1 November kita akan kembali melaksanakan tilang terhadap pelanggaran uji emisi,” kata Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, kemarin (8/10/2023).

Masyarakat sudah sadar uji emisi

Seperti yang sebelumnya diketahui, tilang uji emisi sempat dihentikan karena dianggap kurang efektif. Namun Syafrin pun menjelaskan pertimbangan diberlakukannya tilang uji emisi lagi. “Kemarin datanya sudah ada 1,2 juta yang melakukan uji emisi untuk roda 4 dan kemudian jumlah roda 2 juga cukup masif. Artinya secara keseluruhan masyarakat sudah sadar melakukan uji emisi. Sehingga pada saat kita melakukan penilangan, itu populasi sudah sepenuhnya melakukan uji emisi,” imbuhnya.

Dalam mekanisme pelaksanaannya, masih sama seperti yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu. Pihak Dishub bekerjasama dengan Dinas LH (Lingkungan Hidup) dan Polri. Sedangkan terkait lokasi, masih dalam pembahasan internal. Yang jelas, titik lokasinya akan berpindah-pindah.

Sanksi biaya parkir mahal

Kendaraan yang tidak lolos uji emisi akan dikenakan denda sebesar Rp 250 ribu untuk kendaraan roda dua, dan Rp 500 ribu untuk kendaraan roda empat. Pemprov DKI Jakarta juga telah menyiapkan 107 bengkel uji emisi untuk kendaraan roda 2 dan 333 bengkel untuk roda empat. Selain itu, di beberapa terminal bus juga tersedia alat uji emisi yang bisa digunakan oleh pengendara.

Apabila kendaraan tetap nekat digunakan padahal tidak lulus uji emisi, maka salah satu sanksi adalah biaya parkir mahal yang berlaku di hampir 155 lokasi di Jakarta. Biaya parkir tinggi bagi kendaraan tidak lulus uji emisi, akan mulai beroperasi bulan Oktober 2023 ini.

Langkah Mudah Rawat Kendaraan Untuk Kurangi Polusi

Pemerintah kembali akan melakukan uji emisi kendaraan bermotor sebagai salah satu solusi mengatasi memburuknya polusi udara di kawasan DKI Jakarta. Seperti diketahui, uji emisi kendaraan bermotor merupakan upaya pengecekan kelayakan kinerja mesin kendaraan dengan memakai alat khusus. Dengan pengecekan ini, maka kadar buangan mesin yang memengaruhi tingkat polusi udara dapat diperoleh.

Untuk persyaratan kendaraan lulus uji emisi untuk mobil bensin dengan tahun pembuatan di bawah 2007, maka kadar karbondioksida (CO2) harus memenuhi standar 3 persen, dengan HC 700 ppm. Sedangkan mobil yang pembuatannya di atas tahun 2007, maka harus memenuhi standar CO2 1,5 persen dengan HC 200 ppm.

Untuk kendaraan bermesin diesel dengan pembuatan di bawah tahun 2007 dan berbobot kurang dari 3,5 ton, maka kadar timbalnya sebesar 50 persen. Kendaraan bermesin diesel berbobot di atas 3,5 ton, harus memenuhi kadar timbalnya harus 60 persen.

Lain halnya dengan kendaraan bermesin diesel dengan tahun pembuatan 2010 dan berbobot kurang dari 3,5 ton, maka harus memenuhi kadar timbal sebesar 40 persen. Bagi kendaraan diesel yang memiliki bobot lebih dari 3,5 ton, maka kadar timbalnya harus 50 persen.

Selain mobil, sepeda motor juga harus memenuhi syarat lulus uji emisi kendaraan. Sepeda roda dua berjenis mesin 2 tak dengan tahun pembuatan di bawah 2010 harus memiliki kadar CO2 di bawah 4,5 persen dengan HC 12.000 ppm. Sedangkan motor mesin 4 tak dengan tahun pembuatan di bawah 2010 harus memenuhi standar karbondioksida tertinggi 5,5 persen dengan HC 2.400 ppm.

Kondisi tersebut tentu membuat kendaraan harus memenuhi syarat lulus cek emisi gas buang. Untuk memenuhinya, Anda bisa mengecek emisi gas buang dengan membawa kendaraan ke bengkel yang menyediakan fasilitas tersebut.

Rajin Servis Mesin Secara Berkala

Selain untuk menjaga performa kendaraan, servis berkala juga dapat membuat emisi gas buang mesin kendaraan tetap baik. Sehingga aman saat digunakan.  Servis berkala membuat komponen masuk dan keluarnya bahan bakar terawat, sehingga bisa menjaga pembakaran maksimal. Mesin yang dirawat secara berkala juga lebih hemat BBM.

Cek Saluran dan Jenis BBM yang Dipakai

Pastikan saluran masuk bahan bakar tidak dalam keadaan kotor, sehingga aliran udara ke mesin selalu aman. Sebab, angka HC atau kadar emisi lain dari hasil pembakaran akan semakin tinggi jika saluran terhambat. Gunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan, dengan pemakaian bahan bakar yang tepat, pembakaran di mesin jadi lebih baik dan sempurna.

Perhatikan Oli dan Komponen Pengapian

Sebagai bagian pelumas mesin, oli berperan penting untuk menjaga mesin agar kondisinya selalu optimal dan prima. Pastikan kondisi komponen pengapian mesin tidak aus, karena pengapian yang aus akan membuat kadar gas karbondioksida jadi tinggi.

Cek Filter Udara

Jika filter udara kotor, maka akan menyumbat udara yang masuk ke mesin dan proses pembakaran menjadi kurang optimal, sehingga gas buang yang keluar dari knalpot semakin tinggi.

Dengan beberapa langkah mudah di atas, kami yakin bahwa kendaraan Anda dapat beroperasi lebih optimal dan tentunya kadar polusi gas buangnya pun dapat diminimalisir. Selain itu, secara tidak langsung Anda pun berkontribusi terhadap perbaikan kondisi udara dan lingkungan di Jakarta.

Cara Ampuh Hilangkan Baret Pada Cat Kendaraan Kesayangan

Aktivitas harian tentu tak terlepas dari mobilitas yang tinggi, termasuk tuntutan untuk tetap produktif ke luar rumah yang memungkinkan mobil dapat tersenggol kendaraan lain atau bahkan tersenggol badan jalan, dikarenakan padatnya jalan di Indonesia yang dapat berdampak merusak lapisan cat kendaraan.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga akhir tahun 2022 indeks kemacetan di DKI Jakarta berada di angkat 48 persen. Angka tersebut naik drastis dari tahun 2020 yang berada di angka 34 persen. Sementara 2019, kemacetan mencapai angka 53 persen.

Hal tersebut terus sejalan dengan temuan data bahwa jumlah kendaraan di Indonesia terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Menurut data Kepolisian Republik Indonesia mencatat angka kendaraan yang teregistrasi per 30 Juli 2023 mencapai 156.668.635 unit. Jumlah tersebut melampaui lebih dari setengah populasi Indonesia yang mencapai 276 juta jiwa.

Karena mobilitas yang tinggi, terkadang situasi seperti tersenggolnya kendaraan kesayangan dengan pengemudi lain, dapat mengakibatkan rusaknya cat bodi kendaraan. Oleh karena itu sebaiknya langsung memberikan perawatan yang tepat guna menjaga tampilan kendaraan selalu prima. Berikut beberapa tips melakukan perawatan bodi mobil khususnya pada cat kendaraan, yang bisa Anda aplikasikan di rumah:

Menghilangkan baret dengan kompon

Memudarkan baret mobil dengan ini merupakan salah satu cara yang paling mudah digunakan, krim pasta yang terkandung di dalamnya dapat membersihkan goresan bodi yang bekerja dengan cara mengikis lapisan cat hingga tidak terlihat. Ketika terdapat baret yang ringan. Anda dapat menggunakan jenis kompon berwarna putih karena kompon ini memiliki daya kikis yang sangat kuat.

Menggunakan pasta gigi

Pasta gigi merupakan bahan yang paling mudah dicari, tidak hanya berfungsi untuk membersihkan gigi, kandungan yang ada di dalamnya juga bisa membersihkan baret yang ada di bodi mobil. Sebelum menggunakan pasta gigi, pastikan terlebih dahulu mobil Anda dalam keadaan bersih.

Menggunakan wax atau cairan pembersih

Menghilangkan baret dengan menggunakan tipe wax hanya dapat dilakukan jika goresan yang terjadi merupakan goresan halus. Terdapat dua jenis tipe wax, yaitu tipe wax dalam bentuk padat dan cair. Wax cair dapat membuat goresan terlihat lebih samar karena bahannya yang bersifat abrasif. Sedangkan untuk wax padat tidak memiliki kandungan bahan abrasif, jadi aman untuk Anda gunakan.

Mengecat ulang bodi kendaraan

Saat ingin mengecat ulang kendaraan secara sendiri, Anda perlu berhati-hati karena hal ini bukan sesuatu yang mudah. Sebaiknya pengecatan kendaraan dilakukan di bengkel, namun bukan berarti tidak bisa dilakukan di rumah. Anda perlu mempersiapkan segala kebutuhan, baik peralatan maupun tempat yang bersih.  

Langkah Tetap Tampil Mengkilap di Musim Pancaroba

Saat ini, cuaca sedang tidak menentu. Dalam satu hari cuaca di satu wilayah dapat berubah menjadi hujan deras dan secara tiba-tiba menjadi panas yang terik. Cuaca di musim pancaroba saat ini sulit diprediksi yang membuat para pemilik mobil baik motor maupun mobil harus memberikan perhatian ekstra khususnya pada cat, agar mobil tetap mengkilap meski terpapar panas dan debu.

Terlebih masyarakat Indonesia mulai memasuki era pasca pandemi. Kehidupan kembali disibukkan dengan mobilitas yang tinggi, termasuk tuntutan untuk tetap produktif ke luar rumah yang memungkinkan mobil dapat terpapar panas berlebih hingga terpaan cairan yang dapat merusak lapisan cat mobil.

Berbagai rutinitas dan kesibukan yang kembali memasuki fase normal, maka akan ada dampak yang terjadi pada mobil, khususnya cat pada bodi mobil maupun motor selama musim pancaroba berlangsung. Kini Indonesia sedang memasuki musim pancaroba yang tak jarang sering kali hujan dan panas. Berikut adalah beberapa langkah dalam melakukan perawatan bodi mobil khususnya pada musim pancaroba:

Cuci mobil setelah terkena air hujan

Banyak yang masih menganggap remeh akan bahaya air hujan dengan membiarkannya mengering dengan sendirinya pada bodi mobil. Celakanya, air hujan mengandung zat asam yang jika dibiarkan mengering akan menjadi jamur dan merusak cat mobil. Segera cuci mobil dan lap sampai kering untuk menghilangkan zat asam tersebut. Tidak harus menggunakan sabun, sebab dengan membilas mobil dengan air bersih saja sudah cukup untuk menghilangkan air hujan dari bodi mobil.

Penggunaan sarung mobil

Menutup mobil dengan sarung mobil dengan tujuan cat mobil awet dan tetap mengkilap. Namun hal ini tidak direkomendasikan jika berada di tempat terbuka. Sebab saat malam hari atau saat terjadinya hujan, akan membuat bodi mobil menjadi lembap sehingga menjadi lebih mudah berpotensi timbulnya jamur. Sama halnya dengan panas, debu yang menempel pada permukaan cat yang terkena angin akan menjadi lebih susah dihilangkan.

Hindari sinar matahari secara langsung

Sinar matahari bisa mengurangi kadar warna pada cat mobil. Untuk itu, disarankan sebaiknya mobil jangan terlalu sering terkena paparan sinar matahari langsung, agar warna cat mobil menjadi lebih tahan lama serta tetap mengkilap.

Embun malam

Sama halnya dengan hujan, embun pada malam hari juga mengandung zat asam yang terkandung pada air hujan. Lebih baik jika menyimpan mobil kesayangan pada tempat tertutup pada garasi yang kering dan tidak lembap.

Gunakan wax atau cairan pembersih

Salah satu perawatan yang paling ampuh yaitu coating cat mobil. Pori bodi kendaraan dapat tertutup dan menambahkan lapisan pada cat mobil. Dipastikan lebih aman dan tidak menyebabkan masalah saat hujan. Dengan melakukan perawatan ini tentunya mobil akan terhindar dari water spot pada bodi mobil air hujan yang menempel pada bodi mobil akan langsung turun dan tidak menyentuh permukaan cat terlalu lama.

Perlu diketahui bersama adalah bahwa air hujan mengandung zat asam, jika dibiarkan kering akan menjadi jamur dan merusak cat mobil. Oleh karena itu, sebaiknya langsung dicuci dan dibersihkan, agar cat tidak menjadi kusam dan berjamur.

Ini Penyebab Ban Berdecit Saat Mobil Belok

Saat berkendara, ban mobil kerap mengeluarkan suara berdecit saat berbelok dengan cepat, mengerem, atau berakselerasi. Berdecitnya ban mobil terjadi karena tapak ban yang bersentuhan dengan permukaan jalan untuk mendapatkan traksi. Hal ini sebetulnya normal terjadi, apalagi saat mobil melewati permukaan yang licin atau dilapisi cat, seperti pada area parkir gedung bertingkat.

Namun suara decit ban mobil juga dapat menjadi indikasi adanya masalah dengan sistem pengereman atau ada komponen suspensi yang mulai aus. Apalagi jika suara tersebut timbul saat mobil berbelok atau melaju dengan pelan. Ada beberapa faktor penyebab ban berdecit, yang jika tidak segera diatasi maka berpotensi menimbulkan masalah.

Kurang tekanan angin

Kurangnya tekanan angin pada ban tidak hanya membuat ban kempes, tapi juga rentan rusak. Di mana kondisi tersebut akan membuat kemampuan traksi ban semakin buruk. Jika tekanan angin ban kurang, saat mobil berbelok tidak ada perlawanan yang cukup terhadap kekuatan fisik dalam ban, sehingga tapak ban akan mencoba menemukan kontak yang tepat dengan permukaan jalan. Kondisi ini membuat ban berdecit saat berbelok di tikungan.

Keausan yang tidak merata

Tapak ban menjadi kunci untuk kendaraan mendapatkan traksi yang cukup. Saat keausannya tidak merata, ban akan mengeluarkan suara berdecit. Untuk menghindari keausan tidak rata, ban perlu diperiksa secara berkala, mulai dari balancing dan rotasi, memeriksa tekanan angin ban, suspensi, hingga kondisi tapak paling luar.

Roda yang tidak sejajar

Pengaturan sudut camber dan toe, membantu posisi roda sejajar antara satu sama lain dan permukaan jalan. Jika salah satu komponen tidak sejajar, ban akan mengalami keausan tidak merata dan menyentuh permukaan jalan dengan posisi yang salah. Penting untuk diingat bahwa penyelarasan roda (spooring) berbeda dengan penyeimbangan ban (balancing). Sebab spooring akan mempengaruhi posisi suspensi, sedangkan balancing dilakukan dengan pembagian distribusi bobot pada ban.

Kebiasaan mengemudi yang kurang tepat

Cara mengemudi yang kurang tepat juga bisa menyebabkan ban berdecit. Untuk memastikan kemudi, suspensi, roda, dan ban dalam kondisi prima dan bertahan lebih lama, pastikan untuk menghindari akselerasi dan pengereman mendadak. Saat melewati tikungan juga disarankan untuk tidak mengemudikannya dengan kecepatan tinggi, karena perbedaan antara ban dan titik arah mobil akan menghasilkan suara berdecit dan suhu juga meningkat dengan cepat, yang bisa menyebabkan ban aus sebelum waktunya.

BBM

BBM Oktan 90 dan 92 Boleh Dicampur?

Sepertinya masih banyak pemilik mobil di Indonesia yang mencampur pemakaian bahan bakar minyak (BBM) oktan 90 dan 92. Lalu, apakah kedua jenis BBM tersebut boleh dicampur? Dan apakah akan menimbulkan dampak tertentu pada mesin?

Ada berbagai alasan mengapa pemilik kendaraan mencampur bahan bakar beroktan 90 dengan bahan bakar beroktan 92. Misalnya, ada yang ingin agar tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membeli BBM, atau ada juga yang mencampur BBM oktan 90 dan BBM oktan 92 guna mendapat bahan bakar lebih baik, sehingga performa lebih terjaga.

Padahal, agar performa mesin kendaraan tetap terjaga, tidak boleh mencampur pemakaian BBM dengan oktan berbeda. Pasalnya, mencampur bahan bakar dengan oktan berbeda justru menyebabkan konsumsi bahan bakar jadi lebih boros karena pencampuran BBM membuat kualitasnya jadi turun.

Mengurangi Kinerja Mesin

Setiap pemilik kendaraan tidak disarankan untuk mencampur jenis BBM, karena keduanya memiliki kandungan oktan atau RON berbeda. Mencampur kedua jenis bahan bakar ini justru dapat mengurangi kinerja mesin dan menghasilkan emisi lebih tinggi. Seperti diketahui, oktan merupakan ukuran resistensi bahan bakar terhadap detak mesin yang berlebihan atau knocking. Semakin tinggi oktan, semakin baik bahan bakar menahan knocking dan semakin baik kinerja mesin. Namun, konsumsi bahan bakar juga tergantung pada kondisi pemakaian dan pengendaranya masing-masing.

Ada Potensi Merusak Komponen Mesin

Tidak ada manfaat signifikan mencampur BBM oktan 90 dan BBM oktan 92. Jika mesin mobil butuh bahan bakar dengan oktan tinggi, maka sebaiknya gunakan yang memiliki oktan 92 ke atas. Bila pencampuran bahan bakar dilakukan dalam jangka waktu lama, maka jangan kaget jika performa mesin akan semakin menurun karena kerak yang terbentuk di dalam mesin. Agar performa bisa kembali normal, Anda harus menyiapkan dana untuk membersihkan komponen internal mesin mobil.

Gunakan BBM Sesuai Rekomendasi

Lantaran mencampur BBM beroktan 90 dan 92, maka berpotensi menimbulkan dampak kinerja mesin yang menurun, meningkatnya emisi, hingga kerusakan pada komponen mesin dalam jangka panjang, maka sebaiknya pakai jenis bahan bakar sesuai rekomendasi pabrik atau produsen mesin kendaraan yang dimiliki.

Kondisi Kendaraan Perlu Diperiksa Usai Libur Panjang

Supaya kondisi kendaraan tetap terjaga, penting untuk kembali melakukan servis kendaraan Anda setelah digunakan saat libur panjang akhir tahun.  Sebelum berangkat liburan, tentu saja Anda harus memastikan mobil dalam kondisi prima. Karena itu, mengecek kendaraan dapat dilakukan setelah pulang liburan Natal dan Tahun Baru 2023 ini.

Beberapa pemeriksaan untuk merawat kendaraan yang digunakan setelah liburan penting dilakukan setiap pemiliknya. Untuk itu, pelajari lebih lanjut jenis-jenis pemeriksaan yang penting dilakukan setelah menggunakan kendaraan dalam liburan akhir tahun, agar tetap dalam kondisi prima.

Periksa Oli Mesin

Oli merupakan material pelumas yang paling penting fungsinya bagi kendaraan. Tanpa adanya oli, maka mesin tidak akan beroperasi dengan normal.  Apalagi, gesekan antar besi akan membuat satu sama lain aus, hingga membuat mesin tersebut rusak. Karena pentingnya, oli wajib selalu dicek secara berkala.

Untuk itu, Anda bisa melakukan pengecekan oli mesin secara berkala agar dapat diketahui kualitas dan jumlah oli yang ada di dalam mesin. Penting untuk Anda berhati-hati melakukannya saat kondisi mesin panas, karena itu pengecekan oli mesin harus dilakukan ketika kondisi mesin diam atau tidak beroperasi.

Periksa Komponen Aki

Tegangan listrik baterai alias aki merupakan sumber listrik dalam sebuah kendaraan. Karena itu, penting untuk selalu menjaga kondisinya tetap prima. Jika kendaraan jarang digunakan, panaskan mesin pada periode waktu tertentu. Hidupkan mesin minimal satu minggu sekali agar daya listrik tidak hilang dan baterai tidak mudah rusak atau soak.

Guna menjaga agar tegangan listrik aki tetap baik dan berfungsi maksimal pada kendaraan, Anda dapat membersihkan terminal aki atau kepala terminal positi (+) dan negatif (-) dengan sikat kawat serta air panas.

Cek Cairan Radiator

Cairan radiator berperan besar dalam menjaga kestabilan suhu mesin. Saat cairan radiator mulai habis, mesin kendaraan akan mengalami overheat dan menyebabkan kerusakan parah pada mesin. Untuk itu, Anda wajib mengetahui tanda saat cairan radiator habis. Yakni, bisa dicek dengan melihat indikator pada panel instrumen atau mengecek langsung pada radiator. Periksa ketinggian air pada tabung cadangan cairan radiator setiap seminggu sekali.

Periksa Kondisi Ban

Saat bepergian dengan kendaraan, ban menjadi salah satu bagian sangat penting yang berkaitan dengan keselamatan berkendara. Pasalnya, jika ban pecah akan menyebabkan kecelakaan pada kendaraan.

Untuk itu, Anda harus mengetahui cara merawat bagian kendaraan satu ini, yaitu dengan melakukan pengecekan tekanan udara. Jika dibiarkan kempes terlalu lama, dapat rusak dan merubah bentuk ban (terjadi flatspot). Selain itu, ban kempes atau bertekanan rendah juga berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan.