Honda NSX 2015

Honda Siapkan NSX EV Yang Bukan Cuma Hebat di Jalan Lurus

Honda NSX EV akan jadi highlight dari 30 mobil EV Honda yang akan diluncurkan.

Suka tidak suka, era mobil listrik sudah di depan mata. Pabrikan mobil dan motor sudah menyatakan, mereka akan stop produksi mobil konvensional dan menyatakan tahun dua ribu sekian semua produknya adalah mobil listrik (EV). Honda juga begitu. Tahun 2030, mereka akan menggelontorkan 30 model EV, dan kemungkinan salah satunya adalah Honda NSX. Atau Accura NSX di pasar Amerika Serikat.

Kami katakan kemungkinan karena Honda NSX EV tidak secara tegas dibilang akan jadi bagian dari 30 model tadi. Namun akan sangat masuk akal kalau justru supercar ini yang jadi sorotan dari rencana elektrifikasi Honda.

Tahun 2015, Honda NSX generasi dua mendebut sebagai supercar dengan mesin tengah dengan jantung mekanis hybrid. Baru-baru ini, pabrikan Jepang tersebut menyatakan, NSX tutup produksi. Dan menyodorkan NSX Type S sebagai penutup. Gambarnya bisa Anda lihat di halaman ini. Meski begitu, ceritanya belum akan berakhir

Petinggi Honda memberikan sebuah gambaran kalau dalam proses pengalihan dari pembuat mobil konvensional jadi EV, perlu satu produk yang benar-benar menonjol. Dan NSX bisa jadi basis untuk mobil tersebut. Toh, Honda sudah punya e:Architecture, platform untuk membangun EV kelas atas. Pastinya sayang juga kalau hanya dipakai untuk jadi Honda Accord.

NSX EV Bukan Cuma Kencang

Anda pasti paham kalau mobil listrik punya performa yang hebat. Bahkan mobil keluarga sekelas Hyundai Kona Electric pun bisa membuat akselerasi 0-100 km/jam yang mengagumkan. Namun bagi Honda, itu bukan hal penting. Khususnya bagi NSX EV.

Dikutip dari Nikkei Asia, Jon Ikeda, Vice President and Acura Brand Officer Acura mengatakan,”Seperti Honda/Accura NSX pendahulunya, generasi baru (nanti) harus bisa menyuguhkan handling dan kemajuan teknologi tingkat tinggi. Bukan hanya hebat di jalanan lurus.” Soal handling ini memang jadi salah satu filosofi utama dari supercar Honda. Bahkan mereka sampai harus menggaet mendiang Ayrton Senna untuk jadi penasihat pengembangannya.

Karena Honda bisa dibilang agak lambat masuk ke pengembangan mobil listrik berbasis baterai (BEV, Battery Electric Vehicle), wajar kalau mereka sempat memetakan strategi pengembangan yang lebih akurat dari kompetitornya. Produk EV dari Tesla, Lucid, BMW, Mercedes-Benz bisa jadi patokan mereka.

Indra A

 

Ratusan Showroom Gabung di Distrik Otomotif PIK 2

Prestige Corp telah mengakuisisi sebagian saham Distrik Otomotif.

Melihat pertumbuhan pasar yang kian meningkat, pengelola bersama Prestige Corp bekerjasama mendorong pembangunan Distrik Otomotif Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 sebagai lokasi otomotif terbesar dan terlengkap di Indonesia. Rudi Salim pengusaha otomotif melalui Prestige Corp telah mengakuisisi sebagian saham Distrik Otomotif, yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Blok DH-11 PIK 2.

Dalam beberapa tahun terakhir, industri otomotif Nasional menunjukkan perkembangan yang cukup atraktif. Berdasarkan data resmi dari Kementrian Perindustrian, industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan. Adapun sektor otomotif memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap perekonomian Nasional dengan total nilai investasi sebesar Rp 99,16 triliun.

“Distrik Otomotif PIK 2 sendiri merupakan area pusat otomotif terbesar dan terlengkap se-Indonesia. Khusus untuk area perdana di PIK 2 ini Prestige Corp telah menetapkan target total 132 unit dari Tahap 1 Distrik Otomotif PIK 2 showroom terisi sepenuhnya mulai dari importir umum, agen pemegang merek, aksesoris hingga komponen pendukung otomotif lainnya,” terang Rudi Salim kepada media di PIK 2 Jakarta Utara Selasa (6/9).

“Proyeksi kedepannya yakni membuat berbagai Distrik Otomotif lain di berbagai kota besar dengan kelas sesuai dengan kota tersebut. Dan investasi sebesar 100 M dari Prestige Corp mendorong target baru untuk membuka cabang minimal dua kota yang berbeda setiap tahunnya,” ungkap Rudi.

Lokasi strategis dan eksklusif

Menurut Rudi tujuan investasi Prestige Corp dalam bisnis ini adalah meningkatkan kualitas sumber daya, meningkatkan kemampuan ekspansi yang lebih sistematis, terukur dan akuntabel. Ditambahkan Rudi Flagship Distrik Otomotif PIK 2 menjadi branch Class 1 dengan plafon nilai penjualan mobil Rp 5 M, Jabodetabek (Class 2) Rp 1-5 M, kota2 besar lain (Class 3) Rp 500jt-1 M, dan Class 4 di bawah Rp 500jt.

Brand premium meliputi supercar seperti Lamborghini, Ferrari, Bentley, Rolls Royce, Porsche, Lexus dan setingkat mobil premium lainnya. Namun sangat mungkin untuk kategori Electric Vehicle kelas premium. Sanny Liawati, komisaris Distrik Otomotif PIK 2 sekaligus pemilik Sanny Auto Gallery, berharap kerjasama ini melahirkan sentra pameran otomotif terbesar dan bagus, mengingat lokasinya yang juga eksklusif.

“Pembangunan tahap pertama seluas 30.000 m2 sudah mencapai 70 persen. Kalaupun kurang, kita bisa menambah sekitar 3 hektar lagi yang terletak di sebelahnya. Dan kami berharap bisa berpartisipasi pada perekonomian Indonesia terutama memberikan kontribusi di dunia otomotif,” pungkas Sanny.