Kolaborasi Wuling dan Grab, Dukung Pemanfaatan EV dalam Layanan Transportasi di Indonesia

Wuling memperkuat kolaborasinya dengan Grab Indonesia, melalui kerja sama dengan GrabRentals, lini bisnis Grab di bidang penyewaan kendaraan. Kolaborasi tersebut ditandai dengan handover ceremony yang dilaksanakan pada hari ini (19/6), di Cerita Rasa Nusantara, Jakarta.

Seremoni serah terima armada ini, menjadi upaya kolaboratif kedua perusahaan untuk memperluas pemanfaatan kendaraan listrik (EV). Sekaligus mendukung pengembangan ekosistem mobilitas berkelanjutan di Indonesia.

Solusi Mobilitas Berpadu Dengan Inovasi

“Kami mengucapkan terima kasih kepada GrabRentals atas kepercayaan yang diberikan kepada Wuling. Seremoni serah terima kendaraan ini menjadi titik awal kolaborasi dan wujud nyata dari hubungan kemitraan yang terus berkembang antara kedua perusahaan,” ucap Tang Wensheng, selaku President Director of Wuling Motors.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat membuka peluang kerja sama dalam menghadirkan solusi mobilitas yang inovatif. Memberikan manfaat bagi mitra pengemudi maupun masyarakat, serta mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” tambahnya.

Kolaborasi antara Wuling dan GrabRentals Indonesia, menjadi langkah strategis dalam memperluas pemanfaatan kendaraan listrik pada ekosistem mobilitas di Indonesia. Melalui kerja sama ini, kedua perusahaan menghadirkan solusi mobilitas yang memadukan inovasi kendaraan listrik, dengan layanan transportasi berbasis aplikasi, untuk mendukung mobilitas masyarakat yang lebih efisien, mudah diakses, dan berkelanjutan.

Tepat Untuk Mobilitas Harian

Unit Wuling New BinguoEV Lite dipilih untuk mendukung operasional dalam ekosistem layanan GrabRentals Indonesia. Bukan tanpa alasan, sebab produk ini menawarkan perpaduan desain ikonik, kemudahan penggunaan, serta kenyamanan berkendara untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.

EV ini dibekali baterai LFP berkapasitas 31,9 kWh, dengan jarak tempuh hingga 333 kilometer (berdasarkan standar CLTC). Serta didukung fitur smartphone interconnection dan pengisian daya cepat. Sehingga mampu mengisi baterai dari 30 persen hingga 80 persen, dalam kisaran waktu 35 menit saja.

Sebagai perusahaan penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi, Grab Indonesia terus memperluas pemanfaatan EV sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, untuk menghadirkan ekosistem mobilitas yang lebih rendah emisi. Sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi mitra pengemudi, dan layanan yang berkualitas bagi pengguna.

Saat ini, lebih dari 14 ribu unit EV telah beroperasi dalam seluruh ekosistem Grab di Indonesia termasuk GrabRentals. Grab juga menargetkan peningkatan jumlah armada kendaraan listrik hingga tiga kali lipat pada akhir tahun 2026 ini.

Suguhkan Dampak Positif

“Kolaborasi bersama Wuling menjadi langkah penting bagi GrabRentals Indonesia, dalam memperluas sekaligus memperkuat pemanfaatan kendaraan listrik di ekosistem mobilitas kami. Melalui GrabRentals Indonesia, mitra pengemudi dapat mengakses Wuling BinguoEV melalui skema sewa yang lebih terjangkau,” jelas Halim Wijaya, Director of GrabRentals Indonesia.

“Kami percaya, melalui kolaborasi antara GrabRentals Indonesia, Wuling, dan seluruh pemangku kepentingan, kendaraan listrik dapat semakin mudah diakses. Turut mendukung produktivitas mitra pengemudi, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun lingkungan,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari kolaborasi ini, Wuling turut mendukung implementasi armada kendaraan listrik GrabRentals Indonesia melalui layanan purna jual, dukungan teknis, serta program pelatihan bagi mitra pengemudi dan mekanik. Wuling dan GrabRentals Indonesia berharap kolaborasi ini dapat terus memperluas pemanfaatan EV di Indonesia, seiring dengan mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.

inDrive Siapkan Harga Transparan Buat Konsumen

Telah hadir selama beberapa tahun terakhir, inDrive menjadi platform mobilitas dan layanan perkotaan global. Aplikasi ini telah diunduh lebih dari 240 juta kali. Selain layanan pemesanan kendaraan, inDrive menyediakan daftar layanan perkotaan yang terus berkembang, termasuk transportasi antar kota, pengiriman, dan layanan keuangan.

inDrive kini menghadirkan pendekatan berbeda dalam ekosistem transportasi online di Indonesia, melalui model Harga Adil. Melalui langkah ini, inDrive memastikan penumpang dan pengemudi dapat menetapkan tarif secara langsung melalui negosiasi. Alias tanpa campur tangan algoritma, atau penentuan harga otomatis dari aplikasi.

Berbeda dengan model konvensional yang menggunakan sistem dinamis berbasis permintaan dan penawaran, inDrive memberi kebebasan kepada pengguna untuk memilih pengemudi, kendaraan, dan tarif yang disepakati bersama. Pendekatan ini dirancang untuk menciptakan pengalaman yang lebih transparan dan adil bagi kedua belah pihak, tanpa bergantung pada jenis ponsel, daya baterai, atau parameter teknis lainnya.

Solusi Kekhawatiran Akan Surge Pricing

Hingga kini, inDrive merupakan aplikasi ride-hailing kedua yang paling banyak diunduh secara global, dan menempati posisi keempat di kategori aplikasi perjalanan. inDrive membawa misi global untuk menentang ketidakadilan, dan menciptakan dampak positif bagi satu miliar orang di seluruh dunia, pada tahun 2030.

Di Indonesia, sistem Harga Adil mulai menjadi alternatif yang menarik. Sebab saat ini masyarakat acapkali mengalami kekhawatiran terhadap lonjakan tarif mendadak (surge pricing). Belum lagi ada potongan komisi tinggi dari platform lain. Pendekatan ini memungkinkan pengemudi dan penumpang untuk berinteraksi lebih setara.

Ciptakan Transparansi

“Kami menerapkan model penetapan harga peer-to-peer yang memungkinkan pengemudi dan penumpang bernegosiasi langsung. Ini menciptakan transparansi dan memastikan kedua belah pihak merasa dihargai. Dengan operasional yang efisien dan pemanfaatan teknologi yang cerdas, kami bisa tetap memberikan layanan yang terjangkau tanpa mengorbankan kualitas,” Wahyu Ramadhan, Communication Manager inDrive Indonesia.

Keamanan dan keselamatan menjadi sebagai aspek yang dikedepankan dalam setiap perjalanan. inDrive menghadirkan tanggung jawab tiga arah, antara penumpang, pengemudi, dan platform. Dengan fitur keamanan dalam aplikasi serta sistem penilaian dua arah, inDrive berupaya menciptakan ekosistem transportasi yang aman dan terpercaya.

inDrive, Alternatif Baru Untuk Transportasi Online di Indonesia

inDrive, platform mobilitas dan layanan perkotaan global ini siap menghadirkan ekosistem transportasi online di Indonesia melalui model “Harga Adil”. inDrive memastikan penumpang dan pengemudi dapat menetapkan tarif secara langsung melalui negosiasi, tanpa campur tangan algoritma atau penentuan harga otomatis dari aplikasi. Hmm…menarik!

Kini sistem “Harga Adil” mulai menjadi alternatif di Indonesia untuk melawan lonjakan tarif mendadak (surge pricing) dan potongan komisi tinggi dari platform lain. Dengan sistem ini, rasanya interaksi antar pengemudi dan penumpang akan lebih setara dan saling menghargai.

Nah, sistem terbaru pada inDrive akan memberi kebebasan kepada pengguna untuk memilih pengemudi, kendaraan, dan tarif yang disepakati bersama. Tentu langkah ini akan jauh lebih transparan dan adil bagi kedua belah pihak, tanpa bergantung pada jenis ponsel, daya baterai, atau lainnya. Lalu apakah langkah ini aman?

Keamanan menjadi sebagai aspek utama dalam setiap perjalanan. Dengan fitur keamanan dalam aplikasi serta sistem penilaian dua arah, inDrive terus berupaya menciptakan ekosistem transportasi yang aman dan terpercaya.

Sekilas Tentang inDrive

Aplikasi layanan inDrive telah diunduh lebih dari 240 juta kali, dan merupakan aplikasi mobilitas kedua yang paling banyak diunduh pada tahun 2022 dan 2023. inDrive beroperasi di 888 kota di 48 negara. Perusahaan ini berkomitmen untuk memberikan dampak positif pada kehidupan satu miliar orang pada tahun 2030.

Selain layanan pemesanan kendaraan, mereka juga menyediakan daftar layanan perkotaan yang terus berkembang. Hal ini termasuk transportasi antar kota, pengiriman, dan layanan keuangan.

Wahyu Ramadhan, Communication Manager inDrive Indonesia mengungkapkan sistem penetapan harga yang dimiliki inDrive. “Kami menerapkan model penetapan harga peer-to-peer yang memungkinkan pengemudi dan penumpang bernegosiasi langsung. Ini menciptakan transparansi dan memastikan kedua belah pihak merasa dihargai. Dengan operasional yang efisien dan pemanfaatan teknologi yang cerdas, kami bisa tetap memberikan layanan yang terjangkau tanpa mengorbankan kualitas.”