ALPINA B8 GT Kado Istimewa 60 Tahun ALPINA

Tahun ini ALPINA genap berusia 60 tahun. Sebagai kado istimewa, tuner spesialis mobil BMW yang bermarkas di Buchloe, Jerman ini pun meluncurkan model edisi terbatas, ALPINA B8 GT Hommage Burkard Bovensiepen.

ALPINA B8 GT basisnya adalah BMW 8-Series Gran Coupe. Mesin V8 4.4-liter bi-turbo (N63) racikan ALPINA bertenaga 654 hp yang digunakan sama seperti pada model B5 GT. Outputnya sekira 9 hp lebih bertenaga dari sedan ALPINA B8 versi non-GT terdahulu. Bahkan melampaui BMW M8 yang outputnya 617 hp.

Software transmisi automatic 8-speed tentunya disetting ulang guna mengimbangi performanya yang extra besar.

Torsi puncaknya yang 850 Nm memang melebihi Alpina B8 (800 Nm) dan BMW M8 (750 Nm). Namun catatan waktu akselerasi 0-100 km/jam BMW M8 lebih unggul tipis dari B8 GT yakni 3,2 detik vs 3,3 detik.

Soal kecepatan berkendara, ALPINA jauh lebih unggul. BMW M8 ‘standar’ dibatasi hanya 250 km/jam. 

Lain halnya dengan ALPINA B8 GT yang bebas melenggang hingga 330 km/jam. Bahkan versi B8 terdahulu pun masih bisa tembus 324 km/jam.

Hanya 99 Unit

Seperti lazimnya, tampilan eksterior mobil garapan ALPINA selalu cetar. Terlebih lagi ini adalah mobil edisi yang sangat istimewa.

Cukup banyak ubahan yang disematkan. Sirip diffuser, air duct dan sejumlah bodykit yang diimbuhkan berbahan serat karbon.

Satu set pelek ‘jari-jari’ 21-inci khas ALPINA pun bertengger menopang bodi. Bila dop center cap pelek biasanya terbuat dari plastik, pada B8 GT terbuat dari billet aluminium.

Area interior pun tak kalah mewah. Panel interior termasuk jok dan setir dibalut kulit Merino. Plafon kabin berbalut kulit Alcantara. Pada konsol tengah tersemat plakat nomor unit edisi khusus dan grafir tanda tangan mendiang Berkard Bovensiepen, sang pendiri ALPINA. Masih ditambah lagi dengan bonus dua tas kulit mewah ALPINA. Opsi upgrade interior dengan bahan kulit Lavalina juga dilayani.

Mobil edisi istimewa ini hanya dibuat sebanyak 99 unit. Penggarapannya pun handmade, termasuk setting mesinnya.

Ada tujuh pilihan warna yang tersedia, dan 20 unit diantaranya bernuansa two-tone. Perpaduan warna biru atau hijau dengan warna hitam. Paket opsional pun tersedia, termasuk warna eksklusif seperti Arctic Race Blue, Purple Silk, Enigmatic Black, Verdant Green Pearl, dan Crystal Casserit Black. Opsi stripping decal Carbon Metallic juga tersedia.

Harga per unitnya mulai dari €225.000 (Rp 3,79 miliar)! Versi full paket opsional jauh lebih mahal lagi. BMW M8 Grand Coupe varian teratas harganya cuma €141.960 (Rp 2,39 miliar). Selisihnya Rp 1 miliaran lebih, tapi sensasi dan prestisenya jelas beda.

 

 

 

Alpina B5 GT

Alpina B5 Edisi Terbatas Punya Tenaga 634 HP

Dunia sepertinya tidak akan kekurangan mobil bagus. Bentuk enak dilihat, tenaga besar ruang kabinnya luas dan serba guna. Itu mungkin pas menggambarkan Alpina B5 GT. Mobil edisi terbatas yang akan hadir dalam bentuk station wagon atau sedan. Kami pilih station wagon.

Mesin Alpina B5 GT

Terlepas dari pilihan, yang paling penting adalah, B5 GT punya tenaga dari mesin V8 4,4 liter twin turbocharged, yang dituning ulang oleh tuner resmi BMW ini. Daya 634 hp dan torsi puncak 850 Nm merupakan tenaga terbesar yang pernah keluar dari mesin buatan Alpina. Lebih besar 13 hp dan dan 50 Nm dibanding mesin serupa dalam kondisi standar. Penyalur daya adalah transmisi 8-speed AT.

Alpina station wagon

Untuk mencapai kenaikan daya, Alpina memodifikasi air intake dan intake silencer. Tidak lupa sistem turbo dimodifikasi untuk menghasilkan tekanan (boost) yang lebih kuat, serta modifikasi ECU.

Alpina B5 station wagon

Alpina B5 GT diklaim mampu akselerasi 0-100 dalam waktu 3,4 detik untuk versi sedan. Top speed-nya 330 km/jam. Yang station wagon 3,6 detik, dengan kecepatan puncak 322 km/jam. Untuk menahan laju, B5 GT diberikan rem Brembo dengan disc brake depan ukuran 15,5 inci. Belakangnya 15,7 inci.

Alpina B5

Penampilan luar, Anda tidak akan salah menebak. Produk Alpina selalu punya ciri khas terutama di area pelek. Ukurannya 20 inci dengan desain yang dikenal di kalangan penggemar mobil sebagai Alpina Classic. Warnanya unik, bernama Marron Volciano.

Alpina B5 Sedan

Bicara warna, Alpina B5 GT akan hadir dengan warna eskterior standar biru dan hijau. Namun mereka juga menyediakan deretan warna lain yang bisa dipilih, karena memang tersedia opsi untuk personalisasi. Interior juga tersedia dalam berbagai pilihan material dan bentuk jok. Standarnya tersedia bahan Alcantara.

Jok Alpina

B5 GT hanya akan dibuat sebanyak 250 unit dalam bentuk sedan atau wagon tadi. Harganya di Jerman 145.500 euro untuk versi sedan. Yang station wagon lebih mahal dengan 148.500 euro.

Alpina B7

BMW-Alpina B7 Akan Segera Tutup Buku?

Era BMW-Alpina generasi model B7 telah mencapai titik akhir.

Mengikuti jejak Mercedes-Benz yang mengakusisi tuner AMG, kompetitor dari tanah Bavaria, BMW pun mengakusisi tuner spesialisnya, Alpina yang bermarkas di Buchloe, Jerman awal tahun ini. Namun belum lama ini tersiar kabar di kalangan pecinta BMW bahwa model BMW-Alpina B7 yang saat ini tengah diproduksi adalah model pamungkas. Ini sangat memilukan dan sulit diterima..

Untuk diketahui, model B7 yang saat ini tengah diproduksi berbasis dari 7-Series terdahulu dengan platform G11/12, bukanlah berbasis G70 terbaru yang digunakan pada 7-Series generasi terkini yang akan dipasarkan dalam waktu dekat.

Di luar itu, kerjasama antara BMW dan Alpina masih jalan dan tetap memproduksi model mobil yang sudah ada, sebelum nanti akusisi hingga akhir tahun 2025. Hal yang memperkuat dugaan bahwa tak akan ada generasi baru B7 adalah, hingga saat ini belum terlihat foto ‘bocoran’ prototype berplatform G70.

Sedangkan generasi 7-Series G70 saat ini telah mulai diproduksi. Kami pun enggan menerka dengan pasti bagaimana akhir perjalanan dari Alpina B7 yang telah hadir sejak generasi E32. Pihak pabrikan mengakui bahwa era elektrifikasi telah membuat biaya litbang (penelitian dan pengembangan) serta juga produksi mobil bertenaga listrik menjadi semakin mahal. 

Dengan alasan tersebut, maka berakhirnya era B7 merupakan langkah kebijakan logis yang mungkin diambil oleh BMW. Kami pun masih menantikan kabar baik soal kehadiran generasi B7. Apakah akan terus berlanjut atau segera tutup buku? Jujur, kami tidak keberatan kalau nanti jadinya hadir dalam format EV. Yang penting generasinya berlanjut. 

Rizky Vox