Review: Hyundai Santa Fe Calligraphy 1.6 T-GDi HEV

Hyundai membuat gebrakan baru, melalui kehadiran Santa Fe generasi terbaru. Jika Santa Fe generasi sebelumnya memiliki bentuk yang berotot, maka Santa Fe generasi terbaru malah terlihat semakin maskulin. Bahkan tidak ada aspek yang tersisa dari semua generasi Santa Fe sebelumnya. Agar tak berlama-lama penasaran, kami langsung saja pilih varian Calligraphy yang bermesin hybrid.

Dari depan, area depan Santa Fe tampak agresif karena disertai dengan lampu daytime running (DRL) berpola ‘H’ dan lampu depan LED yang menyorot tajam. Semuanya benar-benar mengusung garis lurus dan terlihat kontras dengan kaca depan yang miring. Bahkan bentuk kap mesinnya saja tampak sangat kokoh.

Secara visual saja, SUV ini pasti menawarkan ruang kabin yang lapang. Memandang Hyundai Santa Fe dari sisi samping, amat jelas bahwa SUV ini sarat akan garus lurus yang tegas. Lekuk fender yang berotot, diisi oleh velg multi-spoke 20 inci berwarna hitam, dan dibalut ban 255/45 R20. Fisiknya yang berukuran besar, memiliki wheelbase sepanjang 2.815 mm.

Assist Handle fungsional

Ada keunikan pada pilar C-nya, yakni tersedia Assist Handle. Sehingga memudahkan pengguna untuk memanjat, untuk mengakses barang-barang yang terpasang di atap. Amat fungsional buat pengguna yang menggunakan roobox atau yang gemar beraktivitas di alam terbuka.

Masuk ke kabin depan, tersedia kursi depan sendiri suportif dan nyaman. Dilengkapi pemanas dan sistem ventilasi, serta penyesuaian elektrik dengan dua pengaturan memori untuk pengemudi. Sehingga mengatur kursi ke posisi yang diinginkan menjadi mudah. Setirnya dilengkapi kontrol untuk audio, telepon, adaptive cruise control, dan untuk scrolling berbagai halaman di panel instrumen.

Seperti yang ada pada Hyundai masa kini, dua layar besar diletakkan berdampingan di dashboard. Panel instrumen ditata dengan baik dan di sampingnya terdapat sistem infotainment layar sentuh 12,3 inci, yang dilengkapi Apple CarPlay dan Android Auto. Asyiknya, tata letaknya tergolong dan mudah dimengerti. Sistem audio juga terdengar mantap, wajar saja karena didukung seperangkat speaker bikinan Bose.

Ruangan sterilisasi beragam barang

Panel kontrol AC, mempunyai kombinasi optimal antara kontrol fisik dan tombol sentuh, sehingga pengoperasinya sangat mudah. ​​Laci dashboard berukuran cukup besar, bahkan ada kompartemen untuk sterilisasi UV-C di atasnya. Pengoperasiannya? Cukup tekan tombol di sebelah layar infotainment, fitur ini dapat digunakan untuk sterilisasi ponsel, dompet, dan lain-lain.

Pada varian Calligraphy, terdapat panoramic sunroof berukuran besar, sehingga memungkinkan penumpang belakang dapat melihat langsung ke arah langit. Tirai pada sunroof tersebut juga dioperasikan secara elektris. Ada dua wireless charger pada konsol tengah, agar daya ponsel pengemudi dan penumpang depan tetap dapat terisi.

Di konsol tengah, terdapat Bilateral Multi-Console. Istilah bilateral ini berarti tutup konsol dapat dibuka dari depan dan belakang. Di baliknya ada laci yang berukuran cukup lapang dan dalam, bisa untuk menyimpan berbagai macam barang. Ventilasi AC tersedia di kedua pilar B, untuk menjaga penumpang baris kedua tetap sejuk. Sedangkan, port USB Type-C berada di sisi belakang setiap kursi depan.

Untuk masuk ke kabin belakang, cukup tekan tombol One-touch Walk-In, maka jok baris kedua pun memberikan akses untuk masuk dan keluar. Jok baris ketiga cukup untuk menampung anak-anak untuk perjalanan jarak jauh, atau untuk orang dewasa untuk perjalanan singkat. Jika perlu ruang bagasi yang besar, cukup lipat jok baris ketiga tersebut. Sehingga ruang bagasi yang awalnya memiliki kapasitas 628 liter, maka menjadi nyaris 2.000 liter.

Tersedia torsi besar

Dimensi Hyundai Santa Fe terbaru ini memang terlihat cukup besar, dengan panjang 4.830 mm, lebar 1.900 mm, dan tinggi 1.720 mm. Meski begitu, tak perlu canggung untuk mengendarainya. Sebeb pengendaliannya cukup supel dan mudah. Kaca spion samping yang besar dan kaca yang luas, memberikan visibilitas yang baik.

Sumber tenaga berasal dari mesin Smartstream 1.6 T-GDi yang dipadu dengan motor listrik 44,2 kW. Output gabungannya sebesar 235 PS dan torsi kombinasi 367 Nm. Karena SUV ini memiliki teknologi hybrid, maka akselerasi terasa mantap dan padat. Wheelbase yang panjang, membuat ayunan bodi terasa oke. Sehingga membuat perjalanan jarak jauh tetap terasa menyenangkan.

Hyundai Santa Fe terbaru dipasarkan dalam empat varian yang menarik. Mulai dari varian Prime 2.5 GDi (Rp 699 juta), Prime 1.6 T-GDi HEV (Rp 786,3 juta), Calligraphy 2.5 GDi (Rp 784,5 juta), dan tentunya Calligraphy 1.6 T-GDi HEV (Rp 869,6 juta).

Hyundai Santa Fe Hybrid

Review: Hyundai All New Santa Fe Hybrid 2024

Setelah resmi diluncurkan bulan Oktober 2024 lalu, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengajak sejumlah awak media untuk merasakan sensasi All New Santa Fe.

Acara media drive yang berlangsung pada 4-5 Desember 2024 ini memang telah kami nantikan. Pasalnya, lokasi yang akan dituju adalah kawasan pegunungan. Jelas sangat pas untuk mengulik tuntas kemampuan SUV terbaru dari Hyundai ini.

Rombongan awak media bertolak dari Jakarta menggunakan wahana kereta cepat Woosh menuju Stasiun Padalarang. Nah, dari sinilah perjalanan dimulai. Kami pun menjelajah area seputar Kawah Kamojang di Garut, Jawa Barat.

Performa Hybrid Tak Kalah Greget

All new Hyundai Santa Fe yang dipasarkan di Indonesia terdiri dari dua versi, bermesin bensin non-hybrid (ICE) dan mesin hybrid.

Masing-masing versi Santa Fe tersedia dalam dua varian, Prime dan Calligraphy.

Versi ICE dibekali mesin bensin 4-silinder Smartstream G2.5 GDi (Gasoline Direct Injection). Kinerja mesin kian sempurna dan efisien, berkat teknologi katup Continuously Variable Valve Duration (CVVD). Transmisinya automatic 8-speed yang dipadukan dengan sistem penggerak roda depan (FWD). Output tenaganya yang sebesar 300 hp dicapai pada 6.100 rpm. Sedangkan torsi puncak sebesar 421 Nm bermain di rentang 1.650-4.000 rpm. Sangat greget bukan?

Versi kedua yakni Santa Fe Hybrid dibekali mesin Smartstream G1.6T-GDi HEV. Mesin bensin empat silinder 1.598 cc turbochargerm menghasilkan tenaga maksimum sebesar 177 hp yang dicapai pada 5.500 rpm. Sedangkan torsi puncak sebesar 265 Nm bermain di rentang 1.500-4.500 rpm. Tak heran tarikannya cukup gesit dan responsif.

Modul hybrid HEV-nya memanfaatkan motor elektrik berdaya 44,2 kW (59 hp) dengan torsi 264 Nm yang bekerja mulai 1.700 rpm. Kombinasi mesin dan sistem hybrid menghasilkan tenaga 230 hp dengan torsi 367 Nm. Transmisinya automatic 6-speed dengan sistem penggerak roda depan (FWD). Nah, versi hybrid inilah yang kami kendarai.

Rute yang dilewati sangat beragam, mulai dari jalan tol hingga jalur pegunungan yang banyak tanjakan dan berkelok. Ini momen yang pas untuk membuktikan kemampuan Santa Fe Hybrid dalam menunjang beraneka aktivitas dan mobilitas penggunanya.

Fun To Drive

Mulai dari titik start di Stasiun Padalarang kami ambil rute via tol Purbaleunyi hingga keluar Cileunyi. Santa Fe Hybrid dilengkapi sejumlah opsi mode berkendara yang dapat dipilih pada Drive Mode yakni Eco, Sport, dan My Drive. Pilihan mode berkendara dapat menyesuaikan dengan kebutuhan pengendara serta kondisi jalan.

Meskipun di tol, tak ada salahnya mencoba mode berkendara ECO. Kecepatan berada di kisaran 100 km/jam sesuai rambu tol dan ritme laju konvoi. Tuas transmisi model putar pada Santa Fe tak beda dengan Kona, Ioniq 5 dan model Hyundai lainnya. Lebih mudah dan praktis dalam pengoperasiannya.

Sesuai labelnya yakni ECO, respon performa cenderung halus dan tak terlalu ngegas atau bermain di RPM tinggi. Konsumsi BBM di kisaran 20 km/liter pada mode ECO pun terbilang irit.

Sistem Hybridnya Beroperasi Secara Senyap

Memasuki kawasan Kamojang, jalan mulai menanjak dan menikung. Tentunya butuh tenaga dan torsi extra. Konsumsi BBM pun lebih banyak. Tak heran jika konsumsi BBM berada di kisaran 13 km/liter.

Berkat kurva tenaga dan torsi yang cukup memadai pada RPM relatif rendah, Santa Fe tak kehabisan nafas di tanjakan.

Berkendara makin menyenangkan berkat setting suspensi Santa Fe Hybrid yang mampu meredam gejala body roll saat bermanuver di jalan menanjak dan berkelok.

Sistem bantu berkendara terpadu Hyundai Smart Sense yang ada pada Santa Fe Hybrid Calligraphy pun sangat lengkap dan canggih.

Teknologi hybrid bisa kami katakan tak kalah canggih dibanding SUV hybrid lainnya. Sistem akan menentukan sendiri kapan harus beralih dari kinerja mesin bensin ke mode EV.

Perpindahan kinerja sistem hybridnya pun mulus dan senyap. Tanpa hentakan maupun suara meraung atau berdengung.

Oh ya, Santa Fe Hybrid juga dilengkapi sistem pengereman regeneratif yang akan mengubah energi pengereman menjadi daya listrik. Ketika melintasi jalan menurun yang cukup curam sekalipun, kemudi dan laju Santa Fe Hybrid bisa tetap terkendali dan tidak nyelonong.

Tentu saja ada tips dan trik yang harus dilakukan. Pada setir terdapat pengaturan sistem regeneratif. Saat level pengereman regeneratif ditingkatkan, laju kecepatan Santa Fe Hybrid akan berkurang lebih signifikan dan sistem rem bekerja lebih aktif. Hasilnya, respon kemudi lebih terprediksi dan mudah dikendalikan. Jadi tak perlu khawatir saat melintasi jalan menurun yang cukup curam.

Interior Nyaman dan Menyenangkan

Dengan postur yang tergolong besar, Santa Fe Hybrid sangat ideal sebagai kendaraan harian keluarga.

Kabinnya yang berkonfigurasi tiga baris bangku penumpang terbilang cukup lapang. Untuk varian Prime bisa mengangkut tujuh penumpang. Sedangkan varian Calligraphy dilengkapi bangku model Captain Seat dan bisa memuat enam penumpang.

Kemasan interior pada varian Calligraphy pun jauh lebih mewah dibanding Prime. Selain interiornya berlapis kulit, pada kaca bagian samping juga dilengkapi tirai.

Pada dashboard terpampang sepasang layar digital berjajar yang berfungsi sebagai panel instrumen dan penampil sistem multimedia. Masing-masing layar berukuran 12,3 inci.

Untuk kelengkapan fitur pada kabin pun cukup lengkap, canggih dan kekinian. Soket untuk pengisian daya ponsel tersedia pada setiap baris bangku. Jadi penumpang tak perlu saling berebutan. Pada konsol tengah di kabin depan terdapat dua unit charger nirkabel Qi Standard untuk smartphone.

Aspek kepraktisan pada kabin juga patut diacungi jempol. Di setiap sudut kabin terdapat cukup banyak kompartemen penyimpanan. Bahkan pada laci dashboard dilengkapi fungsi UV-C sterilization multi tray. Fitur yang satu ini tergolong mewah dan jarang ditemui.

Di Indonesia, Hyundai Santa Fe hadir dalam dua versi yakni hybrid dan non-hybrid (ICE). Masing-masing tersedia dalam varian Prime dan Calligraphy. Ingin tahu harganya?

Hyundai All New Santa Fe ICE
Prime: Rp 699 juta.
Calligraphy: Rp 784,5 juta.

Hyundai All New Santa Fe Turbo Hybrid
Prime: Rp 786,3 juta.
Calligraphy: Rp 869,6 juta.