fun fact kawasaki binter merzy

Fun Fact Binter Merzy di Indonesia, Motornya Eddy Tansil?

Berikut fun fact Binter Merzy di Indonesia. Sampai saat ini, motor 4-tak 200 cc ini masih menjadi buruan kolektor. Bukan tanpa alasan, baik standar maupun modifikasi, Binter Merzy sedap dilihat.

Binter Merzy bisa dibilang adalah sepeda motor yang “rare” karena berebdar hanya sekitar 6 tahun. Yaitu mulai dari tahun 1980 hingga 1986. Nama Merzy sendiri adalah akronim dari PT Bintang Terang Indonesia. Kabarnya, tutupnya PT Bintang Terang Indonesia ini karena ada kaitan dengan Eddy Tansil.

Dilansir dari laman CNN Indonesia, Eddy Tansil diketahui buron kasus penggelapan uang. Ia kemudian dipenjara selama 20 tahun, lalu saat menjalani masa tahanan Eddy berhasil kabur dan diduga kini berada di luar negeri.

Terlepas benar atau tidaknya pemilik PT Bintang Terang Indonesia adalah Eddy Tansil, KZ200 (Kawasaki Binter Merzy) masih menjadi primadona kolektor dan pecinta motor klasik.

Spesifikasi Binter Merzy

fun fact kawasaki binter merzy

Foto: Istimewa

Fun fact Binter Merzy di Indonesia bukan hanya kontroversi milik Eddy Tansil. Kami juga akan mengulas spesifikasinya.

Binter Merzy menggunakan mesin berkubikasi 198cc, silinder tunggal, 4-Tak, SOHC 2-katup. Rincian bore x stroke yaitu 66 x 58 mm dengan rasio kompresi 9,0:1. Di atas kertas, Binter Merzy mampu menghasilkan tenaga maksimal 18 hp pada 8.000 rpm dan torsi 16,5 Nm pada 7.000 rpm.

Binter Merzy hadir dua pilihan. Generasi pertama yaitu tahun 1980-1982 masih memakai pengapian platina. Sedangkan generasi kedua sudah memakai CDI yang diproduksi mulai dari 1983-1985.

Tak hanya dari sisi pengapian saja, perbedaan keduanya juga terlihat mencolok dari bentuk tangko bahan bakarnya. Generasi pertama bentuk tangkinya lebih membulat. Sedangkan generasi kedua lebih mengkotak. Saat ini harga bekas Binter Merzy mulai dari Rp 18 juta sampai dengan Rp 30 jutaan, tergantung kondisi motor, kelengkapan surat (BPKB dan STNK) serta warna.

Yamaha GT80, Mini Trail Ringkas Tapi Ganteng

Tahun 1970an menjadi momen emas bagi semua produsen sepeda motor asal Jepang. Bagaimana tidak, sebab di era tersebut begitu banyak produk sepeda motor yang menyerbu pasar global. Mulai dari segmen moped (bebek), sport, touring, hingga trail. Pasar Indonesia pun banyak dijejali dengan beragam model sepeda motor asal Jepang sejak akhir tahun 1960an. Salah satu brand yang meramaikannya ialah produsen sepeda motor berlogo garpu tala, melalui produk Yamaha GT80.

Jika konsumen yang menginginkan kendaraan roda dua sebagai alat transportasi untuk aktivitas harian, biasanya memilih model sport atau bebek. Namun, lain halnya bagi konsumen yang suka melibas medan buruk atau non-aspal. Lazimnya mereka memilih model trail, dengan ground clearance lebih tinggi dan artikulasi suspensi lebih jauh.

Yamaha GT80 berdimensi yang lebih kecil

Di tahun 1970an tersebut, Yamaha menghadirkan varian trail melalui seri GT. Mulai dari GT50, GT80, hingga GT100. Jika Yamaha GT100 merupakan motor trail berukuran ‘normal’, maka GT50 dan GT80 memiliki dimensi yang lebih kecil. Sehingga tidak hanya bisa digunakan oleh pengendara dewasa (dengan tubuh tidak terlampau besar) saja, tapi juga bisa dikendarai oleh anak berusia menjelang remaja.   

Unit yang kami jumpai kali ini ialah Yamaha GT80 keluaran tahun 1974. Pemiliknya saat ini mendapatkan sepeda motor ini dari tangan pertama, di tahun 2021 silam. Hingga kini, kondisinya masih tergolong baik dan semua beroperasi normal. Karena mesinnya tergolong sederhana dan tidak memiliki teknologi apapun, maka perawatannya pun mudah.

Rangka double cradle

Yamaha GT80 memiliki rangka double cradle yang ringan namun kokoh. Dimensinya ringkas, dengan panjang 1.610 mm, lebar 690 mm, dan tinggi 930 mm. Kapasitas tangki bahan bakarnya sekitar 5 liter. Untuk velg depan berukuran 2.50-15, sedangkan untuk velg belakang ialah 2.75-14. Karena sepeda motor ini beredar di tahun 1970an, maka wajar saja kalau sistem pengeremannya masih teromol, baik depan maupun belakang.

Mesin satu silinder, dua langkah yang berkubikasi 72 cc, membuat motor ini lincah dibesut. Tenaganya mencapai 4,9 hp dan torsi maksimal 6,1 Nm. Dengan output tersebut, Yamaha GT80 mampu memiliki top speed sekitar 91 km/jam. Namun sepertinya sepeda motor trail seperti ini kurang oke untuk dibesut hingga top speed tersebut.

Jika Anda menyukai sepeda motor buatan Jepang era 1970an, tak salah jika Yamaha GT80 menjadi salah satu yang dapat dilirik. Sekarang, populasinya semakin sedikit di Indonesia. Alasannya memang sederhana, ketersediaan suku cadang juga mulai sulit ditemui. Namun, di saat ada yang menjual unit dengan kondisi normal dan masih menggunakan komponen orisinal, maka jangan sampai dilewatkan.

Brand Motor Böhmerland Segera Bangkit Kembali, Apa Itu?

Kabar menggembirakan bagi para pecinta sepeda motor bergaya old skool. Dalam waktu dekat, satu lagi brand sepeda motor lawas akan dihidupkan kembali. Namanya Böhmerland

Mungkin tak banyak yang pernah mendengar nama Bӧhmerland. Merupakan brand sepeda motor yang didirikan oleh Albin Liebisch pada 1924 di Schönlinde (nama Jerman untuk Krásná Lípa), Cekoslovakia. Pertama mulai berproduksi pada tahun 1925.

Nama Bohmerland merupakan sebutan bahasa Jerman untuk wilayah Bohemia. Saat itu masih merupakan bagian dari Kekaisaran Austria. Sekarang masuk dalam wilayah Republik Ceko.

Pabrikan sepeda motor yang oleh penduduk Ceko lebih dikenal dengan nama Čechie ini cukup populer di Eropa, terutama Austria, Hungaria dan Jerman.

Tak sekadar populer, sepeda motor Bӧhmerland terbilang sangat fenomenal. Lebih unik dibandingkan sepeda motor buatan brand lainnya pada saat itu.

Motor Fenomenal Mendahului Zamannya

Terdapat sejumlah model motor Böhmerland saat itu. Antara lain Sport 2-seater dan Touren 3-seater.

Paling fenomenal adalah Langtouren 4-seater yang dibuat dalam versi sipil dan militer. Dengan panjang 3,2 meter untuk membonceng tiga orang tentu butuh keahlian berkendara extra untuk dapat mengendalikan. Langtouren pun tercatat sebagai motor versi produksi dengan sasis terpanjang yang pernah dibuat.

Tak hanya itu, model Langtouren menggunakan dua buah girbox gabungan 9-speed. Perpindahan gigi pun harus dioperasikan oleh penumpang belakangnya.

Sepeda motor buatan Böhmerland pun terbilang pelopor dalam hal desain dan konstruksi, berbeda dari motor lain yang masih menggunakan frame aluminium cetak. Frame rancangan Albin Liebisch telah menggunakan frame pipa baja tubular dengan sambungan las. Konstruksi frame model ini justru baru populer dan digunakan oleh pabrikan sepeda motor di dunia sekian puluh tahun kemudian yakni pada awal era 1950an.

Saat motor lain masih menggunakan velg jari-jari, Böhmerland menjadi pertama di dunia yang menggunakan velg aluminium cetak. Ya, velg racing (Cast Wheel), keren!

Seluruh model sepeda motor Böhmerland dibekali mesin 4-tak silinder tunggal OHV 600 cc bertenaga 16 hp – 24 hp. Top speednya mampu mencapai 100 km/jam. Komponen sepeda motor pun dipasok oleh industri lokal.

Untuk memudahkan distribusi, pabrik di Schönlinde pun direlokasi ke Sudeteland dekat perbatasan Jerman. Hingga akhir perjalanannya saat pecah Perang Dunia II pada tahun 1939, Böhmerland telah memproduksi sebanyak 775 unit sepeda motor. Jumlah ini hanya digarap oleh 20 orang teknisi. Saat ini hanya sekira 10% dari motor Böhmerland yang masih tersisa.

Böhmerland 21, Langkah Awal Kebangkitan

Kebangkitan kembali Böhmerland digagas pada 2019 oleh Peter Knobloch, pemilik perusahaan Tiskarna yang bergerak di bidang cetak 3D. Pabrik baru telah disiapkan di Turnov, tak jauh dari perbatasan antara Republik Ceko dan Jerman.

Sebagai langkah awal kebangkitan Bӧhmerland, Knobloch akan memproduksi motor yang diberi nama Bӧhmerland 21.

Motor yang mengadopsi rancang bangun asli dari Bӧhmerland akan mengalami revisi dimensi, namun tetap menggunakan velg aluminium 21-inci seperti motor aslinya.

Penggerak, Bӧhmerland 21 yang akan diproduksi tahun ini, dibekali mesin 4-tak 2-silinder berkapasitas 760 cc. Output performa diklaim berada di kisaran 90 hp dengan torsi 80 Nm.

Akan tersedia dua opsi sistem pasokan bahan bakar yakni karburator dan injeksi untuk menyesuaikan standar homologasi Euro5.

Top speed motor ini digadang mampu menembus angka 180 km/jam. Bahkan nantinya bakal muncul versi mesin dengan supercharger.

Perihal harga jual, Böhmerland 21 akan dipasarkan dengan kisaran harga €58.000 (off-the road) atau setara Rp 950 juta. Sebagai tahap awal, hanya 10 unit Bӧhmerland 21 yang akan dibuat.

Welcome back Böhmerland…