BMW Dan Puma Luncurkan BMW Art Car Capsule Collection

BMW dan Puma berkolaborasi membawa nostalgia era ’70an dalam serangkaian produk fashion edisi khusus. BMW Art Car Capsule Collection.

Edisi fashion tematik ini bertepatan dengan 100 tahun lahirnya Roy Lichtenstein, salah satu seniman ternama dunia kebanggaan BMW. Desainnya terinspirasi dari lukisan mural BMW Art Car “Ben Day dots” yang digarap oleh Lichtenstein pada tahun 1977 silam.

Roy Lichtenstein adalah salah satu dari sederet seniman kontemporer asal AS yang menggarap lukisan mural BMW Art Car. Pria yang lahir di New York pada tahun 1923 ini tutup usia pada tahun 1997 silam.

Lukisan mural yang terinspirasi dari gambar komik era ’60an tersebut dituangkan pada sekujur bodi mobil balap BMW 320i Turbo (E21). Yang menjadi media lukis bukan BMW biasa, tapi mobil balap Group 5.

BMW 320i Turbo Art Car Lichtenstein

Mesin 4-silinder 2.0-liter turbo M12/7 yang dibopong memuntahkan tenaga 300 hp. Top speednya yang tembus 257 km/jam terbilang sangat kencang pada era itu. Body kit dan perangkat aerodinamika di sekujur bodi plus velg center lock BBS mesh Gold bikin tampilan mobil ini terlihat sangar.

Tak hanya tampil sangar, raungan parau knalpot dan mesinnya bikin bulu kuduk merinding. BMW 320i Turbo (E21) ini berlaga di ajang balap ketahanan 24 Hours of Le Mans 1977. Duet pebalap kawakan asal Perancis, Herve Poulain dan Marcel Mignot berhasil menempati posisi 9 di klasemen umum serta meraih posisi pertama di kelasnya.

 

Livery dengan kombinasi warna putih, kuning, hijau, merah dan biru pada mobil balap tersebut kini dituangkan dalam produk fashion.

Ada lima macam produk pada edisi khusus BMW Art Car Capsule Collection kolaborasi Puma dan BMW. Mulai dari jaket bomber BMW M Motorsport RL, celana, t-shirt, topi, dan sepatu sneakers. Label harga termurah yakni €50 untuk topi atau sekira Rp 850 ribuan. Sedangkan yang termahal yakni jaket bomber yang dapat anda tebus seharga €200. Kurang lebih kisaran Rp 4 jutaan.

Koleksi edisi khusus ini hanya tersedia dalam waktu yang terbatas. Untuk mendapatkannya lekas sambangi situs belanja resmi BMW serta sejumlah gerai Puma tertentu. Kado unik untuk mengawali tahun 2024.

 

Hypercar Lamborghini SC63 Segera Hadir di 24 Hours of Le Mans, Bisa Sukses?

Tak seperti Porsche dan Ferrari yang sangat tersohor di Le Mans. Kiprah mobil balap Lamborghini di Circuit de la Sarthe tak pernah sukses. Debut perdana Lambo di kejuaraan balap ketahanan 24 Hours of Le Mans yakni pada tahun 1975. Sayangnya, Lambo 400 GT bermesin V12 besutan Paul Rilly mengalami kecelakaan saat sesi uji coba sehingga batal tampil.

Cukup lama banteng Sant’ Agata absen hingga akhirnya kembali ke Le Mans di tahun 2006.

Saat itu sebuah tim balap asal Jepang menerjunkan Murcielago R-GT di kelas LM GT1. Lagi-lagi nasib Lambo kurang beruntung. Mobil tersebut gagal menyelesaikan lap terakhir. Bahkan meskipun sang Murcielago R-GT terus ikut balapan hingga tahun 2010, namun selalu gagal finish.

Kini, event Goodwood Festival of Speed 2023 tengah berlangsung di Inggris, Lamborghini pun membawa mobil terbarunya.

Mobil balap hypercar hybrid berlabel SC63 ini sedianya bakal terjun di kelas LMdh pada seri kejuaraan FIA World Endurance Championship tahun 2024 mendatang. Ya, Lamborghini bakal kembali ke Le Mans!

Tetap Tampil Gaya

Pengembangan mobil ini dilakukan oleh divisi Lamborghini Squadra Corse dan tim perancang di Centro Stile. Mobil balap tetap harus tampil gaya dan keren.

Karena mengikuti regulasi balap yang ditentukan oleh FIA, maka konstruksi dan spek SC63 tak jauh beda dari mobil balap lainnya di kelas LMdh Le Mans.

Meskipun demikian, mobil ini tetap mengadopsi gaya desain mobil Lamborghini spek jalan raya seperti Huracan, Revuelto dan Aventador.

Body SC63 masih dikemas dalam livery standar. Perpaduan warna hijau Verde Mantis dan hitam Nero Noctis. Ya, seperti Huracan GT3.

Namun saat mulai ikut balap, livery body akan berubah sesuai pesan sponsor. Salah satunya yakni brand jam super mewah asal Swiss, Roger Dubuis yang cukup lama bermitra dengan Sant’ Agata.

Totalitas Pengembangan 

Perihal rancang bangun konstruksi mobil balap SC63 ini, Lamborghini menggandeng mitra lamanya, Ligier.

Spesialis konstruktor sasis mobil balap F1 ini bersama Lamborghini Squadra Corse merancang sasis monokok yang benar-benar baru.

Mesin V8 twin-turbo 3.8-liter yang digunakan pun dirancang khusus agar tahan ‘siksaan’ dipacu puluhan jam non-stop. Motor elektrik penggerak hybrid, transmsi, dan baterai yang digunakan sesuai regulasi FIA untuk kejuaraan balap WEC dan IMSA. ECU lansiran Bosch mengatur kurva output performa yang dibatasi hanya 670 hp.

Dua Mobil Balap Tahan Siksa

Di kasta tertinggi balap ketahanan, Lamborghini SC63 juga akan berlaga di kelas GTP pada seri balap IMSA WeatherTech SportsCar Championship di Amerika Serikat. Lamborghini akan berusaha tampil gemilang pada balap 24 Hours of Daytona dan 12 Hours of Sebring.

Sesi uji akan dimulai pada Agustus 2023 mendatang sebelum resmi balapan mulai Januari 2024. Hanya ada dua unit Lamborghini SC63 yang akan berlaga di bawah bendera tim balap Iron Lynx.

Satu unit mobil akan ikut seluruh seri balap ketahanan World Endurance Championship musim balap tahun 2024. Satu mobil lainnya berlaga di seri kejuaraan IMSA WeatherTech SportsCar Championship.

Lamborghini SC63 bakal dipiloti oleh empat pembalap. Dua pembalap asal Italia yang dipercaya oleh pihak pabrikan yakni Mirko Bortolotti dan Andrea Caldarelli. Dua lainnya yakni mantan pembalap F1, Romain Grosjean dan Daniil Kvyat. Bakal ada nama lainnya yang masuk dalam daftar skuad Lambo.

Pada setiap laga di Le Mans mungkin Lamborgini tak pernah sukses. Namun prestasi di kejuaraan balap GT3 di luar Circuit de la Sarthe sungguh patut mendapat aplause. Ya,100 kemenangan sebagai juara kelas maupun juara klasemen umum.

Apakah SC63 bakal tampil sukses dan mampu menaklukkan Circuit de la Sarthe di balap 24 Hours of Le Mans? Kita nantikan laga balap perdananya tahun depan.